Bagaimana jika aku dikejutkan oleh pertemuan uang 200 Miliar, waw banget....
___
"Jeni, sepertinya koper ini keramat" ucap Yudi.
Jeni menganggukkan kepalanya, ia setuju dengan ucapan Yudi, saudaranya.
"bagaimana kalau semisalnya isinya uang? apakah itu bagus, Jen? " tanya Yudi.
"malah sangat bagus, di, aku juga mau kaya. bosan rasanya tidak bisa menikmati kekayaan instan, iya bukan? " tanya balik Jeni.
Jeni dan Yudi membuka koper tersebut, mereka terkejut melihat koper tersebut. Benar tebakan Yudi, bahwa isi koper tersebut adalah uang.
"Jen, tebakan ku benar, ahahahaha! " girang Yudi.
"wahh, mantap sekali yud, ayo kita bawa pulang, gak usah lapor ke kepolisian" ucap Jeni.
"ck, siapa juga mau, yang ada seluruh uang ini bukan untuk kita, tapi untuk anggota mereka sendiri" ucap Yudi.
mereka kemudian dengan hati hati membawa koper berisi uang tersebut, memang belum tau nilai nominalnya, tetapi akan mereka hitung jika sudah sampai di rumah.
___
sesampainya di rumah, mereka mulai menghitung uang yang ada di koper tersebut, mereka terkejut ketika menghitung semua nominal uang tersebut.
"gila Jen, gila! " ucap Yudi.
"apa apaan kau bilang aku gila, kau yang gila! " kesal Jeni.
"sensi sekali, bukan kau yang kubilang, tapi uang ini, sumpah gila banget... "
"gak jelas, maksudmu itu apa sih? " tanya Jeni.
"kau tau nominal semua uang ini, Jeni? " tanya Yudi.
Jeni menggeleng kepalanya, ia tidak sempat menghitung, karena sibuk melihat tumpukan tumpukan uang tersebut di kumpulkan menjadi satu oleh Yudi.
"berapa? " tanya Jeni.
Yudi berbicara isyarat, ia membentuk huruf V, yang jika dilihat dari angka berarti itu dua.
"dua? dua apa? " tanya Jeni.
"200 miliar, Jen, 200 miliar! " girang Yudi.
Jeni terkejut mendengar pernyataan Yudi, mereka bersorak kegirangan, karena mereka kali ini bisa disebut Aji mumpung.
___
setelah lamanya menggunakan uang tersebut, mereka sudah bisa membeli rumah mewah, beserta mendirikan perusahaan investasi.
Jeni dan Yudi adalah dua bersaudara yang dikabarkan kaya mendadak, bahkan orang-orang lama yang mengenalnya tidak tau mereka bisa kaya dari mana.
"tarik lagi member baru, Yud, kita perlu menaikkan nilai koin invest kita" ucap Jeni.
Yudi mengatur semuanya, ia bahkan memasang iklan maupun mendoktrin member member sebelumnya, bahwa bisa mendadak kaya jika rajin investasi.
___
awalnya berjalan dengan lancar, bahkan kedok busuk kedua saudara itupun tidak diketahui, karena mereka melakukan kebaikan berupa saling bagi bagi terhadap seluruh masyarakat.
mereka tidak dicurigai, bahkan doktrin mereka sudah menarik banyak member, bahwa semakin rajin investasi, akan bertumpuk nya uang mereka.
padahal, tumpukan uang member tersebut beralih ke kantong mereka, mereka dengan sengaja menghambur-hamburkan uang tersebut untuk gaya hidup mewah.
"ternyata kaya itu enak ya, asal kita bisa baik, Yud... " ucap Jeni.
"seperti itulah, Jen, baguslah kalau begitu" ucap Yudi.
entah apa di pikiran Yudi, ia kemudian memegang mesra tangan saudarinya.
"ada apa, Yud? " tanya Jeni.
"Jen, walaupun kau saudariku, entah kenapa saat jalan menuju kesuksesan ini membuatku mencintaimu sebagai saudariku, bahkan bisa lebih dari itu... " jawab Yudi.
"heh, jangan gila deh Yud, kita ini dua saudara, kita gak bisa sejodoh, kamu jangan main gila deh... " ucap Jeni.
"ya, aku tidak mau saja berpisah denganmu, yang ada kekayaan kita bisa dipergunakan untuk pasangan pasangan kita. kamu mau kerja keras kita diperas oleh pasangan kita masing-masing? " tanya Yudi.
"ya gak maulah, enak saja kalau gitu" jawab Jeni dengan kesal.
"jadinya, ya sudah, ayo nikahlah dengan aku, kita bisa lanjutkan investasi ini tanpa terpisah dan terus bekerjasama" ucap Yudi meyakinkan.
"gak papa tuh? " tanya Jeni.
"gak papa, ayo kita ajukan, kamu mau kan? " tanya Yudi.
dengan bodohnya, Jeni mempercayai ucapan saudaranya, ia mau mau saja bisa sejodoh dengan saudaranya sendiri.
___
setelah menikah, mereka mulai lagi lagi mencari mangsa, berupa member baru yang bisa mereka doktrin.
separuh member yang sadar mereka ditipu, tetapi dengan licik nya disogok oleh Jeni dan Yudi, agar bisa bungkam atas kelicikan mereka.
"kamu kenapa, Jen" tanya Yudi.
"kau dan aku akan jadi orangtua, kenapa? " jawab Jeni.
"gak, masa sih? " ucap Yudi tak percaya.
"ingat ya, kita sudah nikah, jadi gak usah ngelak, aku itu sama kamu, bukan member member kita! terima saja! " kesal Jeni.
Yudi merasa panik, ia terpaksa menganggukan kepalanya.
"ya sudah, ayo kita rayakan saja, masalah dia lahir bodoamat lah, nanti kita kasih orang atau mau gimana bebas lah" ucap Yudi.
___
mendengar laporan atas kehilangan koper berisi uang 200 miliar, ditambah lagi laporan penipuan berkedok investasi, membuat pihak berwajib mencari pelakunya.
tidak perlu pasang DPO, pihak berwajib bisa mengetahui siapa pelakunya, karena beberapa tahun yang lalu mendapat laporan koper yang hilang dan pelaku sudah diketahui dari pengakuan warga warga sekitar.
desakan semakin menjadi, para member member investasi milik Jeni dan Yudi semakin mendesak untuk penarikan uang investasi yang mereka investasi kan pada Jeni dan Yudi.
"Jen, baiknya kita kabur saja" ucap Yudi dengan panik.
"hah? kabur? kemana? " tanya Jeni.
"pokoknya kabur, kita tuh udah diburu sama pihak berwajib, mau kamu ditangkap? " tanya Yudi.
"gak lah, ayo kita kabur"
Jeni dan Yudi berencana ingin kabur, sayangnya setelah berberes barang ke mobil, rumah mereka telah dikepung, tidak bisa kabur, hanya bisa pasrah.
___
"mereka yang ambil koper saya! "
Jeni dan Yudi hanya terdiam, mereka tidak mampu berkata apa apa dan hanya bisa diam.
setelah nya sang pemilik koper tersebut menuntut, tiba-tiba segerombolan member investasi mereka ikut menuntut atas penipuan.
___
tak bisa melawan, maupun menghindar, akhirnya Jeni dan Yudi terjerat hukuman atas penipuan dan perampokan, mereka mendekam selama 30 tahun di penjara.
"aghhh, aku lagi hamil gini mana nyaman tidur disini! berikan aku kasur! " teriak Jeni.
"woi diam! ini penjara, bukan hotel! " teriak napi lainnya.
selama mendekam di penjara, tak ada kehidupan lain selain menunggu, anak mereka telah lahir, sayangnya Jeni tidak bisa merawatnya dan anaknya di berikan ke panti asuhan, sedangkan Yudi dikabarkan mengalami gangguan kejiwaan pada dirinya akibat stress yang berlebihan.
___
di dunia ini tidak ada yang instan, istilah aji mumpung hanya kiasan semata, bukan kenikmatan dan keberuntungan selamanya.
kejujuran kunci utama, jangan kira menemukan sebuah harta di tempat umum menjadi jalan satu satunya dapat menikmati hasilnya.