Jika dalam sekejap aku mendapatkan uang 200 milyar rupiah , aku akan menata hidupku kembali. Hidup yang sudah hancur karena kesalahanku sendiri . Aku yang keluar dari pekerjaan dan mencoba peruntungan sebagai wiraswastawan kini harus gigit jari . Semua usaha ku bangkrut , bahkan mobil dan rumah ku satu-satu nya ikut terjual untuk menutupi hutang-hutang dan sebagian lagi untuk modal melanjutkan hidup .
Dan tak kusangka ternyata Tuhan Yang Maha Penyayang mendengar doa=doa ku. DIA memberikan rejeki yang tak pernah ku sangka , sangat besar jumlahnya. Aku dan istri ku sangat senang dan amat bersyukur , karena akhirnya kehidupan rumahtangga kami dapat terselamatkan .
Dengan rejeki yang 200 milyar ini , aku dan istri ku segera membeli rumah untuk tempat tinggal yang baru . Kebetulan kami memang sudah survey ke beberapa lokasi perumahan sebelum mendapatkan uang besar ini, hanya saja rumah yang kami sukai tidak masuk kedalam budget. Kini dengan uang ini kami bisa langsung membeli nya dan melakukan beberapa renovasi sesuai keinginan .
Kami melakukan nya pararel. Sambil menunggu rumah selesai di renovasi , kami juga mencari beberapa ruko yang lokasi nya strategis untuk buka usaha . Tiara, istri ku ingin sekali buka toko perlengkapan dan bahan-bahan kue . Sementara aku akan buka usaha grosir sembako. Hari-hari kami kini di penuhi dengan semangat , setelah keterpurukan sebelumnya. Setiap langkah , setiap rencana benar-benar kami perhitungkan dan kami analisa ,karena kami tidak ingin mengulangi kesalahan yang lalu .
Setelah menemukan beberapa ruko yang cocok , kami pun segera merenovasi nya . Untuk renovasi ruko tidak memakan waktu lama , kurang dari satu bulan sudah selesai semua baik itu interior mau pun eksterior nya . Ku biarkan istri ku untuk memulai lebih dulu usaha nya. Ku damping ia dalam mencari vendor-vendor peralatan dan bahan-bahan kue , ku bantu dalam menata nya . Tak lupa istri ku juga mempekerjakan dua orang karyawan wanita untuk membantu nya menjalan kan usaha nya.
Dengan Bismillah , syukuran sederhana akhirnya toko istri ku di buka . Meski pun terlihat lelah namun bahagia terpancar di wajah nya. Senyum tak pernah lepas dari bibir nya . Ku dekati ia, ku belai kepala nya yang mengenakan hijab , ia pun menoleh dan bergelayut manja di tangan ku. “Semoga kali ini usaha kita lancar semua ya mas .. “ucapnya masih sambil tersenyum. Kujawab dengan anggukan dan senyuman. Tak tahu sudah berapa ribu kata syukur yang kuucap dalam hati, kebahagiaan ku adalah ketika melihat istri ku bahagia.
Kami masih menumpang di rumah lama , meski pun sudah terjual namun pembeli nya berbaik hati memberikan waktu selama yang kami butuhkan. Rumah yang kami beli belum selesai renovasi nya , di perkirakan sekitar dua bulan lagi. Toko istri ku sudah mulai berjalan. Alhamdulilah sudah banyak pembeli nya . Kini giliran aku yang akan memulai mengisi ruko yang lain dengan usaha grosir sembako.
Aku mulai menghubungi teman ku yang distributor. Kami membuat MOU agar ia mengisi toko ku . Aku pun mulai menata ruko ku dengan rak-rak yang berjajar rapi , rencananya dua hari lagi barang-barang sembako akan di kirim ke toko ku. Sama dengan toko istriku , aku pun mengadakan syukuran sederhana sehari sebelum barang-barang di kirim . Dengan Bismillah dan doa, ku mulai usaha ku.
Hari ini barang-barang sembako di kirim , aku pun sibuk di toko. Aku mempekerjakan dua orang karyawan laki-laki. Alhamdulilah kami kini sibuk di toko masing-masing , mencoba mencari rejeki dan semoga di ridhoi .
Dan saat yang di tunggu pun tiba, rumah baru kami akhirnya selesai juga . Dalam dua hari kami akan pindah, semua barang di rumah lama sudah lama selesai di packing. Kendaraan untuk mengangkut perabotan pun sudah di booking.
Hari berganti , tiba saat kami pindah. Tak lupa sebelum berangkat kami pun berpamitan kepada para tetangga. Ada rasa haru mendengar pesan-pesan mereka , kami sepakat untuk tetap saling silaturahim meski pun hanya melalui telepon. Dan kami juga berjanji akan saling mengunjungi jika memiliki waktu luang nanti . Setelah saling mendoakan , berpelukan dan bersalaman, akhirnya mobil pun bergerak meninggal kan komplek perumahan kami yang lama.
Satu minggu kemudian , kami sudah menempati rumah baru . Perlahan semua barang-barang di rumah sudah tertata rapi. Kami pun sudah beraktifitas rutin . Setiap pagi selesai masak dan beres-beres rumah , istri ku langsung ke toko nya. Begitu pun dengan ku , yang langsung ke toko sembako ku. Dan kalau tidak terlalu sibuk, kami akan pulang ke rumah untuk makan siang bersama. Kami memang mencari ruko yang strategis dan tidak terlalu jauh dari rumah .
Seperti hari ini , tiba-tiba telepon ku bordering. “Assalamualaikum.. “ucapku, ketika ku lihat nama istri ku yang tertera di layar telepon ku. Terdengar suara istri ku di seberang telepon “Waalaikumsalam.. siang ini makan siang di rumahkan , mas ? Aku sebentar lagi otw nih. “ucap istri ku.
“Iya , mas juga sebentar lagi otw , sayang..sampai ketemu di rumah ya, hati-hati nyetir nya ya” jawab ku.
“Iya mas.. Assalamualaikum..” ucap Tiara .Setelah membalas salam, aku pun segera menutup telepon.
Sebelum pergi , aku berpesan kepada dua karyawan agar jangan lupa bergantian untuk istirahat makan siang dan sholat zuhur. Mereka sudah paham, karena setelah jam istirahat aku akan balik lagi ke toko .
Dua puluh menit kemudian aku sudah sampai di rumah ku, ku lihat mobil istriku sudah terparkir rapi di garasi rumah.
“Assalamualaikum ..” ucapku sambil masuk ke dalam rumah . Kulihat istri ku sedang sibuk di dapur menyiapkan makan siang. Aku langsung menuju washtafel untuk mencuci tangan ku .
“Waalaikumsalam mas.. sudah datang rupa nya .. sebentar lagi siap makanan nya, di tunggu ya mas “ Ucap istri ku dengan gaya nya yang centil berakting layak nya artis sinetron . “Kalau gitu mas sholat zuhur dulu ya sambil nunggu siap ..”kata ku sambil senyum melihat gaya istri ku itu.
“okee ..”kata istri ku . Kutinggalkan istriku di dapur, aku pun langsung mengambil wudhu untuk bersiap sholat zuhur .
Selesai sholat , ku lihat istriku sudah menunggu di meja makan . Aku pun langsung mengambil posisi di sebelah nya . Dengan sigap ia langsung menuangkan nasi dan lauk pauk nya ke dalam piringku , setelah itu menuangkan air putih hangat untuk minum ku . Kemudian ia mengambil makan dan minum untuk dirinya sendiri . Setelah mengucap doa kami pun makan dengan nikmat .
Seperti biasa , setelah makan siang kami akan berbincang-bincang sambil minum teh sebelum kembali ke toko . Aku pun membuka percakapan “ Dek, kita sudah pindah seminggu tapi belum lapor ke RT, gimana kalau malam ini kita ke rumah pak RT. Nanti mas siapkan berkas nya , kamu yang nyiapin bawaan nya ya ..” Kemudian ku seruput teh hangat bikinan istri ku . “Boleh mas ,kita kesana nya kalau bisa habis magrib aja biar ga terlalu malam .. Ga enak kalau kemalaman tkut ganggu istirahat pak RT dan keluarga nya “ ucap istri ku . Aku sangat paham sifat istri ku ini , ia selalu menjaga perasaan orang lain , selalu pandai menjaga privasi orang dan selalu ingin berbagi kebahagian dengan orang lain . Aku tersenyum sambil menggangguk . “Kalau begitu kita ke toko sekarang yuukk , supaya bisa pulang sebelum magrib . Biar nanti toko di tutup sama Dito atau Randi “ kata ku , menjelaskan kepada istri ku . “iyaa yuukk , nanti aku juga gitu deh ..” jawab istri ku sambil membereskan bekas minuman kami .
Hari berganti sore , setelah berpesan kepada dua karyawan ku , aku pun segera kembali ke rumah . Begitu pun dengan istri ku . Istri ku sampai terlebih dulu , aku datang tepat adzan magrib berkumandang .
Selepas sholat magrib , kami pun bersiap ke rumah pak RT . Lokasi rumah nya hanya beda dua blok dari rumah kami .
Sesampai nya di rumah pak RT “ Assalamualaikum..” aku pun memberi salam . Tak lama terdengar jawaban dari dalam rumah . “Waalaikumsalam .. sebentar ya “ Kami pun menunggu .
Kemudian pintu pun terbuka, keluarlah seorang wanita muda ..”Maap bapak sama ibu mau ketemu siapa ya .. saya ART di sini “Tanya nya sambil memperkenalkan diri nya.
Aku pun segera menjawab “ kami mau bertemu pak RT dan ibu , kami warga yang baru pindah..” ucap ku sambil senyum . “Ooohh kalau begitu silahkan masuk pak ,bu .. saya panggilkan bapak dulu ya “ jawab nya . Kami menggangguk bersamaan sambil tersenyum .
Kami duduk diruang tamu , lalu terdengar suara langkah kaki menuju ke arah kami .. ternyata seorang pria yang usia nya tidak berbeda jauh dengan ku . Kami pun langsung berdiri sambil mengucapkan salam .
Dan pria tersebut menjawab salam kami dengan ramah sambil tersenyum . Setelah bersalaman ,kami pun di persilahkan duduk kembali . “Mohon maaf kami mengganggu waktu istirahat bapak nih..” kata ku membuka pembicaraan .” Aahh ga pa pa pak , santai aja ..” ucap pak RT tersebut .
“Maksud kedatangan kami ingin melapor dan mendaftar jadi warga sini pak .. kami sudah seminggu pindah, tapi mohon maaf baru sempat malam ini melapornya .. Saya Rayyan , dan ini Tiara istri saya ,pak . Kami hanya tinggal berdua karena belum mempunyai keturunan..”ucap ku sambil senyum menahan malu . “oohh iya ga pa pa pak , saya Galang .. saya juga baru satu tahun menjabat RT di sini pak..” jawab pak RT yang bernama Galang . Tak lama istri pak Galang pun keluar dengan membawa minuman dan cemilan . Istri pak Galang bernama Desi . Kami pun mengobrol santai .. mulai dari bahas tentang lingkungan , pekerjaan , dan lain nya . Saking asyik nya ngobrol tak terasa waktu sudah menunjukkan hampir jam Sembilan malam . Kami pun undur diri sambil sekali lagi minta maap karena ke asyikkan ngobrol .
Sesampai nya di rumah , kami langsung bersih-bersih di lanjutkan sholat isya berjamaah bersama istri ku. Selepas itu kami pun langsung masuk kekamar tidur untuk beristirahat .
Sebelum tidur istri ku tiba-tiba berkata “ Mas, aku ingin kita berdua pergi haji .. kalau mas izinkan, aku ingin mengajak ibu , kakak-kakak, dan ponakan-ponakan ku . Untuk keluarga mas nanti kita ajak umroh bersama aja karena keluarga mas kan sudah pergi haji semua , nanti kita yang biayai semua nya , supaya uang yang 200 milyar ini jadi berkah , usaha kita pun berkah . Gimana mas ?” Tanya istri menjelaskan .
“Boleh saja , aku sangat setuju .. kamu atur aja semua nya ya. Mulai dari pendaftaran , jadwal , koordinasi dengan keluarga dan pembayaran nya ..” jawab ku sambil mengelus kepala istri ku. “Alhamdulilah kalau mas setuju ,, siyap mas .. nanti aku urus semua.. terimakasih ya mas “ ucap istri ku. Ku tarik lembut tubuh nya, ku cium kening nya , aku sangat bersyukur di beri istri yang selalu mendukung tanpa mengeluh , bahkan ketika aku sedang terpuruk kemarin . Kami pun tidur sambil berpelukan .
Perlahan namun pasti , aku dan istri ku memulai langkah awal untuk kembali bangkit . Tak lupa kami pun berbagi dengan saudara mau pun kerabat . Kami juga menyisihkan sebagian rejeki tersebut sebagai bekal di hari tua nanti . Sebuah keluarga seperti layak nya keluarga-keluarga lain ,normal dan standar , menurut ku . Punya penghasilan sebagai jalan rejeki , punya istri sholeha , hidup cukup dan punya keturunan. Tapi sayang untuk yang keturunan kami masih belum di percaya , harapan ku kelak di hadapan ka`bah aku akan meminta langsung kepada NYA . Seandai nya pun nanti masih belum di berikan, proses melalui bayi tabung lah yang akan menjadi langkah terakhir. Setelah itu kami pasrah kan kembali kepada Yang Maha Kuasa . Semoga setelah ini kami pun bisa di percaya untuk menjadi orangtua yang baik oleh Tuhan Yang Maha Pengasih .