Di Suatu pagi yang masih diselimuti kabut tipis. Lesta sudah memulai harinya untuk berkutat menjalani hari yang mungkin akan membawanya ke sebuah keterkejutan. Di usianya yang beranjak 23 tahun, ia harus berjuang menghidupi keluarga nya. Ayahnya yang sakit sakitan setelah di PHK,Ibunya yang hanya buruh cuci biasa dan kdua adiknya yang masih perlu meneruskan sekolah.
"Ayah,Ibu Aku berangkat kerja dulu ya"Ucap Lesta tak lupa sikap hormat dan santunnya mencium punggung tangan keduanya seraya meminta restu
Agar hari ini dia dapat sebuah keajaiban.
"Iya Nak Ayah dan Ibu mendoakan yang terbaik untukmu" Keduanya berseru. Hati hati dijalan.
Jalan setapak depan rumahnya begitu masih sepi.
jika ingin ke Jalan Raya sekitar 15 Menitan. Kemudian di halte sebrang jalan ia baru bisa naik kendaraan umum yang akan membawanya ke sebuah perusahaan tempatnya bekerja selama ini.
Lesta bekerja sebagai OB karena latar belakang pendidikan yang hanya lulusan SMA tak ada pekerjaan lain yg bisa didapatkannya. Meskipun begitu ia sangat bersyukur sudah dapat bekerja demi untuk membantu ibunya menafkahi keluarga dan membiayai adik adiknya.
Seperti Biasanya pagi ini Lesta membersihkan setiap ruangan kantor beserta meja kerja seluruh karyawan setelah itu menyiapkan minum untuk seluruh staf kantor. Memang akan sangat melelahkan jika belum terbiasa. Tetapi Lesta sudah hampir 3 tahun bekerja di perusahaan W ini
setelah tugas intinya membuatkan minum untuk seluruh staf selesai,Hari ini gilirannya untuk membersihkan seluruh sampah kantor dan membuangnya ke Ruangan di Lantai dasar disana ada ruangan untuk memilah mana sampah organik dan sampah Non organik.
Lesta menaiki Lift barang yang sangat besar Namun entah kenapa saat baru sampai di lantai ke 4 Lift nya tiba tiba terhenti lampu di ruangan Lift itu pun berkedap kedip tidak keruan Lesta mulai gelisah raut ketakutan mulai tergurat jelas di wajahnya.
Akhirnya Liftpun berhenti tanpa ada gerakan lagi. Lesta berteriak minta tolong sambil memukul mukul pintu lift berharap ada teman sejawatnya yang mendengar. setelah mikrofon didalam lift berbunyi petugas tersebut mengumumkan adanya pemadaman listrik mendadak sehingga ia mengecek setiap detail gedung apakah ada yang terjebak dalam lift.
"Kepada pegawai diharap tenang ada pemadaman listrik. bagi yang berada di dalam lift segera tekan tombol darurat diatas tombol lantai disebelah kanan pintu lift untuk mengetahui posisi anda sekarang" Intruksi dari Pak Petugas yang sepertinya aku paham suaranya Ia adalah Faisal
Lesta mencoba meraba posisi tombol darurat yang di Instruksikan cukup lama juga ia baru menemukannya. Lalu aku menekannya agak lama
"Tolong, Tolong, apakah ada yang mendengar saya, saya terjebak di lift yang terhenti di lantai 4.Tolong saya... Teriak Lesta di ujung mikrofon sambil sesenggukan. karena Lesta mulai ketakutan dan kekurangan oksigen.
selang beberapa detik kemudian mikrofon pun berbunyi diseberang sana memberi semangat bahwa tim pemadam sedang meluncur ke arahnya
"oke... kami mendengarmu sabar tarik nafas jangan takut tim pemadam sudah menuju kesana" ucap Faisal diujung mikrofon
Nafas Lesta pun terasa sudah berat karena oksigen di lift seperti tinggal sedikit. Dia merasa apakah ini hari terakhir hidupnya. Tapi Ia segera menepis pikiran negatif itu jauh jauh aku belum bisa membahagiakan kedua orang tuaku dan adik adiknya masih perlu pendidikan yang lebih baik.
"Ya Tuhan...tolonglah aku! aku tak ingin mati seperti ini.. aku belum bisa membahagiakan orang tuaku,aku juga masih ingin membiayai adik adikku dan juga aku belum menikah belum bisa merasakan indahnya Surga Dunia.
Setelah agak lama iapun mendengar derap langkah kaki yang menuju lift tempatnya berada namun pandangannya mulai pudar hingga pintu lift terbuka Lesta telah tak sadarkan diri
Mendengar ada salah satu karyawan di Perusahaannya terkurung dalam lift CEO BARU yang akan mulai bekerja hari ini segera menghubungi Petugas Damkar terdekat sehingga penanganan situasi tersebut lebih cepat teratasi.
"Petugas Damkar saya ingin melaporkan bahwa di Perusahaan W terjadi pemadaman listrik dan ada salah seorang karyawan yang terjebak dalam lift
mohon segeralah terjunkan Tim menuju kesini" Terima kasih. Begitulah kira kira suara yang terdengar saat Ia menghubungi Kantor Damkar terdekat.
Rupanya CEO baru tersebut adalah seorang pria Tampan yang baru saja menyelesaikan Magisternya di Australia. Ia adalah Alexander Sunny Vale yang baru saja sampai di Indonesia 4 hari yang lalu.
Setelah pintu lift terbuka dan diketahui bahwa ada seseorang yang pingsan segera security membawa
petugas OB tersebut ke ruang kesehatan yang ada di permukaan tersebut.selang oksigen disiapkan untuk mengatur ulang sirkulasi oksigen ditubuh korban.
selang beberapa jam kemudian akhirnya Lesta pun siuman teman akrabnya Fitria menungguinya disamping ranjang ruang kesehatan.
"Apakah kamu sudah lebih baik ?" Tanya Fitria kepada Lesta. Lesta menjawab lemah : Iya... aku baik baik saja. Syukurlah Fitria menghela nafas panjang
Andre nama panggilan dari CEO baru tersebut mencoba mencari tahu siapa korban yang terjebak
didalam lift tadi akhirnya sampai diruang kesehatan Perusahaan W
"Siapa tadi yang terjebak di lift lantai 4?" Tanyanya
"Dia Lesta Pak "Jawab Fitria yang terlihat terbata bata karena mendengar si empunya suara yang menggema di ruangan tersebut
Iya...Saya Pak orangnya. maaf bapak ini siapa ? Lesta pun balik bertanya. Namun tidak dijawab oleh Andre yang justru tertegun saat melihat wajah
Lesta. Andre mencoba mengakses ulang ingatannya ke berapa hari yang lalu
Saat Andre yang baru sampai ke Indonesia. Ia dijemput oleh Supir Pribadi keluarganya Pak Sodik begitulah namanya. karena rasa penatnya Andre meminta sang supir mempercepat laju kendaraannya agar ia dapat segera sampai di rumahnya dan segera merebahkan tubuh atletisnya
untuk beristirahat