hikk...hikk...hikkk...kenapa air mata ku jatuh dengan hal yang tidak perlu ku tangisi. hati ku begitu sakit saat melihat dirinya mempsoting foto wanita.
hikk..hikkk...hikk..Aku terlalu bodoh karena terus menerus memikirkan dirinya dialam pikirku. Aku masih bisa berharap dan menunggu dirinya yang entah kapan aku harus bisa bersabar sedalam ini. Ini sudah kesekian kalinya aku harus berkomitmen untuk melupakan dia tapi tidak bisa ku pungkiri alam pikiran ku dan hatiku berkata lain. Sehingga berapa kali juga aku harus gagal dalam komitmen ku ini yang telah ku buat. Hanya Tuhan yang tahu dan membolak-balik hati manusia. Mungkin bisa jadi saat ini katakan lah aku terobsesi atau juga egois ingin memilikinya kembali.
***
Semenjak putus tepatnya dikelas 3 SMP dan bisa dikatakan Cinta Monyet namun malah terjebak dalam perasaaan itu sampai sekarang. Entah kenapa perasaan itu tidak pernah hilang. Ya' aku sadari semuanya itu kesalahan ku yang memutuskan dirinya tapi itu hanya sebuah masalah kecil. masalah yang mungkin tidak masuk akal dan mungkin bisa dikatakan aku masih berpikiran pendek sehingga tidak mengerti apa itu cinta dan apa arti hubungan. Putus karena Janji itu hal yang sangat tidak masuk akal bayangkan saja aku yang terjebak dalam perjanjian ku sendiri dan temanku yang mana jika salah satu pasangan dari dua pasangan ini putus maka yang satu pasangan lagi harus putus. Ya.. itu lah alasannya yang awal aku pikir mereka akan berlajut namun pikiran ku yang pendek akhirnya salah mengartikan itu melainkan membawaku mengambil keputusan yang membuat aku memutuskannya. Sementara aku pertama kali mengenal cinta atau bisa dikatakan Cinta Pertama ku begitu pun dengan Dia. Ya..... semenjak putus dari Dia seakan rasa cintaku pun ku lupakan agar aku tidak menyesal karena itu.
****
Namun aku salah keputusan ku membawa aku semakin mencintai dia. Kenapa tidak semenjak putus kami pun masih komunikasi dan saling memuji-muji. Hatiku kadang sering bertanya pantas kah aku untuk kembali padanya? Lagi-lagi aku membuang pikiran aneh itu. Setelah LULUS SMP aku melanjutkan SMA ku di Negri dan Dirinya di Swasta bedanya aku masih di lingkungan yang sama sementara dia sudah beda lingkungan. Namun begitu tidak membuat kami untuk saling putus komunikasi. Namun aku mencoba menepis agar hatiku tidak jatuh lagi takut bila aku masih mencintai dirinya.
Hingga suatu hari dia pun sudah jarang chat. hatiku pun mulai bertanya dengan rasa aneh mungkin kah dia sudah ada yang lain? dan mungkin saatnya aku harus mencari penggatinya saat ini. Dengan keputusan yang sangat membuat ku sakit akhirnya aku putuskan untuk menjalin hubungan dengan laki-laki lain, namun anehnya aku tidak menemukan rasa yang sama seperti pertama karena rasa itu tidak ada aku memutuskan dia. Bilang saat itu aku sangat jahat karena hubungan terbilang terlalu singkat hanya 3 hari sudah putus tidak ada kesan-kesan yang diingat. Semenjak keputusan ku dengan laki-laki itu seketika Chat dari dia datang hatiku gembira aku kegirangan mendapat kabar dari dia seolah-olah aku berada ditaman bunga yang begitu indah dan mekar kami kembali saling tanya kabar satu sama lain. kami kembali dekat lagi tapi waktunya tidak lama bisa dibilang hanya 2 hari. Aku yang merasa kesepian lagi merasa seolah hatiku sakit tapi lagi-lagi menepis kembali hati ku ini. Aku berpikir positif kembali walau hatiku terkadang tidak terima. semenjak saat itu aku memutuskan untuk tidak pacaran dulu dan menunggu dia sampai aku tamat SMA. bukan hanya banyak cobaan yang ku alami saat menjalani masa menunggu dan memperjuangkan yang bisa dibilang yang tidak mungkin atau tidak pantas diperjuangkan karena kami tidak terikat hubungan sama sekali.
Hingga teman dan bahkan sabahat ku sering kali berkata pada diriku untuk "Melupakan dia karena kalian itu hanya cinta monyet yang tidak mungkin bersatu" Seakan hatiku sedih dan kembali menyadarkan ku mungkin ia aku terlalu berharap penuh seakan-akan dia laki yang begitu Perfect sehingga aku tidak memandang laki-laki lain lagi selain dia. Walau begitu bukan berarti aku menerima orang lain lagi untuk menjadi pacar ku karena hatiku belum siap cukup aku menyakiti satu laki yang dianggap pelampiasan kesepian ku. Namun walau aku menjadi kan pelampiasan tapi aku juga merasa senang karena sedikit memberikan dia pelajaran akan menghargai perasaan wanita karena lelaki yang ku jadikan pelampiasan itu ternyata seorang Playboy jelas dia pacaran pada ku dan sekaligus pacaran dengan yang lain juga. Jadi aku tidak terlalu sedih dengan hal itu karena dia sedikit pantas menerima itu.
***
Waktu yang terus berputar begitu cepat yang tak ku sangka sekarang sudah kelas 3 SMA masa dimana untuk mengakhiri putih abu-abu namun tidak untuk hatiku yang masih mendamba diriNya.
Kring....Kring...Kring... pesan singkat kudapat siapa lagi kalau buka dirinya yang sangat kurindukan lalu aku membuka pesan itu dengan senang " Boleh kah, kita berjumpa ditempat pertama kali kamu menerima ku" pesan yang begitu singkat yang kuharap ini pertanda baik dalam hidup ku. Dengan semangat aku mengiakan pertemuan kami.
Ya'pertemuan kami membuatku kembali bergetar hebat serasa demi apa pun hati ku berdetak begitu kencang seakan aku malu menunjukkan wajahku yang sudah memerah untuk ku tunjukan padanya. 5 menit tanpa suara hanya suara dedaun dan pepohonan yang tersapu angin. aku mulai bingung dan bertanya dihatiku "kenapa begitu lama dan dia bahkan tidak ngomong sama sekali, membuat aku begitu gugup"
entah angin apa yang ku tau tangannya membuka topi yang ia kenakan dan memberikanya kepada ku awalnya dia meletakan topi itu ke kepala ku seketika aku menepis tangannya dan berkata padanya " tak perlu dipasang. Berikan saja padaku" lalu ia pun mengiakannya.
"untuk apa topi ini?" kata ku padanya
"anggap ini pertemuan terakhir kita yang mungkin kita tidak akan jumpa lagi dan entah dimana kamu akan melanjutkan kuliahmu" jawabnya
"apa perlu ku jaga" tanya ku lagi
"ia tentu" jawab nya.
Ya. percakapan yang begitu singkat yang harus berakhir begitu singkat.
Entah kenapa semenjak ia memberikan topi itu sebagai kenang-kenangannnya. Kami kembali menjalin komunikasi kembali. Seolah-olah aku merasa ikut terhanyut dengan keadaan ini.
Sangking aku bahagianya aku menceritakan pada sahabat ku lalu dia bertanya padaku
"Sepenting apa kah topi itu sehingga kamu harus menjaganya" tanyanya kepadaku
Seketika aku pun diam dengan pertanyaan sahabat ku. pikiran ku melayang seakan-akan menganggap bahwa mungkin benar ini pertemuan terakhir kami yang sebenarnya aku tidak boleh sebahagia ini mendapatkan kenang-kenangan darinya.
"lalu, jika itu penting baginya berarti dia mau kamu untuk menjaga hatimu ibarat jika kamu berhasil menjaga topi pemberiannya kamu juga berhasil menjaga hatimu untuknya"kata sabahatku yang langsung memeluk ku. Ya. sebagai seorang wanita pasti mengerti tidak ingin menyakiti perasaan yang akan akhirnya sia-sia nantinya.
Kata-kata sahabatku yang terus terliang di kepalaku akhirnya aku bertanya pada seseorang yang memberikan topi itu kepadaku melalui chat
"Boleh kah aku bertanya? sepenting apa kah topi ini padamu sampai aku harus menjaganya"tanya ku padanya
"itu sangat penting bagiku" jawabnya singkat
"lalu jika topi ini kuberikan pada orang lain apa aku diperbolehkan?" tanya ku lagi yang semakin membuat aku penasaran
" jika kamu anggap topi itu tidak penting silakan kasih kepada orang lain. Tapi jika kamu anggap topi itu penting kamu tetap jaga" jawabnya
"Baik lah" jawab ku kembali yang mungkin puas dari pertanyaannya dan mungkin juga tidak puas dengan pertanyaannya.
Semenjak saat itu aku memutuskan untuk menjaga topi itu. Mungkin kedepan akan ada hati yang akan terluka. karena tiada yang tahun 5 atau 10 tahun lagi jika menetapkan akan menunggu dirinya yang telah terlukir begitu dalam.
Ya. aku siap menunggu dan berjuang serta menanti
dirinya. Biar lah aku menjadi gadis bodoh yang menanti takdir ku. Yang tak ku tahu apa kah ia kembali padaku atau malah sebaliknya.
***