Namaku Naira agustin,orang - orang sering memanggilku dengan Sebutan Rara,aku memiliki kulit berwarna kuning langasat,memiliki bulumata lentik,alis tebal,mata berwarna hitam pekat,hidung mancung dan belesung pipi,tinggi ku 157 ,aku anak ke 2 dari 3 bersaudara ,kaka dan adik ku juga perempuan,semua orang tahu bahwa aku anak yang humoris dan ceria meskipun terkadang aku terlihat cuek saat sedang diam,semua orang tidak tahu kenyataan bahwa aku anak broken home dari kecil aku sering mendengarkan pertikayan kedua orang tua ku,setiap hari aku merasa hancur,air mata ku selalu menetes tapi aku pintar menyembunyikan expresi jadi teman - teman sekelas ku tak ada yang tau,ya walau ini semua menyiksaku tapi mungkin ini sudah takdirku,,,bagiku ini sangat melelahkan saat di rumah aku harus menangis tampa bisa berteriak lalu saat di luar aku tersenyum gembira...ini benar - benar melelahkan dan menyakitkan,setiap malam aku berdoa agar ini semua akan berakhir indah tapi, 12 tahun berlalu tapi ini masih sama,kedua orang tua ku sering bertengkar tapi mereka tak bisa berpisah.hingga saat aku menginjak umur 13 tahun aku tak lagi berdoa agar semua berakhir indah tapi aku berdoa agar aku cepat hilang dari dunia ini agar aku bisa melepas beban rasa sakit yang sudah lama tertumpuk,mereka semua berpikir aku selalu bahagia mereka tak berpikir atau bertanya keadaan dan perasaan ku.
# Next.#
Hari ini awal aku masuk SMP,ya seperti biasa sebelum aku berangkat sekolah kedua orang tua ku bertengkar lagi sehingga membuatku harus memakai bedak yang cukup tebal...sesampainya di sekolah baru,aku dan murid" baru lain nya di bimbing oleh kakak osis.saat kakak osis mengadakan sebuah permainan lari berpasangan aku bingung harus bagaimana karena aku tidak memiliki teman jadi aku memutuskan untuk duduk diam di pinggiran.
" hey dek kok gak ikut"tanya salah satu kakak osis.
"gak punya pasangan kak..hehe"jawab ku canggung.
"yaudah kamu sama dia aja...hey dek yang di sana,sini pasangan sama dia aja"panggil kakak osis pada seorang anak laki" yang duduk di pojok belakang ku.
laki" itu memiliki wajah yang cukup tampan,dia terlihat dingin dan cuek tampa ekpresi,dia mulai mendekati ku,aku pun panik harus berbuat apa jadi aku memutuskan untuk menyapa"hallo.." sapa ku,tapi dia tak menghiraukan dan langsung duduk,aku yang tak di hiraukan pun merasa kesal dan ikut duduk di sampingnya.
Setelah perhatian ku mengarah pada permainan aku pun melupakan emosi ku kepadanya.Beberapa saat kemudian giliran aku dan dia pun tiba sebelum bermain kakak osis bertanya nama kami untuk di catat"dek siapa nama kamu"tanya kak osis"nama saya "rara kak"jawab ku,"nama saya petra"jawab dia.
"ohh..namanya petra ya,eh kok ak malah mikirin namanya."pikiran ku yang mulai kacau.Sebelum berlomba kaki kami akan di ikat erat lalu kami harus bergandengan agar tidak jatuh,jujur aku sangat malu karena aku tidak pernah sedekat itu dengan laki" apalagi saat dia menggandeng ku itu benar benar membuatku merasa aneh,tiba tiba jantungku berdetak sangat kencang seluruh wajah dan badan ku terasa sangat panas.
"oke..siap...mulai"teriak kakak osis.
Aku dan dia mulai melangkah dengan mengangkat kaki bersama sama,aku tidak bisa menyamai langkah kakinya tapi tiba tiba dia berkata,"bertahanlah sebentar lagi finist pegang tangan ku kuat kuat."ucap petra,dengan gugup aku menjawab"i..iya".
Perlombaan berakhir dengan kemenangan ku dan petra ,lalu suara bel berbunyi menandakan bahwa kami harus berganti baju lalu memasuki kelas baru.Aku melihat seragam baruku di situ tercetak kelas 7D.Sesampai nya aku di kelas baru aku bingung harus duduk di mana jadi sebelum guru kami mengatur tempat duduk aku memutuskan untuk duduk di kursi paling kiri pojok belakang,karena aku tidak bisa berbaur dengan para anak anak cewek yang lagi mengobrol aku memutuskan untuk membaca buku yang aku bawa.Tampa sadar ibu guru memasuki kelas memperkenalkan diri,melakukan sesi perkenalan lalu beliau mengatur tempat duduk kami,aku terkaget karena aku satu kelas dengan Petra dan sekarang aku duduk di belakangnya lalu di samping ku kanan ku ada laki" bernama Rafa dia terlihat humoris,bukannya sok tau tapi aku bisa menyimpulkan itu karena hanya dia murid yang tidak bisa diam,lalu di samping kiri ku ada laki" bernama Rey kalo di lihat dari gaya berpakaian dan berbicara sudah bisa dipastikan kalau dia adalah orang narsis,fakbok.."hah apa tak ada orang normal yang duduk di sekitar ku selain"balok es,si narsis dan bocah"pikir ku termenung hingga seseorang menepuk pundak ku dan mengagetkan aku"dorrr..","astagaa"kaget ku."maaf sudah mengagetkan mu hihihi oh iya perkenalkan nama ku diana salam kenal nama kamu siapa","salam kenal nama ku naira panggil aja rara".
Diana adalah gadis imut dengan mata berwarna seperti madu,bulu mata lentik ,tidak terlalu tinggi,berkulit sawo matang dia orang nya humoris dan blak - blakan ,karena itu aku langsung bisa akrab dengan nya.
#Next.#
Sepulang sekolah....
Sepanjang perjalanan aku berfikir bahwa masuk ke sekolah baru tidak seburuk yang ku pikirkan ternyata sangat menyenangkan,aku hampir lupa kapan terakhir aku bisa bahagia dan tertawa sebebas ini..saat aku sampai di rumah suasana. mulai berubah menjadi sangat hampa.
" Hah tugas banyak sebaiknya aku kerjakan ah"kata ku,lalu tiba tiba mamah memanggil"rara cuci baju,cuci piring,angkat jemuran terus setrika..oh iya jangan lupa panas kan makanan"
"iya mah..emm anu tapi mah".."apa kamu gak mau ya ,jangan males malesan aja ,bantu ortu juga jagan cuma bisa minta ini itu nyusahin aja".."emm enggak papa mah "..."bagus mamah mau pergi dulu saat mamah pulang ini semua pekerjaan harus sudah beres ",ucap ibu "iya mah"
Aku bisa menahan ejekan tetangga atau bentakan ayah tapi satu kata dari mamah bisa menghancurkan dinding yang membendung air mataku,aku bisa tahan di bandingkan dengan kakak ku ,aku bisa tahan saat mamah memperlakukan aku berbeda dari kakak dan adik tapi aku tidak bisa tahan saat mamah berkata kasar dan menyakiti ku.
#Next.#
Begitulah kisah keseharian ku terus berlanjut saat di sekolah aku mendapatkan cinta dan kebahagiaan sedangkan saat pulang ke kerumah hanya hampa,teriakan,tangisan,perbandingan yang ku rasakan tapi mungkin ini adalah takdir ku.Aku ,diana,rey dan rafa menjadi sahabat sejati ,walau petra dingin tapi lama kelamaan dia luluh dan menyatakan cintanya pada ku,sekarang kami sudah berpacaran....
Yah beginilah hidup ketika kamu di berikan luka pasti kamu akan di berikan obannya juga,apapun keadaan jalanilah hidup mu dengan iklas,kamu tak akan pernah tau hadiah apa yang tersimpan di balik ujian hidup yang sekarang kamu jalani,terus tetap hidup dengan baik meskipun banyak rintangan 😇
*Tamat*