Senyum yang manis dan selalu tampak bahagia terlihat jelas di wajah cantik Vio.Penampilannya yang sederhana jelas memperlihatkan keadaannya yang jauh dari kata kaya.Setiap hari berkeliling menjual bunga dengan bersepeda untuk membiayai kebutuhan hidupnya.
Vio seorang gadis cantik yatim piatu yang hidup di rumah sederhana peninggalan orang tuanya.Tidak mempunyai sanak saudara.Usianya sudah mencapai 22 tahun.Kuliah sambil bekerja menjual bunga.Dia selalu tampak ramah kepada siapapun sehingga banyak orang yang menyukainya.
"Bunga-bunga" ayo di beli bunga nya tuan,nyonya "ucap Vio sambil menawarkan buket bunga yang telah selesai dia rangkai."Berbagai macam bunga di jualnya.
Vio menjual bunga setelah pulang dari kampus,dia merupakan gadis pintar yang mendapat beasiswa di kampusnya.Dia merupakan calon dokter spesialis bedah otak.
"Saya beli bunga mawar nya ucap seorang pemuda tampan." Terlihat dari wajah dan penampilan nya pemuda tersebut kaya raya.
"Silahkan tuan, bunganya sudah selesai saya rangkai ucap Vio sambil tersenyum pada pelanggannya.
Pemuda itu sudah menjadi pelanggan setia bunga rangkaian Vio.
Pemuda tersebut terlihat mengeluarkan beberapa lembar uang berwarna merah dan memberikannya pada Vio.
"Terima kasih ucap nya pada Vio sambil mengambil buket bunga tersebut dan melangkah pergi dari sana.
Vio memasukan uang yang telah di terimanya dengan senang hati, karena dia baru datang berjualan dan sudah ada yang membeli bunganya.
Sambil menunggu pembeli Vio mengambil laptop di tasnya dan mengerjakan seluruh tugas kampusnya.
Vio mempunyai tempat tetap untuk berjualan bunga, walau hanya memakai sepeda, jadi sambil berjualan Vio bisa sambil belajar.
Beberapa jam telah berlalu dan bunga yang di bawa Vio tinggal sedikit sehingga Vio memutuskan untuk pulang karena sudah lelah juga seharian berada di sana.
Vio memasukan kembali laptop nya ke dalam tas yang di gendongnya.Mengayuh sepeda peninggalan orang tuanya kembali ke rumah nya yang sederhana.
Kegiatan seperti itu berlangsung setiap hari.
Vio merebahkan tubuhnya di kasur yang jauh dari kata nyaman setelah membersihkan diri dan menyantap makan malamnya.Matanya menatap langit-langit kamar.Membayangkan saat ayah dan ibunya masih berada di sisinya.Matanya tampak basah saat mengingat kedua orang tuanya yang sudah meninggal.
"Ayah, Ibu, Vio kangen ucapnya."Dan tanpa terasa terlelap dalam tidurnya."
Pagi hari yang cerah serta terdengar suara ayam berkokok membangunkan tidur Vio yang tampak nyenyak setelah menangis.
Vio segera membersihkan diri,membuat sarapan dan segera berangkat ke kampusnya.
Karena terburu buru tanpa sengaja Vio menabrak seseorang dan hampir membuatnya jatuh.Untung saja tubuh mungilnya segera di tahan oleh orang yang di tabrak nya.
"Maaf saya tidak sengaja ucap Vio tanpa melihat wajah orang yang di tabrak nya dan segera bangkit serta melepaskan pelukan seseorang yang menahan tubuhnya.
" Kamu tidak apa-apa ucap seorang laki laki yang membantu Vio berdiri."Vio terkejut dengan suara orang yang di tabrak nya, terdengar familiar sehingga Vio segera menengadahkan wajah cantiknya melihat siapa laki-laki tersebut.
"Kamu" ucap Vio terkejut saat mengetahui siapa orang yang ada di hadapannya."Kenapa bisa ada di sini ucapnya lagi masih dengan keterkejutannya."
"Aku kuliah di kampus ini juga ucap laki-laki tersebut sambil mengulurkan tangannya pada Vio.
" Kenalkan aku Darell ucap laki-laki tersebut yang di sambut uluran tangan Vio.
"Aku Viona ucap Vio memperkenalkan diri."
Laki-laki tersebut rupanya pelanggan setia nya yang hampir setiap minggu membeli buket bunga yang di rangkai nya.Entah hanya kebetulan atau memang sudah waktunya mereka berkenalan akhirnya Vio mengetahui siapa pemuda yang selalu membeli bunga rangkaian nya.
Vio tidak pernah memperhatikan pelanggan nya, tetapi beda dengan pria di hadapannya.Entah mengapa setiap laki-laki itu membeli bunga dan melihat senyum tampannya membuat jantung Vio berdebar dengan cepat hanya saja Vio selalu mengabaikan setiap detak kan jantungnya yang berdetak lebih cepat dari biasanya.
Deg-deg jantung Vio kembali berdetak lebih cepat saat melihat wajah laki-laki tersebut.Vio segera mengalihkan perhatian nya takut tidak dapat mengendalikan perasaannya.
"Kalau begitu aku permisi dan maaf sekali lagi karena telah menabrak kamu ucap Vio yang akan segera meninggalkan Darell yang masih setia menatapnya entah apa yang sedang di fikirkan oleh laki-laki tampan tersebut."
"Bagaimana kalau kita masuk bersama ucap Darell yang menghentikan langkah kaki Vio yang akan segera meninggalkannya.
"Ayo ucap Vio masih dengan menundukkan pandangannya."
Darell dan Vio melangkah bersama untuk pertama kalinya.Semua menatap sinis Vio karena berjalan bersama Darell, laki-laki tampan yang dingin pada setiap orang tapi tidak pada Vio.
Vio tidak mengetahui kalau Darell adalah anak pemilik kampus tempat dirinya kuliah.Mungkin karena terlalu di sibukkan dengan aktivitas nya yang sudah sangat padat.
Darell Arkana Wijaya merupakan anak tunggal tuan Wijaya dan satu satu nya pewaris kekayaan Wijaya Group. Semua kagum akan wajah tampannya serta kepintarannya yang juga di atas rata-rata.
Darell sudah terpikat dengan Vio pada pandangan pertama saat dirinya membeli bunga mawar untuk pertama kalinya.Sejak saat itu Darell terus memperhatikan Vio,Gadis cantik yang sederhana tapi tidak pernah memperhatikan keberadaannya.
Darell sengaja membeli buket bunga agar bisa berjumpa dengan Vio. Darell pun tidak mengetahui kalau Vio mahasiswi di kampus milik ayahnya.Sampai suatu hari tanpa sengaja melihat nya berada di kampus, Darell sangat senang mengetahui hal tersebut.Dan barusan tanpa sengaja bertabrakan dengan gadis pujaan hatinya sehingga dirinya memberanikan diri untuk berkenalan.
"Kamu kuliah di fakultas apa ucap Vio memecah keheningan di antara mereka berdua."
"Aku di fakultas Hukum ucap Darell sambil memperhatikan wajah Vio yang juga mengarah ke arah nya."
Deg-deg jantung mereka berdetak cepat saat mata mereka saling memandang tersirat sesuatu di antara mereka yang sulit untuk di ucapkan.
"Kalau aku di Fakultas Kedokteran ucap Vio sambil menurunkan pandangan mata nya."
"Kalau begitu kelas kita berdekatan ucap Darell bersemangat,yang sudah mulai terbiasa berbicara dengan gadis yang diam-diam di sukai nya sejak lama.
" Iya ucap Vio perlahan."
Vio belum pernah berpacaran begitu juga dengan Darell yang terkenal dingin dengan semua orang.
Setelah mereka sampai di kelas masing-masing mereka saling berpamitan.
"Aku sudah sampai kelas aku duluan ya Darell ucap Vio yang untuk pertama kali nya memanggil nama Darell.
" Sampai bertemu lagi Vio ucap Darell sambil tersenyum manis yang segera melangkahkan kaki ke kelasnya."