[Game] Setelah di putuskan oleh pacarku (pria), aku menjadi bosnya (wanita).
Di malam hari yang tenang dan angin yang santai, aku menangis di depan jendela pojokan kosanku. Menangis karena mengingat kenangan tentang dia. Hari yang begitu sial bagiku. Sudah di marahi habis habisan dari pemilik toko, kini malah di putusin pacar yang paling aku cintai.
Namaku adalah Rara Indriani. Nama yang sangat bagus dan cantik , namun tidak dengan wajah dan tubuhku. Aku hanya perempuan biasa, memakai kacamata rambut yang masih berantakan, belum lagi baju yang lusuh dan makanan sehari hariku saja hanya makan biasa.
Aku bekerja di sebuah toko kue biasa, dimana pemilik toko sangat galak dan sangat cerewet. Setiap hari aku selalu di marahi oleh nya tidak tau apa masalah nya.
Dan aku tadinya memiliki pacar yang namanya adalah Evan. Dia seorang anak yang lumayan kaya. Ia bekerja di sebuah perusahaan sebagai direktur. Wajahnya tidak terlalu tampan namun aku menyukainya karena ia menolongku saat aku sedang di permainkan oleh siswa pada masa kuliah. Saat itu juga aku menyukainya. Kami berpacaran hampir 4 tahun lamanya. Namun tadi siang di taman....
~mengingat waktu di taman
"aku bosan, kita putus saja " ucapnya simpel
Seketika aku terdiam saat mendengar itu. Dan masih berpikir positif.
" maksud kamu? " tanya ku
" jangan pura pura gak tau deh, kita udahan saja. Aku bosan sama kamu. Lagian kamu gak berubah berubah, gini gini mulu dari dulu..!!. Malu tau aku di depan teman temanku. Mereka selalu memuji pacar nya yang cantik, lah aku? apa yang mau di banggain dan di pamerin ke teman teman aku tentang kamu??. Muka jelek begitu, mengapa aku suka kamu dulu?. " membentak
"ha?. Aku gak nyuruh kamu untuk bangga banggain aku kok di depan teman teman kamu!!. Lagian kan kita udah lama pacaran kamu udah tau aku, dan aku udah tau kamu. Itu aja udah cukup kan?? " ucapku masih membujuknya.
" tidak itu belum cukup..!!. Aku juga perlu wanita yang bisa di harapkan seperti anak orang kaya. Lah kamu, apaan? anak orang biasa hanya bisa nyusahin..!! " ucapnya mengeledek diriku.
Aku yang mendengar itu terdiam dan kecewa. Mata ku mulai berkaca kaca dengan rasa kecewa.
" Baik lah kalau itu mau mu. Dan ingat jangan pernah menyesal !! " ucapku
Aku pergi dari dari hadapannya dengan rasa kecewa. Air mata menetes dengan deras nya.
~saat ini
Aku masih sedih di depan jendela yang melihat indahnya pemandangan malam dari atas di kamar kosan ku.
" Kata katanya masih terngiang di kepalaku. Sangat menjijikkan lelaki seperti itu. Tidak aku tidak boleh menyerah. Aku akan lakukan apapun itu untuk bisa membuatmu menyesal hingga mendarah daging..!!" ucapku yang begitu geram.
Aku mengambil leptop dan melihat status Evan yang penuh dengan pacar baru nya. Dan itu membuatku semakin kesal. Setelah itu aku melihat nama perusahaan dimana Evan bekerja. Aku tersenyum iblis dan merencanakan sesuatu.
****
Keesok harinya di sebuah rumah besar dan mewah, aku yang berada di ruang tamu ingin bertemu seorang yang kuat di kota ini. Dia adalah seorang lelaki yang cerdas dan memiliki banyak perusahaan yang maju. Dia adalah ayah ku.
Seorang pelayan datang.
" nona sudah lama tidak kembali. Rasanya anda berbeda jauh dengan yang dulu..!! " ucap pelayan yang memberikan tehnya kepadaku
Dalam pikiran ku pelayan ini sedang mengejekku yang buruk rupa.
" hehe iyah, aku ingin bertemu dengan ayah. Tolong beritahu dia. "
Pelayan itu pergi dan menuju ke ruang kerja ayah.
Memang benar, aku adalah anak dari seorang yang bersinar. Seorang yang sangat kaya. Aku adalah anak tunggal ayah yang bernama Arya. Ibuku sudah tiada dan aku dari kecil selalu bersama ayah. Namun 6 tahun yang lalu aku dan ayahku bertengkar karena aku tidak mau di jodohkan. Dan aku memutuskan hubungan dengan ayah. Jadi aku selama ini tidak pernah memberitahu kepada siapapun tentang diriku yang asli.
Dulunya aku adalah anak hang sangat cantik dan anggun. Bahkan sampai anak laki laki seumuran dengan ku berlomba lomba untuk melamarku. Tentunya aku menolak semuanya. Namun ayah bersikeras untuk menjodohkanku dengan Hanza yang merupakan teman masa kecilku.
~*Di ruang kerja
" Tuan nona sudah kembali, ia ingin bertemu dengan anda. " ucap pelayan.
Ayah ku kaget. Lalu ia mengizinkan ku untuk bertemu dengannya.
Sesampainya aku di ruangan kerja ayah.
" untuk apa kemari? Bukankah kita bukan siapa siapa? " masih mengecek dokumen
" Ayahku yang baik, jika ibuku yang ada di sana tau bahwa anak nya di terlantarkan oleh suaminya, Ibu pasti datang untuk menjemput mu " aku tersenyum manis.
Ayahku diam dan melipat tangannya dan memperhatikanku. Aku mulai merasa merinding dan berusaha tenang.
" mengapa kau pulang?. Bukan kah kau yang memutuskan hubungan ayah dan anak dengan ku??." serius
" ahhh, iyah ayah..., maafkan aku aku benar benar menyesal kali ini ga bakalan lagi dehh... " cukup serius dengan wajah kasihan.
" apa mau mu?, uang? baju? perhiasan? " menawarkan
" bukan ayah, aku mau satu perusahaan mu " tersenyum
" perusahaan? bukan kah kamu dari dulu maunya jadi disainer? kenapa sekarang perusahaan? " bingung
" iyah kan ayah tau juga, ayah dulu juga maksa aku untuk belajar tentang perusahaan. Akhirnya aku juga gak bisa jadi disainer. " ucapku lesuh.
" Tapi aku mohon ayah berikan perusahaan mu satu aja untukku. Biarkan aku mengembangkan nya ayah..!! " lanjud ku serius
" hemm untuk apa perusahaan itu?. "
" emm ayah terlalu kepo. Aku hanya ingin membalaskan dendam ku. Tapi jangan khawatir aku tidak akan membunuh atau menghancurkan perusahaan ayahhh..!! "
" baik, akan ku berikan asalkan kau mau bertunangan dengan Hanza "
Aku berpikir keras masalah perjodohan ini. Kenapa ayah masih saja menjodohkan ku dengan Hanza?. Apakah ayah menilainya karena ia sangat gagah dan pintar. Bahkan juga sudah berhasil sukses jauh lebih muda dari siapapun. Jangan ditanya aku tau dari siapa. Aku juga sering kepoin ig dirinya.
Tapi, apapun itu aku harus mendapatkan perusahaan itu. Walaupun syaratnya cuma ini, aku setuju. Lagian dia juga gak buruk seorang yang sukses di berbagai kota dan negara. Menjadi ratu besar juga gak masalah. Aku tersenyum.
" Baik ayah aku setuju. "
Ayahku tersenyum dan membuka laci meja kerjanya. Lalu ia memberikan sebuah surat perjanjian yang berisi perjanjian pertunangan. Betapa kaget nya aku melihat surat itu. Kebenarannya surat itu adalah surat 6 tahun yang lalu. Dan itu masih di simpan oleh ayah?. Aku bertanya tanya dan heran pada ayah. Karena tidak punya pilihan lain aku mau tidak mau harus setuju dan menandatangani itu.
Ayah memandangi ku.
" entah kenapa anakku begitu jelek??!! " berterusterang
Aku yang mendengar itu terdiam.
" jika ingin balas dendam kau sebaiknya merubah penampilan mu. Itu dapat membuat dia menyesal " saran ayah.
Aku berpikir itu adalah saran yang bagus
" Ratu kecilku seharusnya cantik. Mana ada putriku sejelek ini!!? "
" Baik ayah, Ratu kecilmu akan sangat cantik mulai sekarang " melepas kacamata dan meletakny di atas meja.
Lalu aku keluar dari ruangan ayah dan kembali ke kamarku yang dulu.
Ayahku tersenyum sangat bangga.
" Tidak sia sia aku memberikan dia uang untuk meninggalkan anakku. Memang dia tidak pantas untuk Ratu kecil ku!! " ucap ayah ku yang sudah tau dari awal.
Saat berada di dalam kamar, aku merasa sangat bahagia dan sangat sangat beruntung. Kamar empuk yang sangat aku rindukan akhirnya kembali juga. Saat senang aku berpikir cara untuk membuat mantan menyesal seumur hidup nya.
" apa yang harus aku lakukan?. Emm ... seperti saran ayah, yang pertama sebaiknya merubah penampilan " ucapku
Aku membuka lemari yang begitu besar. Disana ternyata banya baju yang model terbaru. Ternyata ayahku masih sangat mengharapkan ku pulang. Aku melihat semua yang di butuhkan untuk merubah diri. Terlihat lengkap dan bagus. Aku belajar semalaman untuk melakukan berbagai hal intuk menjadi cantik dan anggun.
" Besok adalah hari dimana kita bertemu sebagai bos dan karyawan mantanku..." ucapku tersenyum sambil memikirkan si mantan bagaimana reaksinya besok.
~* Keesokan harinya.
Di perusahaan Eliienra Ra yaitu perusaan yang diminta oleh ku. Dan juga dimana Evan bekerja jadi direktur. Semua karyawan sibuk berbicara tentang presedir baru yang merupankan seorang wanita dan kabar itu terdengar sampai ke telinga Evan. Evan mulai tersenyum. Jiwa buaya nya mulai muncul.
Tak beberapa lama Semua karyawan heboh menyambut diriku yang berhenti di depan pintu perusahaan menggunakan mobil yang sangat mewah. Semua memandangi ku termasuk dia. Lalu sekretaris membukakan pintu mobil. Dengan kaki yang putih seperti salju dengan sepatu hils yang cantik mewah dan mahal menyentuh lantai. Lalu aku berdiri dan semua orang melihat dengan kagum. Diriku yang dulu sudah hilang dan kini Adalah Rara sang presedir. Aku yang memakai kacamata hitam, masih tidak di kenalinya. Dan dia masih diam mengagumi ku yang merupakan mantannya.
" Lihatlah dirinya. Saat ini baru aku mengetahui, bahwa bukan aku yang tidak pantas untuknya, melainkan dirinya yang tidak pantas untukku. Betapa bodohnya aku dulu, sampai menangis karena di putusin oleh pria yang gak tau diri itu. " ucapku pelan
Aku berjalan pelan dan diikuti oleh beberapa orang. Saat berpapasan dengan sang mantan, aku berhenti dan membuka kacamata. Kaget nya ia, waktu melihat diriku yang berubah.
" apa kabar mantan? masih kah sehat?. Lihat lah dirimu yang tidak berubah. Aku sangat bosan sama kamu. masih ingat loh aku kata kata terakhirmu. Aku membutuhkan seorang yang dapat di andalkan, seperti anak orang kaya. Namun sekarang aku bukan anak orang kaya melainkan sang presedir bukan??. Semoga harimu baik karyawan ku..... Ingat harus patuh pada bos mu yahhh...!! " ucapku kepadanya dengan berbisik.
Aku berjalan menuju ruangan ku sambil tersenyum.
" wajah yang sangat jelek " ucapku lagi
" Kenapa ia berubah secepat itu dalam 2 hari?. Perbedaan nya 99℅. Sampai aku hampir tidak mengenali nya tadi." Evan dengan wajah bingung.
Semuanya kembali bekerja. Aku yang berada di dalam ruangan sangat sibuk melihat lihat dokumen dan mengecek beberapa dokumen lainnya. Disaat saat itu aku sering bertemu dengan nya untuk mengantar dokumen. Ia sangat mengganggu.
" aku sangat sibuk, sebaiknya kamu sebagai karyawan ku keluar sekarang..!! " ucapku tegas.
Dia keluar dengan raut wajah kesal. itu sering terjadi dan aku selalu merendahkannya.
Dalam beberapa minggu ini aku sangat sangat sibuk. Di saat kantor aku juga mengalami yang namanya mantan minta balikan. Namun aku selalu menghindarinya dan acuh. Aku baru menyadari bahwa dia sangat merepotkan.
Suatu hari aku sangat sangat pusing melihat undangan di atas meja ku. Itu adalah undangan pertunangan ku dengan Hanza. Sangat tidak ingin namun sudah janji. Ayah juga mengatakan bahwa cinta bisa juga datang saat sudah menikah atau bertunangan. Namun aku masih tidak tenang.
Tak beberapa lama sekretaris ku masuk dan aku menyuruhnya untuk membagikan undangan itu ke karyawan. Tapi aku berpikir akan memberikan pribadi kepada Evan, karena ingin melihat reaksinya. Tentunya aku menyisihkan satu untuk Evan, dan berencana untuk memberikannya saat akan pulang.
Namun beberapa jam kemudian..
" panggil Evan sekarang juga ke ruangan ku sekarang..! " aku begitu marah.
Setelah Evan masuk, tanpa sadar aku melempar dokumen keuangan perusahaan. Aku sangat marah dan memarahinya habis habisan.
" Lihat lah direktur tang terhormat telah korupsi. Berapa banyak uang perusahaan yang kau ambil? Kau kira aku gak bakalan tau?. Jangan harap kau bisa berdiri lagi di sini. Bukti suda ada dan harus keluar dari perusahaan. atau aku akan memanggil polisi ke sini? Pilihlah baik baik karena sekarang aku sebagai mantan dan bos mu Sekaran memberikan mu kemudahan saat ini !! " ucapku terang terangan.
" Kamu..."
" kenapa? hanya seorang rendahan sepertimu mana pantas berada di sini!!. Pergi lah, selagi aku masih baik.. " ucapku
Ia kesal dan membalikkan badan. Namun aku tiba tiba ingat.
" Ini undangan untukmu jangan lupa datang..!! " aku tersenyum
" kamu bertunangan dengan siapa? " setelah melihat undangan.
" Lihat lah ke bawah, jelas dia lebih baik dari pada kamu.. " aku tersenyum.
Aku berdiri dan keluar dari ruangan. Evan mengikuti dari belakan dan melihatku bertemu dengan Hanza yang merupakan tunganku. Ia kesal dan sangat menyesal. Aku pergi bersama Hanza dan ia malah melempar undangan yang ada ditangannya ke lantai dengan amarah besar. Aku merasa puas, akhirnya dia Hancur berkeping keping. Dimana dia kehilangan pekerjaan dan juga kehilangan muka.
" itu pantas untukmu "
*~ AND~*