Jika kita memiliki hubungan dengan seseorang yang berada jauh dari kita atau sebut saja long distance relationship (LDR), jalan satu-satunya untuk mempertahankan hubungan itu adalah kepercayaan.
Derrtt
ada panggilan masuk dari ponselku, tapi nomornya tidak aku kenal apa aku tolak saja? ah siapa tau penting Baiklah akan aku angkat.
"Halo,"
"Hai Bil" terdengar suara wanita yang sedikit nyaring.
"Maaf anda siapa ya?"
"Kau kalah Bil, Robbi kini dalam genggaman ku" ucap wanita itu lagi, tanpa membalas pertanyaanku.
"Apa maksudmu dan siapa kau!?"
"Dah Billa"
"Hei jawab pertanyaanku!"
Tuttt
sambungan telfonnya terputus, dasar tidak tau sopan santun. Entah mengapa perasaanku tidak baik akan hal ini, apa yang wanita itu bicarakan apa yang dia maksud kini Robi ada dalam genggaman.
Ayolah bila kau harus berfikir jernih Jangan memikirkan hal lain Robbi tidak akan melakukan hal semacam itu. Seperkian detik berlalu, aku masih saja memikirkan ucapan wanita tadi tidak masuk akal jika seseorang menelpon hanya untuk mengucapkan hal seperti itu.
Tingg
sebuah pesan masuk dan lagi-lagi dari nomor yang tidak dikenal, awalnya aku tidak berniat untuk membukanya tapi karena aku sangat penasaran dengan isi pesan tersebut, Aku mau memutuskan untuk melihatnya
Dan ternyata sebuah gambar ada sebuah foto yang dikirimkan melalui pesan itu aku langsung membukanya tanpa curiga sedikit pun walaupun perasaanku sedikit tidak baik tentang foto itu.
DEG
Hancur! kini hatiku bagai ditusuk ribuan jarum. Foto itu menunjukkan Robby sedang tertidur, Oke tidak masalah jika itu hanya foto Robi yang sedang tertidur tapi bagaimana jika ADA SEORANG WANITA YANG TENGAH MEMELUKNYA.
Di foto itu hanya wajah Robby yang terlihat jelas, karena wanita yang tengah memeluknya menutup wajahnya dengan rambut panjangnya dan hanya tangannya yang terlihat jelas.
Kakiku tak mampu lagi menopang berat badanku hingga aku tersungkur dilantai, mataku tidak bisa menahan lebih lama cairan yang memaksa keluar. Ya tuhan ini sangat menyakitkan, siapa sangka Robi bisa melakukan itu.
ㅡㅡㅡㅡㅡ
Dua hari berlalu, keadaan ku masih sama seperti sebelumnya mataku membengkak, selera makanku menurun dan semua hal membuatku terpancing emosi. Karena aku masih harus makan walaupun dalam keadaan patah hati jadi aku memutuskan untuk berbelanja bahan makanan lalu segera pulang untuk melanjutkan tangisanku yang belum usai.
Brugg
Arghhh siapa sihh yang nabrak, kulihat seorang wanita berpakaian formal tapi sedikit minim. Huh dasarr wanita karir, KENAPA! kenapa harus bertemu wanita cantik saat aku sedang berpenampilan kumuh bagaikan calon pengemis baru, kan jadinya aku merasa tersaingi 😭 tenang-tenang kita gabole bercukur ehh insekur.
"Ahh maaf, tante?" wanita itu bersuara.
Hey hey Apa katanya! Aku bukan tante-tante apa dia tidak bisa melihat aku masih muda, jelas cantik begini masa dibilang tante-tante.
"Matamu buta hah? umurku masih 20 tahun, mungkin saja aku lebih muda darimu," ucapku menaikan satu alis.
"Maaf tante umurku masih 18 tahun," ahh dia meremehkanku yaa, belum saja kau lihat aku berdandan dasar bocah.
"Minggir kau, dasar pengganggu!" ucapku sinis.
"HATI-HATI DI JALAN TANTEE!!"
AISH BOCAH ITUU! Bisa-bisa nya dia mempermalukan diriku di depan orang banyak, awas saja jika aku melihatmu lagi bocah.
Hari ini adalah hari yang sangat buruk bagiku bahkan sejak dua hari lalu hariku sudah sangat buruk, ditambah lagi Robi yang tidak ada kabarnya selama 2 hari ini ini bisa saja memperkuat kecurigaanku akan kekasih barunya yang ada di foto itu.
Huh entah mengapa aku memilih untuk berhubungan dengan seorang pria yang berada jauh dariku, sudah jelas ini mempersulit diriku untuk mengawasinya. Dasar Bila bodoh!
Aku sangat jenuh di apartemen ini, tanpa keluarga, tanpa hewan peliharaan, dan tanpa Robi. Kuputuskan untuk memainkan sosial mediaku, sudah lama aku tidak melakukan hal ini. Ugh tak kusangka banyak sekali notif dari akun ku.
Ting
[Shania mengirimkan foto]
tumben sekali Shania menghubungiku, biasanya dia hanya menghubungiku saat ada hal penting.
Deg!
Sebuah tangkapan layar dari akun Robi yang menunjukan bahwa ia memposting fotonya bersama seorang wanita. Tunggu-tunggu sepertinya aku mengenali wajahnya, ahhh dia bocah yang tadi menabrakku! sial sekali bukan hari ini?
Aku mencoba menghubungi Robi,
Ditolak !
Ditolak !
Ditolak !
DITOLAK!!
Uda fix ini mah dia selingkuhh 😭, mentalku kembali turun semuanya terlihat jelas sekarang. Robi memiliki wanita lain disana, tega sekali dia melakukan itu. Baiklah jika itu maumu Robii aku akan melakukan hal yang sama!
Aku bergegas mencari gaunku, ah tidak bukan gaun hanya sebuah baju minim untuk pergi ke club malam. Yaaa itu lah satu-satunya tempat dimana aku bisa membalas perbuatan Robi.
- A few moments later -
Okehh, aku sudah siap! Ayoo berangkat Bila!
ㅡㅡㅡㅡ
Hikss
Hikss
Aku tak bisa pergii 😭 aku tidak bisa melakukan hal seperti itu, bagaimana jika Robi melihatku? bagaimana jika Robi meminta maaf padakuu. Bukankah aku harus setiaa? benar aku orang yang setia.. tidak mungkin aku pergi ke club malam lalu menjalin hubungan dengan pria lain. Walaupun Robi jahat padaku, aku harus tetap menunggu nya meminta maaf. Hiks!
Tidak terasa sudah hari minggu, sudah 7 hari berlalu ditemani tangisanku dimalam hari. Aku meminta cuti beberapa hari bahkan kini aku bolos kerja lagi, kupastikan besok pak Tirta akan langsung menendangku.
Selama tujuh hari ini, aku juga selalu memantau akun sosial media Robi dan benar saja banyak foto dirinya bersama bocah itu. Walaupun tidak ada unsur kemesraan tetap saja aku marah karena dia sudah jelas berselingkuh daannnn aku masihh menunggunyaaaaaaa!
Betapa bodohnya aku :(
Derrtt
Deertt
Ahhh sialan pak Tirta menelfonku!
"Ha-haloo pak, hehe" ucapku, jujur aku gemetar aku sangat takut dia akan marah padaku.
"HAHA HEHE HAHA HEHE AJA KAMU!" tuhhkan bener emang perkiraan aku tentang pak Tirta tidak pernah salah.
"A-ahh iiyaa pak," ahh keliatan bodohnya kalo kaya gini mah.
"KAMU DIMANA?! BERANGKAT KE KANTOR SEKARANG!"
"Yah pak.. maaf saya gabis-"
"APA? MAU CUTI LAGI HAH? CUTI AJA SELAMA-LAMA-LAMA-LAMANYA!"
Duh ngeri kalo udah gini mahh, bapak nya baperan nich. Yaudahh masuk ajalah dari pada cuti selama-lama-lamanya.
"Ahh gak ko pakk hehe, saya mah selalu siap,"
Tuttt
Kan..kan belom aja saya santet pake boneka doraemon nih orang, dimana-mana mah salam dulu inimah langsung tuttt gitu aja. Astagfirullah sabar gais gabole emosi nanti tambah tua, kaya pak Tirta ehh.
10.00 A.M
Hari ini terik sekali tapi apa boleh buat, aku harus tetap keluar rumah untuk pergi ke kantor karena Pak Tirta sudah menghubungi ku tadi pagi, dan sialnya mobilku masih berada di bengkel jadi aku harus pergi ke kantor dengan menaiki angkutan umum yaitu bus.
20.00 P.M
Huaaaa, pak Tirta jahat sekali bisa-bisanya dia memberikan aku banyak pekerjaan. Bahkan aku baru selesai pada jam ini, Ayolah Bahkan aku tidak mendapatkan uang lembur. Ya memang salahku sih karena aku melewati batas cuti yang sudah aku janjikan. Ya tapi kan tetap saja aku seorang wanita yang harusnya tidak diberikan terlalu banyak beban :v
Seperti tadi pagi aku harus pulang juga menggunakan kendaraan umum yaitu bus, tapi karena bus tidak langsung mengarah dari kantorku jadi aku harus berjalan sedikit ke depan untuk mendapatkan bus dari blok tersebut.
Entah kenapa jalanan di sini terasa sangat mengerikan padahal jarak antara kantor ku hingga blok depan itu tidak terlalu jauh, ah mungkin karena di sini sangat sepi jadi aku merasa ada hal-hal negatif yang mengikuti ku. Hal ini terbiasa terjadi pada film horor bukan jadi itu hanyalah fiksi belaka aku tidak boleh terpengaruh oleh hal itu.
Emhh!..
Apa ini seseorang membekapku dari belakang!
Kesadaranku sedikit memudar, begitu pula pandanganku. Tapi aku tidak pingsan, mungkin obat biusnya kurang banyak pak penculik!
Dengan pandanganku yang samar-samar, aku melihat ada 1 orang wanita, dan 4 pria termasuk kedua pria yang kini tengah mencoba membawaku masuk kedalam mobil.
Mobil itu terus berjalan, setelah 15 menit kemudian mobil itu berhenti. Aku tidak tahu tempat apa itu karena mataku di tutup dengan selembar kain, Kesadaranku sudah sepenuhnya pulih dan para penjaga pun mengetahui hal itu.
"Ayo cepat keluar!"
"Eh bang sabar dong, saya nggak bisa lihat ini matanya ke tutupan gimana mau cepet ih," jika tau akan seperti ini lebih baik aku pura-pura pingsan tadi.
"Oh iya lupa," ucap salah satu penjaga.
OH IYA LUPA? OH IYA LUPA KATA LO? omegat gatau lagi sih ini mau ngutuk kaya gimana lagi, aku udah mau jatoh cuma bilang OH IYA LUPA?
Ruangan apa ini kenapa di sini harum sekali, seperti banyak bunga tapi jika di sini adalah sebuah ruangan kenapa banyak angin yang menerpa tubuhku? tidak ini pasti ada di luar ruangan. Sebuah taman mungkin ?
"Bos kamu sudah membawa orangnya,"
"Letakkan dia di kursi," itu terdengar seorang wanita mengatakan itu aku yakin itu adalah wanita yang tadi bersama para penjaga ini.
Entah siapa yang membuka penutup mataku tapi aku sangat berterima kasih kepada nya tapi tapi mataku ini masih buram, saat aku tengah menajamkan pandanganku terdengar suara pria yang tidak asing ditelinga ku.
Kuperjelas pandanganku pada sosok pria yang tengah bernyanyi.
I-itu..Robii?
🎶 Diujung cerita ini..
Diujung kegelisahan mu..
Kupandang, tajam bolaa matamuu..
Cantik dengarkanlah akuu..
Aku tak setampan donjuaa..
Tak ada yang lebih dari cintakuu..
Tapi saat ini ku tak ragu kusungguh memintamu..
Jadilah pasangan hidupku..
Jadilah ibu dari anak anakku..
Membuka mata, dan tertidur disampingku..
Aku tak main-main... Seperti lelaki yang lainn..
Satu yang ku tahu ku ingin melamarmu..
Setelah kalimat terakhir Robi senandungkan, dia menghampiriku lalu merogoh sesuatu di saku jas nya.
🎶SATU YANG KU TAHU KUINGIN MELAMARMU..
Omegat omegatt aku tak bisa bernafass.
"R-robi?" ucapku masih terkejut dengan apa yang terjadi.
"Menikahlah denganku bila," yaampunn matanya sangat berbinar, aku tak menyangka Robi setampan ini di dunia nyata.
"Ka-kamu Robi?"
Robi sedikit menyerngit "Apa aku terlihat seperti pak Tirta?" ucap Robi.
"Ahh ternyata benar kau Robi, tapii bagaimana kau bisa berada disin-"
"Bilaaa, apa kau tak bisa menjawabku terlebih dahulu? aku lelah terus memegang kotak cincin ini," keluh Robi.
"Ah akuu...aku mau😳"
Robi terlihat puas dengan jawabanku, ia langsung melepas cincin itu dari asalnya lalu memindahkannya ke jari manisku. Ahh aku bingung tapi juga sangat senang.
"Apa aku sedang bermimpi bi?" tanyaku pada Robi.
Bukannya menjawab, Robi membangunkanku dari posisiku yang tadi tengah duduk. "Kau tidak mimpi sayang, ini semua rencanaku. Kemarilah," Robi membawaku dalam pelukannya, rasanya seperti anda menjadii apa ya? apa aja deh.
"Jadi bagaimana kau bisa ada disini?" tanyaku.
"Hyeraa, kemarilah" teriak Robi entah kepada siapa, lalu muncul seorang wanita yang wajah nya juga tidak terlalu asing. Saat ia mendekat, ahhh bocah itu!
"Ka-kau?" ucapku terkejut.
"Sayang dia adalah sepupuku dari keluarga ayahku," jelas Robi.
"Ahh begitu, jadi yang bersamamu difoto it-"
"Hai, namaku Hyera. Maafkan aku untuk sebelumnya, kak Robi cerita kepadaku bahwa ia akan melamar kekasihnya lalu dia memintaku untuk memberi usulan. Seketika sifat jailku muncul lalu aku dan kak Robi merencanakan semuanya untuk mengejutkanmu," jelas Hyeraa panjang lebar.
"Umm. Benarkah begitu bi?" tanyaku pada Robi.
"Iyaa sayang, maaf ya sudah membuatmu khawatir satu minggu ini," Robi menatapku lalu membelai pipiku.
Aku sangat terharu, tak terasa sesetes air mata meluncur kepipiku.
CUP!
ahh dia mengecup keningkuu 😳.
"Robiiii," ucapku tak terima, tapi suka mwueeheheh.
"Kau malu huh?"
"TIDAK"
"Ulululu, tunanganku tengah tersipuu"
ㅡㅡㅡㅡ
Beberapa bulan kemudian, pernikahanku dan Robi dilaksanakan. Robi dan aku mengundang banyak orang termasuk pak Tirta, dan dia hadir dengan istrinya ternya istrinya sangat cantik tapi tetap tidak lebih baik dariku.
Satu per satu susunan acara kami lewati hingga pada titik puncak penikahan kami yaitu janji suci kami. Setelah janji suci terucap kami sah menjadi pasangan suami istri, ahh aku sangat senang dan sedikit kesal dengan cara yang Robi gunakan untuk melamarku beberapa bulan yang lalu. Tapi aku sangat bersyukur tuhan menakdirkanmu untuk hidup bersamaku, aku mencintaimu Robi.
[TAMAT]
Sekian cerita yang dapat saya jabarkan
Maaf jika ada kata yang kurang mengesankan atau kalimat yang salah saya ucapkan.
Terimakasih untuk para pembaca yang sudah meluangkan waktu untuk membaca tulisan amatir saya.
Penulis/pengarang : Bilqis24
Start : Senin 13 oktober 2020