Di sebuah kampung di pinggir kota yang penuh sesak.
Ada, seorang gadis yang tinggal sendirian di sebuah rumah usang yang masih utuh.
Gadis itu bernama Ekani Fuji.
Ekani sedang menyiapkan sepasang panah dan anak panah untuk latihan.
Ekani tak suka bergaul dan keramaian sebab tu ia memilih untuk tinggal jauh di keramaian orang-orang.
"Hari ini, ku harus latihan".*ucap Ekani sambil meminum dan memakan sarapan yang di buat nya tadi.
"Hari, yang sangat tidak penting...".*ucap Ekani dengan kesal.
Ekani sudah menghabiskan sarapan nya dan bergerak ke tempat latihan.
___________________
Ekani menandai pokok dengan warna merah. Eka berdiri di tengah-tengah. Dengan pantas dan cepat Eka terus memanah pokok-pokok yang tadi ia tandai.
Rambut Eka beterbangan.
"Mudah..".*ucap Eka dengan santai sambil pengang anak panah.
Tiba-tiba...
Sebuah portal yang aneh muncul dan menyedut Ekani.
"Arghhh.....".*jerit Eka yang tersedut ke dalam portal.
Ekani hilang.
Sebuah kejadian aneh yang berlaku dengan pantas dan sekelip mata saja.
___________________
•POV EKANI
"Erghh...".*ucap ku pengang mata kanan sambil bersandar di dinding berdekatan dengan ku.
"Kamu, ndak apa-apa ke ?".*ucap seorang wanita.
Sakit... mata ku?! kenapa rasa nya sakit?! seperti baru saja di cocok dengan benda tajam.
Ku buka mata kiri ku sambil menilik ke sekitar ku.
Mata kiri ku menangkap sosok seorang wanita di depan ku! mungkin lebih tua ia?! dan seorang lelaki tengah berdiri di samping belakang gadis tadi menghadap ke tempat lain.
"Hei, kamu kenapa termenung ?".*ucap wanita tadi.
Ku, toleh ke arah wanita di hadapan ku kini.
Muka ku datar, wanita tu nampak seperti tengah menatap ku dengan lekat mungkin untuk cari apa yang ku sembunyikan saat ini.
"ARGHHH......"
"KAPTEN.... KAPTEN....".*jerit seorang lelaki dari kejauhan. Di mana ku?! Apa yang sedang terjadi?!
"Musuh, sudah tiba".*ucap lelaki di samping belakang wanita di hadapan ku dengan serius. Musuh?!
"Aris?!".*ucap wanita di hadapan ku sambil berdiri menghadap lelaki di samping belakang nya.
"Iya?!"
"Apakah, kamu yakin dengan keputusan ini..?!".*ucap wanita itu ragu.
"Demi, kebahagiaan Puteri dan Putera kita di rumah"
"Huffttt, baiklah kalau itu keputusan kamu..".*jawab wanita itu pasrah.
Wanita itu berjongkok di hadapan ku lagi sembari berkata...
"Ku minta tolong pada mu, dek..., pergilah ke arah utara dari sini, di sana kamu akan nampak rumah berwarna kuning, masuklah ke dalam sana, bawa anak kami ke tempat selamat..".*terang wanita di hadapan ku dengan panjang lebar. Anak?! Utara dari sini?!
"Ku mohon...".*pinta wanita di hadapan ku dengan lirih. Saat apa ni?! Kenapa, momen ini wujud?! hidup ku dari dulu datar-datar aja! Mungkin sekarang ku harus menjaga anak orang yang tidak ku kenali!
"Semampu ku.".*jawab ku datar.
"Terima kasih...".*ucap wanita tu dengan gembira.
"Sampaikanlah, sepucuk surat ini kepada anak-anak kami, apabila umur mereka sudah beranjak dewasa".*pinta wanita itu sembari menyerahkan sepucuk surat. Ku menerima.
"Kapten, pasukan musuh sudah memasuki wilayah manusia"
"Zaharin, kamu sudah sedia".*ucap lelaki tu dengan wanita di hadapan ku, nama lelaki tu Aris dan wanita di hadapan ku Zaharin?!
"Sudah"
"Jom"
Mereka berlari menuju ke arah wilayah manusia yang sudah di cerobohi. Oleh siapa?!
"Sebaiknya, ku pergi sekarang".*ucap ku datar sambil ambil panah ku di atas meja dan anak panah yang ada di situ. Selepas itu, ku pergi ke arah utara.
__________________
°SKIP°
5 Tahun Kemudian°
°Kota Appollo°
Kawasan perkampungan
"Rina, Reka, Fia".*panggil ku sambil menghidangkan makanan di atas meja.
"Iya, kakak kami datang".*ucap Rina dan Reka serentak. Fia berjalan di belakang adik nya.
"Jom, makan".*ucap ku.
"Kak, ku mau cakap sebentar".*ucap Fia.
"Makan,dulu".*jawab ku.
"Tak, kak sekarang".*ucap Fia.
"Rina, Reka makan dulu ya".*ucap ku kepada Anak-anak kembar Aris dan Zaharin.
Mereka mengangguk setuju.
Ku, berjalan keluar rumah dulu dan diikuti Fia.
______________________
°Di halaman rumah
"Kenapa?".*ucap ku datar.
"Boleh, ku tanya?".*ucap Fia.
"Tanya aja, semampu akak menjawabnya".*ucap ku datar membelakangi Fia.
"Kemana?! Ibu dan ayah pergi?! Kenapa mereka tak pulang?! kenapa mereka tak mencari kami?! kenapa?! apakah mereka sudah tidak menyayangi kami lagi?!".*tanya Fia kepada ku secara bertubi-tubi dengan suara bergetar.
"Maaf, soal itu akak tak boleh bagitahu".*ucap ku datar.
"Itu bukan jawapan dari pertanyaan, Fia..".*ucap Fia dengan suara yang nak menangis.
Ku terdiam.
Ku tak tahu apa lagi yang perlu dikatakan! Ku datang ke dunia ini disebabkan sebuah portal aneh yang menyedut ku dan bawa ku ke sini!
Ku pandang telapak tangan kanan ku. Kenapa?! kenapa ku boleh ke sini?! portal tu macam mana boleh muncul!
"Kak".*ucap Fia mengbuyarkan lamunan ku.
"Iya".*ucap ku datar.
"Tolong jawab, pertanyaan, Fia".*ucap Fia dengan penuh harapan.
"Baiklah".*jawab ku singkat.
"Dulu, di sebuah Kota yang bernama Kota Hill, di sebuah perkampungan yang bernama Kampung Soujo di kota Hill di serang sekumpulan monster dari kerajaan Kegelapan. Semua penduduk kota Hill bertungkus-lumus berlari ke Kampung Pasri. Di sana ada sebuah portal yang menuju ke Kota Appollo, portal itu bernama Portal Tsu. Banyak yang di tinggalkan di sana, hanya nyawa anak-anak saja yang dibawa dan 10 orang dewasa. Itu pun terpaksa! Semua ibu bapa nak anak mereka tetap hidup damai!".*terang ku panjang lebar kepada Fia.
"Termasuk, ibu dan ayah kamu".*ucap ku tegas.
"Mereka, lebih memikirkan tentang anak-anak mereka yang masih kecil saat itu".*ucap ku datar masih di posisi yang sama iaitu membelakangi tubuh Fia yang nampak kaku.
"Tapi kan! saat itu ku sudah besar".*ucap Fia tak terima dengan apa yang ku ucap kan tadi.
"Kenapa?! kenapa ibu dan ayah tak nak bawa Fia sekali?!".*ucap Fia tak terima.
"Itu ialah, sebuah kenyataan bukan reka'an".*ucap ku datar namun tegas.
______________________
°Di malam hari
Kenapa?! di hari terakhir ku di tempat ku seperti ada yang janggal?! seperti memang ada yang memanggil ku datang ke sini! tapi.... siapa?!
Arghhh...
Ku mengerang kesakitan. Apa?! apa yang terlintas di benak ku?! Putri?! ku perhatikan dengan seksama apa yang ku lihat saat ini.
Seperti, seorang Putri Es tunggal mendapat perintah terakhir dari sang Ayahanda sebelum wafat.
"Pergilah, anakanda ke tempat bernama Minho di situ kamu akan bertemu dengan ......".*ucap Si Raja sebelum wafat.
"Ayahanda".*setengah teriak Putri Es tunggal.
"Kalau, itu ialah keputusan ayahanda, ku terima".*ucap Putri Es sambil memberi penghormatan terakhir kepada sang Raja.
Kenapa?! wajah Putri itu sama seperti ku?! apakah kami ada kaitan satu sama lain?!
_____________________
°Tamat°