Temaram cahaya rembulan menembus jendela kaca sebuah rumah dengan dinding yang menjulang hingga lantai tiga, kamar dengan nuansa hitam dan silver itu menambah kesan maskulin di dalamnya, di tambah aroma hangat dari tubuh seorang pria dengan wajah dan tubuh yang bisa mendorong semua wanita ke dalam fantasi terliar mereka. William L Nero, seorang mafia yang menjadi momok bagi mereka yang melanggar peraturannya, hanya ada satu aturan yang ditetapkan oleh Will, 'Tunduk atau mati'. Namun malam ini sepertinya seorang William sedang bermusuhan dengan Dewi Fortuna,karena ia dikejutkan dengan kehadiran seorang wanita yang secara tiba-tiba sudah bertengger di atas tubuhnya.
Wanita berambut merah menyala dengan mata yang indah laksana emas cair itu, dengan anggun berjalan mendekati tubuh Will yang tengah tertidur pulas, perlahan wajah dengan kecantikan yang mustahil dimiliki oleh manusia biasa itu mulai melancarkan aksinya yang biasa.Dia adalah seorang Succubus (Iblis penggoda), namanya Catherine Starla River. Setiap malam Cat akan menghampiri setiap pria dalam tidurnya, untuk mencuri energi dari mereka, karena bangsa Succubus memang membutuhkan energi dari manusia untuk bertahan hidup.
Biasanya para Succubus akan masuk kedalam alam bawah sadar para korbannya dan memberikan mereka sihir untuk memanipulasi mimpi mereka, entah itu mimpi indah, mimpi buruk, atau bahkan sebuah mimpi erotis. Para Succubus akan mengambil energi dari emosi para manusia dalam mimpi mereka, dan kali ini William adalah target dari seorang Succubus yang sering dipanggil Cat.
"Siapa kau?" ucap Will yang terkejut karena mendapati seorang wanita cantik sedang bertengger diatas tubuhnya, "Siapa bosmu? dan apa tujuanmu?" dengan geram Will membalikkan tubuhnya, beralih menindih tubuh dengan balutan busana yang terlalu minim itu dibawahnya.
Cat sangat terkejut, karena dalam hidupnya yang panjang sebagai seorang Succubus, malam itu untuk pertama kalinya ada manusia yang bisa melihat dirinya, entah apa yang harus dirasakan oleh Cat, bahagia atau seharusnya ia merasa takut. Namun, tidak bisa di pungkiri jika hatinya saat ini sedang berpacu dengan getaran yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
William L Nero, menyeringai dalam ruangan gelap dengan Catherine yang berada dibawah kungkungannya, belum pernah Will melihat wanita secantik itu, dengan mata yang begitu menghipnotis dirinya, getaran panas dalam tubuh Will menimbulkan gelitik hasrat yang berbahaya. Setelah mendapatkan jawaban dari wanita yang mengaku bernama Cat itu, Will menjauhkan tubuhnya. Awalnya ia tidak percaya dengan semua perkataan Cat yang dengan lantang mengatakan bahwa dirinya bukanlah manusia, melainkan seorang Succubus yang berniat menghisap energi dari tubuh Will, tentu saja Will tidak kan percaya dengan hal konyol semacam itu. Sampai wanita itu menunjukkan beberapa sihir dan kemampuan yang hanya dimiliki oleh bangsa Iblis.
William yang penasaran dengan Cat, pada akhirnya menahan wanita itu untuk tetap berada di rumahnya, dengan alasan jika Will belum mempercayai Cat sepenuhnya, akan tetapi dibalik sikap dinginnya, diam-diam hati Will mulai menghangat dengan semua tingkah lucu dan menggemaskan dari sang Succubus. Bagi Will, Cat tidak terlihat seperti seorang iblis, di matanya Cat sama seperti dirinya yang hanya manusia biasa.
Hari demi hari berlalu dengan sangat cepat, hubungan antara dirinya dan Cat semakin dekat dan menuju arah yang berbahaya. Will sadar jika Cat tidak akan bisa selamanya tinggal di rumahnya, dan ia juga tidak mungkin untuk mengikuti Cat kembali ke dunianya. Selama ini ia mencari berbagai macam alasan untuk sekedar menahan Cat untuk tetap tinggal di sisinya, tapi sampai kapan ia bisa menahan wanita yang sudah membuat seorang William L Nero jatuh hati.
"Will, aku harus kembali pulang. Di dunia ku, aku juga memiliki tugas dan peran yang tidak bisa ku abaikan, dan aku sudah tinggal di sisimu hampir satu bulan Will, jika aku terus menerus mengambil energi dari tubuhmu, kau bisa mati, dan aku tidak mau jika hal itu terjadi," ucap Cat dengan wajah tertunduk sedih. Cat sadar semakin lama ia berada dekat dengan Will, itu akan membuat pria yang di cintainya semakin melemah.
"Tidak bisakah kau tinggal, aku tidak keberatan memberikan seluruh sisa energi yang kumiliki dalam diriku agar kau bisa berada di sisiku satu hari lebih lama," pinta Will seraya menggenggam tangan sang Succubus.
"Aku mencintaimu Will, dan mengambil seluruh energi jiwa yang kau miliki bukanlah caraku untuk mencintaimu, aku akan melepaskan mu, berbahagialah. Aku akan mendoakan kebahagiaanmu dengan orang yang benar-benar layak bersanding denganmu Will, itu adalah caraku untuk mencintaimu." Cat berusaha untuk melepaskan genggaman tangan yang masih dengan erat menggenggamnya, ia berniat pergi dari hadapan Will.
Menyadari jika ia melepaskan tangan yang digenggamnya saat ini akan menjadi akhir dari hubungan mereka membuat Will semakin kuat menahan tangan Cat, dan detik berikutnya tubuh kekar Will merengkuh tubuh sang Succubus ke dalam pelukannya, ia tidak peduli jika seluruh jiwanya akan tersedot habis oleh Cat, yang Will ketahui hanya satu, bahwa jika ia sudah tidak bisa lagi berpaling dari jerat sang Succubus.
"Aku mencintaimu," ucap Will dengan tulus.
Will merasakan sihir yang cukup kuat mendorongnya menjauh, dan ia tidak bisa mencegah air matanya yang berharga lolos dari sudut matanya untuk pertama kalinya, tatkala ia mendapati Cat mengepakkan sayap kelelawar berwarna hitam pekat dipunggungnya dan terbang menjauh hingga tidak terlihat lagi, hanya senyuman di bibir merah dan mata sendu keemasan milik sang Succubus yang semakin memudar di telan oleh kabut sihir.
***
Lima tahun setelahnya, William L Nero yang masih menjadi bos mafia yang kejam dan bringas, di usianya yang baru memasuki usia 30 tahun, kembali dipertemukan dengan wajah yang begitu ia rindukan setiap malam dalam mimpinya, yang selalu ia dambakan setiap saat. Will tidak bisa menghentikan tubuhnya untuk menghampiri dan memeluk Cat yang masih terlihat sama dengan saat terakhir Will melihatnya. Rambut merah Cat dan tentu saja mata laksana emas cair yang selalu membuat jantung Will berlompatan dari tempatnya, sama persis dengan ingatannya.
"Aku merindukanmu!" William berucap dengan haru, seraya tangannya yang merengkuh gadis berseragam SMA itu dalam pelukannya.
"Maaf Paman,tapi aku tidak mengenalmu...."
...>_<...