" Tunggu... tungguu.. kamu adalah mateku...Rose.. please.. Rose.. tinggalah bersamaku" rengek Leo sambil menggegam tangan Rose, lalu di endusnya tangan itu berkali kali
"Hmmm, harum nya , harum ini adalah harum mate ku yang sudah ratusan tahun ku tunggu" katanya lagi
"Mate mate mate gundulmu, kita baru saja ketemu bagaimana mungkin langsung jadian apalagi jadi mate.." sahut Rose ketus.
Rose bertemu Leo di hutan larangan ini ketika mendaki gunung bersama rombongan teman teman sekolahnya, ketika tiba tiba Rose kehilangan arah dan menuju hutan larangan.
Rose merasa ada suatu energi yang menarik nya menuju kesini, kabut tebal yang muncul ketika pendakian, memisahkan dirinya dari rombongan.
Tersadar telah tersesat, Rose mencari jalan keluar atau setidaknya mencari arah sungai untuk mengikuti nya menuju ke bawah siapa tahu mendapatkan pertolongan.
Kelelahan dan kelaparan membuat badan Rose melemah kemudian, diantara sadar dan tidak dia melihat sesosok hewan bermata merah tidak hanya satu namun beberapa. Selanjutnya Rose tidak sadarkan diri.
Ketika sadar dia berada di sebuah ruangan yang hangat, ruangan yang cukup luas dengan ranjang berukuran king size. Bajunya yang basah terkena kabut telah diganti dengan yang kering, dan diganti gaun putih layaknya pengantin.Rambutnya pun telah di sisir halus.
"Dimana aku..."
Terdengar suara pintu dibuka.
Seorang maid berjalan mendekatinya.
"Anda sudah tersadar nona.." katanya sambil memberikan minuman hangat padanya.
"Terimakasih.." glek glek glek diminumnya minuman itu yang berasa seperti madu , seketika menghangatkan tubuh Rose.
"Dimanakah ini, bukankah tadi aku di tengah hutan... ah... aku tadi melihat... melihat segerombolan serigala.. ya bagaimana bagaimana aku berada disini" sontak Rose tersadar akan kondisinya tadi.
"Anda diselamatkan master Leo, anda aman di sini nona Rose" kata maid itu sambil memberikan sup hangat pada Rose.
Setelah badannya mendapat asupan, energi Rose pulih kembali.
"Saya akan membawa anda ke altar pernikahan, nona Rose"
'Pernikahan? pernikahan apa?' batin Rose
Rose menurut saja dibawa maid itu ke sebuah ruangan, ruangan yang seperti didekorasi layaknya sebuah perhelatan pernikahan.
Seorang lelaki tinggi gagah dan tampan berdiri di altar, tersenyum kepadanya. Seketika bulu kuduk Rose meremang.
Maid itu mengantarkannya sampai ke hadapan si Pria tampan.
"master.." ucap maid itu.
Leo mengangguk dan memberi isyarat agar maid itu meninggalkan ruangan.
" Selamat datang Rose, aku Leonardo.." serunya sambil mencium tangan Rose.
"Aku telah menantimu selama ratusan tahun Rose.., akhirnya takdir menemukan kita " kata Leo sambil tersenyum.
Tiba tiba musik beralun, dan Leo mengajak Rose berdansa, atau lebih tepatnya mengajaknya melayang karena Leo memeluk erat badan Rose sehingga kaki kakinya tak sedikitpun menyentuh tangan. Tubuhnya benar benar dalam kendali Leo.
"Apa apaan ini, tolong lepaskan aku..." serunya.
"Tenanglah mari menikmati lagu ini Rose" Leo meneruskan menari mengikuti lagu.
" Apakah kamu menyakini akan takdir cinta Rose, takdir yang menyatukan cinta dua orang, Rose kau adalah takdirku, Rose.. kau adalah mateku, menikahlah denganku, dan tinggalah bersamaku Rose" gumamnya di dekat telinga Rose, yang membuat bulu kuduknya kembali meremang.
Lagu berhenti, dan Leo meletakkan Rose kembali ke tanah.
Tidak menunggu lama, Rose yang masih berpikiran jernih, tiba tiba mempunyai keinginan untuk melarikan diri dari pria tampan namun misterius ini.
'takdir takdir apa? orang aneh? ketemu langsung diajak nikah' batin Rose, kemudian segera ingin beranjak lari.
Namun Leo segera menariknya kembali..
Dan begitulah, percakapan di awal cerita terjadi.
"Maafkan aku Rose, mungkin aku sedkit memaksamu" kata Leo yang menarik Rose mendekat seketika taring taring muncul dari kedua taringnya kemudian Leo menggigit leher Rose.
"Ahhh..." seketika pandangan Rose mengabur. Rasa tersengat aliran listrik menjalar dari leher ke sekujur tubuhnya, di iringi rasa sakit yang sedikit demi sedikit berganti dengan rasa kenikmatan.
Proses penandaan itu berlangsung selama lima menit, namun bagi Rose seperti lebih dari lima menit sendiri.
Selang beberapa waktu Leo masih memeluk Rose kemudian menjilati darah yang mengucur dari luka Rose dengan rakus seakan akan predator yang menikmati tubuh mangsanya. Luka itu kemudian perlahan lahan menghilang.
Urat urat tangan Leo menegang menimbulkan lajur lajur kebiruan ,Leo berusaha keras menahan hasratnya pada gadis ini.
Proses penandaan itu, kontrak darah yang dilakukan antara Warewolf dengan pasangannya akan terikat seumur hidup. Ikatan yang hanya dapat terpisahkan oleh kematian.
Sekarang mau tidak mau dibawah sadarnya, Rose pun telah menjadi pasangannya, menjadi matenya seumur hidupnya.
Rose membuka matanya, dan tersadar akan posisi canggung ini. Luka yang ditimbulkan dari gigitan Leo secara magis berubah menjadi berbentuk bulan sabit. Begitupun terbentuk hal yang sama di dahi Leo, bulan sabit kecil berwarna merah darah.
Terpengaruh proses penandaan, muka Rose bersemu merah, dia merasa pria yang memeluknya ini sungguh sangat menawan. Proses ini memang akan diawali dengan perasaan kasmaran satu dengan yang lain.
" Leo.. leo lepaskan aku.." gumamnya.
Leo mengendurkan pelukannya. Kemudian melepaskan Rose. Disentuhnya pipi Rose yang kemerahan menjalar hingga ketelinganya.
" Kamu manis dan imut sekali Rose"
Rose tidak bisa melawan seperti terhipnotis dia merelakan bibirnya dicium oleh Leo. Tangan Rose tanpa sadar memeluk bahu Leo yang kekar dan menikmati ciuman darinya. Ini adalah ciuman pertama Rose karena di adalah seorang gadis yang masih suci. Mereka saling berpagut mesra, untuk sekian lamanya kemudian baru melepaskan diri.
Sinar rembulan purnama yang terang muncul dari balik kaca tinggi. Menyinari tubuh Leo yang perlahan lahan berubah menjadi Warewolf besar. Matanya berubah menjadi memerah.
Namun Rose tidak merasa takut, karena Warewolf ini adalah Leo.
" Kamu adalah serigala yang menyelamatkanku di tepi sungai.." Rose menyentuh tubuh Leo perlahan.
Warewolf itu mengangguk. Digandengnya Rose ke tepian balkon. Yang ternyata ketika Rose melihat ke bawah balkon, ia melihat puluhan Warewolf berlutut di bawah balkon itu.
Leo mengeluarkan suara auman khas srigala.
Sontak para warewolf di bawah balkon menyuarakan hal yang sama.
Dengan begitu Leo telah mengenalkan pasangan matenya kepada gerombolan yang dipimpinnya.
Rose seperti terkena daya magis dari penandaan dan ingin selalu bersama dengan Leo. Sentuhan Leo seakan menjadi candu untuk selalu ingin disentuh olehnya.
Leo kemudian berubah menjadi manusia kembali, diikuti perubahan wujud gerombolannya.
Para Warewolf kemudian melanjutkan pesta kembali dengan makanan dan minumannya.
Leo membawa Rose kembali ke kamarnya dengan menggendong seperti seorang putri.
Leo dan rose kemudian menikmati malam pengantinnya. Malam pengantin yang ia tunggu selama ratusan tahun menunggu matenya. Dia akan setia selama lamanya, hingga maut memisahkan dirinya dan matenya.
Sekian.