Gradzila indri adalah seorang gadis berumur 19 tahun. Ia anak tunggal dari pasangan Siren dan Salman. Gradzila baru saja lulus dari sekolah menengah akhir.
Sore itu langit begitu gelap dipenuhi awan-awan hitam. Gradzila baru saja mandi dan menunaikan sholat,kewajibanya sebagai seorang muslim.
Begitu selesai ia berdandan,tiba-tiba hujan turun begitu deras dan di sertai petir. Granziela memandang hujan dari tirai jendelanya.
Ia sangat menyukai hujan,ketika hujan turun pasti ia menyaksikan air hujan yang turun dari langit.
Suara kemercik air begitu menenangkan hati dan pikiran.
Hingga akhirnya Gradzila memikirkan sesuatu. "Sudah berbagai macam cara aku lakukan,namun semuanya sama sekali tidak ada hasilnya." Ucap Gradzila sambil menatap kosong ke arah hujan.
Gradzila mengingat kembali impian-impiannya yang selama ini ia susun rapih. "Ya tuhan keinginanku tidak banyak,hamba hanya ingin membuat orang tua bangga. Walaupun hamba tidak bisa membalas semua perjuangan orang tua hamba dalam membesarkan hamba,setidaknya hamba ingin memberi uang kepada orang tua hamba ya allah." ucap Gradzila sedih.
Berbagai macam cara sudah ia lakukan,mulai dari menjadi karyawan pabrik pembuatan tas import. Menjadi pramuniaga mall,hingga menjadi pramuniaga mall lagi. Masih saja gagal,ia tidak bisa bekerja dengan penuh penekanan dan target yang di tentukan. Ia mencoba mengembangkan dirinya namun ia gagal lagi dan lagi.
Gradzila sangat berbakat dalam seni tari,ia mencoba mengembangkannya memulai kursus. Awalnya berjalan dengan lancar,namun seiring berjalannya waktu. Gradzila merasa di manfaatkan oleh pemilik kursus tersebut. Selain di manfaatkan,ia juga di jelek-jelekkan dan di hina oleh pemilik lembaga kursus tersebut.
Hingga suatu hari ia benar-benar sangat kecewa dengan pemilik tersebut,Gradzila keluar dari lembaga tersebut dan terpaksa mengiklaskan uangnya yang selama ini ia berikan setiap jam pada saat pelajaran tari.
Jalannya begitu sangat jauh dan berkelok.
*flashback on*
Hingga pada suatu hari ia benar-benar sangat bingung dan hampir ingin menyerah. ia tidak tau apa yang harus ia lakukan lagi.
"mah?" panggil Gradzila.
seketika mamah menoleh. "Ada apa sayang?" tanya mamah kepada Gradzila.
Gradzila menedekati mamahnya kemudian memeluknya dengan erat,ia menangis dalam dekapan mamahnya. "Kenapa kamu menangis sayang?" tanya mamah kepada Gradzila.
"Mah kenapa jalan Gradzila sulit sih mah? Berbagai macam cara udah Gradzila lakukan mah,tapi kenapa hasilnya gagal terus mah? Gradzila capek mah." keluh kesah Gradzila.
mamah masih setia mengelus punggung Gradzila. "Sabar sayang,percayakan semuanya kepada allah. Kun fayakun,allah tidak tidur sayang. Mungkin belum rejeki kamu,berusaha lagi ya sayang? jangan lupa berdo'a. Berusahalah semampu kamu,lakukan apa yang kamu bisa selebihnya kita pasrahkan saja kepada yang maha kuasa sayang." ucap mamah tulus.
sebenarnya mamah tidak tega melihat anaknya yang begitu terpuruk. Gradzila masih sangat kekanak kanakan,mamah hanya memakluminya.
"Yaudah kamu sholat aja gih biar tenang."
Gradzila mengiyakan permintaan mamahnya.
*flashback off*
"Gradzila?" panggil mamah tiba-tiba dari belakang .
sontak membuat Gradzila kaget. "Eh iya mah ada apa?"
"kamu tak apa sayang?"
"Yes i'm fine mah" ucap Gradzila sambil tersenyum.
"Yaudah mamah cuma ngecek keadaan kamu kok,kamu jangan lupa makan ya sayang." ucap mamah sambil mengelus punggung anaknya.
Gradzila hanya mengangguk.
***
malam harinya Gradzila selepas sholat isya ia membuka ponselnya. Ia setiap hari tak lepas dari ponsel,bukan apa-apa ia selalu mencari cara bagaimana ia bisa mendapatkan uang dengan mengandalkan pikiran. Karena secara tak langsung ia sudah beberapa kali gagal bekerja mengandalkan fisik.
Gradzila membuka aplikasi instagramnya. Ia tidak sengaja melihat postingan yang berjudul. interpersukses.
postingan tersebut berisi caption motivasi,yang berbunyi : {jangan pernah bingung dengan hidup ini,lakukalah apa yang bisa kamu lakukan.}
Gradzila kembali stalking akun tersebut,ia mendapatkan banyak postingan motivasi di sana,dan yang membuat Gradzila menusuk adalah : {kata siapa hidup untuk mencari uang? hidup untuk mencari bahagia,lakukan passion kita uang akan hadir dengan passion kita}.
Beberapa postingan tersebut,mampu membuat Gradzila terinspirasi.Hingga ia berfikir,ia sempat membuat novel di salah satu platform namun gagal karena ia tidak konsisten. kemudia ia kembali terinspirasi ,bagaimana jika ia berusaha sekali lagi untuk membuat novel? .
"coba deh aku buat lagi novel,tetapi lewat aplikasi lain."
kemudian ia menyusuri laman web berisi review aplikasi novel online. Ia tertarik kepada salah satu aplikasi novel yang sedang tren.
Selama seminggu ia belajar cara menulis dan memahami aplikasi tersebut. Hingga pada suatu hari dimana ia berani mulai menulis.
"Bismillah bisa yok." ucap Gradzila.
Ia terus mencari ide ide untuk ia salurkan kedalam tulisannya. Awalnya karya sangat sepi dan hampir menyerah lagi.
"Mah ?" panggil Gradzila.
mamah yang sedang memasak pun menoleh. "Apa sayang?"
"Aku mulai menulis novel di aplikasi online mah,tetapi novelku masih sepi gimana ya mah,lanjut atau enggak?" tanya Gradzila kepada mamahnya.
"Lanjutlah nak,lama-lama akan ada pembaca kok sayang,kamu yang semangat." jawab mamah.
Gradzila kembali mencari ide lagi,ia pantang mundur. Ia semangat mencari motivasi dan rajin membaca karya orang lain.
"Ya ampun karya orang lain kok bisa ya banyak gini yang baca,caranya gimana sih?"
kemudian ia mencari tau.
"Ouh jadi gini triknya. Aku harus bisa nih bangun tokoh kayak author ini."
Setiap hari Gradzila rajin upload karyanya. Ia terus belajar dan belajar,ia tidak habis ide. Ia terus berimajinasi. setiap ada ivent yang hadiahnya milyaran ia selalu ikut.
"Nah ini nih,yang saya cari. Siapa tau bisa menang,gapapa kali ya mencoba." gumam Gradzila.
Gradzila mencoba memahami tema yang diberikan ia harus bisa. hingga pada akhirnya ia bisa mendapatkan ide dari tema tersebut.
"Bismillah semangatt,yok bisa yok."
2 minggu berlalu Gradzila ke super market untuk berlanja bulanan,ia tidak sengaja bertemu dengan teman lamanya di SMA.
"hey Gradzila kan?" sapa seorang wanita.
"Eh iya vita kan?"
"Aaaa kangen banget tauk."
"Sama dong,kamu kesini sama siapa?" tanya gradzila.
"Sendiri,yuk ke cafe nongkrong lama nggak jumpa."
"boleh tuh."
akhirnya mereka ke cafe dekat supermarket.
"Eh kamu sekarang kerja dimana?"
pertanyaan inilah yang sering gradzila hindari.
ia hanya tersenyum kecut kepada vita.
"Kagak kerja tapi adalah kegiatan."
"kerja enak tauk punya uang sendiri bisa beli ini itu sendiri."
Gradzila nampak sedih. itu yang ia inginkan selama ini tetapi belum bisa ia dapatkan. ia memasang wajah biasa sajanya.
"iya sih pengennya gitu tapi mau gimana lagi "
"iya juga"
"yaudah ya udah lama banget aku di luar aku pulang dulu lain kali kita kumpul lagi.
Belum sempat vita menjawab tterlebih dahulu gradzila pergi.
sesampainya ia dirumah ia menangis di kamar. ia selalu saja merasa bahwa ia tidak berguna,ia sedih ketika mendengar peetanyaan kerja dimana.
"Ada apa sayang kok nangis?" taanya bunda.
"Aku mendengar pertanyaan itu lagi bunda"
"sabar ya sayang tak apa."
hingga notif terdengar dari ponsel gradzila. trrnyata dari aplikasi novel onlinenya.
perlahan ia membukanya dan yang terjadiiii???
Notif pengumuman lomba?
syifa mencermati dan.membacanya dengan seksama.
Hingga akhirnya jatuh pada nama paling atas juara pertama yaitu Gradzila.
"Alhamdulilah bunda gradzila menang lomba 200 milyar bunda."
"alhamdulilah sayang."
"udah di transfer bund."
"pikirkan apa yang akan kamu lakukan dengan uang tersebut."
"Yang pasti akan buat bunda sangat bahagia."
"apa sayang jangan sampai salah langkah."
"Pertama.Gradzila akan mrngambil uang tersebut untuk kebutuhan gradzila yaitu laptop,selama ini kan nulis pakek ponsel. terus buat bunda,buat bahagiain bunda. aku mau buat modal aku jadi penulis bund sebagian aja nggak banyak,belajar investasi juga. seleebihnya aku tabung."
"masyaallah pemikiran kamu matang nak bunda suka."
selesai..