Setelah di tinggal kan pacar ku aku menjadi istri dari bosmu
Namaku Hanna Anggraini, aku tinggal di perkampungan. Aku tinggal bersama nenek dan kakek ku, di sebuah rumah yang sangat kecil. Kata kakek dan nenek, kedua orang tua ku sudah lama tiada sejak ku kecil. Ow iya Kakek ku bernama kakek Hamzah, keseharian nya hanya bertani dan hasil nya di jual kembali atau di olah menjadi suatu makanan. Dan nenekku yang bernama nenek Amsah, keseharian nya beliau membuat makanan kue tradisional untuk di jual, atau pesanan untuk hantaran.
Dan aku sendiri, Aku hanya seorang gadis yang hanya lulusan SMA, berkat beasiswa yang ku miliki. Dan aku juga tidak melanjutkan sekolah ku ke universitas, maklumlah kendalanya di biaya. Aku tidak mungkin meminta biaya tersebut kepada kakek dan nenekku. Jadi aku putuskan untuk tidak melanjutkan kuliah ku. Keseharian ku membantu kakek menjual hasil kebunnya, dan menjual kue hasil buatan nenek. Selain itu aku juga mengajarkan les privat untuk anak anak SD atau SMP, dengan bayaran semampu mereka, tidak ditarget kan.
Dan aku juga mempunyai kekasih, yang bernama Ahmad Guntur. Kami menjalin hubungan selama tiga tahun. Dan hubungan kami pun sudah menuju ke jenjang yang lebih serius. Ya Guntur akan mengajak ku menikah, dalam waktu sebulan hubungan kami akan mejadi pasangan suami-istri. Dan aku sangat senang dan menantikan hari itu .
Hingga suatu hari, Guntur tak pernah memberikan kabar selama dua Minggu kepada ku. Dan entah kenapa perasaan ku juga merasa tak enak, gelisah, galau Gegana.
Tiba-tiba ada pesan masuk di handphone milik ku, dan ternyata Guntur yang mengirim pesan. Kalau dirinya ingin bertemu di suatu tempat di mana pertama kali aku bertemu dan berkenalan dengan dia.
Flashback on
Di suatu taman, di gubuk kecil. Di tempat aku sering duduk dikala aku istirahat sehabis jualan, dan saat itu dia membeli kue yang ku jual. Semakin lama kita semakin dekat dan menjalin hubungan yang sudah 3 tahun lamanya.
Flashback of**
Sore itu selesai aku mengajar privat di kampung sebelah, aku menunggu Guntur di tempat yang sudah di bicarakan. Entah kenapa perasaan ku tak enak, ku tepis kan perasaan buruk ku itu.
Tiga puluh menit ku menunggu dirinya, kini yang di tunggu pun datang juga. Dengan sikap yang berbeda kepada ku, yang biasanya sikapnya hangat dengan senyum manisnya yang dia berikan untukku. Tapi kini dia datang dengan wajah acuhnya, bahkan dingin tanpa ada senyum manisnya di bibirnya.
Benar dugaan ku, dan perasaan ku. Dia mengatakan sesuatu yang tidak ingin ku dengar dari nya.
" Hanna lebih baik kita akhiri hubungan kita ingin, yang sudah berjalan 3 tahun ini. Dan maaf aku juga tidak bisa melanjutkan hubungan kita, apa lagi menikahi kamu, hapus semua kenangan kita yang pernah kita lalui bersama". Bagai tertusuk belati tepat di jantung ku, hatiku teramat sakit
"Tapi kenapa,apa aku mempunyai salah dengan mu. Kenapa kamu tiba-tiba bicara seperti ini, dua Minggu lalu kamu bilang ingin menikahi aku".
" Maaf Selama ini aku menjalin hubungan dengan gadis lain. Dan aku juga mencintai dia, maaf jika memang kamu yang harus aku lepaskan. Selain itu kedua orang tua ku tidak merestui hubungan kita, jadi Lupakan aku. Dan lupakan kenangan tentang kita, maaf Hanna, aku harus pergi".
Tepat di saat itu impian ku menikah dengan Guntur, benar benar runtuh dan hancur. Tak ada yang bisa ku harapkan, hatiku hancur berkeping-keping.
Hinga hari demi hari, Minggu demi Minggu sampai bulan demi bulan ku lalui hari hariku seperti biasa. Hingga perasaan ku terhadapnya hilang, namun bayangan saat bersama nya selalu hadir melintas.
Hingga suatu ketika,aku sehabis mengajar privat. Ketika aku ingin pulang,dan aku tidak melewati jalan yang biasa ku lewati. Aku melewati jalan yang banyak di tumbuhi pohon, yang jalan nya menurun seperti seperti jurang kalau di lihat dari atas.
Aku seperti mendengar suara seseorang meminta tolong, ku cari sumber suara tersebut. Alangkah terkejutnya ada seorang pria yang tergeletak di tanah, dengan pakaian yang sobek,dan di penuhi luka.
"Seperti nya pria ini terjatuh dari jalan atas sana".
Aku mencoba membantu pria itu, dan ku bawa kerumah untuk ku obati luka nya. Ku bersih kan dan ku obati lukanya, dengan di bantu kakek yang mencari obatan herbal yang kakek tanam.
Dua Minggu sudah pria itu dirumah Kakek, kini pria itu sudah sehat seperti sedia kala. Pria yang bernama Yusuf Prayoga, dengan panggilan yoga. Pria itu pria yang sopan dan baik kepada kakek dan nenek. Dan pria itu selalu tersenyum manis dan menatap ku, dengan tatapan yang berbeda. Aku takut mengartikan senyum dan tatapan nya itu kepada ku. Dan setiap kali dia bicara kepada ku, serta menatap ku dengan tatapan hangatnya, Entah kenapa jantungku terasa berdebar.
Hingga suatu ketika pria itu berpamitan denganku nenek dan Juga Kakek. Kalau dia ingin kembali pulang kerumahnya,dan akan kembali menjenguk nenek dan kakek. Ada rasa aneh yang ku rasakan saat dia berpamitan, lalu pergi meninggalkan rumah kami.
Seminggu kemudian terdengar suara seseorang mengetuk pintu, saat di buka pintu ternyata Prayoga dan keluarga datang mengunjungi rumah kami.
Di sela sela pembicara para orang tua, kedua orang tua Prayoga mengatakan sesuatu. Kalau kedatangan nya mengunjungi rumah kami alasan pertama nya adalah, kalau Prayoga ingin melamar ku untuk menjadi istrinya.
Tentu aku, nenek dan kakek sangat terkejut mendengar kalau Prayoga ingin melamar ku. Prayoga menatap dan tersenyum ke padaku,lalu Prayoga menghampiri ku dan duduk di samping ku.
"Saat kejadian kecelakaan itu, dan aku terjatuh, lalu aku di tolong oleh mu. Kamu mengobati luka ku dengan sabar, hingga luka ku sembuh, dan Hingga aku pulih kembali. Dan di saat itulah diam diam aku menyukai kamu, dan semakin lama aku memperhatikan sikap kamu, aku semakin jatuh hati dengan mu. Kamu gadis baik dan cantik, bukan hanya cantik rupa mu, tapi juga hatimu. Aku rasa tidak butuh waktu lama untuk mengenal kamu lebih jauh, cukup selama kamu mengobati luka ku dengan sabar itu cukup untuk ku mengenalmu. Biar kita saling bisa mengenal lebih jauh lagi, aku ingin meminang mu untuk menjadi istri ku. Apa kamu bersedia menikah dengan ku dan menjadi pendampingku Hanna Anggraini.?" Sambil mengarahkan kotak merah berbentuk hati, dengan berisikan cincin.
Aku pun terkejut apa yang Prayoga lakukan, di hadapan semua orang.
Aku menatap kakek dan nenek, mereka tersenyum dan mengangguk kan kepalanya saat melihat ku.
Aku menatap wajah Prayoga yang tulus, dengan wajah tampan nya. Lalu dengan wajah yang tersipu malu, aku pun menerima lamaran Prayoga. Lalu mas yoga memasang kan cincin nya di jari manis ku, lalu mas yoga mencium tangan ku di hadapan orang tua dan kakek nenek ku. Aku sangat malu di perlakukan manis oleh pria yang berada di hadapan ku ini.
Sebulan kemudian kami menikah dan mas Prayoga mengucap kan ijab Qobul,dan kami menjadi pasangan suami istri. Dan Acara pernikahan kami pun sangat sederhana,di kampung. Namun pernikahan kami SAH di mata hukum dan agama, dan kata mas Prayoga resepsi pernikahan nya akan di lakukan di kediaman rumah mas Prayoga di kota.
Setelah kami sah menjadi pasangan suami istri, aku nenek dan kakek. Kami Semuanya akan di bawa oleh mas Prayoga untuk tinggal bersama sama. Karena mas Prayoga tau orang tua ku hanya tinggal kakek dan nenek saja, Jadi mas Prayoga tidak akan memisahkan aku dengan kakek dan nenekku.
Saat kami menunggu di jemput oleh Seorang supir pribadi suamiku. Dan alangkah terkejutnya ternyata aku mengenal orang itu, yang menjadi supir pribadi suamiku. Orang itu adalah mas Guntur, Ya... Mas Guntur mantan kekasih ku, seseorang yang sudah menghancurkan hatiku hingga berkeping keping.
Begitu pun sebaliknya mas Guntur pun juga terkejut, ternyata aku lah yang menjadi istri dari bosnya sendiri. Kakek dan nenekku saling memandang ke arah ku, namun aku menyuruh untuk mengabaikan orang itu.
Dan selama kami tinggal di kota, mas Guntur lah yang selalu mengantar kami pergi. Dan dia selalu menyaksikan di kala suamiku memperlakukan ku dengan manis dan romantis. Suamiku mas Prayoga juga tak malu menunjukkan kemanjaan kepada ku , di hadapannya supirnya.
Aku sudah tidak memperdulikan dia, aku acuhkan dia dengan sikap manis dari suamiku. Aku pun sengaja bermanja-manja dengan mas Prayoga, yang tak lain suami ku sendiri.
Dan Guntur pun menyaksikan itu dengan mata nya sendiri, dengan rasa panas yang sudah membakar hatinya. Seorang gadis yang mencintai nya di buang sia sia begitu saja, namun saat ini gadis itu sudah menjadi milik orang lain yaitu bos nya sendiri. Gadis itu ialah aku Hanna Anggraini. Setelah kamu meninggalkan aku, dan kini aku menjadi istri dari bos kamu.
...........TAMAT.........