cerpen
Di perjalanan menuju pulang, tidak sengaja Bella Saphira melihat sosok, seperti seorang pria yang sedang duduk melamun di tepi sungai, pria itu bernama Edgar Tigris ia adalah seorang manusia setengah vampir yang terlahir dari rahim manusia yaitu ibunya yang bernama Regina Matsushima yang jatuh cinta pada seorang pria yang bernama Eldogar Tigris, Eldogar adalah seorang vampir yang di asing kan ke dunia manusia karena sebuah kesalahan yang fatal, karena itu Eldogar diusir dari dunia vampir, lalu dirinya menjalani hukumannya di dunia manusia, di sebuah desa terpencil cukup jauh dari pusat kota.
Seiring berjalannya waktu Eldogar sering kali mendengarkan cerita tentang seorang wanita cantik yang bernama Regina Matsushima adalah seorang primadona di desa tersebut, karena rasa ingin tahunya besar lalu Eldogar pun mencari tahu tentang sosok wanita cantik itu, setelah melihatnya Eldogar langsung jatuh hati pada wanita yang menjadi sedang di perbincangkan itu, wanita cantik yang menjadi primadona di desa ini.
Dan kemudian Eldogar pun mencari cara untuk mendekatinya, perasaan yang tumbuh pada hatinya membuat Eldogar lupa bahwa dirinya bukanlah seorang manusia, namun ia adalah seorang vampir, setelah bertemu dengan wanita yang bernama Regina Matsushima akhirnya keduanya pun sama sama memiliki perasaan, melihat Eldogar yang tampan dan sempurna Regina pun jatuh cinta padanya, lalu keduanya menjalin hubungan asmara.
TIGA tahun kemudian.
Eldogar melamar sang kekasih Regina, setelah diterima mereka berdua segera memutuskan untuk menikah, setelah menikah Eldogar masih tetap menyembunyikan kebenaran tentang dirinya yang memang bukan seorang manusia biasa, karena rasa takut di tinggalkan jadi Eldogar memilih untuk berbohong sepanjang mereka bersama.
Tidak lama kemudian Regina pun hamil, namun ada yang berbeda dari dirinya, biasanya wanita hamil memiliki morning seckness pada umumnya tapi dirinya tidak seperti perempuan lainnya, Regina bertanya pada sang suami Eldogar, mengapa ia merasa begitu ingin memakan makanan mentah tanpa dimatangkan terlebih dahulu, seperti ikan dan daging mentah, lalu Regina pun bertanya kenapa dirinya mengidam yang aneh aneh tidak seperti perempuan pada umumnya, Regina ingin sekali meminum darah apapun itu, dirinya merasa jika melihat darah.. itu seperti minuman segar yang diambil dari dalam lemari pendingin.
Setelah sang suami Eldogar mengatakan bahwa itu adalah normal, karena dirinya bukanlah seorang manusia biasa, namun ia adalah seorang vampir yang di asing karena sebuah kesalahan, lalu Eldogar menjalani hukumannya di dunia manusia, betapa kaget dan marahnya sang istri Regina, jadi selama ini dirinya di bohongi oleh suaminya sendiri, sejak pertama bertemu sampai saat ini, jika dirinya tidak hamil mungkin sang suami Eldogar tidak akan pernah mengatakan apapun tentang dirinya yang sebenarnya, betapa hancur hati Regina mengetahui bahwa dirinya menikah dengan seorang vampir.
Bingung, marah dan kesal yang saat ini menyelimuti dirinya, pikiran berulang kali menyadarinya dari amarahnya, ingin rasanya Regina meningkatkan suaminya itu, namun hati nurani berkata jangan karena dirinya sedang hamil, pikirkan tentang bayi yang ada di dalam kandungannya, akhirnya mau tidak mau Regina pun memaafkan dan menerima.
Tapi dengan syarat sang suami Eldogar harus jujur padanya mengenai hal apapun itu, dan suaminya pun harus mengajarkan anaknya nanti untuk tidak memakan makanan mentah, dan juga tidak boleh meminum darah apapun itu, sang ayah harus mengajari anak untuk menjadi orang yang jujur walau jujur itu menyakitkan, dan Eldogar pun berjanji untuk mengikuti semua syarat yang diinginkan oleh sang istri Regina, karena rasa cintanya yang besar dan rasa takutnya, membuat Eldogar menyetujui dan mengikuti saran sang istri.
Dua puluh lima tahun kemudian.
Ada rasa ragu namun hari semakin malam dan gelap akhirnya Bella Saphira pun memutuskan untuk mendekati pria yang berada di tepi sungai itu, lalu bertanya padanya.
"permisi tuan.. boleh kah saya bertanya" ucap Bella dengan ramah dan sopan nya
"yah ada yang bisa aku bantu" jawabnya menawarkan bantuan
"saya sedang tersesat mencari jalan raya, oleh karena itu saya meminta bantuan untuk ditunjukkan jalan menuju pusat perkotaan" ucap Bella dengan sedikit tidak enaknya
"baiklah aku akan membantu mu tapi tidak sekarang karena sudah malam dan gelap" ucap Edgar yang memang dilarang oleh sang ayah tidak boleh menyebrang jalan di malam hari.
"lalu saya harus bagaimana" ucap Bella yang tidak mungkin dirinya memasang tenda dan tidur di tepi sungai ini, itu sama saja dengan bunuh diri.
"lebih baik kamu menginap saja di rumah ku, karena tidak mungkin untuk melanjutkan perjalanan" ucap Edgar menawari untuk tidur di rumahnya.
"apa anda tidak salah bicara" ucapnya yang curiga, karena bisa saja orang itu adalah penjahat wanita
"jangan khawatir aku akan menjamin keselamatan dan keamanan mu nona, kamu bisa tidur dengan ibuku, kami bukan orang jahat jadi tenang saja" ucap Edgar yang memang dirinya sedikit bisa membaca pikiran lawan bicaranya dan orang biasa.
"baiklah saya pegang kata kata anda" jawab Bella, walaupun ia tidak nyaman tapi mau tidak mau
"baiklah.. namaku adalah Edgar Tigris" ucapnya memperkenalkan diri sendiri
"saya Bella Saphira, panggil saja saya Bella" jawabnya, berusaha untuk tetap tenang
"mari silahkan ikuti aku" ucap Edgar jalan terlebih dahulu agar diikuti oleh Bella
Lalu Bella pun mengikuti langkah pria yang bernama Edgar, cukup jauh jadi lama untuk sampai di rumah pria ini, tidak ada pertanyaan lainnya atau obrolan kecil untuk membuka keheningan malam ini.
Hampir setengah jam mereka berjalan menuju rumah Edgar, bagi Bella ini sangat jauh karena ia pun sudah lelah sedari tadi berjalan jauh, ini semua karena rasa penasarannya pada hutan sehingga ia terpisah dan tertinggal dari teman temannya, di tengah hutan ini tidak ada jaringan sinyal hingga Bella pun mau tidak mau harus menyusuri jalan sedikit demi sedikit ia mencari arah untuk keluar dari hutan itu, dan sampailah ia di tepi sungai.
Akhirnya setelah berjalan lama dan cukup jauh sampailah mereka berdua di rumah Edgar, pria yang menawarinya untuk menginap, entah mengapa Bella menerima tawaran dari orang yang tidak dia kenal sama sekali, Bella hanya mengikuti apa kata hatinya, hingga logikanya pun kalah dengan hatinya.
"ibu aku pulang membawa seorang tamu dia adalah seorang wanita cantik dan manis" ucap Edgar yang dengan mudahnya berkata semanis madu.
"apa yang anda katakan" ucap Bella, baru pertama kali ia bertemu dan baru kali ini dia mendengar pria itu memanggilnya cantik dan manis, Bella pun tersipu malu, karena ulah pria ini aneh baginya.
"nona Bella kamu memang cantik dan manis, aku tidak salah..coba saja tanya ibuku" ucap Edgar dengan jujurnya ia berkata yang sebenarnya.
"anda.. ah jangan buat saya malu, ka..re..na" ucap Bella terhenti ketika melihat ibunya Edgar datang lalu tersenyum, hingga katanya tak dapat dilanjut.
"wah ternyata kamu benar Edgar, nona ini sangat cantik dan juga manis.. sangat imut" ucap ibu Regina sangat senang melihat gadis yang datang bersama dengan putranya ini.
"ah maaf aunty.. sebelumnya perkenalkan nama saya Bella Saphira, saya seorang turis yang tersesat di di dalam hutan, lalu saya bertemu dengan anak aunty, ia menolong saya dan meminta untuk kesini" ucap Bella yang sebenarnya.
"ah.. baiklah aunty mengerti, kamu pasti lelah ayo ikut aunty, bersihkan dirimu terlebih dulu baru kita makan malam bersama,, kamu juga Edg ibu tunggu" ucap ibu Regina pada keduanya.
Dan setelah acara makan malam bersama selesai sesuai dengan janji sang putra Edgar, Bella pun tidur bersama sang ibu, dan Edgar tidur bersama sang ayah, sang ibu sedikit menceritakan tentang putra yang tidak pernah berbohong pada siapapun Edgar akan berkata jujur dengan apa yang putranya lihat, namun sang ibu tidak mengatakan bahwa putranya adalah keturunan manusia setengah vampir, yang berarti darah dari bangsa vampir ada di dalamnya, lalu Bella mengerti mengapa Edgar terlihat jujur.
Terimakasih.. Cerita ini hanya fiktif belaka jika ada kesamaan dalam kisah dan nama, itu karena kami satu pemikiran dan searah dalam membuat kisah.