Di sebuah kamar tampak seorang gadis berumur 17 tahun sedang duduk di depan meja belajarnya sambil membaca sebuah buku. Gadis itu bernama Ariana. Dari jendela kamarnya terlihat suasana di luar yang sudah gelap dan tampak langit malam yang berhiaskan bintang-bintang.
Ariana menutup buku yang sedari tadi dibacanya dan tampak mulai termenung.
'Jika saja ini adalah dunia novel aku pasti akan menjadi tokoh utamanya kan?'. Ucap Ariana dalam hati.
Kehidupan Ariana memang terbilang hampir sempurna. Ariana adalah anak tunggal dari seorang pengusaha sukses, sehingga semua kebutuhan hidupnya dapat terpenuhi. Ia juga adalah anak yang pandai dan berprestasi, ia memiliki banyak teman dan kedua orang tuanya sangat menyayanginya.
'Bagaimana jika aku mencoba menulis buku harian? Mungkin saja dimasa depan itu akan membantuku mengingat hal-hal mengenai masa lalu yang sempat kulupakan'. Sambung Ariana dalam hati.
Mulai saat itu Ariana memutuskan untuk menulis tiap kisahnya setiap hari dalam sebuah buku.
Hari-hari terus berlalu dan buku harian Ariana yang semula hanya memiliki beberapa lembar halaman yang terisi, kini menjadi penuh dan membuat Ariana harus mengganti bukunya dengan buku yang baru.
Hari itu sepulang sekolah, Ariana mampir di sebuah tokoh buku untuk membeli buku harian baru. Setelah membeli buku baru Ariana pun pulang ke rumahnya. Sesampainya dirumah Ariana langsung menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya, setelah itu Ariana duduk di depan meja belajarnya dan menaruh buku hariannya yang sudah penuh di atas meja.
Karena buku itu sudah penuh Ariana ingin menyimpannya di tempat Ariana biasanya menyimpan buku-buku lamanya atau buku-buku yang sudah tidak di gunakannya lagi. Namun sebelum itu, Ariana ingin membaca kisah-kisahnya yang pernah ditulisnya dalam buku itu.
Ariana mulai membuka buku itu dan membacanya. Terkadang Ariana tersenyum atau tertawa saat membaca isi buku itu, karena ia kembali mengingat kejadian-kejadian yang dianggapnya lucu.
Waktu terus berlalu tanpa Ariana sadari karena ia terlalu asyik membaca buku hariannya itu. Ariana terus membalik balikkan halaman buku satu per satu, hingga ia tiba pada suatu halaman yang membuatnya kebingungan setelah membacanya.
"Kapan itu terjadi?" Tanya Ariana pada dirinya sendiri.
Ariana baru saja membaca sebuah halaman yang menceritakan tentang ia dan keluarganya yang pergi berlibur beberapa bulan yang lalu ke sebuah pantai, dan mereka menginap di penginapan yang ada di pantai itu selama seminggu. Tapi anehnya Ariana sama sekali tak mengingat kejadian itu.
Ariana lalu mengambil handphonenya dan mulai membuka album foto yang ada di handphonenya, alasannya karena jika ia dan keluarganya pergi berlibur pasti akan ada foto-foto yang mereka ambil saat berlibur bukan?
Ariana mulai mencari foto sesuai dengan tanggal cerita pada buku hariannya. Namun ia tak menemukan satu pun foto pada tanggal itu sampai seminggu setelah tanggal itu. Dari tanggal itu sampai seminggu ke depannya ia tak memiliki satu pun foto dialbumnya.
Ariana semakin bertambah bingung, jika cerita yang ditulisnya benar maka tentu saja ia akan mengingatnya, ia juga pastinya akan mengambil gambar menggunakan kamera handphonenya selama di sana, karena Ariana memang memiliki hobi memotret dan setiap kali liburan ia akan mengambil banyak gambar.
Ariana memutuskan untuk melanjutkan membaca buku hariannya lagi dan memutuskan untuk melupakan keanehan yang tadi, walaupun keanehan itu masih menyisahkan banyak tanda tanya di benaknya. Ariana terus membalik balikkan halaman bukunya sambil sesekali berhenti dan tampak memikirkan sesuatu.
Hingga akhirnya ia selesai membaca buku hariannya dan menutupnya. Ariana terdiam begitu lama sesudah menutup bukunya.
"Kenapa aku tidak mengingatnya sama sekali?"
Setelah membaca keseluruhan isi bukunya, Ariana menyadari satu hal. Ada banyak cerita yang ia tulis tetapi ia tak mengingatnya sama sekali.
Malam telah tiba, kini Ariana sedang berbaring ditempat tidurnya berusaha untuk tertidur, tetapi sayangnya ia tak bisa tidur karena ia terus memikirkan keanehan yang ditemukannya saat membaca buku hariannya tadi.
Karena tak bisa tidur, Ariana memutuskan untuk pergi berjalan-jalan sebentar di taman samping rumahnya. Ariana membuka pintu kamarnya dan melangkah keluar. Diluar kamarnya sangat gelap, semua lampu telah dipadamkan karena sudah larut malam.
Karena kamarnya yang berada di lantai 2, maka Ariana harus menuruni tangga dalam kegelapan untuk sampai di lantai dasar. Meskipun lampu dipadamkan, tetapi Ariana masih bisa melihat dalam gelap karena cahaya bulan yang bersinar terang masuk dari jendela ruangan yang tak tertutupi kain gorden.
Kini Ariana tiba di ruang tamu dan tak jauh darinya terlihat pintu masuk atau keluar rumah. Ariana melangkah menuju pintu, tetapi ia berhenti tepat di bawah jam yang tergantung di dinding. Ariana melihat kearah jam untuk melihat jam berapakah sekarang.
Ariana menyipitkan matanya untuk melihat jam, karena ruangan yang gelap dan kurang pencahayaan. Ariana lama memandang jam itu lalu menyadari ternyata jarum jam itu tidak bergerak.
"Apakah jamnya kehabisan baterai". Gumam Ariana.
Ariana melanjutkan langkahnya, tetapi setelah beberapa langkah ia berhenti kembali. Ariana sangat terkejut melihat vas bunga yang seharusnya berada di atas meja ruang tamu kini sedang mengambang di udara. Tak hanya itu Ariana juga melihat beberapa pajangan lainnya yang juga sedang mengambang.
Karena sangat terkejut sekaligus takut, Ariana segera berlari ke kamar kedua orang tuanya dan berusaha membangunkan mereka. Namun sayangnya mereka tak kunjung bangun juga, padahal Ariana sudah mencoba membangunkan mereka sedari tadi.
Karena orang tuanya tak kunjung bangun, Ariana pergi ke kamar asisten rumah tangga mereka untuk membangunkannya, saat Ariana menuju kamar asisten rumah tangga, ia menemukan barang-barang lainnya yang juga mengambang di udara.
Saat ini Ariana berusaha untuk membangunkan asisten rumah tangganya, tetapi hasilnya sama dengan kedua orang tuanya tadi.
"Ada apa ini kenapa mereka tidak mau bangun". Ucap Ariana yang mulai panik.
'Apakah waktu berhenti?' Itulah hal yang ada dipikiran Ariana setelah mengingat-ingat semua kejadian aneh yang terjadi. Dimulai dari jam dinding yang berhenti bergerak, benda-benda yang mengambang di udara, dan orang-orang yang tak bisa dibangunkan.
Setelah hal itu muncul di benaknya, Ariana tiba-tiba merasa pandangannya mengabur dan setelah itu ia menutup matanya.
Ariana membuka matanya dan ia terkejut, sekarang ia tengah berdiri di antara teman-teman sekolahnya, dan anehnya ia dan teman-temannya saat ini sedang memakai pakaian kelulusan dan ia juga sedang memegang sebuah buket bunga.
"1,2,3". Terdengar suara seorang teman Ariana yang berdiri di depan Ariana dan teman-temannya yang berdiri berdampingan, temannya tersebut sedang memegang kamera sambil memotret.
Ariana menyadari bahwa ternyata sekarang ia dan teman-temannya sedang mengambil foto kelulusan. 'Bukankah kelulusanku seharusnya setahun lagi?'
Ariana merasa sangat kebingungan, bukankah tadi ia sedang berusaha membangunkan kedua orang tuanya dan asisten rumah tangga mereka, karena ia terkejut dengan benda-benda yang mengambang, dan juga bukankah tadi waktu berhenti? Kenapa sekarang ia sudah berada di 1 tahun dari waktu yang sebenarnya?
Karena banyaknya keanehan yang dialaminya, Ariana mulai mencari informasi yang mungkin berkaitan dengan apa yang dialaminya. Ia banyak mencari informasi di internet dan buku-buku yang berkaitan dengan waktu dan yang mungkin berkaitan dengan situasinya saat ini.
Ariana bahkan membaca banyak buku yang berkaitan dengan dunia simulasi, karena ia berpikir mungkin saja dunianya ini bukanlah dunia yang sebenarnya, melainkan dunia simulasi yang dibuat oleh seseorang.
Saat ini Ariana berada di perpustakaan yang paling besar di kotanya, ia datang untuk membaca buku-buku yang mungkin dapat menjawab semua keanehan yang dialaminya. Ariana menelusuri perpustakaan dan berpindah dari satu rak buku ke rak yang lainnya.
Hingga ada satu buku yang menarik perhatiannya, ia tak tahu mengapa buku itu terasa sangat menarik baginya. Ariana mengambil buku itu dan ternyata buku itu adalah sebuah novel. Ariana lalu membaca novel itu di meja yang tak jauh darinya, meja itu memang disediakan untuk para pembaca yang mengunjungi perpustakaan.
Ariana membaca novel itu dalam waktu yang lama, sampai ia menutup novel tersebut karena ia telah selesai membacanya. Setelah membaca novel itu ia merasa semua pertanyaan tentang keanehan yang dialaminya sudah terjawab. Ternyata selama ini ia hidup di dunia novel, dan ia hanyalah seorang figuran yang hanya muncul beberapa kali saja. Novel yang baru saja di bacanya adalah novel yang menceritakan tentang dunianya saat ini.
Semua pertanyaan Ariana sudah terjawab, mengenai kenapa ia bisa melupakan banyak cerita yang ditulisnya sendiri di buku hariannya adalah karena ia hanyalah seorang figuran dan jika ia melakukan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan alur novel maka lambat laun ia akan melupakannya, kecuali kegiatan yang dilakukannya berhubungan dengan alur novel maka ia akan terus mengingatnya. Dan hal ini tidak berlaku untuk diri Ariana saja tetapi juga untuk semua karakter yang ada dalam novel.
Mengenai kenapa benda-benda yang ia lihat dapat mengambang di udara, waktu yang berhenti, dan kenapa orang-orang tidak bisa di bangunkan adalah karena saat itu penulis belum melanjutkan ceritanya, dan itu membuat semua kehidupan dalam novel itu pun juga akan berhenti. Alasan kenapa ia dapat bergerak dan tidak berhenti sama seperti waktu dan orang-orang lainnya adalah karena ia mulai menyadari bahwa ada yang aneh dengan dunianya.
Dan alasan kenapa ia tiba-tiba sudah berada dimasa 1 tahun kemudian dari waktu yang sebenarnya adalah karena penulis mempercepat alurnya.
Ariana kembali ke rak buku dimana ia mengambil novel tadi untuk dikembalikan ke tempatnya semula. Saat ia sudah menyimpan novel itu ke tempatnya semula, tiba-tiba saja sebuah buku lain terjatuh didekat kakinya.
Ariana mengambil buku itu, ternyata buku itu juga adalah sebuah novel.
Ariana lalu kembali ke tempatnya sebelumnya untuk membaca novel itu.
Saat sudah membaca novel itu beberapa halaman, entah mengapa Ariana merasa sangat mengetahui kisah yang diceritakan di dalam novel itu, padahal ia tak pernah membaca novel itu sebelumnya.
Waktu terus berlalu dan Ariana terus membaca novel itu. Setelah membaca sampai halaman yang terakhir, Ariana menutup novel itu dan terdiam begitu lama.
Ariana mendapatkan fakta baru lagi dan mengingat sebuah memori yang sudah dilupakannya setelah membaca novel itu. Novel itu menceritakan kisahnya, dan ia adalah pemeran utama didalamnya. Tetapi bukan di kehidupan saat ini, melainkan di kehidupan sebelumnya yang sepertinya berlatarkan masa sebelum revolusi industri.
Ariana menyadari bahwa ternyata ia hidup memang untuk menjadi seorang tokoh dalam sebuah novel, di kehidupannya sebelumnya ia adalah seorang pemeran utama, tetapi setelah novelnya tamat ia berpindah ke dunianya saat ini dan menjadi seorang figuran, dan mungkin saja saat novel ini tamat ia akan berpindah lagi ke dunia novel yang baru.
Setelah Ariana mengetahui rahasia dari dunianya, muncul lagi pertanyaan baru dibenaknya.
'Apakah setelah novel ini tamat aku akan berpindah ke dunia novel yang lain lagi?'
'Jika aku memang benar-benar berpindah, apakah aku akan melupakan rahasia yang sudah kuketahui hari ini?'
'Dan apakah di dunia yang baru itu nanti aku akan menjadi pemeran utamanya atau hanya menjadi figuran seperti saat ini, ataukah aku akan mendapat peran yang baru lagi?'
Itulah pertanyaan-pertanyaan yang muncul dibenak Ariana, dan mungkin tak ada yang bisa menjawabnya kecuali sang penulis yang menciptakan dunianya itu.