"Uuhh Sial"
Seorang wanita cantik yang berlari menuju sebuah toko, Hujan yang deras membuat wanita itu kesal. olahraga pagi dengan cuaca cerah ia berjalan sambil menikmati lagu melalui handsat. Namun dia kesal saat hujan turun dengan suara guntur yang gemuruh
"Kenapa tiba tiba hujan bikin kesal saja" katanya wanita itu lagi
" Hai mawar, tadi bilangnya males olahraga. ada apa dengan wajahmu kusut sekali" tanya wanita itu sambil menyenggol bahu mawar
Namun mawar tidak perduli dengan pertanyaannya dia tetap sibuk merapikan rambut dan pipinya yang basah, Nur mendekati dan membantunya mengeringkan rambut mawar. dia adalah sahabat mawar yang paling jail, dimanapun nur ada pasti di situ nur juga ada
plak
" Ooyy aku tanya kenapa nggak di jawab, dasar anak manja" tangannya selalu jail
" Aww sakit tau, awas ya nanti ku balas kamu" dengan mata melotot mawar menghardiknya
ckckk
"Mawar kita makan di sana yuk, perutku sudah lapar dari tadi" tunjuk nur ke sebuah rumah makan yang tak jauh dari tempat mereka berteduh
" Pergi saja sendiri, aku tidak lapar" mawar memasang wajah marah dan bibirnya jontor ke depan
Nur berlalu dari toko dan berjalan santai menuju tempat makan, karena perutnya sudah tidak bisa di tahan lagi akibat lapar.dia memesan beberapa makanan dan menikmati segelas teh es
Sruuuppppp
" Ahhh seger banget es ini" tanpa malu malu ia terus menikmati segelas es di depan nya
tidak lama semua makanan yang ia pesan sudah d meja, nur langsung mengambil nasi dan lauk ia makan sungguh membuat orang yang melihatnya merasa makanan itu begitu nikmat. namun nur tidak perduli dengan pandangan mereka, ia tetap melahap makanannya
" Nur... boleh nggak aku duduk di sini, aku juga lapar boleh kan aku ikut makan denganmu" ucap mawar yang mencoba merayu nur
" Tadi bilangnya nggak lapar" ketus nur
tanpa memperdulikan nur, mawar langsung duduk dan menyuap nasi di piring nur. yaa mereka sering makan bersama dalam satu piring mereka kadang menghabiskan berdua. tidak heran keduanya begitu akrab dan dekat walaupun terkadang seperti kucing dan tikus
Setelah makan mereka langsung pulang, lain dengan nur ia pulang kerumah hanya berganti baju stelahnya ia langsung pergi bekerja. meskipun di hari minggu nur tetap bekerja, lain dengan mawar ia menghabiskan waktu libur dengan berjalan jalan sambil menikmati hidup katanya hiii
"Mawar, aku pergi kerja dulu ya. jangan lupa kalau tidur pintunya di kunci" teriak nur keluar rumah sambil menyalakan mesin motor
Tidak ada jawaban. nur langsung pergi ia sangat tau sifat temannya
karena nur hampir terlambat kerja dia tidak perduli lagi
' Biarlah nanti kalau sudah sampai aku tlpon dia saja' pikir nur ketika di jalan
Ting
sebuah pesan masuk di hp mawar namun mawar masih tidak perduli ia tetap mencoba memejamkan mata, karena begitu lelah ia bekerja dan hari ini ia ingin menghabiskan waktunya untuk tidur saja
Ting
Ting
Dua pesan kembali masuk, mawar yang kesal akhirnya terbangun
[ Cepatlah bersiap, 10 menit dari sekarang aku akan menjemputmu]
[ Mawar, kenapa pesanku tidak di balas apa kamu sedang marah denganku]
begitu lah isi pesan yang ia buka. mawar langsung bergegas ke kamar mandi lalu bersiap, ia masih terlihat malas untuk pergi keluar namun dia tidak mau kehilangan orang yang ia cintai
pesan yang ia terima dari kekasihnya itu membuat semua rasa lelahnya hilang ia tidak perduli dengan lelahnya, ia berusaha tersenyum di depan sang pujaan hati agar rasa lelah itu tidak terlihat
" Sudah siap " tanya kekasihnya
mawar hanya menganggukkan kepala
" Ayo naik " bagas menepuk kursi motor di belakangnya dan mempersilahkan tuan putrinya segera duduk di belakangnya
" Pegangan yang kuat nanti jatuh aku juga yang repot, hahaaa" ketus bagas sambil menyalakan mesin motornya
" Kita mau kemana mas" tanya mawar penasaran
"sudah nanti kamu juga tau" jawab bagas
sambil bercanda mereka menikmati suasana jalanan yang ramai, meskipun cuaca yang panas tapi mawar tidak pernah mengeluh ia tetap melingkarkan tangannya di pinggang kekasihnya
" Sudah sampai, ayo turun " setelah motor terparkir di depan rumah yang di tumbuhi banyak warna warni bunga
Bagas menggandeng tangan mawar, mereka melangkah masuk ke dalam rumah bagas
entah apa yang di fikirkan bagas kenapa ia membawa kekasihnya ke rumah. tidak biasanya bagas membawa mawar ke rumah ini baru pertama kali nya bagas nembawanya ke rumah
Dengan perasaan dag dig dug mawar berusaha tenang dan terus melangkah di samping bagas. tanpa banyak bertanya, sesekali ia hanya melirik ke wajah bagas namun bagas hanya tersenyum
tok tok tok
Kleek
suara pintu di buka dari dalam, bagas mempersilahkan mawar masuk
" jangan takut, ada kejutan kecil untukmu" bagas meyakinkan mawar
Mawar tersenyum ketika bertemu dengan seseorang yang duduk di kursi empuk dan nyaman
" siang tante, om" mawar menghampiri keduanya dan mencium punggung tangan mereka
" siang, ayo duduk nak jangan malu malu" jawab lirih wanita itu dengan senyuman ramah dan menggandeng tangan mawar
Mawar hanya menurut dan duduk di sebelah wanita muda yang terlihat tidak menyukainya
raut wajahnya menunjukkan bingung, entah kenapa ia di bawa kerumah orang tua bagas
"Kamu kerja di mana nak" pertanyaan lelaki paruh baya mengejutkan lamunan mawar
" saya kerja di minimarket om" jawabnya sambil tersenyum
"tidak apa yang penting halal" ucapnya lagi
Sonny Effendy adalah ayah bagas, usahanya yang sukses dan terkenal dimana mana membuat keluarga mereka di segani semua orang
Namun mereka sangat baik dan ramah. tidak pernah terdengar hal buruk di keluarga mereka, itulah yang membuat mawar minder
"Papa, aku dan mawar sudah hampir satu tahun berpacaran. dan aku yakin memilih mawar untuk menjadi istriku karena kepribadiannya yang baik" bagas memulai bicara dengan papanya
Degg
mawar kaget dan menitikkan air mata. dia masih tidak percaya kalau kekasihnya ingin melamarnya dia mencubit tangannya
'aww sakit, ini bukan mimpi ternyata'
gerutu mawar dalam hati, dia masih bingung karena tiba tiba bagas membicarakan soal pernikahan
" Gimana sayang apa kamu setuju kalau kita menikah bulan depan saja, aku sudah tidak sabar" tanya bagas
" haaa...emmm... gimana mas, aku kurang menyimak obrolan kamu tadi hii" mawar terkejut saat bagas bertanya soal pernikahan
tidak pernah terfikirkan oleh mawar jika hari ini dia melamar dan ingin menikan secepatnya denga mawar, dia masih bingung dan bertanya apakah ini mimpi? apa aku masih tidur tapi rasanya seperti mimpi
mawar hanya menganggukkan kepala dan tanpa sadar air matanya sudah membasahi pipi
dia masih tidak percaya jika dia akan melepas masa lajangnya secepat ini
" Baiklah kalau begitu kita harus mengatur persiapannya mulai hari ini, dan untuk gaun kalian bicarakan saja berdua" jawab ayah bagas
mereka pun membahas acara pernikahan yang akan di gelar secara mewah, namun mawar tidak ingin acaranya terlalu mewah. ia hanya ingin pernikahan yang sederhana saja
Bagas pun mengantarkan mawar pulang, bagas memikirkan semua kesedihan di wajah mawar. dia sangat tau apa yang di inginkan mawar saat hari pernikahannya nanti. bagas menggenggam tangan mawar
" Aku tau apa yang kamu fikirkan, percayalah di hari bahagia kita nanti akan ada banyak kejutan untukmu, dan satu lagi apapun yang terjadi, suka dan duka kita akan lewati bersama. aku janji aku akan selalu ada di sampingmu sampai maut memisahkan"
Mawar terharu dan menangis lagi namun tangisannya ini adalah tangisan bahagianya
Tiba saat hari yang mereka nantikan datang, hari ini mereka akan mengucap janji suci dalam pernikahan. mawar terlihat sangat cantik dengan balutan kebaya dan riasan sederhana. wajahnya mengukir kebahagiaan dan jantungnya berdebar
" Calon pengantin sudah siap, Cantik banget aku jadi pengen ngrasain di istimewakan kayak gini deh ckckk" nur mulai jahil pada sahabatnya. mereka berpelukan dan menitikkan air mata
" Cepat menyusul aku ya ckkk" candaan mawar sontak membuat nur tertawa
" Do'a in ya semoga cepet dateng jodoh aku, biar cepet nyusulin kamu "
Mereka berjalan keluar setelah perias selesai make over mawar haa
nur mendampingi mawar ke pelaminan. suasana begitu bahagia dan ketika penghulu mengucapkan bagaimana semua
Sah
Sah
Sah
mawar dan suami serta yang ada di ruangan menangis bahagia. tiba di acara sungkem hanya teelihat paman mawar sebagai wali nikah mawar dan ketika dia duduk bersimpuh menjabat tangan pamannya ia di sangat bahagia ketika suami mawar menepati kejutan yang dia janjikan
" Selamat ya nak, semoga kalian jadi keluarga yang bahagia. do'a ibu selalu menyertaimu" dengan suara serak karena menangis mawr pun langsung memeluk ibu nya
dia bahagia sangat jelas terlihat di wajah mawar, entah bagaimana cara membalas semua kebaikan suaminya. saat ini dia hanya merindukan ayah yang sudah di surga, padahal cita cita mawar saat menikah dia berharap ayahnya lah yang menjadi wali untuknya. namun kehadiran sang ibu tercinta sudah cukup dari lebih untuk mengukir kebahagiaannya saat ini
" Ibu, kapan ibu datang. kenapa mas bagas tidak memberitahuku"
" Nak bagas orang yang baik nak, satu minggu sebelum pernikahan kalian dia datang mengunjungi ibu. dan ibu tinggal di rumah kakaknya, katanya dia ingin memberikan hadiah istimewa untuk mu"
" Ibu andaikan ayah ada di sini ayah pasti bahagia melihat mawar menikah" ibu menggeleng dan tersenyum
" Anakku mawar, ayahmu saat ini sedang melihatmu berbahagia dari atas sana. beliau selalu ada di hati kita sampai kapanpun" jawab ibu sambil memegang dada mawar
selesai acara pasangan pengantin bari itu masuk ke kamar, mereka masih malu malu
" Sayang apakah kamu sudah siap malam ini" tanya suami tercinta
mawar diam dan mengangguk, di hatinya belum siap malam ini akan tetapi jika dia menolak mawar takut mengecewakan suaminya. bagas mendekat dan tersenyum, bagas membelai rambut mawar dengan penuh cinta
malam pengantin saat ini menjadi semakin romantis karena hujan turun. bagas mencumbu mawar, tangannya berjalan di sekitar tubuh mawar hingga sampai di gundukan gunung kembar. bagas terus memainkan tangannya di tubuh mawar sampai membuatnya terhanyut, perlahan bagas membaringkan mawar dengan hati hati
mereka berdua sangat menikmati malam pertamanya. Seakan hasratnya sudah tidak tertahan lagi bagas membuka semua pakaian di badan mawar dan bagas tersenyum
" Sayang tahan sebentar ya, ini mungkin akan menyakitimu tapi aku minta maaf jika nanti aku menyakitimu" bagas tersenyum
tidak ada jawaban dari mawar karena gadis itu sudah terlantur terbuai dalam permainan bagas, dia hanya mengangguk malu
perlahan bagas menghanyutkan mawar dalam belaian dan hasrat yang telah lama di tunggunya dia mencium bibir mawar dan mawar langsung membalasnya tanpa ragu tiba di puncak nya bagas mendekatkan pisang ambon miliknya dan membuat mawar meringis menahan sakit sambil mengusap air mata di pipinya
"aaaakkhhh... sakit mas" ia memcoba menahannya agar suaminya tidak kecewa
" tahan sayang ini tidak akan lama, nanti kalau sudah gol kamu juga merasakan enak. tidak sakit lagi, nikmati aja ya jangan di rasain" jawabnya pelan
sambil terus mencium bibir mawar agar melupakan rasa sakit bagas terus mencoblos milik mawar sampai akhirnya
"Aww...aaakkhhh... mas... eemmm"
" iya sayang aku tau, aku juga merasakan kenikmatan ini, sudah tidak sakit kan" tanya bagas
mereka melanjutkan hasrat duniawi mereka hingga akhirnya bagas terkulai lemas di samping mawar, lalu ia memeluk istrinya erat mereka tersenyum
" Nanti mulai lagi ya" bagas terkekeh
sedangkan mawar melotot karena nyeri yang ia rasakan setelah di coblos bagas
Namun hasrat bagas kembali bangkit, baru saja mawar akan terlelap tangan bagas mulai menggelitik di gunung kembar mawar dan mereka bermain kuda kudaan sampai menjelang fajar. mawar begitu lelah sampai terlelap ia bangun siang namun ada yang aneh waktu ia akan beranjak dari tempat tidur
" Aahhh... kenapa sangat nyeri apakah semua perempuan setelah menikah mengalaminseperti ini" ucapnya dalam hati
bagas terbangun karena kasur yang ia gunakan untuk tempat bertempur mencetak gol semalam bergoyang, ia menatap istrinya yang duduk di ujung kasur
" Sayang kamu udah bangun, kenapa? kamu mau kemana" tanya bagas
bagas mengerti istrinya menyembunyikan sesuatu darinya tapi tanpa istrinya berkata bagas hanya tersenyum dan langsung menggendong sang istri ke kamar mandi
" Kita mandi bareng ya, kita main kuda kudaannya di kamar mandi. lebih enak sayang" ucap bagas dengan terkekeh
mawar melotot dan menatap bagas tajam
" Mesum" hanya itu yang di ucapkan mawar kesel
setelah mandi bagas keluar kamar, ternyata semua sedang kumpul di meja makan. ibu susan menatap bagas penuh tanya
" Loh, gas mana mawar kenapa tidak di ajak makan bareng" tanya ibu susan ibu bagas yang sangat menyayangi anak laki lakinya itu
" Mmm... mawar sebenarnya tidak enak badan ma, jadi bagas menyuruhnya istirahat saja di kamar nanti bagas bawakan makanan untuk mawar ke kamar" jawabnya dengan santai
" ooo.. ya sudah sini kamu duduk dulu makan bersama, dan hati ini kamu tidak usah ke kantor kamu temani mawar dulu. siapa tau dia membutuhkanmu jika mau ke kamar mandi pasti masih ngilu itu habis menikmati pisang semalam" papa sony terkekeh melihat putranya cemberut
bagas hanya tersenyum kecut saat semuanya tertawa, setelah makan bagas beranjak ke kamar dan membawa sepiring nasi untuk mawar
" Sayang, hei bangun yuk makan dulu ini aku bawakan makanan untukmu. aku suapin kamu ya, aaakkk" dengan telaten bagas menyuapi mawar sampai habis satu piring
" Nanti kalau udah sembuh kita main kuda kudaan lagi ya" kekeh bagas
uhukk hukkk
mawar tersendak lalu memukul bahu suaminya, bagas hanya menyeringai dan tertawa lepas melihat sang pujaan hati melotot
hampir tiga tahun mereka menikah tapi mereka belum di karuniai seorang anak, mereka sudah berusaha namun bagas menyerah dia hanya selalu membuat istrinya semakin memikirkan semua ini, bagas tidak mau kalau sampai mawar sakit
" sayang sudah jangan di fikirkan, serahkan semuanya pada yang kuasa. karena dialah yang memberikan rejeki, jika alloh belum berkehendak maka kita harus berusaha tapi jika kita sudah berusaha tapi belum juga di berikan. ya kita pasrahkan saja padanya"
Santai banget bagas bicara namun hati mawar sangat menginginkan kehadiran anak yang akan membuat rumah ramai. semua sudah mawar coba bahkan dia juga sering minum obat herbal tapi belum ada tanda tanda kehamilan
Akhirnya untuk menghilangkan stres mawar kembali bekerja lagi, namun setiap melihat anak anak dia selalu ingin seperti ibu ibu yang lainnya
dia tepis pikirannya saat melamun terlalu jauh dia berusaha untuk tidak terlarut dalam hayalannya, karena itu semua hanya akan menyakiti hatinya
Ditambah belakangan ini bagas jarang pulang, entah karena sibuk kerja atau karena mulai bosan dengan keadaan di rumah yang sepi
ting
satu pesan masuk di hp bagas, dia membukanya
[Mas, aku ijin ke rumah ibuku mungkin aku akan menginap selama seminggu di sana]
Ting
[ iya hati hati ya sayang, maaf aku tidak bisa mengantarmu]
hanya itu balasan dari bagas
dulu dia sangat perhatian, dan sekarang dia dingin bahkan jarang pulang ke rumah
mawar pun bergegas ke terminal ia mencari mobil menuju kampung halamannya. dia ingin menenangkan diri sementara
setelah sampai di rumah ibunya, mawar tersenyum dan langsung memeluk ibu tercinta
" Ya alloh mawar, kenapa nggak bilang nduk kalau mau datang. suami mu mana" ibu pun langsung memeluk erat mawar
" Aku sendiri bu, mas bagas sibuk di kantor makanya dia tidak bisa mengantarku" jawab mawar tenang
ibunya tersenyum, ia tau jika putrinya sedang ada masalah. beliau mengerti dan tidak bertanya pada mawar, karena ibunya tidak mau ikut campur rumah tangga mereka. melihat mawar berkunjung kerumah saja ibunya sudah sangat bahagia
" Ibu masak apa? mawar sudah lapar bu" tanya nya
" Ibu masak ikan, ayo masuk kita makan dulu. pasti kamu pasti lelah"
Mereka masuk ke rumah dan makan, setelah makan mereka berbincang banyak. namun hati ibu sarah mengatakan pasti ada sesuatu terjadi hingga anaknya seperti ini. namun ibu sarah tidak berani bertanya beliau hanya memendamnya di hati
" Nak tidurlah dikamarmu, kamu pasti lelah setelah perjalanan tadi" ibu sarah membelai rambut mawar
" Tidak bu, mawar ingin tidur dengan ibu. mawar rindu di belai rambut mawar saat mawar mau tidur sampai terlelap. mawar ingin benmanja dengan ibu seperti dulu" pinta mawar dengan penuh harap, berusaha menutupi kesedihannya
Akhirnya ibu sarah mengangguk setuju, mereka tidur dan bu sarah masih membelai rambut mawar meskipun ia sudah terlelap
Bu sarah menangis diam diam agar tidak membangunkan mawar, ia dapat merasakan kesedihan putrinya
Di rumah bagas tidak bisa tidur tanpa memeluk istrinya, ia tau jika istrinya beralasan berkunjung ke rumah ibu sarah hanyalah alasan saja karena ingin menenangkan hati dan fikiran, namun sikapnya yang egois membuat mawar lelah dan menghindar darinya
Seminggu berlalu mawar akhirnya pulang kerumah. namun ia pulang hanya untuk mengambil baju, tanpa sepengetahuan bagas ia masuk kedalam dan mengambil baju yang di perlukan setelah itu dia kembaki kerumah ibunya lagi
" Maaf mas, entah kamu berpikir benar atau tidak namun aku akan menginap di rumah ibuku sampai kamu sadar semua keegoisanmu. aku sudah lelah mengalah terus denganmu, sekarang aku berikan waktu untuk mu berfikir" ucap mawar di hati
dia segera melangkah keluar rumah sebelum bagas pulang, dan langsung kembali ke rumah ibunya. ibu nya juga sudah mengetahui semua masalahnya, beliau hanya meminta pada mawar agar mereka tidak sampai bercerai
Satu bulan di rumah bu sarah, bagas pun tak pernah datang menemui mawar hanya lewat panggilan vidio mereka bicara. itupun hanya sebentar saja karena mawar beralasan sibuk bekerja
Ya memang mawar bekerja di kampung namun ia bekerja di rumah tangga ia terpaksa kerja sebagai ART karena ia harus membantu kebutuhan ibunya di rumah, namun meskipun mawar bekerja sebagai ART dia menjalani pekerjaannya dengan penuh bahagia tanpa ada beban pikiran
Sebulan bekerja mawar menerima gaji pertamanya bekerja sebagai ART ternyata tidak mudah. apalagi bagas terus memintanya untuk kembali ke rumah, maka setelah menerima gaji, mawar pamit pada majikannya untuk pulang karena suaminya memintanya untuk pulang
beruntungnya sang majikan sangat baik, beliau mengijinkannya untuk pulang.
" Trimakasih bu, ibu sudah sangat baik pada saya selama saya bekerja di sini" mawar mengulurkan tangannya untuk bersalaman pada majikannya
dan dengan ramah majikannya juga membalas salamnya
Akhirnya mawar pulang kerumah, namun bagas tidak ada dirumah' mungkin mas bagas sedang di kantor' ucapnya dalam hati
mawar pun membersihkan rumah dan memasak untuk bagas
" mas bagas pasti lapar sepulang kerja, aku masakin apa ya" mawar bicara sendiri sambil melihat di dalam kulkas
" huufftt, kulkasnya kosong berarti mas bagas gk pernah makan di rumah" ucapnya lagi
setelah membeli sayuran dan lauk, mawar memasak semua makanan kesukaan suaminya. jam memunjukkan sudah pukul 20.30 malam namun suaminya belum juga pulang, akhirnya mawar tertidur di kursi
Kleek
Suara pintu di buka, bagas hanya tersenyum sinis melihat istrinya sudah di rumah dan bagas langsung membangunkannya untuk makan bersama
" Sudah pulang mas" tanya mawar
" iya, baru pulang" hanya itu jawabannya
' masih sama sikapnya dingin dan tidak peduli' batin mawar
hari berlalu setiap hari mawar menghabiskan waktu di rumah meskipun bagas jarang pulang, namun mawar tetap menanti suaminya pulang ke rumah. lama lama mawar merasa bosan dengan keadaan saat ini
Ting
[mas bisa pulang cepat hari ini, aku ingin bicara penting sama kamu mas]
mawar mengirimkan pesan singkat itu pada bagas, sebelumnya hanya centang dua. 15 menit mawar menunggu balasan, namun pesan tadi hanya berubah warna biru tandanya bagas sudah membacanya. namun bagas tidak membalas
dengan perasaan kesal mawar terus menggerutu sendiri di ruang tamu
Kleek
pintu di buka dari luar
" mas kamu baru pulang, kenapa pesanku tidak di balas" tanya mawar serius
" Aku capek jangan tanya tanya dulu, aku mau mandi dulu"
mawar semakin sesak menghadapi suaminya yang dingin. dia sudah menyiapkan semua yang akan dia bicarakan pada suaminya, setelah bagas mandi ia duduk di kursi
" Ada apa menyuruhku pulang cepat" tanya bagas
" Aku mau pulang ke rumah ibuku, aku capek di sini mas. aku capek sama sikapmu yang dingin ke aku, nggak ada perhatian dan pengertian sama sekali ke aku. apa kamu nyesel nikah sama aku mas" mata mawar mulai berkaca kaca
" Aku tidak memyesal nikah sama kamu, aku hanya lelah kerja. akhir akhir ini pekerjaanku banyak dan jarang istirahat, itu saja" jawabnya lagi
" Aku nggak mau dengar penjelasanmu lagi mas, keputusanku sudah bulat. aku akan pulang kerumah ibuku"
Braakk
Mawar menutup pintu kamar dengan keras, dan bagas hanya diam saja tanpa mengatakan apapun lagi, mawar menangis di kamar. suaranya sampai serak karena terlalu lama menangis sampai terlelap dia tidur
Maaf temen" critanya smpai di sini dulu ya
jangan lupa like dan komen nya di bawah sini
baca novel aku ya
" I'm tired life white you "
tunggu kelanjutan critanya selanjutnya ya, trimakasih