Disebuah perkotaan ada seorang gadis cantik bernama helen yang berusia 19 tahun memiliki kulit putih dan rambut putih seperti salju.
Helen memiliki sebuah kelebihan yang sangat mustahil untuk dimiliki oleh orang lain yaitu keahlian mengubah sesuatu menjadi es dan helen juga dapat mengendalikan air.
Helen bersekolah di universitas terkenal dikota tersebut, tapi karena untuk menyembunyikan keahliannya tersebut dari orang lain jadi helen memilih untuk tidak berteman dengan siapapun atau bisa disebut juga helen lebih memilih untuk menyendiri.
Helen dulunya tinggal dengan seorang wanita yang mengadopsinya tapi helen berusia 15 tahun wanita tersebut meninggal karena penyakit kanker yang dideritanya.
Setiap pulang sekolah helen bekerja paruh waktu untuk membiaya kehidupannya, beruntungnya saja helen adalah seorang anak yang cerdas jadi dia bisa bersekolah diuniversitas terkenal karena beasiswa yang dia dapatkan.
~ Pov Helen ~
Helen sedang bersantai di taman sekolah sambil melihat-lihat orang disekitarnya
"Aku ingin sekali seperti mereka, bisa tertawa lepas seperti itu dan bisa mencurahkan isi hati keorang lain" ucap helen
Tanpa helen sadari sedari tadi ada seseorang yang terus memperhatikannya dari tempat lain
"Hey max, kau sedang melihat siapa?" ucap teman max
Orang yang sedang memperhatikan helen bernama max
"Bukan siapa-siapa" ucap max
Teman max melihat kearah helen
"Oh, kau sedang memperhatikan helen"
"Kau menyukainya?" ucap teman max
"Kau jangan asal bicara" ucap max
"Kau tidak perlu berbohong max, aku tau jika kau menyukainya" ucap teman max
"Helen memang cantik sangat banyak lelaki yang ingin dengannya" ucap teman max
"Tapi untuk mendekati helen itu sangat sulit" ucap teman max
"Sulit?, Kenapa?" ucap max
"Itu karena dia sangat dingin keorang lain" ucap teman max
"Tapi kau coba saja dekati dia sempat saja kau berhasil mendekatinya" ucap teman max
"Akan ku coba" ucap max
~ Waktu pulang pun tiba ~
Helen berjalan menuju tempat kerjanya dengan max terus saja mengikutinya dari belakang.
Tapi ketika ditempat sepi tiba-tiba saja ada segerombolan orang menghadang helen.
"Siapa kalian?" ucap helen
"Kami tidak akan menyakiti anda jika anda mau ikut dengan kami" ucap seseorang
"Untuk apa aku ikut dengan kalian" ucap helen
Helen ingin kabur tapi tangannya langsung ditahan oleh seseorang
"Lepaskan tangan ku" teriak helen
"Lepaskan dia" Teriak max
"Anda tidak usah ikut campur urusan orang lain" ucap seseorang
"Kau mengganggunya tentu saja itu sudah menjadi urusan ku juga" ucap max
Max mulai menghajar orang-orang tersebut tapi sayangnya max kalah dalam jumlah jadi ia tidak bisa mengalahkan mereka
Helen mulai kesal melihat max yang terus saja dipukuli olah orang-orang tersebut.
Helen mulai kehilangan kesabarannya dan ia mengeluarkan kekuatannya dan mulai mengubah orang-orang tersebut menjadi es.
Max terkejut malihat kekuatan helen.
"Apakah aku sedang bermimpi" ucap max
Ketika helen telah merubah semua penjahat menjadi es tiba-tiba saja ada sebuah cahaya yang menghisap helen dan dengan sigap max langsung memegang tangan helen dan ikut terhisap juga.
~ Disebuah istana ~
Helen dan max terjatuh dari cahaya yang menhisap mereka.
"Tempat apa ini?" ucap max
"Apakah kau tidak takut padaku?" ucap helen
"Sebenarnya aku sedikit tidak percaya dengan apa yang aku lihat tadi, tapi itu sudah kenyataannya bahwa kau ternyata memiliki kekuatan seperti itu" ucap max
"Dari mana kau pelajari hal seperti itu?" ucap max
"Aku tidak memperlajarinya tapi aku sudah memilikinya sejak aku kecil" ucap helen
Ketika helen dan max berbicang-bicang tiba-tiba saja ada seseorang yang muncul.
"Akhirnya kamu datang juga" ucap seseorang
"Siapa kamu?" ucap helen
"Aku adalah ratu diistana es ini" ucap seseorang
"Ratu istana es?, dizaman modern seperti ini mana mungkin ada hal seperti itu" ucap max
"Kau tidak percaya padaku" ucap ratu
Ratu mengeluarkan sebuah salju dari telapak tangannya
"Kau juga memiliki kekuatan seperti ku" ucap helen
"Tentu saja, jika aku tidak memiliki kekuatan ini pastinya kau juga tidak akan memilikinya" ucap ratu
"Mengapa bisa seperti itu?" ucap helen
"Itu karena kau adalah putriku" ucap ratu
"Putri?, jadi selama ini aku masih memiliki orang tua" ucap helen
"Tentu saja" ucap ratu
"Tapi kenapa kau tidak mencariku dari awal, kenapa kau baru mencari disaat aku sudah menjali hidup yang pahit seperti sekarang ini" ucap helen sambil menangis
"Tenanglah helen" ucap max menenangkan helen
"Maafkan aku, sebenarnya aku sudah mencari mu sedari dulu tapi aku tidak bisa menemukan keberadaan mu" ucap ratu
"Sudahlah lupakan saja, untuk apa kau menculik ku kesini" ucap helen
"Aku tidak menculik mu tapi aku membawa pulang untuk menjadi seorang ratu" ucap ratu
"Ratu?, Kenapa ibu menjadikan dia ratu jelas-jelas dia baru saja datang sedangkan aku yang sudah berada disini tidak dijadikan ratu" ucap oliva (adik helen)
"Itu karena dia lebih tua dari mu" ucap ratu
"Aku tidak terima akan hal itu, aku ingin bertarung dengannya untuk memastikan siapa yang lebih pantas menjadi seorang ratu" ucap oliva
"Kau jangan egois oliva, jangan mentang-mentang kau sering melatih kekuatan mu kau jadi ingin bertarung dengan saudari mu sendiri" ucap ratu
"Aku tidak peduli, lebih baik aku mati dari pada harus memiliki kaka seperti dia" ucap oliva
"Aku tidak ingin menjadi ratu jadi silahkan kau ambil tahtanya jika kau mau" ucap helen
"Bilang saja jika kau takut bertarung dengan ku karena kau sangat lemah" ucap olivia
"Justru terkadang orang yang menyombongkan dirilah yang lebih lemah" ucap helen
"Jaga ucapan mu" ucap olivia
Olivia mulai menyerang helen dengan semburan es, sedangkan helen terus saja menghindar dari serangan.
"Sudahi pertarungan kalian" ucap ratu
"Ibu diamlah" ucap olivia
Olivia mengubah ibunya menjadi es
"Kau sangat keterlaluan mengubah ibu mu menjadi es" ucap max
"Kau juga diamlah" ucap olivia
Olivia menyerang max dengan semburan salju tapi dihadang oleh helen.
"Lawan mu adalah aku jadi jangan kau coba-coba menyerang yang lain" ucap helen
Helen mulai membalas menyerang olivia, pertarungan antara helen dan olivia terus saja berlanjut sampai olivia lelah dengan pertarungan tersebut.
"Huh huh huh, ternyata dia lumayan kuat juga" Batin olivia
Helen mencairkan es ibunya
"Kamu tidak apa-apa" ucap ratu ke helen
"Kenapa ibu lebih peduli padanya" ucap olivia
"Sikap egois mu itu membuat ibu muak olivia" ucap ratu
"Ahk, ibu ternyata sama saja dengan ayah yang selalu saja berpihak padanya" ucap olivia
Olivia semakin marah dan langsung melemper bongkahan es tajam secara tiba-tiba kearah helen.
"Helen awas" ucap max
Bongkahan es tersebut tidak mengenai helen melainkan bongkahan es tersebut menancap di tubuh max.
"Max, tetaplah buka matamu max" ucap helen sambil memeluk max
"Aku akan mengobati mu max" ucap helen
"Aku tidak apa-apa helen" ucap max
"Aku hanya ingin kau tau helen bahwa aku mencintai mu" ucap max
Perlahan max mulai kehilangan kesadarannya
"Max, bangunlah max" ucap helen sambil menangis
"Lihatlah perbuatan mu, karena kau datang kesini kau telah membunuhnya" ucap olivia
"Seharusnya kaulah yang harus menyadari perbuatan mu" ucap helen kesal
Helen terus saja menyerang olivia dengan brutal tanpa memberikan olivia kesempatan untuk melawan.
"Helen" ucap olivia
"Semoga kau bahagia dialam baru mu" ucap helen
Helen mengubah olivia menjadi es lalu menghancurkannya menjadi pecahan abu.
~ Kamar perawatan ~
Max sedang diobati oleh para medis istana
"Bertahanlah max" ucap helen sambil menangis
"Tenanglah nak dia pasti akan membuka matanya kembali" ucap ibu ratu
~ Beberapa hari kemudian ~
Max belum tersadar dari komanya
"Bangunlah max, aku sangat merindukan mu" ucap helen
Max mulai menggerakan tangannya
"Max kau sudah sadar" ucap helen
"Helen" ucap max
"Akhirnya kau sadar juga max" ucap helen sambil memeluknya
~ Beberapa bulan kemudia ~
Helen sudah dinobatkan menjadi seorang ratu
"Jadi apa rencana mu kedepannya?" ucap ibu helen
"Aku akan menjadi ratu yang lebih baik lagi" ucap helen
"Tapi aku ingin menjalani kehidupan ku yang dulu, apakah boleh?" ucap helen
"Tentu saja boleh, asalkan kau tidak melupakan tugas mu menjadi ratu es" ucap ibu helen
"Terima kasih ibu" ucap helen
"Jadi apa rencana mu untuk hubungan kita kedepannya?" ucap max
"Kita jalani saja dulu sebagai sepasang kekasih" ucap helen
"Tapi aku ingin cepat-cepat menikah dengan mu" ucap max
"Selesaikan dulu sekolah kalian baru kalian menikah" ucap ibu helen
"Ah, baiklah ibu" ucap max
"Max, ayo kita kembali ke kota" ucap helen
"Baiklah" ucap max
"Jaga diri ibu dengan baik" ucap helen
"Kau juga" ucap ibu helen
Helen kembali ke kota dengan max untuk menjalani kehidupannya menjadi seorang mahasiswa dan juga menjadi kekasih dari max.
Tapi helen juga tidak melupakan tugasnya menjadi seorang ratu es, setiap pulang sekolah pasti helen selalu menyempatkan dirinya untuk kembali ke istana.
Begitulah kisah kehidupan helen yang dulunya menderita dan menyendiri, sekarang ia bahagia dan dikelilingi oleh orang-orang yang menyayanginya.
- THE END -
Terima kasih sudah membacanya.
Karya ini bukanlah hasil copyan jika memang ada karya yang mirip berarti itu tidak disengaja😊
Silahkan berikan like kalian❤