imma, ibu muda yang memiliki 3 orang anak dari pernikahannya dengan sang suami yang ia cintai, tetapi kehidupan ramah tangga memang tidak selalu berjalan mulus.
seperti kata orang, akan banyak konflik rumah tangga yang akan terus bergulir, dari yang ringan sampai yang berat...
tinggal bagaimana kita menyikapinya, mau terus bersabar atau justru malah mengalah. bertahan atau kalah. istilah nya kalau dalam pertarungan, menurutku.
*****
ya Allah, imma hanya mengusap dadanya setiap hari menyaksikan suaminya hanya tidur-tiduran suami yang dia pilih dan dia perjuangkan cintanya untuk mendapat restu orang tuanya.. tapi nyatanya sekarang malah seperti ini, dia suaminya tidak menghargai perjuangannya dulu ketika meminta restu dari orang tuanya, memohon dan mengiba agar mendapat restu..
meskipun pada akhirnya orang tuanya merestui walaupun terpaksa..
"seharusnya aku dulu mendengarkan omongan ibuku yah, untuk tidak menikah dengan orang seperti mu"... kata imma dengan suara tercekat menahan sesak di dadanya..
"lalu kamu mau apa mah, aku memang seperti ini dari dulu"... jawab Abby suami imma..
"tolong kamu rubah sedikit saja sifat mu yang pemalas itu yah!!" ucap imma dengan linangan air mata.. "apa kamu tidak kasihan melihat anak-anak kita yang setiap hari menangis ingin jajan??" sambungnya..
"aku malu yah, setiap hari meminta belas kasih dari ibuku. padahal aku punya suami" ucapnya lagi
rasanya imma sudah lelah menjalani rumah tangga yang seperti ini, sampai kapan dia harus bersabar dan terus bersabar..
tidak ada seorang pun yang tau kehidupan rumah tangga nya yang seperti ini, imma selalu berusaha menutupi nasib rumah tangga nya..
hanya kepada ibunya dia berkeluh kesah, entah sudah berapa banyak keluhnya...
*****
malam ini pun sama seperti malam-malam sebelumnya, suaminya hanya sibuk memainkan hp nya tanpa mau membantu imma mengurus anak-anak nya.
"yah, nanti kerumah nenek ya? udah lama banget Aulia gak keruh nenek" ajak anak pertamanya, tapi Abby tidak menoleh sedikitpun menjawab pun tidak.
begitulah Abby, dia tidak pernah mau direpotkan oleh anak-anak nya.
rasanya imma ingin sekali mencekiknya sampai m*ti melihat sikap suaminya yang selalu abai akan anak-anak nya..
"Al kita ke kamar aja yuk?" ajak Aulia kepada adik laki-laki nya "ayah kayanya lagi sibuk, kita jangan ganggu' nanti ayah marah" sambungnya.
"kalian tidur dulu ya sayang, inikan udah malem juga, nanti aja kerumah nenek nya ya" bujuk imma. padahal hatinya tak tega melihat anak-anak nya sedih..
*****
"yah, bangun kamu?" seraya mengguncangkan tubuh suaminya..
"kamu gak kerja? aku udah gak punya uang lagi yah? susu ara juga sudah habis"... sambil mengguncangkan lagi tubuh suaminya...
Abby menepis tangan imma dari tubuh nya, "nanti aku kerja kalau aku mau,, kamu gak usah bawel!!" jawabnya "aku pusing dengernya"...
imma hanya mendesah pasrah akan jawaban suaminya..
aku harus gimana lagi ya Allah "gumamnya"..
sambil mengusap lembut tubuh anak ketiganya, Ima pergi keluar rumah untuk mencari pekerjaan yang sekiranya dia bisa kerjakan sambil mengasuh anaknya..
dia bingung harus kemana,, sambil berjalan diatas trotoar melewati setiap toko yang mau menerima nya bekerja sambil sesekali mampir di sebuah toko untuk memohon belas kasih untuk di beri pekerjaan..
hari sudah semakin siang, anak-anak nya sebentar lagi pulang sekolah tapi imma masih duduk di sebuah bangku kedai bakso sambil melamun memikirkan apa dia diterima bekerja di kedai bakso ini..
bagaimana nasib anak nya klo dia tidak bekerja? bagaimana sekolah nya? bagaimana cara membeli susu untuk si bungsu yang baru berusia 4 bulan itu, hehh.. memikirkannya saja sudah pusing dengan keadaan ekonomi yang seperti ini, di tambah suami yang pemalas...
sempat terpikir oleh imma untuk berpisah dengan Abby, tapi dia malu kepada orang tuanya..
nasi sudah menjadi bubur pikirnya...
*****
dengan langkah terburu-buru imma masuk kerumah, rumah sederhana peninggalan nenek nya yang sekarang dia tempati bersama anak dan suaminya...
dilihatnya sekeliling, berantakan seperti kapal pecah saja rumahnya..
"Al, kamu udah makan belum?" tanya imma pada anak lelakinya
"udah mah, tadi makan sama Kaka pake kerupuk sama kecap!!" jawabnya
maafin mamah ya Al, kamu sama Kaka harus ikut hidup susah kaya gini.. "imma terus saja merintih dalam hati" mengingat nasib rumah tangganya yang seperti ini..
"kamu liat ayah gak Al? ko gak ada di kamar!!" Al hanya menggeleng sebagai jawaban..
sore sudah hampir berganti malam, tapi Abby tak kunjung pulang. sudah tidak aneh memang paling dia sedang main bersama teman-temanya yang tak jelas itu.
imma baru saja menidurkan Ara dan meletakkan nya di atas tempat tidur, dia melirik jam sudah pukul setengah sembilan malam tapi Abby belum juga pulang, padahal dia ingin memberi tau kalo mulai besok dia akan bekerja di kedai bakso.
karena matanya sudah mengantuk akhirnya dia merebahkan tubuhnya di samping Ara dan mulai tertidur..
"immaaaa..." teriakan Abby seketika membangunkannya dari tidurnya.
dilihatnya jam pukul 2 pagi, sambil mengucek matanya yang agak pedih karena baru bangun dari tidurnya dia berjalan menghampiri suaminya yang tidak tau diri itu..
"lama banget buka pintu nya? ngapain aja kamu mah?" bentaknya
"kamu dari mana yah? jam segini baru pulang?" imma tak menghiraukan bentakan Abby
"aku mau makan, cepat kamu buatkan aku makanan" titahnya. imma hanya menurut saja, tapi jauh dalam lubuk hati ibu tiga anak itu dia menangis.
benarkah dia suaminya, suami yang selama ini dia perjuangan kan cintanya, tapi kenapa harus sesakit ini untuk hidup dengan orang yang dia cintai..
apa benar kata ibunya dulu, kalo Abby bukanlah orang yang baik dan tepat untuk di jadikan teman hidupnya. tapi kenapa baru sekarang dia sadar setelah mereka mempunyai tiga anak. kenapa dia sebodoh itu, sekarang apa yang akan dia lakukan untuk rumah tangga nya.
BERTAHAN atau KALAH!!