Setelah di tinggalkan pacarku aku menjadi bosnya..
Arrabella Zidny seorang desainer ternama yang sedang naik daun di negaranya,kini banyak macam-macam perusahaan yang ingin bergabung dengannya.
Karena desain yang ia buat sampai terkenal di luar negeri,Sungguh pencapaian nya sangat membuatnya bahagia serta tak lupa ia selalu bersyukur kepada sang pencipta yang selalu memberikan semuanya.
"Bos ada yang nyariin tu!" Ucap Khanza asistennya.
"Dimana dia!" Jawab Arrabella yang sedang sibuk dengan laptop nya.
"Di ruangan bawah bos!"
"Saya kesana sekarang!" Arrabella pun pergi ke ruangan yang disebut oleh Khanza.
"Khanza tolong kamu temani saya menemui orang itu!" Ucapnya tegas.
"Baik bos!"
Sesampainya diruangan Arrabella membuka pintunya dan mendapati seseorang yang begitu ia kenal yaitu Gabriel
Seketika bayangan yang menyakitkan kembali berputar saat ia melihat Gabriel ada di depan matanya.
4 tahun yang lalu...
"Eh liat deh! Si kuper itu sok rajin banget sih kerjaannya kalau gak nulis ya baca buku." Ucap Wita pada gengnya yaitu ( Ria, Karin, Fita)
"Wit! Gimana kalau kita kerjain dia?" Ria.
"Bagus banget ide lo!" Wita.
"Ayo kita serang kuper!" Seru mereka berempat tanpa mengeraskan suara.
Mula-mula Wita mengajak Arrabella dan merayunya dengan alasan akan menjadikan Arabelle sebagai bagian dari geng nya,tanpa berfikir panjang Arrabella pun akhirnya mengikuti kemauan Wita dan gengnya itu.
"Kita mau makan dimana Wit!" Ucap Arrabella dengan sedikit gugup.
"Di kantin! Lo tenang aja,gue yang traktir kok!".
Arrabella menganggukkan kepala tanda setuju.
Setelah sampai di kantin, Karin memberikan kode pada pelayan agar membawakan 5jus jeruk dan bakso. Pelayan pun membawakan 5jus itu.
Saat 5jus sudah berada di depan mata mereka Wita langsung memberi kode kepada gengnya untuk menyiramkan jus itu pada Arrabella.
Lalu tak perlu aba-aba dari Wita gengnya langsung menyiramkan jus jeruk itu ke Arrabella.
"haa..ha-ha! Rasain emang enaknya kita kerjain." Seru Wita dan gengnya.
Arrabella lalu pergi tanpa berbicara apapun pada mereka,ia berjalan menundukkan kepalanya.Banyak siswa-siswi di sana yang menyorakinya,mengatainya dengan tidak sopan.
Gabriel yang melihat itu langsung berteriak pada seluruh murid yang ada disana.
"Diam!! Lo semua gak berhak memperlakukannya kaya gini,apa murid-murid disini udah gak punya hati, ha!" Seru Gabriel.
Tanpa berfikir panjang Gabriel langsung menarik tangan Arrabella dan membawanya keruangan ganti.
"Tunggu kak! Tapi aku gak bawa baju ganti, aku mau pulang aja."Ucapnya.
"Tenang ini aku ada baju seragam baru untukmu!"
"Terimakasih!" Arrabella pun masuk kedalam ruang ganti,Gabriel masih menunggunya keluar.
"Ayo! Aku anterin kamu ke kelas! Biar gak diganggu lagi sama geng lampir." Ucap nya yang meyakinkan Arrabella agar ikut bersamanya.
"Baiklah kak!"Ucap Arrabella.
Baru saja Arrabella dan Gabriel ingin masuk ke kelas,Wita sudah kembali menyiramkan tepung tetapi selamat tepung itu tak sampai mengenai Arrabella malah Gabriel yang kena.
"Maaf ya kak! Ku kira si kuper yang mau masuk,eh ternyata aku salah."Seru Wita.
"Lagian sih kak Gabriel ngapain pake nganterin si kuper ini ke kelasnya, kan dia bisa sendiri!" Ketus Ria.
Gabriel berusaha membersihkan tepung yang mengotori seluruh muka dan kepalanya, Arrabella pun ikut membantu membersihkan muka Gabriel.
"Hey! Pinggiran tangan kotor lo dari muka kak Gabriel!" Ketus Wita.
Arrabella lalu menghentikan tangannya,tetapi tiba-tiba Gabriel menarik tangannya itu kembali.
"Denger ya kalian semua! Siapapun yang berani gangguin atau ngebully Arrabella,lo semua akan berurusan sama gue!" Ucapnya dengan tegas.
"Memangnya sih Arabella apanya kak Gabriel sih!" Tanya Fita.
"Arrabella pacar gue! Puas lo semua."
Semua yang ada disana sangat terkejut dengan pengakuan Gabriel. Termasuk Arrabella, ia yang sudah lama menaruh hati pada kakak kelasnya yang super duper tampan itu Akhirnya kini bisa juga ia dapatkan.
Tak ada yang bisa merasakan kebahagiaan yang kini hadir di dalam hatinya itu.
"Kak! Ini semua bener, terus selama ini kakak anggep aku apa?" Ucap Wita yang mulai menangis pura-pura.
"Gak dong sayang! semua ini untuk mu,masak aku suka sama dia sih!" Ucap Gabriel yang langsung memeluk Wita.
"Gimana aktingnya baguskan!" Seru Gabriel kepada semua murid yang ada disana.
"idihh!! Kasian banget, ternyata ada yang ngarep tu!" Seru gengnya Wita.
Arrabella yang tak sanggup mendengar ejekan lagi dari semua siswa-siswi yang ada disana ia memilih pergi dari sana.
"Aku gak nyangka banget ternyata orang yang kuinginkan selama ini hanya mempermainkan cintaku,dasar manusia tak punya hati biadab!!"
Batin Arrabella,ia masih terus berlari hingga keluar sekolah.
Air mata bahagia yang tadinya ingin tumpah,kini malah air mata kesedihan yang begitu menyakitkan tumpah melalui matanya yang indah.
Arrabella terus berjalan hingga ia sampai di tempat kosannya,ia menangis berjam-jam tanpa diketahui oleh orang bahkan tetangga sebelahnya. Itulah hal yang menyakitkan baginya selalu menangis dalam keadaan sakit hati yang begitu dalam.
"Andai saja orangtuaku, saat ini ada untuk memelukku yang sedang bersedih.
"Aww.. Khanza! Apa yang kamu lakukan dengan wajahku?" Berteriak kesakitan saat Khanza sang asisten mencubit pipinya dengan gemas.
"Maaf bos! Habisnya dari tadi ngelamun aja liat cowok itu." Menunjuk kearah Gabriel.
Arrabella menarik nafasnya dalam-dalam lalu duduk di depan sofa, dan memberikan isyarat pada Khanza untuk meninggalkannya.
"Siap bos! Saya akan pergi, jangan lupa panggil saya kembali" Seru Khanza yang sudah meninggalkan ruangan itu.
"Sebelumnya gue minta maaf ya Arrabella,karena udah bikin lo sakit hati diwaktu itu." Ucap Gabriel dengan penuh penyesalan.
Arrabella berusaha untuk tidak terbawa emosi saat Bersama Gabriel.
"Saya sudah melupakan kejadian di masa lalu itu, oh! Ya, katakan Ada tujuan apa anda kemari?"
"Aku ingin kau menolongku, dengan menjadikanku salah satu karyawan mu disini." Pintanya.
"Bukankah kau seorang yang berkelas mana mungkin kau mau bekerja disini, apakah saat ini kau sedang membutuhkan?" Seru Arrabella.
Gabriel hanya menundukkan kepalanya saat di beri pertanyaan seperti itu.
"Kau boleh bergabung disini!" Ucap Arrabella dengan yakin.
"Benarkah! Terimakasih ya, ternyata hatimu sangat mulia sekali.Tapi aku disini sebagai apa ya?"
"Kau disini akan bekerja sebagai satpam!" Seru Arrabella.
"Apa!!" Gabriel terkejut tak menyangka bahwa Arrabella akan membalasnya seperti ini.
"Apa tidak mau?" Seru Arrabella yang mulai beranjak dari tempat duduknya.
"Saya mau kok!"
"Mulai sekarang bekerjalah dengan baik dan jangan berbuat hal yang tidak pantas!
Say pergi dulu!"
Gabriel terus memperhatikan langkah Arrabella yang sedang keluar, di hatinya saat ini hanya ada rasa sesal dan malu.
"Karma memang berlaku"