Setelah ditinggalkan oleh pacarku, aku menjadi bosnya..
Begitulah kira-kira kalimat yang tepat untuk menggambarkan kondisi kehidupan Raine setelah diberi pengkhianatan bertubi-tubi oleh kekasihnya yang bernama Rey.
Dahulu Raine tidak pernah menganggap dirinya akan sesukses sekarang karena memang latar keluarganya juga biasa-biasa saja.
Tapi kejadian yang tak terduga dimulai dari 2 tahun lalu, Raine melamar pekerjaan disebuah perusahaan pertambangan sebagai sekertaris, Raine memang mempunyai pengalaman kerja sebagai sekertaris sebelumnya dan dia juga mempunyai skill dan tanggung jawab saat bekerja.
Raine mendapatkan pekerjaan itu dengan mengalahkan banyak pesaing tentunya..
Tujuan awal Raine dia akan bekerja dengan lebih giat dan yakin bahwa bekerja di tempat itu akan membuka jalan terbaik untuk kariernya.
“Kamu sekertaris yang baru disini?” Sapa Rey ramah.
Rey adalah bagian personalia di perusahaan itu, Raine masih sangat mengingat bagaimana interviewnya berjalan sangat lancar karena Rey yang super duper ramah itu, dia tidak merasakan grogi sama sekali.
“Ehh.. iya pak, selamat pagi” balas Raine sambil menundukkan sedikit badannya untuk hormat.
“Kenalkan aku rey” ujar Rey sambil mengulurkan tangannya kearah Raine.
Raine dengan canggung membalas uluran tangan itu “saya Raine pak”
“Nama yang unik.. panggil aku Rey saja ya” ujar Rey sambil mengedipkan matanya sebelah.
“Aku pamit dulu, bye Rain” lanjut Rey meninggalkan Raine.
“Ck.. bahkan dia memanggilku dengan panggilan kesayanganku dirumah..” batin Raine bergejolak.
Tak terasa Raine sudah bekerja hampir 3 bulan disana, dia sangat nyaman bekerja disaat karena Bos nya juga sangat baik dan menghormati Raine. Pekerjaannya juga tidak sulit, dia lebih sering membantu bagian personalia, yapp.. dia sering bertemu dengan Rey akhir-akhir ini.
Raine memang tipikal wanita yang cepat jatuh cinta, apalagi jika bertemu dengan karakter lelaki seperti Rey, yang terkenal humble, perhatian, ditambah poin ketampanannya yang cukup dimata Raine.
Rey sebenarnya terkenal sebagai playboy dikantor itu, namun karena Raine tidak pernah memergoki Rey sedang jalan-jalan, berduaan, atau bahkan kencan bersama wanita lain, jadi dia belum bisa mempercayai rumor tersebut.
Hingga akhirnya di bulan ke 5 dia bekerja dikantor itu, Raine selalu menunggu kedekatannya dengan Rey akan membuat mereka secepatnya akan berpacaran, tapi karena lelah menunggu.. Raine terpaksa menyatakan perasaannya terlebih dahulu..
Seperti biasanya mereka makan siang bersama :
“Aku suka sama kamu Rey” ujar Raine
“Aku juga suka sama kamu” balas Rey enteng.
“Emmm.. maksudku, suka ku itu beda.. aku mencinta..” ucapan Raine terpotong.
“Aku juga mencintaimu Rain” ujar Rey cepat.
“Ah benarkah?” Tanya Raine tak menduga Rey juga merasakan cinta yang sama.
Rey mengangguk “mari kita berkencan..”
Mulai saat itu mereka resmi berpacaran, kedekatan mereka mulai intens. Tak banyak orang di kantor juga mengetahui status hubungan mereka.
Kesalahan terbesar adalah Raine terlalu Bucin, dia menganggap kekasih akan pasti berakhir pada pernikahan.. karena dia berkaca pada hubungan orang tuanya yang berpacaran sekali dan langsung menikah dengan langgeng sampai sekarang.
Dia lupa bahwa perasaan seseorang tidak hanya bisa di duga-duga, dia juga salah menilai Rey yang sebenarnya, yang selalu memanfaatkan Raine dengan alih-alih rasa kasih sayang dan cinta.
“Sayang.. bagaimana kalau kita menabung saja? untuk pernikahan kita” Ujar Rey
“Aku setuju sayang.. semuanya memang perlu persiapan dari awal” balas Raine.
Kesempatan itu menjadi keuntungan bagi Rey pribadi, dia selalu meminta hampir semua jatah gaji Raine untuk di tabung, tapi bodohnya Raine tidak pernah bertanya dimana uang itu di tabung dan berapa jumlah uang yang telah mereka kumpulkan selama ini, yang jelas tabungan itu pasti sudah banyak, karena gaji Raine menjadi sekertaris juga lumayan banyak.
Hingga pada hari terburuk dalam hidupnya itu terjadi.
“Gaji kamu kok semakin sedikit saja sih sayang?” Ujar Rey sedikit marah.
“Aku kan perlu bagi juga untuk kepentingan di rumah Sayang” balas Raine.
“Tapi ini kan untuk masa depan kita!! Tabungan kita gak akan cukup untuk merayakan pernikahan kita!!” Bentak Rey tiba-tiba.
Raine menjadi curiga, karena akhir-akhir ini sikap Rey terkesan berubah, dia juga jarang pergi bekerja dan sering terlambat.
“Tabungan kita pasti udah cukup kok untuk membuat pernikahan yang sederhana” balas Raine.
“Bahkan untuk mengadakan pernikahan saja ini tidak cukup!!!” Bentak Rey lagi.
“Kenapa bisa sayang? Kita sudah mengumpulkan uang selama 1 tahun kan?” Ujar Raine membela diri.
Dan
PLAK.
Rey menampar wajah Raine “kalau kamu enggan memberikan uang lebih, jangan menikah denganku”
Air mata Raine langsung jatuh, dia belum pernah mendapatkan perlakuan seperti itu dari seseorang, terlebih lagi itu adalah kekasihnya sendiri.
Raine memegang pipinya yang masih terasa nyeri “kenapa kamu menamparku? Kamu sangat emosian sekali”
Rey malah semakin membentak Raine “Aku perlu uang, uang.. kalau kamu tidak bisa memberikannya, lebih baik kita putus!!”
Rey meninggalkan Raine sendirian.
Raine tidak percaya dengan hal yang baru saja dia dengar itu, dia duduk tersimpuh sambil menangis, apakah salah dia bertanya perihal itu? Dia tidak menduga reaksi Rey yang sangat kelewatan batas itu.
Raine kembali bekerja diruangannya, Bosnya yang bernama Ken menghampiri Raine yang terlihat sangat sedih, dia juga melihat bekas memar di pipi sekertarisnya itu.
“Pipimu kenapa?” Tanya Ken.
Raine menutupinya dengan tangannya “tidak apa-apa pak”
Ken menyadari ada hal yang ditutupi oleh Raine.
“Apa itu karena Rey?” Tanya Ken tiba-tiba.
Raine kebinggungan untuk menjawab apa..
“Dia selalu menyakitimu, tanpa kau sadari. Dia sudah membohongimu, tanpa kau sadari, Dia tidak mencintaimu, tanpa kau sadari, Dia sudah memutuskanmu tanpa sebab, dan kau masih menunggunya kembali?” Lanjut Ken.
Raine terkejut mendengar penjelasan Ken “Rey hanya sedang emosi saat ini.. dia bukan lelaki yang seperti itu”
“Cihh.. Dia bahkan menggunakan uangmu untuk bermain wanita, membeli obat terlarang, berjudi.. apakah anda tidak tau itu?” Balas Ken lagi.
“Apakah itu benar?” Ujar Raine langsung menangis lagi.
Ken tanpa sengaja memeluk tubuh Raine “Aku sudah mengetahuinya dari awal.. aku tetap mempertahankannya disini karena belum mempunyai alasan yang kuat untuk memecatnya.. aku merasa kesal karena kamu juga ikut terperangkap dalam kekejamannya”
Raine menghapus air matanya “bantu aku.. bantu aku untuk membalaskan dendamku”
Ken tersenyum senang “aku akan membantumu”
“Jika benar dia menggunakan obat terlarang, maka permalukanlah dia didepan staffmu dan sebarkan berita itu semua media digital.. aku ingin melihatnya malu!!” Ujar Raine yakin.
Ken mengangguk “aku akan melakukannya”
Ken benar-benar melakukan itu, dia menyebar berita tentang kebenaran Rey di semua media digital, hingga membuat staff-staffnya heboh dan mempermalukan Rey.
Rey akhirnya dipecat karena dinilai membawa dampak negatif pada perusahaanya.
Dia sama sekali tidak mendapatkan uang pesangon, aset-aset perusahaan dicabut, dan namanya di blacklist sehingga dia tidak akan diterima bekerja ditempat manapun.
“Kehancuran apa lagi yang sedang tunggu?” Ujar Raine menghampiri Rey yang sedang mabuk di Bar.
Rey terlihat sangat frustasi.
Raine mengambil wine milik Rey dan menyiram itu kewajah Rey.
“Ups.. maaf tanganku tidak sengaja” ujar Raine sambil tertawa.
Rey yang nampak emosi langsung memegang tangan Raine “maksudmu apa Hah?!!”
Raine dengan cepat berdiri dan menghempaska. Tangan Rey “eitzz.. jangan emosi dulu..”
“Kamu terlalu emosian Rey..” lanjut Raine lagi.
Raine menarik dasi Rey dengan kencang “Aku hanya ingin melakukan hal yang pantas diterima olehmu..”
Rey hendak menarik tangan Raine tapi berhasil dicegah oleh Ken.
“Jangan sentuh tangan kekasihku!” Bentak Ken.
“Kekasih? hah?!! Jadi selama ini Kau berselingkuh dibelakangku?!!” Teriak Rey menatap Raine.
“Aku bukan sepertimu.. aku bermain fair, aku berpacaran dengan Ken setelah putus dari lelaki benalu sepertimu” balas Raine tak kalah sinis.
Rey tertawa “jadi kamu memilih menumpang hidup bersama Bos mu sekarang?”
Ken menatap mata Rey tajam “orang sepertimu tidak layak tertawa lagi, sebentar lagi anda juga akan terkurung di dalam penjara”
“Aku mohon.. jangan.. jangan hancurkan hidupku seperti ini.. aku mohon” ujar Rey memohon kepada Ken.
Ken langsung tertawa “Ckk… lihatlah sayang.. lelaki seperti ini yang sudah menyakiti dirimu.. apakah kamu sudah puas dengan balas dendammu ini?”
Raine mengangguk “yapp sayang.. aku akan lebih puas lagi kalau dia masuk ke dalam penjara, dengan hukuman bertahun-tahun.. dan membusuk selamanya”
Rey langsung menangis “jangan jangan Sayang.. aku tahu kamu masih mencintaiku bukan? Aku akan menikahimu.. jangan dendam seperti ini padaku”
“Semua sudah terlambat Rey, aku bukan Raine yang dulu lagi.. aku sudah jauh didepanmu sekarang, dan aku tidak akan kebelakang lagi untuk melihatmu” balas Raine sarkas.
Polisi langsung menjemput Rey dan mengajaknya pergi ke kantor polisi.
Raine memeluk tubuh Ken “Terimakasih Pak.. Terimakasih”
Ken membalas pelukan Raine “Aku mencintaimu Rain”
Raine menatap wajah Ken “akting kita sudah selesai pak”
“Menurutmu seorang Bos sepertiku akan senang bermain-main seperti ini?” Tanya Ken serius.
“Aku tidak mengerti maksudmu pak..” balas Raine.
Ken menyentuh wajah Raine dengan kedua tangannya “Aku mencintaimu.. ini nyata Rain, sejak dulu.. sampai saat ini”
Raine mencerna ucapan Ken dan tersenyum manis “really?”
Ken mengangguk “I love you”
“Emmm.. I Love you too..” balas Raine langsung memeluk tubuh Ken.
Hari berganti hari, Raine bisa melupakan Rey yang super duper menyebalkan itu, kini di hatinya hanya ada Ken. Seseorang yang mengubah hidupnya seperti Ratu dan wanita yang penuh cinta.
Ken langsung menikahi Raine dan hidup bahagia membangun bisnisnya bersama.
Raine adalah Bos yang sesungguhnya.
#Thank you, hopefully u like it guys.. mohon like dan commentnya yaa🙏🏻