Ruby baru saja pindah dari desa ke kota karena pekerjaan yang baru saja ia terima dan tinggal di sebuah apartemen yang sederhana. tidak sengaja Ruby menabrak seorang pria yang tinggal di sebelahnya. Saat Ruby berjalan di lorong apartemen
" Maafkan aku, aku tidak sengaja." Ucap Ruby sambil membukukan badan.
Saat Ruby melihat wajah pria yang ada dihadapan nya Ruby melihatnya tanpa berkedip. " Ya Tuhan, pria ini begitu Tampan dan sempurna lihat lah wajah nya begitu putih pucat dan bersih, bibirnya begitu indah." gumam Ruby dalam hati.
" Ia tidak apa-apa, apa kau baru di sini? Sepertinya aku tidak pernah melihatmu." tanya pria yang bernama David sambil tersenyum menatap Ruby.
" Ia, aku baru saja pindah dan tinggal di apartemen nomor 321." Ucap Ruby sambil tersenyum.
" Berarti kamu tetangga ku. aku tinggal di sebelah mu, kenalkan aku David." Ucap David sambil mengulurkan tangannya.
" Aku Ruby, salam kenal." ucap Ruby sambil membalas uluran tangan David.
" Aku permisi duluan ya, aku ingin ke supermarket ada yang harus ku beli. Bolehkah aku mengundangmu untuk makan malam di apartemen ku, anggap saja salam perkenalan apa lagi kita tetangga." Kata Ruby sambil berharap.
" Tentu saja boleh, tetapi aku tidak bisa memakan makanan yang ada bawang putihnya karena aku ada alergi dengan bawang putih." Ucap David memberi tahu.
Mendengar itu Ruby terkekeh menganggap ucapan David tadi lucu " Kau seperti vampir saja tidak suka dengan bawang putih. Aku hanya bercanda jangan kau ambil ke hati ya, baiklah aku akan memasak tanpa bawang putih, kalau acaranya besok kau bisa?" Ucap Ruby bertanya sambil melihat wajah pucat David yang ada di hadapan nya.
" Aku bisa." jawab David singkat.
" Jadi acaranya besok malam ya, di apartemen ku. kalau begitu aku permisi dulu," pamit Ruby setelah mendapatkan anggukkan kepala oleh David.
Ruby melangkah menjauh, tetapi David masih saja menatap punggung Ruby yang sudah menjauh itu sampai Ruby tidak terlihat oleh mata David. barulah David pergi menuju apartemennya yang tinggal beberapa langkah lagi.
malam hari Ruby terbangun dari tidurnya karena udara yang masuk dari jendela kamar yang terbuka membuatnya merasa dingin." bukannya aku sudah menutupnya dengan rapat jendela ini, apakah kuncinya rusak," gumam Ruby seorang diri.
tanpa Ruby sadari ada sepasang mata yang memperhatikan nya di dekat pintu yang bercahaya redup itu.
***
Akhirnya makan malam yang ditunggu Ruby pun tiba. Ruby sudah menghidangkan menu makanan yang sangat banyak tanpa ada bawang putih di dalam nya.
Ini pertama kalinya Ruby masak tanpa bawang putih rasanya seperti ada yang kurang di mulutnya. Tetapi karena David tidak bisa memakan bawang putih, Ruby pun membiarkan nya toh dia tidak setiap hari memasak tanpa bawang putih.
Suara bel pintu berbunyi, Ruby yakin bahwa itu pasti David karena Ruby tidak ada janji dengan yang lain. Dibukakan nya pintu oleh Ruby. Saat Ruby membuka pintu ia malah Terdiam " tampan sekali pria ini, bolehkah dia menjadi milikku," gumam Ruby di depan pintu. Sampai suara lembut David terdengar Ruby baru tersadar dari lamunannya.
" Bolehkah aku masuk, dari tadi kau tidak membuka pintunya dengan lebar." Ucap David yang membuat Ruby terbata-bata menjawabnya.
"I…i…iya si…silahkan masuk," jawab Ruby sambil menggaruk rambutnya yang tidak gatal.
David pun masuk yang diikuti Ruby yang berjalan di belakang. " Waaah...apa kau yang masak semua ini," ucap David yang melihat banyak makanan di atas meja makan.
" Ia, ini semua masakan ku, kau boleh mencobanya karena aku memasak tanpa bawang putih." Jawab Ruby sambil duduk di kursi makan yang diikuti David.
" Baiklah, aku akan mencoba nya. karena sudah lama aku tidak makan dengan lauk sebanyak ini," kata David dengan wajah berbinar senang.
Ruby yang mendengar itu senang dan memberikan lauk yang ada di atas meja ke piring David. " Silahkan dinikmati." Ucap Ruby dengan senyum manis di wajahnya.
David yang mendengar itu hanya menganggukkan kepalanya saja. David makan dengan wajah berbinar seperti orang yang baru pertama kali mencoba masakan itu.
" Masakan mu sungguh enak sekali Ruby. bolehkah aku mencicipi ini Semua." tanya David sambil melihat wajah Ruby yang tersenyum malu, sebab masakannya di puji David.
" Kau boleh menghabiskannya karena aku memasak memang untuk kamu," Jawab Ruby dengan nada yang lembut dan selalu terlihat tersenyum.
" terima kasih Ruby, kau sungguh baik sekali," ucap David sambil mengambil lauk yang ada di hadapannya.
Setelah selesai makan malam. Ruby mengantar David untuk menuju pintu apartemen Ruby, hal Yang tidak terduga keluar dari mulut David.
" Apakah kau mau menjadi kekasih ku?" tanya David di depan pintu Ruby sebelum David pergi.
Ruby yang mendengar itu hanya terdiam untuk mencerna ucapan David tadi. " Apakah barusan dia menembakku." gumam Ruby dalam hati. Yang masih terdiam di depan pintunya.
" Ia, aku menembak mu untuk jadi kekasih ku. kau mau kan jadi kekasih ku sepertinya kita akan cocok," kata David seperti mendengar isi hati Ruby.
Ruby yang mendengar itu jadi kaget. " Apakah dia bisa membaca pikiran ku." gumam Ruby lagi.
" Gimana kau mau, dari pertama kita bertemu kau selalu mengagumi ku?" tanya David lagi sambil tersenyum menatap Ruby yang ada di depannya.
Dibalas dengan anggukan kepala oleh Ruby, tanpa sepatah kata pun karena Ruby begitu kaget dengan ucapan David.
Setelah itu hal yang tidak terduga terjadi. David mengeluarkan taring lancipnya dan langsung menerkam Ruby tepat di lehernya menandakan Ruby sudah menjadi miliknya seutuhnya tidak ada yang boleh memilikinya.
" Kau sudah menjadi milik ku Ruby, aku sudah menanti mu sejak lama."