"Gak terasa udah larut juga''. pikir Roy dalam hati.
" Besok lagi saja Aku sambung "
Sambil Roy menonaktifkan paket data, di sempatkan nya melihat Diana Istrinya yang sudah tertidur pulas.
" Kasihan Istriku. selama ini Dia selalu sabar, Dan setia mendampingiku". ucap Roy lirih.
" Tapi tenang saja istriku sayang, setelah Aku menguasai Analisa pasar ini. hidup kita pasti jauh lebih baik" ucapnya lagi sambil membelai rambut istrinya.
adzan subuh mulai berkumandang, Roy pun terbangun. di liriknya di samping, Diana sudah tidak ada di tempatnya.
"pasti Dia tengah memasak di dapur" gumam Roy sambil meraih handuk untuk mandi, Dan menunaikan shalat subuh.
Memang sudah kebiasaan keluarga itu, memasak cepat. Di tambah lagi kerja Roy yang sebagai kuli bangunan, memang harus berangkat pagi.
" Diana.... " sekilas Roy dengar suara Ibu mertua berbicara pada istrinya. entah kenapa Roy penasaran ingin mendengarnya. sehingga Roy menghentikan langkah, Dan berusaha menguping apa yang mereka bicarakan.
"Iya... bu.". Jawab Diana lembut.
" suami kamu itu mbok ya di nasehati". sambung Ibu mertua.
" memang Ada apa dengan mas Rio Bu?. "
Tanya Diana sambil mengernyitkan dahinya karena tidak paham maksud Ibunya.
"Memang kamu gak lihat,,, tiap hari suami kamu itu main HP melulu". Ucap Ibu mertua ketus.
" mas Roy kan juga kerja bu..... " Diana coba membela suaminya.
" memangnya kamu kira gaji suamimu itu besar.. " terdengar sangat Ibu mertua tambah sewot..
" Yang pentingkan, mas Roy mau berusaha Bu.. " bantah Diana mulai gak Terima atas perlakuan Ibunya.
" makanya kamu bilang sama suami kamu yang kere itu, suruh dia cari sampingan. bukan cuma main HP melulu.. " ujar Ibu mertua semakin emosi.
" mas Roy main HP kan juga sedang berusaha cari sampingan Bu.. " Diana berusaha menjelaskan.
" alah....!. terus saja kamu belain si kere itu. coba saja dulu kamu mau di nikahi heri. hidup kamu tidak akan seperti sekarang ini " Omel Ibu mertua sambil melangkah meninggalkan dapur.
Roy pun bergegas masuk kamar, sebelum ketauan menguping pembicaraan mereka.
" Kasihan Istriku.... " pikir Roy dalam hati setelah sampai di kamar.
Tidak berapa lama, terdengar suara langkah mendekati kamar. Roy pun pura-pura tidur, supaya
Diana tidak tahu kalau dia mendengar pembicaraan mereka.
" Bangun mas, sarapannya udah siap" ucap Diana setelah sampai dikamar, sambil menggoyang menggoyang Roy.
"eghhhh..... " ucap Roy seolah baru saja bangun.
"loh kamu kenapa, kok kayak habis nangis?. " Roy memancing agar Diana huh mau cerita.
"Gak apa-apa mas, tadi waktu menggiling bawang terkena ke mata". Jawab diana menutupi.
Roy pun tidak mau mengkritisi, Takut dia tambah sedih. begitulah Diana Istrinya , Dia memang tidak mau membebani pikiran Roy.
Setelah selesai mandi, Roy menuju meja makan untuk sarapan. Di sana sudah ada diana yang menyiapkan sarapan untuknya. Roy pun mengambil tempat duduk.
"Ibu tidak ikut Sarapan?. " tanya Roy kepada Ibu mertua. namun beliau tidak menjawab, seolah tidak mendengar.
" udah kamu sarapan sekarang ya mas". ujar Diana mengalihkan suasana.
Roy hanya membalas dengan anggukan, Dan langsung melahap hidangan.
"mas berangkat kerja ya" ucap Roy setelah selesai. sambil berjalan di ikuti Diana.
" Aku pamit kerja ya Bu " Roy berpamitan saat di dekat pintu rumah.
" Udah.. cepat pergi sana.. cari uang yang banyak. biar gak selamanya numpang. " jawab mertuanya ketus.. saat itu Roy benar-benar merasa terpukul dengan ucapan Ibu mertuanya.
" maafkan ucapan Ibu ya mas.. ". diana coba menenangkan. Dan Roy hanya men jawab dengan senyuman. sambil memeluk istrinya.
sepanjang perjalanan menuju lokasi kerja, Roy masih tetap teringat semua ucapan Ibu mertua nya.
" Aku harus buktikan, hidup kami pasti bisa berubah". Tekad Roy dalam hati.
Saat gajian tiba, Roy segera membawa pulang uang gajinya ke rumah. agar secepatnya ia serahkan ke Diana istrinya, untuk biaya kebutuhan mereka.
"Dek,,, mas minta 200 ribu ya?. " ucap Roy
" memang untuk apa mas". Jawab Diana penasaran.
" buat modal trading, kali aja ada Rizki kita" Roy menjelaskan maksudnya kepada istrinya.
"ya udah ini" ujar Diana sambil menyodorkan uang yang minta Roy. Dan langsung Terima oleh Roy.
" kalau gitu,,, mas keluar bentar ya. mau cari BRI link, untuk top up saldo DANa" pamit Roy, dan Diana pun mengangguk tanda setuju.
saat akan keluar, Roy lihat Ibu mertua, sedang menonton televisi. Roy pun tetap berjalan keluar.
" dasar gak tau diri, udah punya istri. malam-malam masih keluyuran" ujar Ibu mertua dengan pandangan tetap ke arah televisi.
Roy diam saja pura-pura tidak mendengar.
setelah saldo terisi Roy mulai trading di salah satu platform. Dan Alhamdulillah malam itu, dengan modal 200 ribu. Roy bisa menghasilkan jadi 3 juta. tempo 1 minggu uangnya sudah mencapai 45 juta.
Roy pun terus memperbesar modal, supaya hasilnya juga semakin besar.
tidak terasa sudah satu tahun Roy menekuni dunia trading. dan belum sekalipun Roy ambil hasilnya. Roy hanya fokus terus menambah modal supaya hasilnya semakin meningkat.
Dan untuk makan sehari-hari, Roy tetap bekerja jadi kuli bangunan. kelak uangnya udah cukup untuk membuktikan ke Ibu mertuanya. baru Roy akan mengambilnya. begitu Tekad Roy Dalam hati.
Tepat di bulan ke 13 Roy trading, Roy ingin mengambilnya sebagian uangnya.
"kamu ada uang 300 ribu apa gak dek?. " tanya Roy kepada Diana.
" gak ada mas, memangnya untuk apa?. " Diana balik nanya.
memang selama ini Diana tidak tau kalau uang Roy di platform trading sudah mencapai 200 miliar.
" untuk buat rekening, supaya bisa ambil ini" ucap Roy sambil menunjukan Androidnya.
" ya ampun mas, banyak banget. ini beneran mas?." tanya Diana gak percaya.
" iya loh..." jawab Roy meyakinkan
" kamu pinjam aja dulu Ke Ibu " Roy memberi ide.
" ya udah aku coba dulu ya mas" Diana setuju, dan langsung menemui Ibunya.
" Bu Aku boleh pinjam uang Ibu 300 ribu gak, nanti sore aku ganti" ucap Diana setelah di dekat Ibunya.
" untuk apa, memang nanti sore mau kamu ganti pakai apa?. " tanya Ibunya ketus.
" ingat ya. .. hidup kamu itu masih numpang, kalau kebanyakan hutang kapan bisa punya rumah sendiri" tambah Ibunya mengomel.
" nanti beneran aku ganti Bu... " ujar Diana meyakinkan sambil menceritakan semuanya.
Ibunya tertawa tidak percaya. tapi Diana terus berusaha meyakinkan Ibunya.
" ya udah ini, awas kalau tidak di bayar." akhirnya Ibu menyerah karena terus di desak Diana.
setelah dapat pinjaman Roy, Dan Diana keluar untuk mengurus semuanya. Setelah mengambil sebagian uang, Mereka menggunakan untuk keperluan. sisanya tetap untuk modal.
banyak perabotan, Dan lainya mereka beli. setelah selesai urusan mereka pulang.
" Assalamu'alaikum.... " Diana memberi salam.
namun Ibu mertua tidak menjawab.
" kita masuk aja mas" ajak Diana, Roy mengangguk tanda setuju.
" hey.... mencuri dimana kalian?. " Ucap Ibu heran melihat Diana, Dan Roy bawa banyak belanjaan.
" gak mencuri loh bu... " Jawab Roy sambil tersenyum.
"ini bu, uang yang aku pinjam tadi. aku balikin 3 juta." ujar Diana. sambil menyerahkan ke Ibunya.
" jadi yang kamu bilang tadi beneran" katanya gak percaya.
" iya bu... " jawab Diana meyakinkan.
tidak berapa lama mobil yang mengantar perkakas datang.
" ini semua untuk Ibu " kata Roy kepada Ibu mertuanya.
" serius.... " jawab Ibu mertuanya terbengong.
" iya Bu.... " sambung Roy sambil tersenyum, Dan Diana juga ikut tersenyum.
" kami juga sudah membeli, jadi kami tidak harus menumpang lagi" ujar Diana .
" Diana...!. husss" Roy mengingatkan istrinya, sambil meletakan telunjuk ke bibir, tanda tidak setuju dengan perkataan istrinya.
" maafkan Ibu ya nak Roy, selama ini Ibu udah kasar " ucap Ibu mertua karena merasa malu. Dan bersalah.
" gak apa-apa Bu, Roy bisa ngerti kok. itu semua kan karena Ibu sayang sama Diana " balas Roy dengan senyum.
sejak saat itu hidup Roy, Diana jauh lebih baik. Ibu mertua pun jadi lembut sikapnya semenjak Roy jadi milyader. Roy bersyukur kepada Allah, dan tak lupa berbagi kepada orang yang membutuhkan.
TAMAT