Aku bernama Merry, usia ku baru 17 tahun.
Aku adalah salah seorang siswa salah satu SMA favorite di Amerika. Teman-temanku biasa memanggilku dengan sebutan "bisu".
"Ya, aku memang anak yang pendiam." Aku jarang berbicara dengan orang lain terutama orang asing.
Di sekolah aku hanya punya seorang teman bernama Carly. Dia adalah sahabat ku dari aku kecil. Dia yang selalu ada saat aku susah maupun senang.
Pada suatu ketika, kami kedatangan murid baru yang merupakan siswa pindahan dari Itali.
Namanya adalah Sebastian.Pemuda yang sangat tertutup dan juga mesterius, tidak ada yang tahu seperti apa asal-usulnya. Tapi memang aku akui memang dia adalah pemuda yang sangan tampan, saking tampan nya sampai-sampai semua siswa perempuan di sekolah kami sangat tergila-gila padanya.
Siang itu aku dan juga Carly sedang istirahat makan di kantin. Siapa sangka, si pemuda misteris itu datang dan ikut makan bersama di meja kami.
"hah!!" Carly membulatkan matanya lebar karna terkejut, tidak percaya apa yang di lihatnya.
Pemuda misterius yang baru pindah satu minggu yang lalu duduk dan makan bersamanya. Bagaikan mimpi yang jadi kenyataan, itulah yang di pikirkan Carly.
Sorot mata tidak suka tergurat di wajah seluruh siswa perempuan yang ada di kantin pada saat itu.
Mereka semua berpikir selama ini mereka berusaha sangat keras untuk menarik perhatian Sebastian tapi tidak pernah di hiraukan. Tapi Sebastian malah makan dan duduk bersama kami berdua, si bisu dan juga temannya yang sama payahnya.
"Jangan hiraukan mereka!" Sebastian membuka percakapan. "Bagaimana kami bisa tenang jika tatapan mereka semua sangat mengerikan seperti itu!?" jawab Carly menimpali.
Sebastian hanya tersenyum tipis melihat reaksi Carly.
"Siapa namamu?" tanya Sebastian padaku.
"Namaku Merry." "Ahhh.. Merry, nama yang bagus."
Senang berkenalan denganmu, Merry. "Ah ya, kenalkan namaku Carly." Carly langsung menyerobot dan memperkenalkan namanya pada pemuda tampan itu.
"Senang juga berkenalan denganmu Carly." Sebastian tersenyum tipis.
Hari-hari berlalu seperti biasa, banyak PR yang di berikan oleh guru karena sudah mendekati ujian semester. Semua murid pun sibuk dengan pelajaran dan fokus pada ujian nanti.
Hari ujian tiba..
Seluruh siswa memberikan jawaban terbaik mereka dalam ujian mereka. Mereka tidak ingin gagal dalam ujian yang sudah mereka persiapkan sejak lama.
Hari pengumuman hasil ujian yang sangat di nantikan telah tiba. Semua siswa lulus dalam ujian semester kali ini dengan hasil yang sangat memuaskan.
Dan satu hal yang paling di tunggu-tunggu adalah pengumuman jadwal libur mereka. Mereka dapat libur satu minggu untuk menenangkan pikiran mereka setelah mereka bekerja sangat keras demi ujian ini.
"Liburan kali ini pasti akan sangat membosankan, Carly akan pergi ke rumah kakek nya untuk berlibur."
"Hanya tinggal aku sendiri disini." Merry memasang wajah murung ketika dia memikirkan bahwa dia akan sendirian di liburan kali ini karena sahabat baik nya sedah berlibur ke rumah kakek nya.
Tapi tanpa di duga, liburan kali ini malah menjadi liburan paling berarti bagi Merry. Karena ada sebastian yang menemaninya selama liburan. Merry sama sekali tidak pernah menduga bahwa Sebastian akan menjadi temannya di liburan kali ini.
"Hai, Merry!" Sebastian menyunggingkan senyum manis yang membuat jantung Merry berdegup tidak karuan.
"Ha-hai!" "Sedang apa kamu ada di sini?" Merry spontan bertanya pada Sebastian.
"Aku hanya kebetulan lewat saja, kamu sendiri sedang apa di sini?" Sebastian yang berpura-pura tidak tahu padahal dia sudah tahu bahwa itu adalah rumah Merry. Selama ini Sebastian sudah mengikuti Merry dan mencari tahu soal Merry.Dan ntah kenapa Sebastian merasa bahwa dia sangat tertarik dengan Merry dan ingin melindunginya dari bahaya juga ingin selalu ada di dekatnya.
"Ini adalah rumahku." jawab Merry. Merry tidak tahu bahwa Sebastian sebenarnya sudah tahu kalau itu rumah Merry.
"Oh, kebetulan sekali ya, rumahku juga ada di sekitar sini." sambil tersenyum. "Oh, benarkah? Apa kamu tidak pergi berlibur?" tanya Merry.
"Ah,soal itu aku juga tidak tahu harus berlibur kemana karena aku tidak memiliki teman di sini." Sebastian menjawab dengan polosnya.
"Kamu sendiri kenapa tidak pergi berlibur?"
"Hmm, Carly sedang dirumah kakek nya jadi aku tidak punya teman untuk berlibur." menjawab dengan raut kecewa. "Bagaimana kalau kita pergi ke taman bermain saja? Apa kamu mau jadi teman liburanku, Merry?"
"Hah,,,!!" Merry terkejut mendengar perkataan Sebastain. Lalu dengan gugup Merry menjawab, "ya, aku mau." Sebastian memegang tangan Merry dan menariknya untuk segera pergi. "Tunggu, aku mau ambil tas ku dulu di dalam sebentar." Merry yang sangat gugup pun masuk ke dalam untuk mengambil tas nya dan segera keluar menemui Sebastian.
Setelah sampai di taman bermain Merry merasa sangat senang karena dia sudah lama tidak pergi ke taman bermain seperti ini. Apalagi saat ini dia sedang di temani oleh pemuda yang sangat tampan.
"Kita akan bermain wahana yang mana, Merry?" Sebastian menggenggam tangan Merry. Merry yang sangat gugup hanya diam membisu memandangi wajah tampan itu, jantungnya berdebar hebat dan membuat pipinya memerah.
"Merry, kamu tidak apa-apa kan? Apa kamu sakit?" Sebastian jadi cemas saat Merry terdiam mematung di hadapannya. "Ah,ya. Aku tidak apa-apa, terserah kamu saja kita mau naik wahana yang mana!" Pipi Merry memerah karena malu.
Mereka pun memulai perjalanan taman bermain mereka dari bermain komidi putar, memasuki rumah hantu dan yang yang terakhir mereka menaiki kincir ria.
Pada saat sampai di puncak kincir ria, mereka melihat pemandangan yang sangat indah pada malam itu.
Sebastian dengan cepat berpindah tempat duduk dekat dengan Merry.
Sebastian menggenggam tangan Merry dan menatap mata gadis itu dengan penuh kasih sayang.
Pemuda itu mengatakan pada Merry bahwa dia ingin memberi tahu Merry sebuah rahasia tentang dirinya.
"Merry, ada yang ingin aku beritahu sebuah rahasia tentang diriku yang sebenarnya." Sebastian sedikit gugup untuk mengungkapkan nya.
"Apa itu? Katakan saja Sebastian aku akan mendengarnya." "Tapi kamu janji jangan kaget dan kamu jangan takut padaku!" Merry menjadi penasaran dan jantungnya berdegup kencang, ada rasa takut tapi dia juga penasaran. "Ya, aku tidak akan kaget dan tidak akan takut."
"Baiklah. Merry sebenarnya aku adalah seorang Vampire." "hah...!!!!!" Merry terdiam mematung menatap pemuda itu saking terkejutnya.
Sebastian pun panik karena melihat Merry begitu terkejut mendengar ucapannya barusan.
"Merry..Merry.., kamu tidak apa-apa kan?" Sebastian memegang pipi Merry dengan lembut.
Merry kembali tersadar dan berkata "Apa kamu sedang bercanda? Apa kamu ingin menakuti ku Sebastian?" Merry menggertak pemuda itu.
"Tidak, aku tidak sedang bercanda Merry. Aku memang seorang Vampire, tapi kamu jangan takut padaku aku tidak akan menyakitimu. justru aku merasa sebaliknya, aku merasa sangat ingin melindungimu dan selalu ingin ada di dekat mu. Aku mencintaimu, Merry!"
Sebastian menyentuh pipi Merry dan memandang matanya dengan penuh kasih sayang.
Jantung Merry berdebar hebat, bagaimana bisa pemuda setampan ini bisa jatuh cinta dengannya. Merry masih tidak percaya, tapi kenyataan yang ada di depannya tidak bisa berbohong.
"Apa kamu benar-benar mencintaiku?" tanya Merry canggung. "Ya, sejak pertama kali aku melihatmu aku sudah menyukai mu dan semakin lama aku melihatmu aku semakin jatuh cinta padamu,Merry!"
"Apakah kamu mau menjadi pacarku dan hidup bersamaku seumur hidupmu nanti?" Merry terkejut dengan apa yang di katakan Sebastian barusan. Tapi gadis itu merasa sangat bahagia bahwa ada seseorang yang begitu mencintainya.
"Ya, aku mau. Asalkan kamu janji tidak akan pernah menyakitiku dan tidak akan pernah meninggalkan aku!" "Aku janji padamu, Merry." Sebastian memeluk Merry dengan erat dan mencium bibir Merry dengan lembut. Malam itu menjadi liburan sekaligus malam paling bahagia di hidup Merry. Karena dia menemukan seseorang yang sangat mencintainya dan sekaligus tempat sandaran baginya.