hari ini menjelaskan sudah semua tentang hubungan kita yang sesungguhnya.Ternyata hanya teman ikatan kita tuk selamany... tak bisa lebih dr itu. Aku sadar dengan semua yang terjadi.. dan pada akhirnya aku hanya bisa tersenyum dalam sakit dan pedihku, melepaskanmu Selamanya berharap kebahagiaan menghampiri kita walau tak bersama.
######
Teng.... teng.... teng...suara bel menandakan berakhirnya kegiatan belajarku disekolah.
Aku dan teman temanku menghambur pulang.Seperti biasa aku dan Mala temanku nunggu angkot tuk pulang, tp udah beberapa hari ini ada yang berbeda kami tidak berdua tapi ada yudis yang selalu bareng naik angkot. Entah sejak kapan aku mulai dekat sama dia. Setiap malam dia selalu mengirimkan ku pesan singkat sebelum tidur. Hingga satu malam dia menyatakan kalo dia suka aku.
📩yudis
"lagi Apa?? udah tidur ya?? "
📨Shiha
"belum, baru selesai ngerjain pr. Kamu lagi apa? "
📩yudis
"lagi chatan ma kamu 😊
"ehm... Shi mau ga kamu jadi cw aku?? "
Seketika itu jg aku kaget membaca ulang chat dari yudis. Dan entah keberanian dari mana aku malah nantangin yudis untuk ngomong langsung.
📨Shiha
"Kalo serius jangan cuma berani lewat chat dong, ngomong langsung sini😹😹"
Dan akhirnya Yudis menerima tantangan itu. Mereka janji ketemuan besok malam.
Malam yang ditunggu pun datang Yudis menjemput Shiha dan pamit kepada ibunya. Awalny ibu tidak mengijinkan tapi alasannya mau pergi bareng mala juga.
Malam itu yudis mengajak jalan jalan disekitaran pantai daerah utara. Mereka duduk di pinggiran pantai sambil makan jagung bakar.
"Shi, gmn mau ga jd cw aku?? Yudis mulai bertanya. "aku udah tepatin janji untuk ngomong langsung sama kamu"lanjut Yudis.
Saat itu aku benar benar kaget dengan pernyataan Yudis.Jujur aku pun menyukai Yudis, walau sekelas tapi Yudis terkenal dengan sifat cueknya jadi akupun hanya bisa memperhatikan dari jauh saja.
"Woi, bengong jawab dong. "Yudis menyadarkan ku dari lamunanku. "Ok, kita jalani ya"Jawabku singkat dengan wajah yang masih tidak percaya. Ya.. malam itu bulan februari tanggal 15 kami jadian.
Ternyata waktu tidak terasa sudah sebulan kami menjalin hubungan tanpa teman teman sekelasku tau.Hingga hari itu dimana kami bertemu Zahra,Dewi dan Heni di bioskop.Dan akhirny mereka tau bahwa kami pacaran.
Hingga akhirnya kami semua menghadapi ujian nasional.Selama seminggu ini aku dan Yudis menghabiskan waktu untuk belajar bersama.
Dan setelah menunggu hampir 2 bulan kami semua dinyatakan lulus. Tentu saja kami semua senang. Siang itu setelah acara pengumuman kelulusan Yudis mengajak ku bertemu dengan ibu dan kakak perempuannya. Ternyata mereka sangat welcome. Semenjak itu aku sering berkunjung kerumahnya untuk sekedar mengobrol dengan ibunya.
Yudis memutuskan melanjutkan kuliah disalah satu universitas swasta di Jakarta.Sedangakan aku sibuk mencari kerja karena ayahku sudah tidak bekerja sedangkan ibu hanya penjual baju keliling.
Hari hari kami lalui dengan kehangatan walaupun terkadang ada sedikit pertengkaran diantara kami,tapi itu justru menjadi bumbu pemanis hubungan kami.
Setahun sudah kami menjalani hubungan ini. Walaupun dengan kesibukan kami yang berbeda hingga kami hanya bisa bertemu sabtu sore atau minggu pagi saja. Aku sudah bekerja sebagai sales disalah satu supermarket di Jakarta, sedangkan Yudis Sudah menjalani hari hariny sebagai mahasiswa jurusan broadcast. Tidak ada yang berubah dari sikap kepadaku selalu manis dan penuh perhatian. Hingga siang itu aku bertemu Manda yang mengaku teman sekampusnya. Manda mendatangiku ketempat aku bekerja karena hari ini kebetulan aku shift pagi jadi bisa pulang pukul 2 siang dan menemuinya. Dia mengajak ku ngobrol di food court.
"Kenalin gue Manda,teman sekampus Yudis"Ucap Manda sambil mengulurkan tangannya
Aku pun menyambut uluran tangannya sambil tersenyum"Shiha cw nya Yudis"jawabku.
"Iya, gue tau makanya gue nemuin lo buat minta tolong..tolong tinggalin Yudis demi anak gue. "Ucap Manda sambil menangis dengan suara yang mulai tak terdengar.
Aku masih belum paham dengan apa yang dikatakan Manda."Maksud lo apa? "aku mencoba bertanya dan menerka nerka apa yang sebenarnya terjadi.
Dengan nangis sesegukan Manda menjawab"gue hamil,... gue hamil anak Yudis."
Jjjjeeeeedddaaarrrr.. seketika duniaku seperti runtuh, seperti ada ribuan belati menikam hatiku.Sedih,sesak,tidak percaya dan berbagai pertanyaan berputar putar diotak ku. Tanpa kusadari butiran kristal kecil membasahi pipiku turun tanpa bisa dibendung.
Seakan sadar dengan keadaanku yang belum sepenuhnya percaya Manda kembali memohon" Yudis, sudah tau semua tapi dia tidak akan mau menikahi gue bila bukan lo yang memintanya, karena Yudis benar benar sayang lo. "
Dengan amarah dan bercampur rasa kecewa aku berteriak hingga pengunjung food court yang lain melihat kearah kami. "Kalo dia sayang gue, kalo dia cinta gue kenapa lo bisa hamil ama dia? apa ini yang namanya cinta? apa ini yang namany sayang? Kenapa dia nyakitin gue dengan cara ini? "
aku terus merancau sambil menangis sudah tidak menghiraukan lagi tatapan pengunjung yang lain. Hatiku begitu sakit, kecewa, marah.Entah rasa apalagi yang aku rasakan saat ini untuk mengungkapkan semua ini. Aku pergi meninggalkan Manda tanpa memperdulikan lagi sekitar.
Aku terus berjalan menyusuri jalan ibu kota ditemani rintik hujan sore sehingga mampu menutupi kristal kristal bening yang tumpah dari mataku..Berjalan tanpa tentu arah, hingga akhirnya aku sampai di ujung sebuah jembatan.Aku hanya bisa duduk bersandar dipinggiran jembatan dengan beribu pertanyaan hinggap di kepala ku. Hingga bunyi pesan menyadarkan ku untuk segera pulang.
📩ibu
Ndo dimana,udah jam segini ko belum pulang?? Jangan hujan hujanan ya nanti kamu masuk angin.
📩Ayangqu
yang dimana aku jemput ko ga ada sih??
Akhirnya aku memutuskan untuk pulang naik ojek. Aku pulang dengan membawa sejuta rasa sakit dihati.Jujur saja aku masih berharap ini semua bohong tidak benar. Sampai dirumah aku memutuskan untuk langsung mandi,setelah itu aku langsung berbaring dikasur ku dengan pikiran ku menerawang jauh entah kemana.Tidak ada niat untuk membalas pesan Yudis.
Kira-kira pukul 8 malam Yudis datang kerumah. Karena aku masih enggan untuk bertemu aku meminta ibu mengatakan kalo aku sudah tidur.
Ting...bunyi pesan masuk
📩Ayangqu
Yang kamu kenapa sih menghindari aku??
Kalo aku ada salah,kamu ngomong langsung jangan menghindari ku. Maaf kalo aku punya salah.
Aku tetap mengabaikan pesan itu hingga akhirnya akupun tertidur.
Hari ini adalah jadwalku libur kerja. Aku memutuskan hanya berdiam dirumah saja, masih enggan untuk menghubungi Yudis. Ternyata Yudis tiba-tiba datang saat aku lagi nonton tv. Akupun tidak bisa menghindar hanya tersenyum getir melihatnya datang. Hatiku sebenarnya masih sangat mengharapkan semua itu bohong.
"yang kamu kenapa sih dari kemarin ga balas pesan aku?aku datang kata ibu kamu sudah tidur. "
"iya aku cape."jawabku singkat.
Lalu aku memutuskan mengajaknya keluar untuk menyelesaikan semuanya.
Aku memutuskan untuk ketaman.Sesampainya ditaman aku langsung bertanya.
"Siapa itu Manda? "aku langsung bertanya karena tidak mau buang waktu lagi.
"kamu sudah bertemu dengan Manda? "pertanyaan itu yang Yudis tanyakan padaku.
"iya,kemarin dia datang menemuiku dan menceritakan semuanya.Apa itu benar? "Tanyaku sudah tak bisa menahan tangisan ini lagi.
Sementara Yudis hanya diam dan menunduk saja.
"Katakan kalo itu semua bohong, tidak benar. Kamu cuma mau ngeprank ajakan. Mau buktiin aku sayang kamu apa ga. Iya kan yang kamu bilang itu bohong"aku masih berharap semuanya bohong.
Yudis masih setia hanya dengan kebisuannya. "Maaf"hanya itu yang keluar dari mulut Yudis.
Jllleeebbbb... bagai ditikam ribuan belati sakitnya tak terlihat namun begitu nyata dan menyakitan.
Haaaaaa... hhhiiikksss... hhhhiiikkksss... bodohnya aku masih yakin kalo didunia ini masih ada org yg setia."rancau ku ditengah-tengah isak tangisku.
Yudis mencoba memelukku namun dengan cepat aku tangkis. "Apa salahku?? kenapa kamu menyakitiku sepertinya ini??Kalo memang kamu sudah berpaling mengapa tidak putus baik-baik agar tidak meninggalkan luka teramat".Aku masih menangis tak tau kenapa air mataku sepertinya tidak ada habisnya.
"Maafkan aku, aku salah andai saja malam itu aku langsung pulang selesai mengerjakan tugas kelompok pasti ini ga akan terjadi. Aku sayang kamu aku cinta kamu. Apa kita menikah saja sekarang?bila kamu ga mau putus dan biarin aku menikah ama Manda, aku mau kita yang akan rawat anak itu bersama sama. Ucap Yudis sambil memegang tanganku.
Jujur saja aku memang sayang dan cinta Yudis,aku pun ga keberatan kalo harus membesarkan anaknya. Kalo seandainya boleh egois aku memilih tetap bersamanya dan merawat anaknya. Tapi hatiku berkata lain. Akan ada hati yang lebih tersakiti, yaitu Manda bagaimana pun cara dia mendapatkan anak pasti tidak akan mau dipisahkan tidak ada seorang ibu manapun yang mau berpisah dengan anaknya.
"Tidak,aku akan melepaskanmu. Menikahlah dengan Manda dan rawatlah anak kalian dengan baik. Bagaimanapun anak itu tidak salah kalianlah yang salah.Aku tidak mau kamu melakukan kesalahan lagi dan satu lagi lupakan aku sayangi dan cintai Manda melebihi rasa kamu ke aku, karna dia ibu dari anakmu kelak. "Ucapku dengan pasti walau hatiku menangis.
Aku pulang sendiri meningglkan Yudis dengan segala kesedihanku.
Sudah beberapa hari dari kejadian itu aku tidak lagi bertemu Yudis dia pun tidak menghubungiku. Aku pikir ini lebih baik untuk kita.Hatiku sakit mengingat semuanya.
Setelah 2minggu aku memutuskan untuk datang kerumah Yudis bertemu dengan ibu dan kakaknya hanya untuk sekedar berpamitan, karena saat aku mengenal keluarganya aku datang dengan baik-baik, maka pergi pun harus baik juga.
Sesampainya didepan rumah Yudis sangat ramai ternyata itu pernikahan Yudis dan Manda. Seketika langkahku menjadi lemah bagai tak bertulang.Sekuat hati aku menahan agar air mataku tak jatuh. Tujuan awalku bertemu ibu dan kak Ita, tapi ternyata aku menghadiri pernikahannya.. Takdir macam apa ini yang sedang mempermainkan ku. Dengan sekuat hati dan tersenyum palsu aku berjalan melewati para tamu hingga sampai depan sang punya acara. Pandangan kami bertemu saling menatap penuh kerinduan, namun aku sadar sekarang rasa ini salah tidak benar karna dia telah memiliki jalan hidup bersama wanita yang dipilihnya.
"selamat ya,semoga samawa".itulah ucapan selamatku diiringi dengan senyum penuh luka.
Mereka hanya tersenyum membalas ucapanku. Kemudian aku menyapa ibu, ayahnya, dan kak Ita. Setelah beberapa saat ngobrol akhirnya aku memutuskan untuk pulang, karena hatiku sudah tak sanggup lagi menahan semua rasa ini. Air mataku sudah meronta ronta ingin menembus benteng pertahanan ku. Setelah berpamitan aku pun langsung pergi dan memberhentikan taksi. Dan... sekarang hancurlah semua pertahananku,aku menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua rasa sakit ini.
Ya.. kini semua telah berakhir.. Menutup lembaran luka ini. Aku hanya bisa berdoa semoga kamu menemukan kebahagiaan mu bersama keluarga kecilmu.
Begitupun aku akan mencari kebahagiaan ku walau bukan bersama mu..
###
Saat tuhan memberikan rasa cinta
Maka bersiaplah untuk merasa sakit
Tak selamanya setelah hujan akan muncul pelangi
Begitupun cinta tak selama harus berakhir indah.
Cinta itu tak sebatas kata indah dan perlakuan manis.
Cinta itu ungkapan tulus untuk saling menjaga dan menyayangi.. 😊😊