Aku Mayumi Ito,gadis blasteran Jepang -Indonesia umurku 21 tahun.Sejak kejadian tragis yang menimpa keluargaku, aku tinggal diIndonesia, bersama nenekku,sekarang aku sudah bekerja diperusahaan swasta yang cukup besar.
Aku gadis yang pendiam bahkan terkesan menutup diri. Aku tidak pernah bergaul dengan rekan rekan kerjaku.Aku berusaha sebisa mungkin untuk menghindari interaksi yang terjadi diluar urusan pekerjaan.
Mereka memanggilku Ice queen, aku tidak Perduli.
Kalau itu terjadi 5 tahun yang lalu mungkin aku akan marah saat mereka menganggapku seperti itu,tapi sekarang bagiku apa yang terjadi disekitarku,tidaklah penting lagi bagiku.
Mayumi yang dulu sudah tidak adalagi dihatiku,sudah mati bersama tragedi yang menimpa seluruh keluargaku.
"drtt..drtt....ya halo,jawabku.
"ini dengan nona Ayumi Ito,"?kata orang yang menelpon.
"benar,ada urusan apa anda menghubungi saya"?
"kami dari pihak rumah sakit,ingin bilang kondisi nenek anda semakin menurun tolong anda datang sekarang"!.
"Apa",!!! baik aku akan segera kesana".
Setelah menerima telpon dari pihak Rumah sakit aku langsung berlari keluar dari kantor, aku tidak perduli dengan tatapan heran dari rekan rekan kerjaku.
Yang ada dipikiranku saat ini hanya bagaimana kondisi nenekku.
Dengan sedikit berlari aku segera menuju ruangan nenekku,tapi kulihat disana banyak petugas medis yang berlalu lalang sibuk memberi pertolongan kepada nenekku,membuat aku semakin cemas,tanpa terasa bulir bening jatuh dari mataku,aku sangat Khawatir.
" Tuhan kumohon tolong jangan Engkau ambil satu satunya keluarga yang aku miliki didunia ini,"bisikku berdoa memohon kepada Tuhan.
Setelah beberapa saat,akhirnya dokter yang menangani nenekku keluar dari ruangan,dengan perasaan cemas segera kuhampiri dokter itu.
"bagaimana kondisi nenek saya dok"?tanyaku dengan gugup.
"masuklah nona Mayumi,nenek anda ingin bicara dengan anda sekarang".katanya.
aku hanya menganggukkan kepala untuk menjawab kalimat dari dokter tersebut,pikiranku terlalu kalut untuk saat ini.
Dengan langkah pelan aku masuk keruang rawat nenekku itu,aroma obat tercium menyengat disana.
pelan pelan kulangkahkan kakiku menuju ranjang pasien yang ditempati oleh nenekku,nampak alat alat medis terpasang ditubuhnya membuat dadaku sesak dan nyeri.
satu satunya orang yang masih mencintaiku kini terbaring lemah tidak berdaya,membuat dadaku semakin sakit,ingatan dari kejadian 5 tahun lalu saat seluruh keluarga yang aku cintai pergi meninggalkanku dengan cara yang sangat tragis kembali berputar diotakku,pandanganku tiba tiba saja kabur,dengan sisa tenaga kuraih sisi ranjang pasien yang ditempati nenekku dan dengan pelan kududuk dikursi disamping ranjang berusaha mengembalikan kesadaranku,aku berusaha terlihat baik didepan nenekku.
"Mayumi,"dengan suara lemah nenek memanggilku.Walau perasaanku begitu kacau aku berusaha untuk tersenyum padanya,kugenggam tangannya dengan erat.
"jangan khawatir nek,nenek pasti akan segera sembuh dan kita bisa segera pulang", kataku.
beliau tersenyum lemah,kurasakan genggaman ditanganku semakin erat dan dingin,dengan sekuat tenaga kutahan air mataku yang hampir keluar.
"Mayumi,tidak apa apa,jangan bersedih lagi ayah dan ibumu tidak suka melihatmu murung, mulai sekarang lebih banyaklah tersenyum,kamu harus berusaha melupakan peristiwa itu,ingatlah itu bukan salahmu,jadi jangan hukum dirimu lagi,mereka sudah bahagia disana,jadi kamu juga harus bahagia,berjanjilah pada nenek".
"Nek Mayumi sudah tidak apa apa,nenek tidak perlu khawatir,"jawabku berusaha dengan nada biasa.
"syukurlah nenek tenang mendengarnya,jadi nanti kalau nenek bertemu dengan orangtuamu nenek sudah bisa lega,
karena sudah berhasilmembesarkanmu dengan baik,
jadi sekarang nenek bisa pergi dengan tenang tanpa ada beban lagi".
Kurasakan tangan dalam genggamanku semakin dingin,
"nek...nenek"!! tiba tiba saja pandanganku gelap,dan aku tidak sadarkan diri.
setelah seminggu nenek meninggal,aku memutuskan untu berhenti dari pekerjaanku, walaupun aku sudah berjanji untuk melupakan peristiwa tragis 5 tahun yang menimpa kedua orangtuaku,tapi itu terlalu membekas dpikiranku.
flashback#
Dipagi musim dingin 5 tahun yang lalu.
"plak..."sebuah tamparan keras mendarat dipipiku,
"apa yang kau pikirkan Mayumi,Mommy dan Dady
begitu menyayangimu tapi kenapa kau mempermalukan kami,apa ini",teriak ibuku saat menemukan testpack dikamarku,
"itu hanya kecelakaan mom,nanti aku akan kerumah sakit untuk menggugurkanya",kataku dengan berani.
"plak..."kembali tamparan mendarat dipipiku.
"kau bilang itu hanya kecelakaan ada seorang bayi dalam perutmu dan kau dengan gampangnya bilang ingin menggugurkanya,keluar kau dari rumah sekarang,aku kecewa padamu Mayumi"!!!
"mom,itu tidak adil,aku anak kalian dan dengan mudahnya kalian mengusirku,aku masih dibawah umur Mom,Dad,kalo aku harus melahirkannya masa depanku akan hancur".
"Mayumi,momy dan dady kecewa dengan apa yang kamu lakukan,untuk sementara kamu pulanglah keIndonesia,tempat nenekmu,renungkanlah tentang kesalahanmu,"kata mereka.
"no,"aku tidak mau,aku tidak salah,kalianlah yang tidak memahami duniaku,"!!teriakku sambil berjalan keluar rumah.
"mau kemana kamu Mayumi"!!teriak mereka.
"aku mau kerumah sakit untuk Aborsi,kataku dengan santainya.
"tidak boleh,"!!teriak mereka.
Dan terjadilah perdebatan sengit kami sekeluarga,ditepi jalan raya hari itu.
sampai tanpa kami sadari ada sebuah truk besar lewat dan menabrak kami bertiga bersamaan,yang membuat kedua orang tuaku meninggal seketika.
Sedangkan aku tidak parah mengalami kecelakaan itu karena mereka berdua melindungiku dengan tubuh mereka,walaupun aku kehilangan bayiku.
setelah kejadian itu aku merasa sangat bersalah pada mereka,aku selalu menyalahkan diriku tentang apa yang terjadi pada kedua orang tuaku.
Aku merasa jiwaku juga ikut mati bersama mereka.
Selama 5 tahun ini aku telah menutup perasaan dari lingkungan dan orang orang sekitarku,aku menghukum diriku untuk menebus kesalahan kepada kedua orang tuaku,sehingga tanpa kusadari dari hari kehari hatiku semakin dingin dalam menghadapi lingkungan disekitarku,aku selalu berpikir dengan begitu maka mereka akan memaafkan aku. TAMAT.