"aku tidak ingin menikah dengan nya ayah!"
ucap seorang lelaki yang tampak gagah dengan pakaian kebangsawanannya.
"kau putra ayah satu-satu nya Adams! kau harus menikah jika ingin menjadi Raja"
jawab sang ayah Raja Edmund.
"tapi mengapa harus dengan nya Ayah? rakyatnya saja bahkan tidak pernah melihat wajah putri bungsu nya itu. bagaiman jika dia buruk rupa ayah? kudengar dia dijuluki putri es, apa itu kutukan!? " ucap pangeran Adam.
"jangan bicara seperti itu Adam. kerajaan kita sudah berhubungan baik dengan kerajaan White moon jauh sebelum kau lahir. jangan hanya karena keegoisan mu hubungan dua kerajaan jadi hancur!"
ucap Raja Edmund dengan amarah yang ia tahan.
Adam memilih untuk pergi meninggalkan Ayahnya. sang ayah nampak meremat singgasana nya karena menahan amarah.
.....
-Kerajaan White Moon-
terlihat anggota keluarga kerajaan yang tengah makan bersama. Raja Aslan, Ratu Susan, beserta tiga putrinya Anna, Tilda, Dan Lucy.
"bagaimana jalan-jalanmu kemarin Lucy? "
tanya Raja Aslan pada putri bungsu nya itu.
"baik Ayah.. "
"kau tidak lupa memakai kain penutup wajahmu kan? " tanya sang ibu
"bagaiman aku bisa lupa ibu, aku hidup dengan penutup wajah selama dua puluh tahun" jawab Lucy.
ibu dan kedua kakak lucy saling melirik mendengar jawaban Lucy.
"aku sudah selesai ayah. aku akan kembali ke kamarku" setelah berucao Lucy pun segera pergi ke kamarnya.
"huft.. aku salah bicara lagi"
ratu susan memijat pelipisnya.
"tidak apa bu, kami yang akan bicara padanya"
ucap Anna Dan Tilda lalu beranjak menyusul adik mereka.
tok! tok!
"Lucy, apa kakak boleh masuk? " ucap Anna
tidak ada jawaban dari adik mereka itu. tetapi pintu terbuka dari dalam.
Anna Dan Tilda lalu masuk dan menghampiri adik mereka yang tengah duduk di dekat jendela. Lucy menatap keluar,hari ini mungkin akan turun salju.karena hawanya begitu dingin.
"apa kau ingin pergi ke taman lagi? kita bisa pergi bersama" ucap tilda mengelus lembut sirai adik nya.
"aku akan pergi dengan Nanny saja" jawab Lucy
"ibu bilang begitu karena mencemaskan mu " kata Anna
"aku tau kak... hanya saja aku masih bingung mengapa aku harus menutup wajahku, mengapa aku harus selalu bersembunyi. bahkan dari rakyat kerjaan ku sendiri!? aku lelah seperti ini terus kak... dan lagi,menikah!? aku belum siap dengan itu"
ucap Lucy pada kedua kakaknya itu
Anna dan Tilda menatap Lucy dengan tatapan sayu.mereka kasihan dengan adik mereka itu. tapi ini memang sudah seharusnya, kehidupan yang dia jalani memang harus seperti ini.
.....
sementara itu, pangeran Adam nampak sedang berjalan-jalan bersama pengawal pribadinya peter. mereke menyusuri hutan perbatasan seperti yang diinginkan Adam. entah apa yang ingin dia lihat di hutan.
"pangeran, bukankah kita bisa ketaman jika ingin berjalan-jalan? mengapa hari ini anda memilih hutan perbatasan? "
ucap peter
"aku ingin memastikan sesuatu. kau cukup diam dan ikuti saja aku"
"baik pangeran" ucap peter menunjuk patuh.
setelah menyusuri hutan lebih dalam. sampailah mereka di perbatasan antara kerjaan White moon dan kerjaan Alcazar. terlihat dinding tinggi yang ditutupi tanaman menjalar dan bunga-bunga.
"apakah tidak ada gerbang menuju kerajaan white moon disini? " tanya Adam pada peter.
"saya rasa ada pangeran, hanya saja kita tidak mengetahuinya"
"apa kau yakin kita tidak mengetahuinya? bukankah seharusnya kau tau? " ucap Adam yang sudah turun dari kudanya dan melangkah mendekati dinding itu.
dia mengamati setiap bagian dinding itu dengan seksama. sampai akhirnya...
"aku menemukannya! " ucap Adam dengan senyum bangga nya.
mereka lalu memasuki gerbang dan meninggalkan kuda mereka di perbatasan kerajaan Alcazar.
mereka terus berjalan menyusuri hutan. tetapi semakin mereka berjalan lebih jauh ke dalam hutan mereka semakin merasakan hawa dingin yang menusuk.
mereka terus berjalan,tetapi anehnya cahaya semakin menghilang. sedangakan mereka belum lama berjalan. tidak mungkin hari sudah akan malam.
sekarang mereka mulai merasa cemas dengan situasi ini.
srek! srek!
Adam dan peter langsung dalam posisi siap bertarung saat mendengar suara dari semak-semak. mereka bertumpu menatap arah berbeda. tangan mereka sudah bersedia memegang pedang masing-masing.
"aku mendengar sesuatu! " bisik Adam.
"suara nya berasal dari semak-semak. waspadalah" ucap peter
gerrrr!....
geraman kembali terdengan dari balik semak. peter dan Adam melihat dengan seksama. mencoba menerka apa di balik semak itu.
dan tiba-tiba seekor serigala melompat keluat dari balik semak dan menerkam mereka.
grrrawr!!..
"pangeran menghindar! " teriak peter yang terpental
sementara serigala itu sudah berada di atas Adam. dengan adam yang menghadang menggunakan pedangnya.
dengan sekuat tenaga adam mendorong serigala itu hingga akhirnya dia berhasil melepaskan diri.
"gerrwrrr.... siapa kalian!? apa yang kalian lakukan di kawasan kami" ucap serigala itu
"kami tidak sengaja menginjakkan kaki disini" ucap peter
"k-kau... Maugrim! ? " tanya Adam
"gerwrrrr.... ya, kau benar" ucap serigala itu
setelah itu kawanan serigala yang lain bermunculan dari balik semak. Adam Dan peter terjebak dengan para maugrim yang megelilingi mereka.
" santapan siang yang sangat menggoda.. " ucap maugrim.
Adam Dan peter terlihat tidak bisa berbuat apa-apa. Dan para maugrim itu terlihat sangat kelaparan. serigala itu terus maju mengepung Adam Dan peter. dan saat mereka ingin menerkam adam dan peter. angin yang sangat kencang datang dan menghempaskan maugrim yang hendak menerkan itu. sontak mereka menoleh mecari dari mana datangnya angin ini. hingga seorang wanita menampakkan dirinya.
"apa yang kalian lakukan pada dua lelaki ini!? "
ucap nya bertanya pada maugrim.
"mereka memasuki wilayah kami, jadi mereka kami anggap sebagai santapan kami" ucap maugrim
"siapa kalian!? " ucap wanita itu kini berlih menatao Adam Dan peter.
"aku Adam, Dan ini peter. kami hanya berkelana" ucap Adam.
" ikut aku! " ucap nya pada dua lelaki itu.
"mereka adalah makan siang kami. bagaimana bisa kau membawa mereka pergi! " ucap maugrim yang tak terima jika santapan nya di bawa pergi begitu saja.
"aku sudah melarang kalian untuk memburu manusia. berburulah yang lain. jika aku tahu kalian masih berburu manusia. aku yang akan melenyapkan kalian"
mendengan ucapan wanita itu, maugrim lalu menunduk hormat dan langsung meninggalkan mereka bertiga.
adam dan peter memandang wanita itu dengan takjub. bagaimana bisa dia mengendalikan maugrim?.
"ayo ikut aku! "
adam dan peter lalu berjalan mengikuti wanita itu.
"mengapa disini sangat dingin? cuacanya tadi tak sedingin ini" tanya Adam.
"kalian memasuki kawasan maugrim. sudah sepantasnya disini dingin" jawab wanita itu.
"mengapa kau bisa mengendalikan maugrim? dan apa kau tidak kedinginan dengan pakaian itu? tampaknya baju mu masih belum cukup menghangatkan" ucap adam memandang baju yang di kenakan wanita di depannya ini.
wanita itu memang memakai baju yang terbilang tipis. hanya baju biasa yang digunakan untuk sehari-hari,dan rambutnya juga berantakan dengan kupluk yang menutupi sebagian wajahnya.Adam jadi berfikir apakah wanita ini tinggal sendirian disini Dan tidak memiliki pakaian yang cukup?
"aku sudah terbiasa. dan lagi ini satu-satu nya baju ku disini" ucap nya masih fokus memimpin jalan di depan.
adam akhirnya tidak berbicara lagi, sampai mereka tiba di gubuk kecil dengan banyak bunga yang membeku menghiasi sekeliling gubuk itu.
"apa kau tinggal disini? " tanya Adam.
"ya, aku tinggal disini. silahkan masuk" ucap nya pada mereka
adam dan peter lalu masuk dan duduk di kursi kayu yang ada di sana. wanita itu lalu pergi ke dapur dan mengambil beberapa kudapan manis dan air hangat untuk diberikan pada mereka.
"silahkan di makan. maaf aku hanya punya ini"
" tidak apa" ucap peter.
wanita itu ikut duduk di depan mereka. dia membuka jubah kupluknya yang tipis dan mengikat rambutnya.
hal itu membuat Adam dan peter menjadi terpaku menatap nya. sangat berbeda dengan wanita yang mereka terus di awal tadi. sekarang mereka bisa meliht dengan jelas wajahnya.
kulit wanita ini sangat putih.seputih salju. dan matanya berwarna biru dengan rambutnya yang merah. dia terlihat sangat sempurna. seperti seorang putri.
"mengapa menatapku seperti itu? "
"ah.. tidak, hm.. kita belum berkenalan. siapa namamu? " tanya Adam
" panggil saja aku penjinak maugrim" jawab wanita itu Adam sambil terkekeh
ya ampun, senyum nya sangat indah. batin Adam.
peter yang menyadari situasi pun langsung bertindak.
"namau peter. Dan ini Adam" ucap peter menepuk baju Adam.
Adam yang tersadar lalu mengangguk mengiyakan perkataan peter.
"baiklah.. setelah selesai kalian akan aku antar kembali ke perbatasan. dan kuharao kalian tidak kembali untuk menjadi santapan maugrim lagi"
ucao wanita itu.
setelah selesai wanita itu menepati perkataan nya untuk mengantar Adam dan peter kembali ke perbatasan. tak lama wanita itu lalu tergesa-gesa pergi meninggalkan mereka.
sesampainya mereka di kerajaan. Raja Edmund nampak sudah mengetahui perbuatan putra nya itu.
Raja Edmund memandang geram putra nya yang tengah menunduk di hadapannya itu.
"apa yang ingin kau cari dengan menyebrangi perbatasan tanpa pengawal! apa kai sudah tidak waras Adam! "
"aku hanya berjalan-jalan saja ayah"
"berhenti bicara omong kosong Dan cepat obati luka di tubuhmu itu. aku tidak mau kau bertemu dengan Raja Aslan dalam keadaan seperti ini" ucap raja Edmund.
Adam lalu bergegas pergi menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya.
setelah selesai dengan luka-luka ditubuhnya adam lalu bergegas menuju ruang makan. disana sudah ada seluruh anggota keluarga kerajaan alcazar Dan White moon yang sudah berkumpul.
atensi Adam terfokus pada seorang wanita yang wajahnya ditutupi kain. Dan memakai gaun tertutup. apakah itu putri yang akan di nikahkan dengan nya? hah... adnan memberi salam dan bergabung de meja makan.
"perkenalkan, ini putraku pangeran Adam" ucap Raja Edmund.
"dia terlihat tampan dan gagah. pasti dia yang terbaik di akademi" ucap Ratu Susan.
"tentu saja Ratu Susan, dia putra mahkota. calon Raja Alcazar. dia pasti yang terbaik dari semuanya" jawab Ratu Maurice
" tampaknya aku tidak akan punya alasan untuk menolak pernikahan anak-anak kita ini. jadi kita bisa merancang ini lebih cepat " ucap Raja Aslan
"tentu saja sahabatku. bagaimana kalau kita adakan pernikahan mereka pekan depan. lebih cepat lebih baik bukan.. " jelas Raja Edmund
" aku setuju. kita bisa memulai pengerjaannya dari sekarang " balas Raja Aslan
sedangkan Adam Dan Lucy hanya diam saja mendengarkan perbincangan orang tua mereka. setelah makan makan. Adam diminta untuk mengajak putri Lucy berkeliling istana oleh Raja Edmund.
mereka berjalan beriringan dengan sunyi yang mengawal. tidak ada seorang dari mereka yang berbicara. sementara langkan mereka tak berhenti menyusuri lorong-lorong istana.
sampai akhirnya Lucy menghentikan langkahnya Dan berjalan menuju balkon. Adam memandang nya sekilas Dan dengan langkah malas mengikuti Lucy menuju balkon.
ternyata wanita itu tengah menatap bulan. cahaya bulan malam ini sangat terang. terlihat sangat indah. adam mengikuti Lucy. mereka hanya diam memandang bulan.
"apa kau selalu mengahbiskan waktumu hanya untuk melihat bulan? " tanya Adam
"aku menyukai bulan. saat aku lahir, saat itu bulan bersinar sangat terang,walaupun saat itu tengah turun salju. bulan seakan menyambut kedatangan ku" ucap Lucy
" tentang perjodohan ini, aku sama sekali tidak menginginkannya "
"lalu kau fikir aku menginginkan perjodohan ini?" ucap Lucy tanpa Menatap Adam
" mengapa tidak menolak saja jika tidak mau? "
" mengapa bukan kau saja yang melakukan itu. lakukan seperti apa yang kau ucap kan. katakan pada ayahmu jika kau tidak ingin pernikahan ini terjadi" ucap lucy
" kalau aku bisa, sudah ku lakukan sejak awal"
"lantas mengapa bertanya padaku jika kau sudah tau jawaban ku akan sama dengan yang kau ucap kan? " tanya Lucy
"ya... memang tidak ada yang bisa kita lakukan untuk menentang hal ini" ucap Adam menunduk.
" aku sudah selesai. kita bisa kembali sekarangu" ucap Lucy
pangeran Adam Dan putri Lucy lalu kembali bergabung dengan keluarga mereka. Lucy Dan kedua kakaknya akan menginap di kerjaan alcazar selama dua hari. sedangkan kedua orang tuanya akan langsung kembali ke kerajaan.
....
pagi harinya Adam mengajak peter untuk kembali berjalan-jalan di perbatasan kerajaan. mereka berjalan hingga sampai di gubuk milik wanita penjinak maugrim. tetapi nampaknya tidak ada siapapun di sana. akhirnya mereka memutuskan untuk melanjutkan perjalanan mereka. jika beruntung mereka mungkin akan bertemu dengan wanita itu dijalan.
tapi lagi-lagi seperti kemarin, semakin jauh masuk ke dalam hutan hawa dinginnya semakin menusuk. mereka terus berjalan sampai memasuki hutan yang tertutup salju tebal.saat tengah beristirahat sebuah kereta salju yang di tarik oleh beberapa maugrim berhenti tepat di depa mereka.
"siapa kalian?" tanya seorang wanita paruh baya yang duduk di kereta salju itu.
" kami hanya mengembara" ucap peter
" kemarilah... ambil kudapan ini untuk bekal perjalanan kalian. dan jangan memakan buah yang kalian temui di sepanjang jalan nanti"
ucap wanita paruh baya itu.
" terima kasih"
adam mengambil bungkusan kain berisi kudapan itu Dan berterima kasih
setelah itu wanita paruh baya itupun pergi sementara adnan dan peter kembali melanjutkan langkah mereka.
di tengah perjalanan kudapan yang di berikan pada mereka sudah habis tak tersisa. sementara mereka semakin tersesat ke dalam hutan. rasa lapar yang tak tertahan mendorong mereka untuk memakan buah-buahan yang nampak lezat di pepohonan. Adam memerintahkan peter untuk naik dan memetik buah-buahan itu. setelah selesai memetik beberapa, peter memberikan nya pada Adam.
awalmya peter mengingat kan Adam agar tidal memakan buah-buahan itu. tetapi Adam total saja memakannya sampai kenyang. sementara peter tidak berani mencoba dan hanya memandangi Adam.
tak lama setelah itu, mereka kembali berjalan mencari arah pulang. sampai akhirnya mereka berhasil kembali ke perbatasan.
hari ini mereka pulang dengan selamat. mereka tiba di istana saat malam hari. Adam masuk ke dalam istana diam-diam dan sampai di kamarnya dia langsung membersihkan diri lalu bersiap untuk tidur.
nampaknya tidak butuh waktu lama untuk Adam tertidur, mungkin karena lelah dengan perjalanannya hari ini. tapi tak berselang lama Adam terbangun dan dan mendapati seseorang berpakaian putih di dalam kamarnya tengah berdiri menatap keluar jendela.
"siapa kau? " tanya Adam mulai beranjak bangun.
" bagaimana kau bisa masuk kesini?! " tanya adam lagi. tetapi wanita itu tidak menjawab dan malah terus memandang keluar jendela.
saat adam hendak mendekat. tiba-tiba wanita itu bersura
" bukankah sudah kubilang jangan memakan apapun yang kau temui di perjalanan kecuali kudapan yang ku berikan?! " ucap wanita itu.
" siapa kau! aku tidak memakan apapun! keluar dari kamarku! " ucap Adam dengan suara yang mulai meninggi
" kau sangat tamak! kau menginginkan semuanya.aku sudah melihat itu semua di matamu dari dulu. kau memang pantas mendapatkan hadiah yang ku berikan!"
wanita itu berkata sambil berbalik dan perlahan melangkan mendekati Adam.
mata Adam melebar sempurna. itu adalah wanita dengan kereta salju yang ia temui. mengapa wanita itu bisa ada disini dan wajah nya terlihat sangat marah, mengerikan.
" kau sudah salah bertemu dengan ku pangeran! sekarang terimalah akibatnya!"
wanita itu berkata sambil tertawa dan mengarahkan tangannya pada jantung Adam. cahaya yang sangat menyilaukan muncul sampai- sampai Adam menutup matanya karena tidak kuat dengan sinarnya.
Adam lalu terbangun dengan keringat di sekujur tubuhnya.nafasnya terengah-engah.
" itu hanya mimpi? " tanya Adam pada diri sendiri.
Adam lalu beranjak dari kasurnya dan menuju jendela. dia membuka kain jendela nya dan ternyata hari sudah pagi. dia kemudian bergegas membersihkan diri dan ikut bergabung untuk sarapan.
sesampainya di ruang makan, terlihat ketiga putri kerajaan white moon tengah duduk menyantap sarapan mereka. begitu juga dengan Raja Edmund dan Ratu Maurice.
" selamat pagi semuanya " sapa Adam
semuanya hanya mengangguk dan melanjutkan makan mereka.
setelah selesai dengan sarapan adam diminta untuk mengawal ketiga putri kerajaan white moon untuk kembali pulang ke kerjaan mereka.
Adam dan peter mengawal dengan selamat sampai ke kerajaan white moon.
" trima kasih sudah mengantar kami dengan selamat" ucap Anna.
" sudah kewajibanku putri " ucap adan membungkuk members hormat.
setelah itu Anna dan Tilda masuk ke kerajaan lebih dulu.
" apa pangeran ingin kuajak berkeliling istana? " tanya Lucy.
"kurasa aku tidak punya banyak waktu. aku harus menemui seseorang"
"siapa? " tanya Lucy hati-hati
" seseorang wanita. aku menyukainya sejak pertama bertemu"
"ah... baiklah,semoga kau bertemu dengannya. dan semoga harimu menyenagkan" ucap Lucy tersenyum di balik kain penutup wajah nya.
" aku harap kau tidak sakit hati dengan perkataan ku. sejak awal sudah kubilang aku tidak menginginkan pernikahan ini"
" tidak masalah bagiku" ucap Lucy.
saat hendak berbalik menaiki kudanya, pangeran Adam nampak kesakitan, dia memegangin dadanya. hampir saja dia terjatuh jika tidak di bantu putri Lucy.
" ana tidak apa-apa pangeran? " tanya Lucy memegang lengan Adam
" aku baik-baik saja. tidak perlu membantuku " ucap Adam menepis tangan Lucy yang membantunya.
Lucy hanya tersenyum tipis, setelah itu ia memberi salam pada rombongan pangeran Adam dan bergegas masuk ke dalam istana.
Adam kembali melanjutkan perjalanannya. dia ingin mememui wanita Penjinak Maugrim. mungkin hari ini dia bisa bertemu dengannya.
hari ini mungkin hari keberuntungannya. adam melihat wanita itu tengah duduk di depan gubuknya sambil menyulam sesuatu.
"akhirnya kita bertemu lagi" ucap Adam mendekati gubuk itu.
" senang bertemu dengan anda lagi. ada hal apa anda ingin mememui ku? "
" hanya ingin saja, kebetulan aku juga membawa beberapa kudapan dari kerajaan ku. kau pasti akan suka" ucap Adam.
" terima kasih banyak, silahkan masuk "
hal ini terjadi setiap hari sampai mendekati hari pernikahan pangeran Adam dengan putri Lucy.
"hari ini kau datang membawa apa lagi? " tanya wanita itu
"hari ini aku datang untuk mengatakan sesuatu" ucap Adam yang tenagh duduk de depan gubuk bersama wanita itu.
" aku.. sudah menyukaimu sejak pertama kali melihatmu"
" bukankah anda akan menikah besok? bagaiman dengan pengantin wanita? apa dia tau kau menyukaiku? "
" aku sudah bicara pada nya bahwa sejak awal aku tidak menginginkan Pernikahan itu"
" aku juga sebenarnya menyukai anda, hanya saja aku tidak berani mengatakan nya"
adam tersenyum melihat wanita itu. dia lalu mencium wanita itu. ciumannya sangat lembut. wanita itu pun membalas nya dan mengalungkan tangannya di leher pangeran Adam
....
-Istana white moon-
nampak putri Lucy dan pangeran Adam yang tengah berdiri di balkon. mereka memandang bulan yang nampak cerah.
" pangeran kelihatan sedang bahagia hari ini" ucap Lucy
" ah.. ya.. begitulah" ucap Adam
" aku tau pangeran menemui wanita itu. apakah dia sangat cantik? "
" aku akan bilang iya karena aku belum melihat wajahmu"
" apakah dia juga mencintai pangeran?"
" kami saling mencintai, sangat" ucap Adam
Lucy hanya menunduk
" tidak bisakah pangeran mencintaiku dan menerimaku sebagai istrimu? kita akan menikah besok" ucap Lucy lirih
" aku sudah berjanji pada wanitaku. aku tidak mungkin menghianatinya" ucap Adam tegas
malam berganti pagi. tiba saatnya pernikahan pangeran Adam dan putri Lucy dilaksanakan.
acaranya berjalan dengan lancar dan meriah. semua rakyat dari kedua kerajaan itu datang dan menyaksikan pernikahan keduannya.
hingga tiba malam hari saat acara telah selesai.
" aku harus pergi ke suatu tempat" ucap Adam yang baru saja mengganti pakaiannya.
" kau mau kemana? ini hari pernikahan kita " ucap Lucy.
" aku harus pergi. aku akan kembali tenang saja"
saat hendak mengambil jubahnya Adam kembali merasakan sakit di dadanya. kali ini ia sampai jatuh tersungkur.
Lucy yang melihat itu langsung mendekat dan membantu Adam.
"kau baik-baik saja?.. setelah kau mengantarku kembali hari itu, aku selalu melihatmu kesakitan seperti ini. apa yang terjadi? " tanya Lucy khawatir
" aku baik-baik saja. tidak usah menyentuhku"
ucap Adam lagi-lagi menepis tangan Lucy yang ingin membantunya.
" kenapa kau sangat keras kepala. kau sangat berbeda saat bersama nya. perlakuanmu begitu lembut. tidak bisakah kai seperti itu juga pada ku!? " ucap Lucy yang terlihat mulai emosi
"apa maksudnya. jangan bicara omong kosong.tau apa kau soal aku dan dia!? " ucap Adam yang masih nampak menahan sakit.
" biarkan aku merawatmu. lagi pula kau juga tidak akan menemukannya" ucap Lucy
" apa maksudmu!? apa kau menculiknya? kau ingin mencelakainya!? "
" bukan begitu maksudku Adam. hanya saja aku.. a-aku itu.. " ucap Lucy mulai terbata bata
"aku harus menemui nya" ucap Adam lalu pergi menuju hutan.
Lucy sudah tidak bisa mencegah Adam lagi. melihat hal itu lucy dengan cepat mengganti pakaiannya dan mengendap-endap keluar dari kerajaan.
sementara itu adam yang sudah sampai disana tidak menemukan wanita itu. dia kemudian masuk lebih dalam ke hutan untuk mencari nya. hingga dia tiba di depan gerbang sebuah istana. dengan masih menahan sakit nya yang semakin menjadi, adam berusaha masuk dan mencoba mencari wanita itu.
semetara putri Lucy terlihat sudah sampai di depan gubuk itu. Lucy dengan tergesa-gesa mencari keberadaan Adam di semua sudut gubuk itu.
"dasar bodoh! kau bahkan tidak tau namanya. tapi begitu sangat mencintainya!? dasar pangeran bodoh!? " gerutu Lucy.
kemudian dia teringat akan satu hal. Maugrim!
dia lalu berlari keluar dari gubuk dan membunyikan lonceng di depan rumahnya.
tak butuh waktu lama. maugrim sudah berada di depannya. menunduk memberi hormat.
"salam putri Lucy"
"aku ingin kau mencari keberadaan Adam"
" pangeran sedang berada di istana putih"
" untuk apa dia berada di istana nenek ku!? "
" dia mencari wanita itu, nampaknya dia begitu bodoh dan buta karena tidak mengenalimu "
ucap maugrim
" antarkan aku ke istana putih "
dengan cepat Lucy naik ke punggung Maugrim dan melesat menuju kerajaan Putih.
jadi selama ini Lucy adalah wanita yang selalu ditemui Adam. dan wanita paruh baya yang memberikan adam kudapan itu adalah penyihir putih. nenek dari putri Lucy.
pangeran Adam tidak menyadari hali ini karena Lucy yang selalu berpakaian tertutup dan memakai penutup wajah ketika bersama nya.
sementara Lucy tidak memakai penutup wajah jika dia berada di hutan daerah kekuasaan nenek nya. yaitu penyihir putih.
Lucy adalah salah satu dari keturunan kerjaan yang mewarisi keahlian nenek nya. karena itu dia hanya menggunakan itu jika berada dalam wilayah kekuasaan sang nenek. dan bukan di kerajaan nya.
penyihir putih adalah seorang yang baik-baik hanya saja dia tidak bisa memakai orang yang melanggar perintahnya.
sesampainya di istana putih, Lucy langsung menerobos masuk dan mencari keberadaan Adam. setibanya di depan singgasana penyihir putih, Lucy melihat Adam yang tengah tersungkur sambil menahan sakitanya. setengah badan Adam sudah membeku.
Lucy dengan cepat berlari dan berlutut di depan sang nenek.
"biarkan dia hidup! kumohon jangan mengutuknya yang mulia"
"apa yang kau lakukan Lucy!? kau membela lelaki ini!? "
"aku mencintainya nenek.. kumohon jangan sakiti dia. biarkan aku yang menanggung semuanya... " ucap Lucy yang sudah memangis sejadi-jadinya.
adam masih bisa melihat apa yang terjadi dengan jelas. dia mendengar semuanya.
jadi Lucy adalah wanita di gubuk itu. dia adalah wanita yang selama ini menghabiskan waktu bersama nya. wanita yang membuatnya jatuh cinta sejatuh-jatuh nya. hingga dia tidak peduli hal lain. bahkan mereka berhubungan tanpa mengetahui nama wanita itu.
Adam mendengar Lucy yang Memohon agar Adam diselamatkan dan biar dia saja yang menanggung semuanya. ingin sekali Adam berteriak dan memeluk Lucy. tapi semua sudah terlambat. tubuh Lucy sudah membeku. sementara tubuh Adam kembali seperti semula. dengan cepat dia berlari memeluk Lucy yang sudah membeku.
Adam menangis sambil memeluk Lucy. ditempelkan keningnya dengan kening Lucy. dingin. hanya itu yang dia rasakan. sementara penyihir putih pergi meninggalkan mereka.
Adam masih memeluk tubuh Lucy yang sudah membeku itu. hingga dia merasakan Lucy seperti memeluk nya. tetapi adam masih saja menangis, dia seperti tidak bisa menggerakkan tubuhnya. peluka itu semakin erat Adam rasakan.
"Adam! Adam.. bangunlah... Adam! "
huh! huh! huh!
Adam terbangun dengan nafas terengah-engah. kemudian dia melihay Lucy yang tengah memeluk nya.
" kau bermimpi buruk lagi? "
" aku bermimpi hal itu-. .. "
"sudah lah.. semua itu sudah berlalu. itu hanya kisah di masa lalu. kau bermimpi seperti itu. karena kau terus saja memikirkan hal itu. " jelas Lucy
"aku hanya tidak bisa memafkan diriku sendiri.. aku-"
"stttt... sudah lah, aku sudah memafkan mu untuk kejadian itu. nenek ki juga sudah memafkan mu. kau juga harus berusaha memafkan dirimu sendiri demi aku, dan anak kita.. "
jelas putri Lucy, sambil mengusap perutnya yang sudah terlihat membesar.
"ya.... akan ku lakukan. aku sangat mencintai kalian. jangan tinggalkan aku dan mari hidup menua bersama selamanya"
ucap Adam mencium perut putri Lucy dan beranjak mencium kening istrinya dengan mesra.