"Kamu ngapain kemari ?" Anton menatap tajam ke arah Calista menahan emosi sesaat. Wanita itu memegang celana dalam wanita yang ditemukan di depan pintu masuk ruang kerjanya. Ruang kerjanya di sekat dengan rak buku semetara ada sofa dan meja kecil saat pintu kerja itu dibuka kemudian ada rak buku sebagai penyekat meja kerja dan ruang tamu kecil itu. Calista menahan emosi saat mendengar lenguhan panjang itu. Makanya dia memberanikan diri memanggilnya.
"Kau kan tunangan aku, apa aku tak boleh mampir ?" Calista mengernyitkan dahi ia sempat melirik ada kepala yang berbunyi di bawah meja kerjanya Anton.
"Lanjutkan saja. Ini miliknya kan ?" di jatuhkan barang laknat itu dari tangan kirinya dan diinjak oleh kakinya seraya melepaskan cincin tunangannya. "Kita putus saja. Aku sudah bosan dengan kebohongan kamu. Dan Kau !" Teriaknya.
Wanita itu langsung berdiri menatapnya dengan kepuasan dirinya merasa menang telah merebut Anton darinya. "Bersenang-senanglah ! Dan berikanlah penjelasan pada orang tuamu !" Katanya sambil tersenyum miring. Calista berbalik berjalan kemudian dia berhenti sesaat. " Sebelum keluar rapikan wajahmu yang berlepotan karena lipstik dan semoga saja beruntung. Karena orangtuanya akan mencoretnya dari daftar warisan jika bukan aku menantunya." Calista tertawa mengejek keluar dari ruangan itu.
"Sial ! Sial ! " Anton melupakan faktanya dia memporak-porandakan barang sekitar dia. wanita pasangan nya terjenkit terkejut melihatnya. Dia hanya dapat berdiri mematung.
Calista meracau berulangkali dia membeli minuman kaleng bir, entah sudah berapa kali dia menenggak miras itu. Dia duduk di bangku mobilnya menatap ke depan. Dia setengah sadar entah ada dimana dia tak menyadarinya.
Beberapa kali hubungan antara dia dengan lawan jenisnya selalu kandas. Mereka lebih memilih untuk melakukan hal itu sebelum pernikahan. Apa salahnya jika menyimpan itu dulu setelah pernikahan baru melakukan hubungan intim. Apa aku harus melakukannya juga ? Pikirnya meruntuki kebodohannya sendiri. "NONA ?" Sebuah suara bass lelaki tertangkap di telinga Calista. Wanita itu melihat seorang lelaki tampan dan bodi nya bagus. "Kau ? Ada apa ?" Tanya Calista linglung.
"Kau butuh bantuan ?" Tanyanya. "Ya aku ingin mempunyai suami saat ini juga. Dan aku ingin bercinta dengan pasangan ku itu apa aku salah ? Aku akan setia bersamanya! " Calista berkicau tak karuan. Lelaki itu hanya tersenyum. "Pindah ke samping mu aku bantu mengemudikan mobilnya. Ini mengganggu lalu lintas." Katanya sambil masuk dan Calista menurut. "Mhmm. Wangi tubuh mu aku suka." Bisiknya. Lelaki itu menoleh padanya. Cup.
Ciuman lembut mendarat di bibirnya sesaat mereka menikmatinya. Pria itu tak mengelak dan bahkan membalasnya dengan intens. Mereka saling melepaskan diri. "Kau menyukaiku ?" Tanyanya serak. "Asalkan kau langsung menikahi aku dan setia selamanya serta menjaga hubungan percintaan kita maka aku bersedia." Jawabnya menatap penuh hasrat pada pria itu. "Tapi aku menginginkan nya sekarang dan detik ini juga. Jika kau bersedia melayani aku sekarang. Aku pastikan kau langsung menjadikan mu istriku." Katanya sambil mengendus aromanya Calista. Wanita itu langsung melingkarkan tangannya ke lehernya. Dan disambut dengan seringai menggoda sang pria asing.
Mereka melakukan percintaan didalam mobil Calista. Dengan Calista di Kungkungan lelaki itu berulang kali. Calista menyambut ciumannya dan juga belaian pasangannya dengan semangat. Setelah puas dengan hasratnya lelaki itu menyetir mobilnya dengan kecepatan sedang menuju kediamannya. Disambut pelayan yang menunggunya. Calista tertidur pulas karena keletihan melayani permintaan lelaki itu. Tubuhnya hanya ditutupi selembar kain dan diletakkan di atas ranjang besar. "Kalian layani dia. Dia Nyonya disini ! Kenakan pakaian pengantinnya. Siapkan pestanya sekarang !" Titahnya kemudian diapun berlalu.
Calista di bersihkan tubuhnya, dua pelayan yang melakukan nya dan yang lainnya melakukan perintah tuannya. Mempersiapkan pesta pernikahan mereka.
Pesta mewah dengan adat tradisi negeri Arab. Mereka berjalan beriringan menuju ke tempat prosesinya dan melakukan ritualnya. Dia juga diperkenalkan oleh kerabatnya dan keluarga. Calista terharu melihat hiasan dan begitu juga sambutan hangat dari keluarganya suaminya. Ahmad Rifa'i entah apalagi nama belakangnya dia terlalu bahagia bersama suaminya. Dan seusai prosesinya pernikahan mereka masuk ke kamarnya. Kamar pengantin indah sekali hiasan dengan kelopak bunga berterbaran di ranjangnya. " I love you my husband." Mereka langsung menikmati surgawi hingga tak mengenal waktu.
Matanya menyipit saat mentari pagi mengintip disela-sela tirai kamar. Calista menoleh ke arah samping, Rifa'i masih tertidur pulas. Wajahnya yang tampan membuat dia menciumi bibirnya dan Hup. Ganti dia diserang sang suami. Kungkungan sang suami tak terelakkan lagi hanya mengikuti keinginannya untuk bercinta lagi dan lagi.
Braakkk. Suara pintu di dobrak dari luar. Calista terkejut dia bangkit dan mengenakan bathrob saja turun ke lantai dasar. "Ada apa ini ?" Tanyanya bingung. Ada orang tuanya dan orang tua Anton menatap tajam ke arahnya. "Kau kemana saja ? Ini sudah hampir sebulan penuh kau menghilang sayang." Seru ibunya. "Dan sejak kapan kau memperkerjakan seorang sekuriti di depan rumah ? Dan kapan kamu renovasi rumah ?" Cecar sang Ayah. Rifa'i turun dari lantai 2 duduk di sampingnya Ayahnya yang berdiri. Mereka tak melihatnya ? Batin Calista. Suamiku kasat mata ?
"Calista ? Kau mendengar kami ?" Seru Anton menatap Calista yang kebingungan. Melihat kondisinya. Eksterior rumah berubah menjadi bernuansa negeri Arab. Dan beberapa lukisan di antaranya dirinya dan Rifa'i ? Matanya membulat sempurna. " Ibu , Ayah aku sudah menikah dan lihatlah aku baik-baik saja. Jadi ku mohon mengerti tinggalkan aku. Aku sudah bahagia." Kata Calista.
"Siapa laki-laki itu ?" Tanya Anton menunjuk ke lukisannya. "Bukan urusanmu ! Pergilah ! Aku sudah tak ingin tahu lagi tentang kamu !" Usir nya. "Jadi benar kamu selingkuh terus nikah dengan lelaki itu ?" Cecar sang ibu.
"Apa dia tidak bilang ? Dia bercinta dengan muridnya di meja kerjanya di kampus ? Aku mendapatkan celana dalam wanita itu di depan pintu masuk ! O, ya aku punya vidionya. Mau lihat ?" Seringai liciknya Calista menatap Anton. "Calista." Anton mendesis menatapnya pucat. "Dasar tak tahu malu. Segera pertemukan kita Ayah ingin bertemu." Ayah Calista berlalu diikuti ibunya. Orangtuanya Anton menatap tajam ke Anton penuh kemarahan dan malu. Anton berlalu malu kedoknya terkuak. Rifa'i berjalan menuju Calista sambil berkata : "Kau bilang asalkan aku mencintaimu dan setia selamanya serta langsung memperistri mu maka kau menerimaku. Sayang". Diciumnya bibir Calista yang mematung. "Cintaku dari dunia lain. Oh luar biasa." Bisiknya sambil melingkarkan tangannya di leher sang suami. Lelaki itu tersenyum dan mengangkat tubuhnya naik ke atas. Calista bahagia bersama suaminya dan merasakan kenikmatan berkali-kali saat lelaki itu menyentuh nya. Dan dia tak pernah ditinggalkan sendirian. Sesuai keinginan Calista.