"Sa..kamu beneran ikut demo?"
Tanya mama Elsa sembari melihat wajah manis anaknya semata wayang yang lagi menguyah sarapan nasi goreng kesukaannya.
Elsa adalah mahasiswi di salah satu universitas di kota kecil nan sejuk.Dia adalah aktifis kampus yang paling vokal suaranya.Banyak yang sudah dia lakukan untuk menyuarakan inspirasi rakyat kecil.
"Iya ma,Elsa harus turun,apalagi semua teman-teman sudah sepakat turun di jalan,ini semua demi keadilan ma."jawab Elsa sembari menatap wajah wanita setengah baya dengan kasih.Wanita yang telah mendidik nya menjadi wanita kuat dan berani menyuarakan suaranya tentang ketidak Adilan.Wanita yang bekerja siang malam untuk menyekolahkannya hingga ke jenjang tinggi.,seperti saat ini.
Elsa dan mamanya hanya tinggal berdua di rumah peninggalan papanya yang sederhana.Papanya sudah tiada saat Elsa masih bayi.Dan sosok papa nya dia kenal dari cerita mama nya atau sodara-sodara dari pihak mamanya.
"Pesan mama ,hati-hati.jangan terpancing dengan provokasi,sampaikan aspirasi rakyat dengan damai.Kata mama Elsa memberi nasihat.
"Siap ..mama tersayang."saut Elsa sembari mengacungkan jempol tangannya.
Sudah menunjukan jam 8 pagi,saat Elsa sampai di kampusnya.Disana sudah berkumpul teman-temannya yang siap berorasi di depan gedung dewan terhormat.
"Sa...gimana kita cabut sekarang?"Tanya seorang cowok ganteng berambut sebahu,dia juga aktivis di kampus tersebut.
"Emang teman-teman udah siap semua ka?"Tanya Elsa ke cowok yang berambut sebahu tadi yang bernama Raka.
"sudah ready Sa...gimana kita jalan?"jawab Raka sembari membalas wa dari teman-temannya.
"ok kalo gitu,kita jalan."
Iring-iringan pendemo hari ini sungguh luar biasa banyaknya.Gabungan dari berbagai universitas,buruh dan elemen masyarakat.Mereka bernyanyi menyuarakan penegakan demokrasi.
Para aparat sudah bersiaga di tempat yang di jadikan tujuan para pendemo.Mereka bersiaga dengan senjata lengkap dan alat pelindung diri.
Setelah sampai di tempat tujuan para pendemo mulai melakukan orasi menyampaikan aspirasi suara rakyat.Elsa,Raka dan Nanda berdiri di mimbar berteriak lantang mengkritik kebijaksanaan dewan rakyat dan pemerintah,dan di sambut sorak Sorai teman-teman satu perjuangannya.Panasnya mentari tak menyurutkan semangat mereka,untuk berorasi.Namun tak tahu penyebabnya,tiba-tiba keadaan jadi rusuh.Elsa,Raka dan Nanda berusaha menenangkan massa untuk tidak terprovokasi.
Namun suara mereka kalah dengan tembakan dan teriakan dari massa yang mulai beringas.
Elsa segera di tarik Raka turun dari mimbar,Raka semampunya melindungi Elsa dari gebukan para aparat.
"Lari Sa...selamatkan dirimu,ini sudah tidak murni lagi,ada penyusup yang mengacaukan demo kita."kata Raka menarik tangan Elsa yang berdiri mematung menatap kerusuhan yang terjadi di depan matanya.
" Kenapa kita mesti lari?kita tidak salah.Para penyusup itulah yang mengacaukan semua ini."Sangkal Elsa bersikeras tetap berdiri di tengah-tengah massa yang saling lempar batu dengan aparat.
Tiba-tiba Raka mengaduh ,ternyata sebuah batu telah melukai kepalanya.Darah mengucur deras di pelipis kanannya.Spontan Elsa segara menolong Raka dan membawa ke tempat yang aman,untung dia selalu membawa kotak p3k ,sehingga luka Raka cepat di tangani.
Setelah mengondisikan Raka,Elsa meminta bantuan ke teman-temannya untuk membawa Raka ke rumah sakit.
"Semoga cepat sembuh ya ka".kata Elsa dengan senyum manisnya,sembari mengepalkan tangannya memberi semangat buat Raka.
Raka tersenyum dan menikmati senyum manis Elsa yang selama ini selalu hadir di setiap mimpinya.
"Hati-hati Sa,tinggalkan tempat ini segera "Nasihat Raka yang terakhir sebelum dia di masukan ke mobil ambulance.
Elsa hanya menganggukkan kepalanya sembari memandang kepergian mobil tersebut.
Sekarang dia sendiri,pantang baginya untuk melarikan diri melihat kekacauan ini terjadi.Dengan beraninya dia naik mimbar lagi,dengan mengunakan mixropon Elsa menenangkan massa,dan pengingatkan tujuan awal mereka berdemo hari ini.
"Teman- teman ..hentikan ingat tujuan kita ke sini!Jangan terpancing provokasi orang-orang yang tidak bertanggung jawab..ingat teman-teman perjuangan kita untuk rakyat ,bukan berkelahi dengan aparat! Teriak Elsa berulang kali mengingatkan teman-temannya .
Mama Elsa sangat gelisah,saat mendengar terjadi kerusuhan saat demo di depan gedung dewan rakyat.Berkali-kali di hubungi putrinya,tetapi tidak ada jawaban.
'Ya Alloh selamatkan putri hamba,jangan sampai terjadi apa-apa dengan dirinya .'Doa wanita setengah tua seusai sholat.
Hampir tengah malam tidak ada kabar pun dari putrinya,wanita setengah tua itu pun semakin gelisah.Kejadian 19 tahun kembali melintas di pikirannya.Yah ..seperti ini saat terjadi demo besar-besaran di pabrik di mana suaminya kerja.
suaminya terkenal paling vokal dalam menyuarakan tentang keadilan dan kesejahteraan buruh.
Dan kericuhan terjadi,entah siapa yang mendahului terjadi perusakan dan adu fisik dengan aparat keamanan.Banyak buruh yang menjadi korban termasuk suaminya,yang meninggal tertembak di bagian dadanya.Dan sampai sekarang dia tak tau siapa yang menembak suaminya.Kasusnya telah di tutup dan dia lebih vokus membesarkan Elsa kecil.
'Apakah kejadian ini akan terulang lagi?'keluh wanita itu sembari meneteskan air mata.
Esuk menjelang,Raka yang masih di rawat di rumah sakit,berusaha menghubungi Elsa dan rekan-rekan seperjuangannya.
Raka menghubungi Elsa tidak ada jawaban.Tiba-tiba hapenya berdering,mungkin kah dari Elsa,batin Raka penuh harap
Ternyata harapan Raka kandas,Nanda yang membalas wa dari nya.
"Situasi kemarin gawat bro,alhamdullilah berkat Elsa teman-teman bisa mengendalikan diri dan mundur teratur.Sehingga tidak banyak jatuh korban
Tulis NAnda memberi laporan ke RAka soal kejadian kemarin.
"Terus Elsanya gimana?"bales RAka dikirim lewat wa.
lama tidak ada jawaban,Raka menjadi gelisah.
ternyata Elsa keras kepala,tapi ada rasa bangga terhadap sosok Elsa yang begitu tanggung jawab dan tegas.
Lagi membayangkan wajah manis pujaan hatinya ,tiba-tiba nya hapenya berbunyi lagi.
"kita tidak tau keberadaan Elsa ka..ini kita lagi cari informasinya ."
jawaban wa tersebut membuat tubuh Raka lemas.
'Dimanakah kau El...apakah kamu d tahan ma polisi?atau?
ah Raka segera mengeyahkan pikiran burukk yang baru saja mampir di otaknya.
Hampir seminggu kejadian bentrok pendemo dengan aparat.Namun kabar keberadaan ELsa tidak pernah ada yang tau.
Mama Elsa menangis sesenggukan setiap ingat anak semata wayangnya.
sudah berbagai upaya dia lakukan untuk mencari keberadaan putrinya.
Pagi ini,komplek nya gempar ada penemuan mayat yang membusuk di sebuah sungai yang tak jauh dari perumahan tersebut.
Mama Elsa hanya menganggukan kepalanya saat tetangga nya menyapa nya dan mengajak nya melihat.
TApi wanita itu tak bergeming dan tetap dalam keasyikannya mengurus taman di depan rumahnya .Dipikirannya hanya Elsa dan Elsa putri semata wayangnya yang tak tau rimbanya.
ka...ada mayat di temukan di sungai.kata Nanda saat bertemu Raka di depan ruang sekretariat.
"korban pembunuhan kah?"Tanya Raka sembari memarkirkan motornya.
"Tidak tau...tapi korban nya perempuan Lo."saut Nanda antusias.
Raka terdiam ,otaknya melayang ke Elsa yang tak tau keberadaanya sampai saat ini.
"Ayuuk kita liat."ajak Raka sembari menyeret lengan Nanda.
Di sebuah pemakaman penuh dengan orang yang melayat,dari seragam yang mereka pakai adalah mahasiswa dari sebuah universitas yang terkenal dan banyak juga seragam yg berbeda dari universitas lain.mereka menyampaikan penghormatan yang terakhir buat pahlawan demokrasi pembela rakyat.
DIatas gundukan yang penuh bunga tampak seorang wanita setengah baya menangis sesenggukan disebelahnya perempuan agak muda juga menangis.Raka dan Nanda diam mematung,mereka tidak menyangka teman seperjuangannya meninggal dengan sangat tragis seperti ini.Apakah yang terjadi dengan mu yang sebenarnya El?batin RAka sedih,hatinya hancur orang yang sangat dia cintai pergi begitu cepat dan tanpa tau penyebabnya..
flas back saat demo itu terjadi,Elsa dengan gencar menenangkan para pendemo untuk tetap tenang jangan terprovokasi.
Namun tiba-tiba dia merasakan sesuatu yang panas di lengan kanannya,dan dia melihat darah merah sudah mengalir di lengannya.
ini sudah tidak benar.batin Elsa dan kembali meneriaki teman-temannya untuk mundur.
Saat itu yang Elsa ingat hanya pulang dan pulang,dia berlari bersama dengan rekan-rekannya yang lain yang beda kampus dengannya .
Saat itu terdengar suara door ..
Elsa secara reflek melindungi temannya dan dia merasakan suatu yang panas di dadanya dan saat itu yg dia rasakan gelap....gelap..
hanya bayangan siluet putih tersenyum penuh wibawa mengajaknya pergi..apakah ini papa?
pemakaman telah usai,Raka mengucapkan kata perpisahan di makam Elsa,dia duduk bersimpuh sembari mengucapkan doa.
"Elsa selamat jalan,semoga engkau tenang di sana,perjuanganmu akan terus kami teruskan
Terima kasih atas senyum mu ya El..
ternyata dulu itu senyum yang terakhir yang aku liat.
dan perlu kamu tau El...kalo aku sangat mencintaimu.bisik Raka sembari mencium batu nisan yang bertulis nama Elsa pelan.
selamat jalan El...