Jangan salahkan aku jika aku iri di dunia. Pada ombak yang bergulung-gulung di luasnya samudera biru, pada gemintang yang giat memancarkan sinarnya, dan bahkan pada angin yang bersemilir lembut menjelajahi bumi bersama partikel udara lainnya.
Karena apa? Karena aku rasa, Tuhan benar-benar tidak adil.
Kini, aku sedang berada dalam perangkap luar biasa. Hari-hariku diselimuti bayangan, hatiku hancur berkeping-keping. Tak ada lagi kebahagiaan di kamusku. Tak ada lagi gurat senyuman di situs. Dan kau tahu, ini semua gara-gara lelaki brengsek itu. Lelaki bernama Fatahilah, yang tega-teganya hatiku hatiku. Saat aku sudah menjalin hubungan dengannya selama 2 tahun, ia menjalin hubungan dengan orang lain di belakangku. Akhirnya, tepat kemarin hubungan kami kandas sudah.
Namaku Ve, lengkapnya Vreya Veronica. Dan sekarang, aku sangat benci dengan dunia.
—
Sudah dua minggu ini Vreya Veronica menjadi gila. Vreya yang sudah akrab disebut Ve, merupakan selebgram terkenal dengan followersnya yang 1,5 juta. Bahkan mengalahkan banyak pengikut artis papan atas di Indonesia.
Ve kini duduk di bangku kuliah semester kedua. Ia dikaruniai paras yang cantik nan rupawan; kulitnya putih bagai mutiara berharga, hidungnya mancung layaknya puncak gunung everst, menyukai merah merekah bak buah delima, dan matanya yang cokelat selalu menyiratkan aura kecantikan bukan utama.
Pernah dikenal sebagai seseorang yang ceria, rendah hati, setia, penyayang dan supel. Siapa yang tidak kenal dengan Ve. Semua orang pasti kenal dengan sosok satu ini.
Tapi sayang, Vreya Veronica sekarang sudah tidak Vreya Veronica dulu. Kini, Sangat frustasi. Ia menggila, semenjak ia dan pacarnya memutuskan hubungan mereka.
Semenjak mereka berdua putus dan Ve mengetahui pacarnya selingkuh, Ve jadi merasa sedih bukan kepalang. Mulai saat itu, ia tidak tahu harus melakukan apa. Sampai-sampai, ia memberantaki semua barang di kamarnya, boneka-boneka miliknya tanpa kendali. Bahkan ia berhasil bunuh diri dari balkon rumahnya, tak beruntung, sang Ibunda berhasil menyelamatkan Ve dari aksi konyol itu. Ve pun dikurung di kamar hingga saat ini.
Dan di kamarnya, yang bekerja hanya berdiam diri, mengamuk, dan menangis.
Pikirannya melayang-layang, pikirannya tak menentu. Beribu amarah membara di dalam. Ia benar-benar kacau.
Atas dasar itulah, Ve jadi terpaksa harus absen kuliah. Beberapa nilai pun terlewatkan oleh dirinya. Padahal, Dulunya Ve sangat tidak mau absen kuliah walau itu adalah keadaan darurat darurat sekalipun.
Hari ini, seperti biasa ketika pagi menjelang sang Ibu memberikan sarapan untuk Ve. Penuh kasih sayang, Ibunya menyuapi Ve. Setelah dibujuk beberapa kali, akhirnya Ve mau makan dengan disuapi Ibunya. Hingga saat suapan terakhir, ia kembali mengamuk. Pasalnya, pikiran tentang Fatahilah tiba-tiba berkecamuk dalam pikirannya.
“Ve, tenang nak.” Ibu buru-buru mendekap Ve. Sudah meberontak. Lalu, Ibu kembali mendekap dengan kuat.
“Istighfar, Ve. Kamu harus ingat pada Allah, Tuhan yang menciptakanmu. Ini hanya masalah sepele, karena kamu putus dengan Fatahilah. Ingat, masih banyak lelaki di dunia ini.” Nasihat Ibu seraya mengelus-elus rambut Ve.
diam. Walaupun ia sudah sangat hancur, tapi 10% ia masih bisa mencerna dan mencerna perkataan Ibunya.
“Kamu harus tahu, jodoh sudah ada di tangan Tuhan. Dan kamu harus tahu juga, bahwa rencana Tuhan selalu baik. Jadi, walaupun kamu putus dengan Fatahilah itu berarti Fatahilah bukan lelaki yang cocok untuk menjadi tamabatan tidak bisa. Ibu yakin, pasti Tuhan telah menciptakan pencipta terbaik untuk Anda. Percaya,” Ibu mengecup kening anak keduanya, Ve. “Jangan bersedih, Allah bersama kita.” Ibu dari duduknya, kemudian bangkit dari kamar Ve sambil membawa piring yang telah habis dimakan oleh Ve. Jangan lupa, Ibu mengunci pintu kamar Ve dari luar. Jika tidak, bisa-bisa keluar ditemani emosi yang tidak terkontrol.
Sepeninggal Ibunya, Ve masih terdiam.
Ajaib. Seakan dia tiba-tiba tersihir. Biasanya, walaupun Ibunya menceramahinya, ia akan tetap mengamuk tak peduli. Tapi tadi, itu membuat Ve berdiam diri. Mencerna kembali kata-kata Ibu. Sampai-sampai, kami melihat kata-kata Ibu tadi tidak terasa jatuh jatuh.
—
Ve membuka mata. Ia menggeliat layaknya ulat, lalu menguap lebar sekali. Selebar kali ciliwung yang airnya acap kali mengalir deras.
Ve kali ini tidak mengamuk. Tapi rasa sedih luar biasanya masih tertancap kuat. Ia akhirnya kembali mengamuk tanpa kendali.
Ia terus mengamuk, sampai ia merasa lelah. Saat ia merasa lelah, ia pun spontan mengambil handphone yang ia letakkan di meja riasnya. Ternyata, banyak sekali notifikasi di instagramnya. Jelas, sudah dua minggu ia tidak membuka akun instagramnya.
Setengah sadar, ia membuka menu dm (pesan langsung) yang ada di Instagram. Dan, di atas sekali terdapat pesan masuk dari akun Instagram bernama ooh.sehun.
“S…siapa dia?” Saya merasa familiar dengan nama ooh.sehun iitu. Tapi, siapa? aku lupa.
Ia pun membaca pesan dari ooh. Sehun itu. Isinya berbahasa korea dan Inggirs di bawahnya. Jika diterjemahkan menjadi Bahasa Indonesia, akan seperti ini:
Annyeong haseyo. Kenalkan, aku Sehun. Saat kemarin aku bermain Instagram, tiba-tiba saja aku menemukan akunmu. Dan aku benar-benar terpikat kamu. Salam kenal.
Beruntung, walau dengan keadaan gila dan setengah sadar, Ve masih bisa menerjemahkan Bahasa Inggris tersebut. Terang saja, Ve memang pintar berbahasa Inggris.
“Hmm, ini siapa? Ah, stalk aja deh.” Tingkat Kesadaran Ve mulai meningkat. Walau masih ada rasa sakit dan perih di hati.
Ia pun memecet akun ooh.sehun tersebut. Dan.. dilihatnya foto-foto di akun ooh.sehun tersebut. keinginan, Ve telah mengikutinya.
“Kapan aku memfollow dia?” Masih bingung.
Dan saat ia sudah melihat banyak foto di akun ooh.sehun, kesadarannya pun pulih. Ia mengingat semuanya. Ia sudah tidak gila lagi. Ia ingat, bahwa ooh.sehun adalah seorang personel dari grup boyband ternama di Korea Selatan.
"YA TUHAN! OOH. SEHUN? INI SERIUS KAN?” Ve teriak sekencang-kencangnya, hingga membuat Ibu datang ke kamar Ve.
Ibunya khawatir, jika anaknya semakin parah.
Krieek.. Pintu terbuka.
“Ve, kamu enggak apa-apa kan?” tanya Ibu khawatir.
Ve goyang lalu berjingkrang-jingkrak saking senangnya.
“Ibu, aku sama Sehun. Dan dia bilang, dia terpikat sama aku! Dia ngajak kenalan aku! Aaaah senengnyaaa!”
Ibu Ve Melotot. Ia, kontrak Sehun adalah idola dari Ve? Tidak mungkin jika seorang artis korea seterkenal Sehun bisa mengajak kenalan anaknya. itu hal yang pasti.
“Ini Sehun yang mana? Sehun Korea Selatan atau Sehun Ciamis?” sang Ibu bertanya kikuk.
Berhenti berjingkrak-jingkrak, lalu mendekati Ibunya. Ve memeluk kencang sekali Ibunya, lalu berteriak “AAAAAAH, AKU SENANG SEKALI IBU! AKU DIAJAK KENALAN SAMA SEHUN DARI KOREA SELATAN! SEHUN ASLI! AKUNNYA ADA CENTANG BERWARNA BIRU! AAAAAAH SARANGAHE SEHUN!”
Telinga Ibu Budeg. Dan yang ada di pikiran Ibu sekarang adalah, takut anaknya menjadi gila.
“Apa anakku harus suntik rabies?” bisik Ibu pelan.
Lima bulan kemudian, media sosial heboh. Tidak hanya media sosial saja, bahkan media massa lainnya seperti televisi dan koran pun dipenuhi berita-berita terhangat yaitu tentang nikahnya seorang Sehun, anggota dari boyband EXO menikah dengan Vreya Veronica, selebgram asal Indonesia.
Hari ini, Sehun dan Ve baru sampai ke Korea. Ia baru menikah dua hari lalu, dan mereka berdua merencanakan bulan madu di Seoul, Korea.
“Ppali, Ve.” Sehun sudah di bawah dengan koper dan berbagai barang bawaannya. Sedangkan Ve masih berada di anak tangga pesawat. Sepersekian detik, Ve sudah berada di bawah pula.
“Aigoo, daebak! Aku sangat suka dengan pemandangan Korea ini!” pekik ve kagum.
“Ne, kamu benar-benar sayang. Dan ini baru di bandara. Di luar sana, masih banyak lagi pemandangan indah di Korea. Oppa akan semuanya padamu, sayang.”
“Oppaaa, saranghae!” Ve memeluk Sehun. Sehun membalas pelukannya.
Sehun dan Bandara Ve pun menjadi pusat perhatian di.
Sehun merangkul erat Ve. “Kajja, yeppeo!”
Mereka pun berjalan beriringan bandara keluar, menuju rumah Sehun sambil bercanda ria.
Sekarang, aku tahu. Bahwa Tuhan memang bernar-benar Maha Adil. Selalu ada skenario terbaik untuk para hamba-Nya. Jika ada cobaan berat hati, itu berarti akan ada kebahagiaan yang mendalam setelahnya.
Seperti saat aku putus dengan Fatahilah, Tuhan telah menggantinya dengan yang lebih baik lagi. Yaitu Sehun. Ah, memang benar. Sejatinya, Tuhan memang selalu memberikan yang terbaik.
Namaku Vreya Veronica, biasa dipanggil Ve. Dan sekarang, aku tak lagi membenci dunia karena aku sudah tahu bahwa duniaku selalu bahagia karena Tuhan pasti ada di sampingku setiap saat.