Ketika Marsha bangun sudah tidak mendapati apa yang menggangunya tadi malam.
*Flasback tadi malam*
Ketika Marsha membuka pintu kamar mandi, setelah selesai membersihkan tubuhnya. Dia dikejutkan dengan seseorang.
Orang itu memiliki wajah pucat, Bibir membiru agak keungguan dan mata yang sayu, Tapi ada yang berbeda dengan orang itu, Dia mengenal orang itu, Dia Jeremy.
Ya Jeremy pacarnya yang sangat iya cintai berada dikamarnya dan bagaimana bisa Jeremy masuk, Tidak mungkin kan lewat depan.
Yang ada Jeremy akan diusir oleh security yang menjaga gerbang, Karena sudah malam.
"Sayang! sedang apa kau disini? bagaimana kau bisa masuk ke kamarku?". Marsha bertanya kepada Jeremy, tetapi Jeremy hanya tersenyum dan melambaikan tangannya.
Seketika Jeremy menghilang dari sana.
Sontak saja Marsha terkejut, Apakah dia sedang berhalusinasi, tapi tidak mungkin jika dia sedang berhalusinasi.
Masih dalam keterkejutanya Marsha berjalan kearah meja rias untuk memakai krim malam dan setelah selesai dia bergegas naik ke tempat tidur untuk tidur.
*Flasback off*.
Marsha pun bergegas menuju kamar mandi untuk mandi.
Setelah itu dia berpakaian, hanya kaos oblong dan celana jeans tidak lupa sepatu kets.
Dia berencana akan bertemu dengan Jeremy hari ini untuk memastikan yang dia alami tadi malam, apakah itu halusinasinya atau bukan.
❤❤❤❤❤.
Disini Marsha berada, di taman tempat Jeremy biasanya bersantai jika sedang lelah akan tugas tugas kampus.
Dari jauh Marsha sudah melihat punggung Jeremy, Marsha mendekat dan duduk disamping Jeremy.
"Hayy sayang". Sapa Marsha kepada Jeremy.
"Hay juga sayang". Balas Jeremy.
"Ada yang ingin kutanyakan kepadamu, ini tentang aku yang tadi malam melihatmu di dalam kamarku, tapi aku berpikir bahwa kamu tidak mungkung berada disana, karena sudah malam dan security pasti sudah menutup gerbang rumah ku".Marsha berbicara panjang, menceritakan tentang apa yang di alaminya tadi malam.
"Oohhh ya?." Seru Jeremy.
"Bagaimana Jika kamu tidak berhalusinasi dan itu teryata nyata". Tanya Jeremy.
"Tidak mungkin sayang!..Yang ku lihat itu dia berwajah pucat bibir membiru dengan keungguan dan tatapan mata yang sayu, seperti menyiratkan kesedihan, Tidak mungkin dirimu". Bantah Marsh sambil menatap Jeremy.
"Ya itu tidak mungkin". Seru Jeremy sambil tersenyum kearah Marsha.
Mereka pun mengobrol dengan riang di taman itu, Suara canda dan tawa menghiasi obrolan mereka. Sampai menjelas siang mereka berjalan jalan di sekitar taman, sesekali Jeremy memetikkan bungan dan memasangkan di telinga Marsha.
Menjelang malam mereka dudk dipinggir jalan, Mereka sama sama terdiam sampai pada saat Jeremy berbicara ingin mengatakan sesuatu kepada Marsha.
"Sayang apakah kau mencintaiku?...". Tanya Jeremy tampa mengalihkan tatapnya yang melihat matahari terbenam didepanya.
"Mengapa kau bertanya itu!.. Tentu saja aku mencintaimu. Cinta kita akan abadi bersama sampai kita tua nantk dan walaupun maut memisahkan kita, Cinta itu akan tetap ada di dalam hati ku dan hatimu". Seru Marsha menatap Jeremy yangvada disampinhnya.
Jeremy pun menatap balik tatapan Marsha dan tersenyum.
"Ya, kau benar, Cinta kita tidak akan hilang walau maut memisahkan kita, sampai kapan pun rasa itu akan ada di hati kita". Balas Jeremy.
"Ya kau benar". Seru Marsha membenarkan ucapan Jeremy.
"tapi bagaimana jika sekarang kita sudah berbeda!! ... Kau dan aku berbeda". Timpal Jeremy.
Apa maksudmu sayang?..." Tanya Marsha, karena binggung akan ucapan Jeremy.
"Kita berbeda sayang, Ada yang menghalangi kita bersatu, walaupun kita memaksanya sekuat tenaga, tapi tidak akan Bisa". Seru Jeremy dengan tatapan sendunya.
"Aku tidak mengerti yang kau katakan sayang, Apa yang kau maksud dengan berbeda, Kita sama tidak ada yang berbeda diantara kita". Ucap Marsha membantah ucapan Jeremy.
"Kita sudah berbeda, Kau disini di bumi dan aku disana di atas sana". Tunjuk Jeremy ke atas langit.
"kita sudah berbeda, tidak akan bersama lagi sekarang, hanya dikeabadian kita dapat bersama lagi, selamanya". Sambung Jeremy.
"Ap Apa maksudmu Jeremy!! kita itu sama, kita tinggal di bumi tidak ada yang membedakan kita, kecuali kita sudah meninggal, Itu baru di katakan berbeda, Dunianya berbeda". Ucap Marsha dengan marah disertai dengan lelehan air mata. Entah kenapa mendengar ucapan Jeremy membuat Marsha sedih.
"Jika aku mengatakan aku sudah tidak ada didunia ini apakah kau percaya kepadaku". Ucap Jeremy masih dengan menatap Marsha yang marah kepadanya.
"Tidak!! kau sedang bercanda kan sayang, tidak mungkin kau sudah tiada, jika memang itu teejadi, tidak mungkin kau disini bersamaku, menikmati kebersamaan kita". Marsha beeucap dengan air mata yang meleleh, tidak tau mengapa tiba tiba dadanya sesak.
"Kita sudah berbeda sayang". Seru Jeremy.
"Maaf jika aku baru mengatakannya sekarang, Aku akan menceritakan apa yang terjadi padaku". Ucap Jeremy, menuntun Marsha agar duduk disampingnya dengan bersandarkan bahunya dan tangan Marsha melingkar di pinggang Jeremy.
*Flasback Kisah Jeremy*
Malam itu ketika Jeremy hendak menaiki motornya yang berada di parkiran kampus untuk pulang, setelah dia masuk matkul malam.
Dia di hadang oleh beberapa orang yang tidak dikenalnya dan berpakaian serba hitam.
Beberapa orang itu menarik Jeremy, Jeremy sempat melawan tetapi tenaganya tidak kuat sebab tangan serta tubuhnya di pegang erat oleh orang orang itu.
Jeremy di bawa kegudang belakang kampus dan di masukkan kedalamnya.
Jeremy ingin berlari dari sana tetapi orang orang itu tetap menahanya dan mendudukkanya disebuah kursi.
Setelah itu Jeremy di ikat dan mulutnya disumpal dengan kain.
Tidak lama kemudian ada seseorang yang masuk kesana dan duduk di kursi yang telah disedian oleh salah satu orang itu.
"Hayy... apakah kau measih mengigatku Jer". Ucap orang itu.
Jeremy mengenal orang itu bahkan sangat akrab.
.
Ya dia Roy sepupu Jeremy yang berkuliah juga dikampus yang Jeremy tempati.
"Apakah kau terkejut melihatku Jer?.. oohh tentu saja kau terkejut..Hahaha". Tawa Roy mengelegar memenuhi ruangan itu.
Sedangkan Jeremy yang tidak mampu mengeluarkan suaranya dan tidak bisa berbuat apa apa hanya mampu mengerakkan badannya.
"Kau pasti beetanya tanya mengapa aku membuatmu seperti ini". Seru Roy kepada Jeremy.
"Apa kau tau, dari dulu aku sudah menyukai Marsha dan diam diam mengirimkannya buket bunga tiap hari sebagai tanda aku menyukainnya, tapi mengapa kau datang dan mengambil Marsha dariku hahh!!!..". Ucap Roy emosi kepada Jeremy.
Jeremy hanya mampu terdiam dan mendengarkan semua isi hati Roy.
Roy berjalan kearah Jeremy dan mengarahkan tangannya kearah leher Jeremy.
Roy mencekik Jeremy sampai sampai Jeremy meringgis.
"Jika aku tidak Bisa memilikinya kau pun juga tidak akan memilikinya Jer". Ucap Roy semakin mencekik Jeremy.
"Apakah ada kata terakhirmu Sepupuku yang tampan".Sambung Roy dengan menarik sumpalan yang menutupi mulut Jeremy.
"Ak Aku ingin, Jika aku tiada kau menyayangi Marsha dengan sepenuh hatimu, Se seperti aku yang menyayanginnya". Ucap Jeremy dengan tesengal sengal.
"Hanya itu, akan ku kabulkan, dan akan lebih besar rasa sayangku dari pada kau".Seru Roy dan semakin mencekik Jeremy.
Jeremy dengan perlahan menutup matanya dan menyematkan senyuman dibibirnya dan hembusan nafasnya peelahan lahan menghilang.
*Flasback off*.
Marsha yang mendengar cerita Jeremy, tidak dapat membendung air matanya dia semakin menagis dan tangan yang ada di pinggang Jeremy semakin dia eratkan pelukanya.
Marsha tidak percaya akan hal yang terjadi dengan kekasih hatinya itu.
"Kau sedang bercanda kan Jer, ini tidak mungkin terjadi, ini pasti hanya kebohongan yang kau buat". Ucap Marsha terisak di bahu Jeremy.
"Aku tidak bohong sayang, ini semua nyata, apa yang kau lihat dikamarmu itu nyata". ucap Jeremy dengan membalas pelukan Marsha.
"Sudah waktunya aku kembali ketempatku, Aku berharap kau disini bahagia tampa diriku, aku akan selalu memantaumu dari sana". Seru Jeremy dengan membisikkan kata itu ke telingga Marsha dan mengeratkan pelukannya.
"Jika kau rindu denganku, sebut namaku dihatimu, itu akan tersambung denganku, apa kau paham sayang". Ucap Jeremy lagi.
Sedangkan Marsha tidak mampu lagi berkata kata.
"Aku mencintaimu, dan akan selalu begitu". Ucap Jeremy.
"I LOVE YOU DARLING, MARSHA KU ". Bisik Jeremy dan dengan perlahan menghilang dari sana.
Marsha masih terisak, Tidak mampu berkata kata lagi, dia tidak menyangka akan seperti ini akhir kisah mereka, yang berakhir cinta sehidup semati.
"Aku juga mencintaimu MY BOY, dan akan selalu seperti itu".Lirihnya.
TAMATTT😁😁
jika kalian suka dengan cerpen ini, jangan lupa tinggalkan jejak ya ,dengan ❤ dan comennya.
Love You All❤❤