Apakah kau percaya akan cinta?
Apa itu cinta dan bagaimana cara seseorang bisa mencintai? Ini adalah kisah seorang pemuda pecinta binatang dengan seorang gadis kelinci yang imut.
Seorang pria memakai setelan santai sedang menikmati tenangnya hidup bersama dengan anjing peliharaannya bernama Zero sembari berkeliling kebun binatang. Pria itu sangat berseri-seri ketika melihat berbagai aneka macam binatang unik, tak heran jika dia adalah seorang pecinta binatang. Walaupun sudah berkeliling melihat semua binatang tetapi ada satu hal yang membuat ia sangat terpukau, yaps! Binatang itu adalah kelinci. Ia sangat menyukai kelinci karena bentuknya yang lucu dan berbulu halus bagaikan sutra dengan telinga panjangnya yang imut.
Tiba saat hari mulai sore, pria itu pergi meninggalkan kebun binatang bersama dengan Zero menuju ke tempat parkiran mobil tetapi ada sesuatu yang janggal, ia merasa sedang di ikuti oleh seseorang. Saat dia menoleh sekitar ternyata itu adalah seekor kelinci putih, lalu pemuda itupun bergumam.
"Mengapa ada seekor kelinci di tempat seperti ini? Bukankah seharusnya kelinci itu berada di kebun binatang.."
Ia pun langsung menggendong kelinci tersebut dan kembali berjalan menuju kebun binatang untuk mengembalikan ketempat yang seharusnya, meskipun jarak antara tempat parkir dan kebun binatang jauh dan memakan waktu yang lama, akan tetapi dia sudah terlambat karena kebun binatang itu sudah tutup 10 menit yang lalu. Pria itu pasrah dan membawa kelinci tersebut kembali pulang, ia juga tampak tidak keberatan bertambah hewan kecil yang imut di rumahnya. Setibanya di rumah ia membersihkan diri dan tak lupa juga membersihkan tubuh sang kelinci. Hingga larut malam pun tiba, ia berjalan ke ranjang dan segera untuk tidur bersama kelincinya. Pria itu tertidur lelap, jendela kamarnya terbuka, sinar bulan pun memancar dengan indah ke dalam memenuhi setengah ruangan dan mengenai tubuh kelinci.
Setelah kejadian itu kelinci tersebut berubah wujud menjadi seorang gadis berambut putih yang indah bagaikan sinar bulan dan paras cantik layaknya seorang dewi yang turun dari surga.
"Aku beruntung menemukanmu." Gadis itu berbisik sambil mengecup kening pria itu yang sedang tertidur pulas.
Zero, anjing peliharaannya mengetahui hal tersebut. Tanpa ia sadari, Zero menggonggong kencang sampai membangunkan pria itu. Gadis tersebut mulai panik dan tersandung jatuh ke ranjang pria itu dan merebut ciuman pertamanya. Pria itu sangat terkejut, mengapa di kamarnya ada seorang gadis telanjang dan tiba-tiba menciumku? Pipi pria itu memerah dan mendorong gadis itu dari sisinya.
"Siapa kau?" Pria itu bertanya tanya dengan gadis itu.
"Namaku Mavis, aku adalah seekor kelinci yang kamu bawa kesini." Ujar gadis tersebut.
"Itu tidak mungkin, apakah kau pikir aku gila?" Jawab pria itu dengan tatapan tidak percaya.
"Aku tahu ini memang tidak masuk akal bagimu, tetapi aku bersungguh sungguh. Tolong percayalah!"
"Tapi bagaimana kau bisa membuktikannya?"
"Aku akan berubah saat fajar tiba, maka dari itu tunggulah aku." Kata Mavis dengan penuh percaya diri.
Pria itu pun sudah tidak tahan lagi dan percaya dengannya serta segera mengambil selimut untuk menutupi badan Mavis yang telanjang.
"Setidaknya kenakan sesuatu dong, bagaimanapun aku tetap seorang pria." Dia berbicara dengan muka yang memerah dan berusaha menutupi rasa malunya.
"Baiklah, lain kali aku akan berhati-hati.."
"Tidak ada lain kali, jawab aku bagaimana kau bisa menjadi seperti ini dan sebenarnya kau itu apa?" Tanya pria tersebut dengan penuh rasa ingin tahu.
800 tahun lalu sebuah kerajaan dipimpin oleh ratu bernama Letticia de Vonick, ia sangat licik dan bengis serta haus akan kekuasaan hingga pada akhirnya membunuh sang raja dan para putra mahkota yang hendak mewarisi tahta. Satu satunya yang tersisa adalah putri haramnya yang sedia membantu dirinya melakukan hal apa pun.
Akan tetapi ketika Letticia bermimpi, putrinya akan mendapat kutukan dari Raja yang dibunuhnya bila dia tidak segera bertemu takdirnya, ia akan berubah menjadi sesuatu yang hina. Setahun kemudian hal buruk itu pun terjadi, putrinya berubah menjadi seekor kelinci yang amat sangat dibenci oleh kerajaannya karena kelinci adalah makanan favorit binatang buas yang pada masa itu binatang buas dianggap sebagai binatang jelmaan iblis karena sifatnya sangat brutal dan tidak bisa dijinakkan. Setelah ratu mengetahui bahwa putrinya sudah dikutuk ia pun mencari seorang penyihir hebat untuk melepaskan kutukan putrinya. Penyihir berkata ia tidak bisa melepaskan kutukan yang dideritanya tetapi bisa melimpahkan kutukannya ke putri keluarga lain. Ratu pun memiliki ide dan melampiaskan kutukan putrinya pada putri keluarga Duke Ferca yaitu nenek moyangnya.
Satu-satunya cara untuk mengembalikan putrinya adalah dengan menyentuh sinar bulan sampai fajar tiba. Walaupun cara tersebut hanya untuk sementara dan tidak efektif, hal tersebut tetap menjadi aib keluarga Duke sampai keturunannya hingga keluarga tersebut bangkrut dan terpecah belah akibat kutukan yang dideritanya.
Sekarang, kutukan tersebut berdampak pada Mavis. Sejak kecil ia berharap kutukannya dapat dihilangkan dengan cinta karena seluruh keluarganya hanya menikah untuk mendapatkan keuntungan tanpa rasa kasih sayang. Ketika dia melihat seorang pria yang sedang berinteraksi dengan mata yang bersinar dan wajah tersenyum lebar kepada para binatang. Mavis merasa takdirnya sudah berada di tangan pria tersebut yang kini telah tinggal bersamanya.
Fajar pun tiba, pria itu langsung terkejut saat melihat Mavis berubah menjadi seekor kelinci. Ia sangat penasaran dan masih ingin berbincang lagi dengannya sampai menunggu malam hari.
"Hey gadis, jika kau sudah berubah wujud pakailah pakaianmu. Aku sudah menyiapkannya di dalam lemari." Pria itu meninggalkan pesan suara dan keluar dari pintu kamarnya.
Mavis sangat senang, baru pertama kali ia mendapatkan perhatian dari seseorang. Setelah mengenakan pakaiannya, ia membuka pintu dan berjalan keluar kamar untuk menghampiri pria tersebut.
"Bagaimana menurut pendapatmu?" Mavis bertanya-tanya dengan penuh harapan.
"Ya, itu sangat cocok dan pas sekali untukmu." Ujar pria tersebut dengan tatapan mempesona.
"Oh benarkah itu, aku berterima kasih. Ummmmmm... ??" *tatapan bertanya*
"Riftan.. Panggil saja namaku jika kau perlu."
"Baik, R-Riftan."
Deg! Telinga Riftan memerah ketika Mavis menyebut namanya dengan imut.
"Berapa lama kau akan menetap disini?"
"Aku tidak tahu, selama ini aku hanya tinggal di kebun binatang menjalani kehidupan seekor kelinci setelah diusir dari keluarga."
"Bolehkah aku tinggal disini bersamamu, aku akan melakukan apapun yang kamu suruh dan tidak akan menyusahkanmu."
"Tidak masalah, setiap malam kau harus membersihkan kamarku sebelum aku datang."
Mavis sangat gembira dan berterima kasih pada Riftan dengan senyuman manisnya. Beberapa tahun kemudian hubungan mereka semakin dekat, terdapat perasaan cinta satu sama lain di antara mereka. Tak lama setelah sehari Riftan pun memantapkan jati dirinya dan mengungkapkan perasaannya pada Mavis. Mavis terharu dan kutukannya mulai menghilang, kini mereka bisa bersama setiap hari tanpa halangan dan hidup bahagia selamanya.
-Tamat-