Namaku adalah Sinta, aku saat ini sedang duduk di bangku kelas 2 SMU harapan Nusa.
Aku termasuk anak pendiam dan juga pandai, teman teman ku memberiku julukan kutu buku, karena aku suka membaca buku dan berdiam diri di perpustakaan.
Aku memiliki banyak teman dan yang paling akrap dengan ku adalah Bani dan juga Suli, mereka adalah sahabat yang paling baik bagi ku.
Pagi itu aku merasa seperti sedang sesuatu yang akan terjadi entah apa, perasaan ku sangat tidak tenang dan juga sangat gelisah.
"Kenapa sih Sin dari pagi kamu seperti orang yang sedang kehilangan sesuatu." tanya Bani pada ku saat kami bertiga sedang menikmati makan siang di kantin sekolah.
"Tak apa Ban, hanya merasa sedikit lelah saja." jawabku yang sebenarnya aku juga tak tau kenapa dengan ku.
Malam itu aku mimpi bertemu seseorang, namun saat aku dekati ternyata bukan orang melainkan seekor serigala yang gagah.
Ku lihat dia menatap ku, dengan rasa takut aku melangkah mundur dengan perlahan agar tak membuat kecurigaan.
Saat aku berpaling dan berlari dengan cepat seolah aku sedang berlari ditempat dan terjatuh.
"Hah, ternyata cuma mimpi. Tapi kenapa aku selalu mimpi yang sama bertemu dengan seekor serigala." gumam ku yang merasa aneh.
Ku buka jendela kamar ku dan ku rasakan angin pagi menerpa membelai wajah ku, ku hirup aroma tanah yang segar karna terguyur hujan semalam.
"Sinta kemarilah, kita kedatangan anggota baru lagi." teriak ibu ku dari lantai bawah dan saat aku datang ibu sedang memperkenalkan aku pada seorang pemuda yang bisa dibilang sangat tampan dan juga gagah.
"Dia adalah Sinta putri saya satu satunya." ucap ibu ku pada pemuda itu.
"Iya halo Sinta aku adalah Ryan yang akan ngekos di rumah ini." ucapnya memperkenalkan diri pada ku.
Ryan adalah seorang mahasiswa, dan ku lihat banyak sekali temannya mulai dari pria dan wanita. Dan ku lihat dari para wanita itu seperti sedang mencari perhatian Ryan.
"Pagi Sinta, sedang apa kok bengong nanti kesambet loh." tegur Ryan pada ku yang sedang menikmati udara pagi dengan duduk dibawah pohon.
"Ah, mas Ryan pagi." jawab ku dengan senyum sopan karena dia lebih tua dari ku.
"Kok sendirian saja sih, teman temannya mana nih." tanyanya lagi.
"Mereka lagi jalan jalan bersama menghabiskan akhir pekan." jawab ku ringan dan memainkan hanpon ku lagi.
"Loh, kenapa kamu gak ikutan?"
"Gak lah mas, aku gak mau jadi obat nyamuk." jawabku sambil terbahak
"Oh mereka pacaran? Kalo Sinta pacarnya siapa?"
"Sinta pacarnya ada di dunia mimpi mas gak bisa dikenalkan." jawab ku sambil nyengir.
"Memang siapa kok ada di dunia mimpi."
"Em..! pangeran serigala." jawab ku asal, dan itu membuat mas Ryan terkekeh.
"Usia mu berapa Sinta?" tanyanya setelah selesai tertawa.
"Apa an setelah mentertawakan aku tanya usia." jawab ku ketus karna aku kesal ditertawakan.
"Tidak aku hanya ingin memastikannya saja."
"17 tahun sebulan lagi." jawab ku dan ku lirik mas Ryan tersenyum.
"Baguslah sebulan lagi aku bisa menandai kamu." ucap mas Ryan misterius yang membuat aku bertanya heran.
Tepat 1 bulan semua teman teman ku di sekolah memberiku ucapan selamat dan juga merayakan ulang tahun ku.
"Selamat ya Sin, semoga makin cantik dan juga makin pintar ya. Jadi aku bisa terus nyontek." ucap Suli yang juga diacungi jempol oleh Bani.
"Kalian benar benar ya." jawab ku sambil mencubit Suli juga Bani.
"Sayang selamat ulang tahun ya, maaf ibu tak bisa memberi mu pesta dan hanya kue kecil yang ibu bawah." ucap ibu ku saat beliau datang dari kerja.
"Tidak apa apa Bu, ini sudah lebih dari cukup bagi ku." aku memeluk ibu ku dan merayakan ulang tahun berdua.
"Ehm." aku terbangun di sebuah hutan.
"Kamu sudah datang sayang?" ucap seseorang dari arah belakang, dan saat aku menoleh betapa terkejutnya aku ternyata orang itu adalah mas Ryan.
"Eh, mas Ryan. Apa mas Ryan tau ini dimana? Perasaan tadi Sinta tidur setelah merayakan ulang tahun bersama dengan ibu." ucap ku berjalan mendekati mas Ryan berdiri tak jauh dari ku.
"Tau, ini adalah wilayah istanaku. Ayo ikut aku." mas Ryan menggandeng tangan ku dan membawaku berjalan melewati hutan bambu hingga sampai di sebuah istana yang sangat megah.
"Selamat datang di istana permaisuri ku." ucap mas Ryan padaku dan mengecup tanganku, seketika itu membuat jantungku berdegup.
"Apa? Tu tunggu dulu." ucap ku Manahan tubuh mas Ryan yang melangkah dan berdiri semakin dekat dengan ku.
"Bagaimana bisa seorang pemuda yang super tampan dan juga gagah memanggilku permaisuri, bukankah itu artinya aku adalah istrinya.?" aku bergumam dalam hati menatap mas Ryan yang juga menatapku dengan tatapan penuh kasih sayang serta senyuman yang sangat manis.
"Apa kamu masih ingat dengan serigala yang dulu kamu temukan hampir mati karena kelaparan dan kedinginan, lalu kamu membagikan makananmu padanya dan juga memeluknya?" ucap mas Ryan dengan mentap mataku.
Mas Ryan menarik tanganku dan membawah ku duduk di sofa lalu menunjukkan sebuah gambar serigala yang bisa ku kenali.
"Tapi itu kejadian yang sudah lama sekali, saat usia ku batu 7 tahun" ucap ku melihat foto itu dengan tersenyum.
"Mungkin kerinduan ku pada serigala ini lah yang membuat ku sering bermimpi seekor serigala setiap malam" gumam ku dalam hati.
"Itu adalah aku dan sejak saat itu aku berjanji akan menjadikan mu sebagai permaisuri ku untuk selamanya. Karena bagi serigala pasangannya hanya 1 dan akan setia hingga ajal memisahkan." jelas mas Ryan pada ku.
"Jadi mas Ryan adalah...?"
"Ya aku manusia serigala, milik mu."
"Aku sudah menunggu selama 10 tahuan untuk pertemuan ini, bolehkan aku memberimu tanda sebagai milik ku dan kekasih ku serata sebagai pengendali diriku? Karena aku sangat mencintai mu Sinta, dan aku tak bisa kehilangan dirimu." ucap mas Ryan yang lagi lagi dengan tatapan mata penuh kasih sayang.
"Tentu." jawab ku tanpa ragu yang sebenarnya aku juga sudah menyukainya sejak dia datang pertama kali ke rumah sebagai penyewa.
Mas Ryan langsung menggendong ku dan membawaku ke sebuah kamar yang sangat besar dan juga mewah.
"Aku mencintai mu dan sangat menyayangi mu Sinta." ucap mas Ryan yang langsung memelukku dengan erat dan mencium bibirku dengan sangat lembut dan juga dalam.
Sentuhan yang dilakukan oleh mas Ryan belum pernah aku rasakan sebelumya, jantungku berdebar debat dengan sangat kencang hingga rasanya mau copot.
"Aku akan melakukannya di dunia nyata saat ibumu telah memberikan restunya pada kita. Dan aku akan langsung melamar mu sebagai istriku begitu kamu lulus sekolah, sekarang kau adalah kekasih ku." ucap mas Ryan setelah dia memberikan tanda pada ku.
Keesokan paginya aku terbangun dengan seseorang yang tidur disebelah ku dengan memeluk tubuh ku.
"Selamat pagi sayang ku." ucap mas Ryan sembari mengecup kening ku.
"Pa pagi." jawab ku malu dengan wajah ku tundukkan.
"Sinta." panggil mas Ryan dengan sura merdunya.
Cup
Mas Ryan mencium bibirku serta bermain disana dengan lembut serta memberikan tanda merah di bahu ku yang menunjukkan bahwa aku adalah miliknya dan mulai sekarang aku telah menjadi wanita milik mas Ryan pangeran serigala ku.