Choi Soobin adalah nama dari pacar ku.kami sudah lama menjalin hubungan.kami juga sudah saling terbuka tetang masalah keluarga masing - masing sebab kita akan bertunangan bulan depan.namun,seperti nya ada satu hal yang selalu Soobin tutup.entah lah Arin kurang tau sebab nya.
kini mereka sedang mengunjungi orang tua Soobin.ibu Soobin bilang kalau Soobin harus mengajak Arin ke rumah nya.ia ingin melihat calo menantu nya.
selama di perjalanan Arin dan Soobin hanya terfokus ke jalanan.pikiran Arin di penuhi dengan pertanyaan mengapa Soobin tak memberi tahu semua tentang nya?lamunan Arin pecah saat Soobin memanggil nya."ada yang kau pikirkan?"tanya nya.
"tak ada,nanti kita berenti dulu di supermarket ya,aku mau beli beberapa makanan buat ibu."ucap Arin dan di balas anggukan oleh Soobin.
tak butuh waktu lama mereka sampai di supermarket. Arin langsung turun dan di susul oleh Soobin.
Soobin hanya terus memperhatikan Arin yang fokus terhadap belanjaan nya.tak lupa Soobin terus mengandeng tangan Arin ia terus tersenyum ke arah Arin.
"kenapa?"tanya Arin bingung.pasal nya Soobin kalo natap suka lama.
"gapapa,kamu kok cantik ya."
"cukup.aku bosan dengan gombalan mu,ayo pulang aku sudah selesai belanja."
baru saja mereka pergi menuju kasir ada seorang anak terjatuh di depan Soobin dan anak tersebut terluka hingga keluar banyak darah di lutut nya.Soobin berencana ingin membantu nya namun aroma darah anak tersebut terlau menyengat bagi Soobin.reflek mata Soobin langsung berubah warna menjadi warnan blood red.Soobin langsung berlari menuju mobil nya meninggalkan Arin yang membantu anak tersebut berdiri.
.
.
.
.
.
.
.
Saat Arin masuk ke mobil untung nya mata Soobin sudah kembali normal,jujur Soobin masih belum siap kalau Arin mengetahui kalau diri nya bukan sepenuh nya manusia.Soobin adalah makhluk penghisap darah,Namun Soobin tak menghisap darah langsung dari manusia.namun,ia selalu membeli sekantung darah ke rumah sakit milik paman nya yang merupakan manusia.
Soobin terus mengusap kasar wajah nya hingga Arin heran dengan Soobin."kau kenapa?pusing?mau aku gantikan?"tanya Arin cemas.
"aku ga papa,kau beli air putih."
"ya aku beli,ini."ucap Arin sambil menyondorkan sebotol air mineral.
setelah nya Soobin langsung menjalan kan mobil nya,semua tampak biasa aja namun Arin terus memandang Soobin heran."kenapa kau menatap ku?"tanya Soobin sambil tersenyum manis ke arah Arin.
"jangan senyum pliss,itu hal yang paling aku suka darimu"batin Arin.
karna Arin tak mau kalau Soobin terus menyembunyikan sesuatu maka ia langsung bertanya."ada yang kau sebunyikan?"tanya Arin.Soobin yang mendengar pertanyaan Arin ia seketika langsung terbatuk.
"sudah ketebak."kata Arin ketus.
ini yang tak mau Soobin lihat,ketus nya seorang Choi Arin.ia tak mau Arin menjauhinya karna ia tau identitas Soobin.namun,mau tak mau Soobin harus memberi tahu nya.
"akan aku kasih tahu di saat waktu nya tepat."
"oke,akan aku tunggu."
5 Hari setelah nya
"YAAAAAA!!!CHOI SOOBIN!!!MAU SAMPAI KAPAN KAU NGASIH GAU AKU HAH?!!"teriak Arin dari depan pintu.Arin sudah lelah karna Soobin terus menghidari nya.seberat apa Soobin untuk mengatakan sejujur nya terhadap Arin.
Arin langsung menangis karna Soobin tak kunjung menjawab.
"mau sampai kapan?kau tak percaya dengan ku Choi Soobin?Kita sudah lama kenal bahkan kita akan bertunangan,aku tau kalau kita belum bersuami istri.namun,aku tak mau kalau salah satu dari kita ada yang di sembunyikan."jelas Arin.
Soobin langsung memeluk Arin dan menenangkan nya terlebih dahulu sebelum ia memberi tahu identitas nya.setelah Arin tenang Soobin langsung memberikan segelas air.
"sudah tenang?baik lah akan ku ceritakan semua nya.aku ini bukan manusia."
setelah mendengar itu Arin menatap Soobin bingung,sudah jelas ia manusia kenapa ia mengaku kalau dia bukan manusia?"kau becanda Soobin?"Soobin langsung menggeleng.ia langsung mengajak Arin ke sebuah ruangan.
saat Soobin membuka pintu nya Arin syok karna disana banyak kantung darah dimana - mana."apa ini?kenapa banyak darah di ruangan ini!?"
"sudah aku bilang,aku bukan manusia.aku ini makhluk yang menyukai darah."
"maksud mu?kamu vampire?"ucap Arin dengan gemetar,bagaimana bisa Soobin menyembunyikan identitas nya.
Seminggu sebelum acara pertunangan di mulai,Arin dan Soobin masih belum kunjung menampakan wajah nya,Soobin akan menduga kalau reaksi Arin akan seperti ini.
"jangan sedih heh, biarkan Arin memikirkan buat kedepan nya,yang penting kau sudah memberi tahu nya."jelas Taehyun sang adik dari Soobin.
"hah~aku tak mau kalau Arin sampai membenci ku."
"jangan bilang begitu,kak Arin sangat baik aku yakin dia akan kembali ke kakak,yaudah aku akan pulang dulu."
Benar saja yang di katakan Taehyun,Soobin bingung sebenarnya Taehyun jenis Vampire apa?bagaimana bisa ia membaca masa depan seseorang.benar - benar adik yng berguna gumam Soobin.
"apa kau bilang?aku tak mendengar nya."
"ah bukan apa apa."
"maaf karna aku menghilang,aku sangat terkejut dengan ucapan mu,aku kira ada nya vampire itu adalah mitos aku tak menyangka kalau orang yang aku cintai adalah vampire itu sendiri."ucap Arin sambil menunduk dan tersenyum manis.Soobin sangat takut akan respon Arin kelanjut nya.
"mau bagaimana lagi,aku sudah telanjur jatuh cinta,mari lanjut kan."
Soobin langsung memeluk Arin,ia sangat beruntung memiliki pasangan seperti Arin,akan Soobin jaga walaupun ia harus terluka.
"makasih,aku harap kedepan nya kau akan semakin sayang,sama hal nya aku ke kamu."
-END-
Hanya Fiksi ya, ini murni dari otak saya.kebetulan ada game ini dan yaudah ikutan aja mumpung ada ide hehe.saya ga bisa bikin ending yang mantep jadi maaf ya kalau ending nya kurang.kelanjutannya biar kalian aja yang berkhayal.makasih🐥