Aku rena, seorang yang baru lulus SMA,dan sedang berusaha mencari pekerjaan.kehidupan setelah sekolah tidaklah mudah,aku sudah berusaha mencari pekerjaan kesana kemari tapi belum ada yang menerima CV ku.
Hingga aku berhenti di sebuah toko pakaian berlantai dua,sekilas aku menatap manekin itu, tiba-tiba matanya berkedip padaku.akupun terkejut ,apa aku cuma halusinasi karena stress belum diterima kerja?atau itu beneran?
"apa kau ingin membeli pakaian?" tanya seorang kakek
"bukan kek,tapi..."
seketika raut wajah nya berubah, sebenarnya aku gak tega melihat ekspresi si kakek.
"kalo gitu ,apa kau mau bekerja padaku kebetulan pegawai ku sedang pulang kampung,aku juga perlu pegawai untuk menjaga tokoku"
"sungguhan kek, tapi gimana kalo pegawai kakek itu pas balik ?"
"dia masih lama baliknya"
"baik kek,aku terima"
sejak hari itu aku pun menjadi pegawai di toko pakaian kakek tua.
yang membuat ku heran kenapa saat aku ingin membantu menggantikan pakaian manekin itu,
kakek itu selalu melarang ku, ia sendiri yang melakukan hal itu dan menyuruh ku mengerjakan yang lain.
ia juga melarang ku untuk mengutak ati barang di lantai dua ia hanya menyuruh ku untuk menaruh stok barang saja disana.
pernah terbesit dalam pikiran ku untuk menanyakan hal itu, tapi aku gak berani takut menyakiti perasaan si kakek.
~*~
Suatu hari aku patah hati karena orang yang kusukai telah menikah, padahal selama ini aku selalu memendam perasaan ku.namun saat betemu dan aku ingin menyampaikan perasaan ku tiba-tiba ia memberikan undangan pernikahan nya.rasanya hati ku pecah berkeping-keping,ingin menghilang saja dari dunia ini
aku pergi di taman yang sepi saat malam hari,aku menangis sejadi jadinya, tak lama kemudian datang seorang laki-laki berjaket hitam dan celana jeans menghampiriku
"oh ini asal suaranya"
suara itu mengagetkan ku, biasanya di jam seperti ini sudah sepi,dan untuk apa orang masih jalan-jalan disini pikirku
"kok gak di jawab?"
"emangnya...hiks ... kenapa.... hiks ...."
"bisa-bisa orang lain terganggu karna suara mu"
"disini jauh tau dari rumah penduduk, suka-suka aku lah yang nangis kan aku, lagian kamu ngapain jua disini"
"iya, meskipun ga menganggu penduduk tapi bisa menggangu makhluk halus disini. Bentar lagi aku juga pergi"
seketika aku terdiam
"kalo gitu aku pergi dulu ya, lanjutkan nangis itu" sambil melangkah kan kakinya
"HEIII ...!!!!" teriakku
iapun berhenti melangkah kan kakinya
" ada apa?"
"bisa kau temani aku disini sebentar?aku kesepian"
"maaf,aku ada urusan lain"
"ku mohon sebentar aja"
"baiklah "
iapun duduk di sebelah ku
"lanjutkan nangis mu"
"gak"
"loh , kenapa?"
"aku mau cerita aja"
"kita kan baru bertemu"
"iya,tapi entah kenapa aku merasa kau orang yang bisa ku percayai"
entah mengapa tiba-tiba aku mempercayai seakan dia adalah orang yang ku kenal ia tersenyum manis mendengar perkataan ku, dia mengangguk dan mulai mendengarkan masalah yang ku alami
"jadi kau patah hati karena orang yang kau sukai akan menikah"
"iya"
"salah mu lah"
"loh kok salah ku?"
"kenapa sejak awal menyukai pria itu gak langsung menyatakan perasaan mu"
"aku gk berani, ditambah penampilan ku waktu sekolah sangat cupu"
"terus..."
"ya aku cuma bisa menyukainya dalam diam.baru belakang ini aku mengumpulkan keberanian ku tapi nyatanya..."
"ya gimana lagi, emang kamu masih menyukai nya? kalo iya calonin diri aja jadi yang kedua barangkali mau tuh"
"sembarangan kalo ngomong.iya kalo diterima,iya kalo istri pertamanya setuju. lagian siap yang mau jadi yang kedua?"
"makannya lupain aja"
"ini aku coba melupakan,dan emang salah ku juga gak ngomong dari awal.setidaknya aku udah luapin semua yang ada di pikiran ku"
"kalo gitu aku balik dulu ya"sambil berdiri
"iya,oh ya lain waktu kita ngobrol lagi ya. btw namamu siapa?"
"aku Nathan"
"aku rena"
~*~
Semenjak hari itu Nathan menjadi kawan baru ku .tapi jika ingin menemuinya,aku harus janjian pada hari pada jam tertentu.
dia anak yang gagap teknologi,saat kutanyakan akun sosial media ia tak punya .ia hanya punya telepon rumah yang jarang sekali ia gunakan.meski agak aneh,tapi itulah daya tarik tersendiri bagi ku.
aku lumayan sering bertemu dengan nya, bahkan pernah jalan bareng. dan ku rasa aku mulai jatuh hati dengannya.
~*~
Malam tiba,saat toko akan aku tutup,turunlah hujan dengan deras nya.padahal aku ada janji untuk bertemu dengan nathan dan ada suatu hal yang aku ingin bicarakan dengan dia.hujan semakin deras, terpaksa aku tinggal di toko sementara waktu.
akupun mulai menghubungi nomor telepon Nathan tapi terdengar bunyi telepon dari lantai 2.akupun naik dan mencari sumber suara itu.
tapi saat aku mencari sumber suara itu, tiba-tiba ada yang memelukku dari belakang dan membekap mulut ku
"ku mohon jangan teriak"
itu suara nathan,tapi rasanya aneh bagaimana ia bisa disini
"ku mohon matikan telepon mu dan dengar penjelasan ku,baru aku lepaskan"
akupun menuruti permintaanya.lalu membalikkan badan ke hadapan nya
"apa itu telepon rumah mu? mengapa kau bisa disini? lalu..."
ia menutup mulut ku dengan satu jarinya
"ku mohon kau jangan marah atas penjelasan yang akan ku ceritakan"
"baik"
"aku adalah manekin toko si kakek.. "
"APA ....?!!! jadi.... aku.."
"tunggu dengar kan penjelasan ku sampai selesai "
awalnya aku syok mendengar nya,tapi Nathan terus berusaha menenangkan ku agar mau mendengarkan ceritanya.
sebenarnya dia adalah manusia yang dikutuk oleh penyihir atas kesalahannya di masa lalu, awalnya ia tak bisa kembali ke wujud semula.hingga bertemu si penyihir baik hati yang ternyata menyamar menjadi si kakek tua.penyihir itu hanya bisa mengurangi kutukan nya yakni ia dapat kembali ke wujud semula pada jam tertentu.tapi pengurangan kutukan itu berjalan selama 100, setelah waktu itu ia benar-benar akan menjadi manekin seutuhnya.dan ia menggunakan telepon di lantai dua untuk berkomunikasi dengan ku.
pantas saja kakek itu selalu melarang ku mengganti pakaian manekin dan melarang ku mengutak-atik barang di lantai 2
"dan pagi besok adalah pas 100 tahun penuh pengurangan kutukan itu berjalan"
"lalu bagaimana cara mengembalikan wujud asli mu?"
"si penyihir baik hati sedang berusaha mencari bagaimana mematahkan kutukan ku,oh ya apa yang ada ingin kau katakan pada ku?"
"aku..."
tiba-tiba muncullah si penyihir diantara kami
"Nathan kutukan mu akan hilang jika kau dan orang yang yang kau cintai saling mengungkapkan perasaan kalian"
"sungguh? kalo begitu Rena.." sambil memegang tangan ku
"ya .."
"entah bagaimana perasaan mu yang campur aduk saat ini tapi sejak pertama kali kau menatapku saat kau mencari pekerjaan,aku menyukai mu.awalnya aku tidak tahu bagaimana diriku bisa berhadapan langsung dengan mu.saat aku mencari mu dan mendengar tangisanmu di taman.baru waktu itu aku berani bertemu dengan mu..."
aku hanya terdiam mendengar ucapan nya itu
"..semakin hari kita bertemu, rasanya aku semakin rindu juga jika kita tak bertemu..."
aneh, padahal kan kita selalu bertemu di toko
"...aku tahu,kita memang selalu bertemu di toko,tapi saat aku menghabiskan waktu bersama mu itulah yang selalu ku inginkan..."
tau aja isi hati ku, rasanya aku makin terharu atas yang ia ucapkan
".... jadi apa kau mau menerima cinta ku yang tulus ini?"
aku hanya terdiam,dan memikirkan perkataan nya
"ayo Rena jangan lama-lama.lihat perlahan tubuh Nathan mulai kaku"ujar si penyihir baik hati
"aku... aku ...aku.... menerima cinta mu nathan,aku juga mencintaimu"
tapi saat ku perhatikan nathan,ia telah menjadi manekin seutuhnya
"apa aku terlambat?"
penyihir hanya terdiam,akupun duduk lemas, menyesal karena aku terlambat menyatakan perasaan ku
"maaf kan aku Nathan,aku terlambat menyatakan perasaan ku... hiks.... hiks.. hiks.... salahku karna tak mau mengungkapkan perasaan ku pada mu"
"ada yang bilang menyesal?"
terdengar suara nathan yang bertanya, aku pun melihat orang yang di depanku dan ternyata benar ia telah kembali ke wujud manusia nya
"bagaimana bisa ?" tanyaku
"oh ya aku baru sadar kalo si orang yang disukai Nathan menyatakan cintanya saat nathan kembali jadi manekin" ujar si penyihir
"tapi kan sekarang udah 100 tahun?"tanya Nathan
"hey apa kau lupa hari di tahun 100 itu jadinya besok,apa kau lupa?"
"iya kah? gak apa lah sekarang aku bisa hidup normal tanpa harus kembali menjadi manekin pajangan itu"
mendengar hal itu aku ikut senang,Nathan tiba-tiba memelukku karna saking senangnya
"kalo begitu aku akan segera menikah dengan mu"
"apa gk buru-buru?memang kau punya biaya yang cukup untuk pernikahan dan keperluan hidup nanti?"
"kau tenang saja, aku memiliki harta peninggalan yang tiada seorang pun tahu letak nya kecuali aku dan si penyihir baik hati,itu pasti cukup untuk keperluan hidup kita"
aku hanya mengangguk dan tersenyum padanya, iapun kembali memeluk ku
rasanya seperti keajaiban saja,setelah atas semua yang terjadi belakangan ini
~END~
terima kasih karena meluangkan waktunya untuk membaca cerpen ini
jika ada kritik dan saran, silahkan kalian tinggalkan di kolom komentar
#Romansa #Cinta #Drama #Fantasi #Keajaiban #Fiksi