ayah~~~"
"Sudah waktunya tiba ya" kata seseorang yang akan mendekati ajal.
"Ayah ku mohon bangun lah ayah"
"Maaf nak hanya ini yang ku inginkan kau menyimpan dengan baik" ia merogoh saku baju nya dan mengeluarkan liontin yang sangat cantik , bersinar terang , dan bentuk memiliki sifat dan bentuk seperti kembang salju ya liontin itu sangat dingin.
"Ku mohon eirlys simpan liontin itu dan jaga liontin itu seperti kau menjaga ku dan ibumu"
"Makasih ayah aku akan menyimpan nya dengan baik" saat itu juga eirlys menyentuh pipi ayahnya dan seketika kekuatan aneh muncul dari tangan eirlys dan membekukan ayah nya , "ayah...." "Eirlys biarkan saja ini memang ajalku" ayah eirlys mengusap air mata eirlys dan saat itu juga ia tersenyum dan menghilangkan bagaikan serpihan es beserta pedah es yang menancap di dada nya.
"Yang mulia badai ini sudah terjadi sejak awal tahun ini apakah putri tidak punya cara untuk membuat badai mereda?"
"Tidak butuh aku suka salju itu" balasan datar dari putri yang anggun dan cantik
"Maaf mengganggu waktu yang mulia hamba akan pergi " , tidak ada balasan dan orang itu pun pergi , "huh.... Kenapa badai ini serasa sangat hangat?" Ucapan nya dengan nada datar dingin dan juga pelan "aku bahkan lupa warna daun, sungguh badai yang aneh" , "yang mulia - yang mulia gawat!!!" Seorang pelayan datang dg tergesa-gesa " kenapa " "kita tak menemukan makanan badai juga mulai parah bahkan pohon tak dapat tumbuh" "ouh" "yang mulia bagaimana cara untuk membuat badai ini redah" "aku tak tau dan tak punya cara sebaiknya kau bertahan sedikit lebih lama lagi" "baik lah yang mulia hamba tak ingin membuat yang mulia marah" "y" , pelayan itu keluar dari ruangan yang bertulis *Ruang kerja YANG MULIA* , "bagaimana apakah kau di marahi lagi?" "Tidak tapi terlihat dia juga masih belum berubah" "kita memang tak mudah untuk membuat dia membuka hati, jadi mari kita pergi mencari makan biar xiouchu disini" "baiklah aku menuruti mu" , eirlys adalah seorang putri yang kini menyanjung gelar yang mulia , ia adalah putri yang di juluki putri es dari negri badai , ia memiliki paras yang cantik warna kulit seputih salju, bulu mata yang indah berwarna hitam ke putih putihan , bola mata nya seperti kristal yang cantik dan rambutnya yang panjang dan tebal serta cantik yang memiliki warna putih bagai salju dan ia memiliki badan yang ideal dan juga ia termasuk orang yang bijak senja dini , tapi sebelum hati nya benar benar tertutup erat saat semua nya menuduh ia sebagai pembunuh ayahnya sendiri dan juga ibu serta pengawal dan pelayanan kerajaan dan menjadi kan nya dingin sedingin es bola mata yang cantik itu pun berubah mencari warna merah darah dengan tatapan dingin bulu mata yang inda pun pudar rambut nya yang berwarna putih pun berubah menjadi hitam dan kemudian merenggut hati nya.
Hari ini adalah hari yang sama seperti biasa badai pun tak redah walaupun sedang musim panas seperti ini saja yang terjadi.
"Tak bisa di biarkan badai ini adalah bencana" eirlys pergi ke dalam hutan sendiri tanpa seorang pun yang tau di malam itu ia berjalan menembus hutan tanpa cahaya bukan dan bintang ia menjusuri jalan untuk mendapatkan jalan keluar dari badai itu , berhari hari berlalu ia tak merasa lapar tak merasa takut tak merasa senang tak merasa sedih tak merasa kesepian
Iya tetap nekad menyelamatkan seluruh warga dan kastil nya hingga ia bertemu seorang pemuda yang kehilangan tempat tinggal nya ia membantu pemuda itu untuk tetap hidup , "terima kasih atas bantuan nya saya benar benar tertolong apa yang bisa aku bantu?" "Tidak" "maaf kalo aku menjadi beban mu selama sehari ini" "tidak" setelah mengatakan itu eirlys tiba tiba terjatuh dan tak sadarkan diri , "eh tuan tuan, kenapa tuan?" Pemuda itu pun menggendong eirlys karna ia pernah mendengar di sebelah hutan ada sebuah kota yang besar tapi sekarang hanya tinggal kastil dan badai salju ia membawa nya kesana berharap ada bantuan "maaf aku tak sopan menggendong tuan tapi ini cara cepat nya" ia berlari cepat menuju kastil itu , "huh telah 12 jam aku berlari tapi badai ini memang kencang tak heran ia pingsan" dia berencana untuk istirahat sejenak karna telah letih berlari dan ia bermalam di bawah pohon Pinus yang tertutup salju lebat tersebut , pagi hari nya ia mulai berlari lagi hingga akhirnya ia menemukan kastil yang tertimbun salju tapi pintunya terbuka lebar dan dua pengawal terlihat gelisah di depan kastil ,"maaf mengganggu apa tuan mengenal tuan ini saya tadi berjumpa dengan nya dan beberapa saat kemudian ia pingsan" pemuda itu bertanya kepada 2 orang pengawal tersebut dan saat mereka melihat mereka kaget yang di gendong pemuda itu adalah seorang Ratu!! "Hei yang mulia kembali!!!!" Salah seorang pengawal memanggil seluruh pelayan , "kenapa apa yang mulia kembali " kata seorang pelayan bertubuh tinggi " yang mulia itu kau?''kata seorang pelayan bertubuh pendek dan menggemaskan"yang mulia selamat datang"kata seorang pelayan yang selalu bersama eirlys, beberapa saat kemudian eirlys membuka mata ia mengerti kenapa ia di sini , "maaf merepotkan dan juga makasih"ucapan dingin dan datar khas dari putri es ini "iya aku tak apa , apa yang mulia merasa masih sakit" "tidak aku ingin ganti baju dulu silahkan tunggu aku di luar" "baik lah yang mulia " pemuda itu kembali keluar , beberapa saat kemudian sebelum hari gelap mereka makan sambil bercengkrama , "maaf hanya ini yang kamu punya" kata seorang pelayan bertubuh pendek "tidak apa aku sungguh senang. Ada orang yang baik seperti kalian" "maaf telah merepotkan, apa kah kau mau imbalan dari ku?" "Apa imbalan!!?" "Iya itu kalau kau mau" "aku....." , Belum sempat pemuda berbicara tadi datan sesosok wanita yang bera aura negatif , "hah kau!" Eirlys ia tau ini adalah wanita yang sama yang membunuh ayahnya , "aku kembali eirlys kau sudah nampak besar dan lebih anggun dari pada tahun lalu" "kau kenapa kau kembali" "hahahaha!!!,kau lucu ya eirlys" "jangan anggap aku lupa kejadian 7tahun yang lalu" "tidak tidak tapi itu kau tak tau kah aku hanya bisa muncul pada gerhana bulan total jadi setelah bulan terbuka dan aku masih hidup jangan harap kau selamat" "apa kau kesini untuk kastil ku?" "Itu sudah pasti tapi aku lebih suka hati dingin mu itu" "kau!" Eirlys melesat kan sihir es nya tapi itu meleset "kau perlu belajar lagi eirlys" "kenapa kau begitu jahad kepada klta ini" "karna aku iri kepada ibumu dan aku ingin membuat keturunan nya rusak " "tak akan terjadi" eirlys kembali melesat kan sihir nya hingga lama mereka bertarung tapi tak seimbang eirlys tanah akan kalah dari wanita itu dan pada saat yang tepat eirlys terkena pisau sihir yang beracun tepat di dada nya yang membuat nya terhempas untung nya pemuda tadi mendapat kan tubuh eirlys yang terhempas , "yang mulia tolong sadar lah" pelayan menyelamatkan diri mereka dan pengawal ingin membantu perperangan itu , "yang mulia kau ingin memberi aku imbalan aku hanya mau imbalan kau hidup lebih lama saja itu sudah cukup" air mata pemuda itu jatuh ke tangan eirlys.
Alam bawah sadar eirlys:
"Lembut sekali apa ini"
"Eirlys "
"Hn...."
"Ini ibu eirlys"
"Ibu!!"
"Y ini ibu"
"Ibu....." memeluk ibunya
"Maaf aku telah meninggal kan mu terlalu lama, sebagai gantinya aku akan membantu mu anak ku"
"Ibu tetap lah hidup"
"Itu tak bisa nak kita berbeda alam"
"Apa maksudnya?"
"Sebenarnya aku adalah peri musim salju"
"Be-benarkah?"
"Maafkan aku hari ini adalah pertemuan akhir kita selamat tinggal eirlys sayang"
"Ibu ......, Selamat tinggal"
Kembali
Liontin yang di pakai eirlys tiba tiba bersinar terang dan terbuka serpihan Serpihan bunga salju yang besar keluar dan berkata "saudari ku hari ini kau sangat keterlaluan" "kau saudari ku jangan berhayal!!" "Tapi hari ini adalah hari terakhir mu di dunia jadi selamat tinggal saudari ku selamat datang di neraka"
"Ah tidak jangan segel aku.....!!!!!"
Sinar bunga salju itu pun hilang dan perlahan lahan mulai hilang.
Dan malam itu juga kastil terlihat sangat megah seperti dulu seluruh warga ada dan bergembira badai pun usai bulan sudah terbuka pengawal yang di segel pun bebas istana ini benar benar istana yang megah
eirlys pun berubah ia menjadi sangat cantik ia membuka mata nya dan bola mata itu sangat mempesona senyuman itu ya lebih manis dari pada gula terlihat yang menandakan semua kutukan itu hilang dan juga akhir kisah.
"Kau.."
"Ya aku "
"Terimakasih apa boleh aku tanya nama mu pemuda?"
"Nama ku yang mulia?"
"Iya nama mu"
"Nama ku Ru-ru--"
~TAMAT~
terimakasih sudah membaca