Aku hanya wanita biasa yang mengharapkan akan sebuah kebahagiaan.
Mengharapkan akan kasih sayang yang tak pernah ku dapatkan dari sosok ayah.
Mengharapkan cinta dari orang yang salah.
Aku tau perasaan ini salah dan tak akan mungkin tergapai.
Tapi apakah salah jika aku ber andai-andai...
Salah kah aku mengharapkan kasih sayang dan cinta nya.
Salahkan aku menginginkan perhatian dan senyuman nya.
Tapi Mengapa di saat aku sudah yakin dan percaya akan itu sebuah mimpi.
Kau campakkan keinginan kecil ku itu.
Mengapa kau memberikan harapan palsu...
Apakah aku tak pantas akan semua itu.
Apa aku bukan orang yang tepat mendapatkan semua nya darimu.
Bodoh nya aku berharap pada orang yang salah...yang ku dapatkan hanya penghianatan dan kejahatan mu...
Inilah sepenggal cerita ku yang merasa menjadi orang yang amat bodoh.
"Hai Queen sedang apa kamu...?"tanya fiola
"Gak ada kok aku cuma lagi duduk aja mandangin pemandangan yang ada di depan kita..."jawab ku sambil memandang aliran sungai dan gemericik air
"Enak ya suasana disini asri bikin sejuk seluas mata memandang..."kata fiola
"Iya dan tempat seperti ini yang buat aku betah berlama-lama untuk tinggal...."kata ku sambil memejamkan mata
"Ehh iya katanya kamu lagi Deket sama seseorang ya,,,ciee kenapa gak cerita sama aku jahat banget sih...!"kata fiola
"Siapa juga yang gak mau cerita orang juga aku baru kenal kok sama dia..."jawab ku
"Emang kalian kenal dimana,kenalin dong sama aku sini jangan pelit-pelit sama temen sendiri...?"kata fiola sambil memanyunkan bibirnya
"Iya nanti aku kenalin ke kamu...kenal nya lewat aplikasi chatting sih baru juga berapa Minggu kenal..."jawab ku sambil tersenyum-senyum
"Kaya nya lagi kasmaran nih ye... hati-hati loh nanti jatuh nya malah kamu sakit hati."kata fiola sambil memperlihatkan smirk nya
"Kalo aku sampai sakit hati berarti dia bukan yang terbaik."jawab ku sambil berdiri dari tempat duduk
"Ya udah pulang yuk udah mau malem, kapan-kapan aku kenalin dia sama kamu."kata ku lagi pada fiola
Setelah itu aku dan fiola berpisah untuk pulang ke rumah masing-masing,,,disini aku hanya tinggal bedua dengan Abang ku kami jauh dari keluarga.
Pernah suatu saat Abang ku melarang untuk terlalu dekat dengan fiola karena bagi nya fiola bukan orang baik seperti yang aku kata kan selama ini,tapi aku tak percaya perkataan Abang ku yang ada kami hanya saling bertengkar.
"Assalamualaikum Abang aku pulang."kata ku setelah memasuki rumah
"Wa'alaikum salam dek dari mana aja baru pulang jam segini...?"tanya Abang yang sedang duduk sambil menonton di ruang tamu
"Dari tempat biasa bang sama fiola dan yang lain...bosen kalo langsung pulang kerumah Abang kan belum pulang kuliah."jawab ku
"Abang udah pernah bilang jangan terlalu dekat sama fiola dia bukan temen yang baik,kenapa kamu ngeyel sih dek...?tanya Abang dengan membentak ku
"Abang kenapa sih segitu nya sama dia emang fiola salah apa ke Abang...?tanya ku sambil memandang sengit
"Kamu gak perlu tau dek,yang pasti jangan nyesel aja kamu nanti."jawab Abang setelah itu dia meninggal ku masuk ke kamar
Semenjak kejadian itu hubungan ku dan Abang sedikit merenggang,aku sebenernya merasa bersalah pada Abang ku sendiri tapi aku disini juga bingung harus percaya pada siapa.
Tanpa terasa juga hubungan ku dan Dia berjalan lancar saja semenjak perkenalan kami dari dunia halu Dia memberikan banyak perhatian dan rasa nyaman padaku dan fiola sudah ku perkenalkan dengan nya.
Terkadang juga kami betiga akan menghabis kan waktu bersama lewat sambungan telpon berjam-jam dan selama itu juga aku tak pernah menaruh rasa curiga dengan mereka.
"Fii nanti sore mau ikut aku gak ke tempat biasa...?"tanya ku saat kami masih di parkiran
"Enggak deh aku ada janji mau ketemu seseorang."jawab fiola sambil tersenyum sendiri
"Dih kamu aneh kenapa mesem-mesem gitu di tanya...?kata ku sambil memperhatikan mimik muka nya yang tiba² berubah tegang
"Eh enggak kok,itu perasaan kamu aja kali queen.udah ya aku duluan next time aja aku ikut kesana..."jawab fiola setelah itu di meleset pergi meninggalkan tanda tanya bagi ku
Semenjak hari itu aku dan fiola sudah jarang bertemu lagi dan hubungan ku dengan Dia juga sekarang seperti asing seolah dia memberi jarak tembok yang amat tinggi dengan ku.
Selama itu pun hati ku bertanya-tanya apa salah ku padanya padahal selama ini hubungan kami baik-baik saja.
"Dek Abang mau bicara sama kamu."kata Abang yang mengagetkan ku karena sedang melamun
"Ehh iya bang kenapa...?jawab ku setelah hilang dari rasa keterkejutan
"Abang mau bicara penting dan kamu jangan kaget dan setelah ini kamu jauh-jauh dari yang nama nya fiola."kata Abang sambil duduk di sebelah ku
"Bicara aja bang emang apaan sih."kata ku
"Kamu liat aja sendiri dan pikirin apa yang Abang tunjukin ini cuma kebohongan atau apa."kata Abang memberikan ponsel nya dan setelah itu pamit keluar dari kamar ku
Dan setelah aku melihat semua yang ada di ponsel itu yang aku lakukan hanya bisa diam seribu bahasa entah harus melakukan apa yang ada di pikiran sekarang hanya rasa penyesalan dan rasa di khianati.
Menyesal karena mempercayai orang yang salah dan menyesal karena telah menggantungkan sebuah harapan pada orang yang salah.
Orang yang selama ini ku percaya orang yang selama ini di harapkan tapi orang itu juga yang memberikan ke hancuran untuk ku.
Betapa bodoh nya selama ini mempercayai orang yang salah dan dari saat itu aku merasa hatiku mati rasa.