Setelah ditinggalkan oleh pacar, aku benar-benar merasa hancur... Tidak kusangka orang yang selama ini kucintai mengkhianati ku, hanya karena kesalahpahaman yang terjadi, padahal dia sudah berjanji menikahiku... Tapi apa yang terjadi.. Dia justru berkhianat bersama sahabat yang paling dekat denganku. Aku benci semuanya! Aku berjanji, aku akan balas dendam kepada kalian!
Rose adalah sahabat Charlie, sedangkan Devano adalah pacar.., tidak, mantan pacar Charlie, sayangnya Devano telah tiada, semuanya karena Rose, rupanya dia hanya menginginkan harta Devano saja, setelah menikah, Devano sakit-sakitan, tetapi Rose tidak mau merawat Devano, dia bahkan terus menerus berbelanja dan sibuk bergelut dengan kehidupannya sendiri, dia tidak sedikitpun peduli pada Devano, dalam batin Devano sebelum tiada sempat dia meminta-minta maaf dari Charlotte, berharal Charlotte akan memaafkannya, apalah daya, nyawa sudah diujung tanduk, jangankan berdiri, berjalan, dan menyetir menemui Charlotte, berbicara pun dia tak bisa, dia hanya bisa berharap agar Charlotte bahagia dengan hidupnya, dia berharap Charlotte mengikhlaskan semua kesalahannya, dia tau dia egois, tapi itu benar-benar yang dia harapkan, jika bisa, bahkan dia ingin kembali pada Charlotte, tapi sayang sungguh sayang, penyesalan selalu datang diakhir.
Perkenalkan, aku Charlotte ( Charlie ), orang yang telah banyak merasakan sakitnya kehidupan, dan aku berjanji, aku akan berubah, bukanlah Charlie yang dulu, aku bertekad untuk menjadi lebih kuat, tentunya untuk menghancurkan hidup para sialan itu, aku akan pastikan mereka semua menderita!!!
Time Skip... 2 tahun kemudian
Aku kembali! Tibalah saatnya bagiku untuk membalas dendam... Lihat saja, aku akan membuat kalian sepuluh kali lipat sengsara dari yang kurasakan dua tahun lalu. Aku kembali, bersama dengan segala yang sudah kupersiapkan. Aku akan merebut kembali semua harta yang sudah direbut oleh baj*ngan itu!!! Dan sahabatku tersayang, lihat saja, aku pasti akan membalas kelakuanmu...!
Sekarang, aku bekerja sebagai CEO dari suatu perusahaan, secara tidak langsung, aku membeli perusahaan ini dengan harta yang kumiliki, sehingga aku memutarkan uang dari sini untuk mempertahankan hidupku... Aku mempercayakan posisi sekretaris kepada Roy, karena dia adalah sahabat yang telah menemani masa terburukku.
Aku percaya kepadanya. Dengan segala kerja keras ku dan bantuan dari Roy dan para pegawai, tidak butuh waktu lama untukku menaikkan saham perusahaan ini, menjadikan perusahaan ini sebagai sorotan media, karena kekaguman mereka terhadap sang CEO yang berhasil membuat perusahaan sukses drastis dalam waktu dua tahun.
👤 "Nona, akan ada pesta pada tanggal xx xxx disana nona Rose akan hadir" Ucap sekretaris Roy dengan hormatnya kepada Charlie.
Roy adalah sekretaris dari Charlie, di kehidupan formal saja, jika sedang diluar pekerjaan maka mereka adalah sepasang sahabat yang sangat dekat, bahkan sangking dekatnya, para pegawai kantor pun berpikir mereka memiliki sesuatu hubungan romantis, padahal kenyataannya tidak begitu, mereka hanyalah sahabat,... bagi Charlie.., tidak untuk Roy, sebenarnya dia diam-diam menaruh perasaan lebih kepada Charlie.. Tapi demi hormat kepada Charlie, dia tidak bisa membuka perasaannya, terpaksa dia pendam...
*kembali ke pembicaraan*
"Roy, apa kau bersedia untuk mengikuti pestanya sebagai pasangan ku?" Ucap Charlie tanpa dosa dan tanpa memikirkan ekspresi Roy yang malu saat ini
👤"Ya...?, Tapi nona, apa saya pantas bersanding dengan anda dipesta itu.. Saya takut ada rumor yang tidak baik kepada anda." Ucap sekretaris Roy perhatian. Dia sebenarnya ingin menemani Charlie, hanya saja dia takut akan ada rumor yang membuat beban Charlie bertambah.
"Tidak apa-apa, kenapa kau begitu khawatir? Seperti tidak tau aku saja, tenanglah, apa salahnya kau datang sebagai pasanganku, lagipula kau kan sekretaris ku" kekeh Charlie yang merasa lucu dengan sikap Roy.
👤 "..." Roy hanya diam mendengarkan ucapan Charlie.
"Oh ya Roy, apa kau sudah mempersiapkan yang kuminta? " *Charlie*
👤 "Sudah nona, apa anda ingin melihatnya?" *Roy*
Charlie memegang foto yang diberikan oleh Roy, dia tersenyum miring dengan tatapan miris terhadap foto itu, merasa jijik dengan apa yang ada didalam potret itu.
"Tidak kusangka setelah dua tahun, tidak cukup aku memberikan bekasku, apa dia jatuh miskin sampai Rose meniduri Pria kepala botak, hahahaha" Charlie tertawa terpingkal pingkal sambil menyeka air mata yang keluar dari matanya karena tertawa berlebihan.
👤 "Nona..." Roy merasa lelah dengan sikap Charlie yang bisa dibilang tidak elegan.., dia tidak mengerti, didepan kamera dan semua orang dia tersenyum anggun dan bersikap elegan, tetapi sebaliknya, ketika sedang berdua saja dengannya sikap Charlie sudah seperti preman pasar, dia hanya tersenyum memaklumi Charlie, namun dia juga sedikit senang, karena Charlie menunjukkan sikap bebasnya itu hanya kepadanya.
*hari H-pesta*
"cepat dia datang"
"kamera sorot"
"Nona Charlotte!"
Ucap para reporter yang sudah bersiap, mereka pun segera berbondong-bondong untuk mewawancarai Charlotte, dan seperti biasa tugas Roy untuk melindungi Charlotte dari serangan para reporter.
Setibanya di pesta, dia pun menyapa orang yang tidak asing baginya, dialah Rose, musuh yang paling dibenci Charlie. Diapun segera mendekati Rose dan memegang pundaknya.
"Lama tidak berjumpa Rose♡" Ucap Charlie dengan nada rendah yang menekan dan tatapan tajam yang mampu membuat orang merinding.
"kau?? Apa yang kau lakukan disini cepat pergi!"
Ucap Rose dengan sombongnya, tetapi, langkah dia untuk mengusir Charlotte terhenti karena melihat Roy
"𝘈𝘴𝘵𝘢𝘨𝘢, 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘪𝘯𝘪, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢, 𝘬𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪𝘴𝘢𝘮𝘱𝘪𝘯𝘨 𝘊𝘩𝘢𝘳𝘭𝘰𝘵𝘵𝘦, 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘱𝘢𝘯𝘵𝘢𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘴𝘢𝘯𝘥𝘪𝘯𝘨 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘪𝘯𝘪, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘯𝘺𝘢, 𝘭𝘢𝘬𝘪-𝘭𝘢𝘬𝘪 𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘳𝘪𝘣𝘶 𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘵𝘢𝘮𝘱𝘢𝘯 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘋𝘦𝘷𝘢𝘯𝘰!!" batin jahat Rose. Dia bersumpah akan merayu Roy dan mendapatkan nya.
"Astaga Roy~ lihat, baru pertama bertemu Rose sudah terpikat oleh ketampanan mu~" Goda Charlie kepada Roy sekalgus mengejek Rose
Roy diam, sedangkan Rose hanya senyum-senyum merayu Roy, miris.. Roy justru mengalihkan pandangannya kepada Charlie, kemudian dia berbicara
"Nona, sebentar lagi "acara" nya akan dimulai, mari kita masuk saja" Ucap Roy
"Ok" Ucap Charlie singkat.
Mereka berdua pun segera masuk kedalam gedung dimana pesta dimulai, pesta pun dibuka, hanya ada tawa dan canda para hadirin yang ada disana, Rose yang merupakan orang terpandang karena harta dan perusahaan milik Devano,segera mendominasi percakapan, semua orang mendekatinya,dia pun dengan tenang berbincang-bincang tanpa tahu ada kejutan apa yang menantinya.
Tiba-tiba saja lampu diseluruh penjuru gedung mati, tidak ada yang tenang, semuanya langsung riuh ricuh ketakutan, beda halnya dengan Charlie dan Roy yang tenang karena ini adalah ulah mereka-_-, untuk menunjukkan "sesuatu" yang menarik, tentu saja harus dibuat dramatis dulu bukan~_^
*ctak*
Tiba-tiba layar besar pun hidup, menampilkan foto-foto yang beberapa waktu lalu dipegang oleh Charlie, mereka pun berbisik-bisik tentang Rose, tidak menyangka bahwa dia serendah itu, tidur dengan laki-laki botak!!! Rose pun terdiam malu karena gumaman para tamu yg ada disana, dia hanya bisa diam dan menatap Charlie yang senyum kepadanya, dan tentu saja itu membuatnya kesal, dia pun langsung menuju Charlie dan segera menjambak rambut indah Charlie, dan menjadi tontonan disana
"Pasti ini ulahmu kan!! mengaku lah, dasar j*lang sia*an" Rose berteriak sambil menjambak rambut panjang Charlie, Charlie yang ingin membuat publik menyudutkan Rose pun hanya diam dan menangis palsu agar dikasihani oleh publik, padahal nyatanya dia ingin sekali menjambak dan melempar Rose kekolam dan menekan kepala Rose agar dia sesak nafas didalam air.
Roy yang habis mengambil minuman pun langsung menyergap Rose dan melindungi Charlie, matanya sudah merah dan mukanya sudah gelap karena marah, dia tidak suka jika ada yang menyentuh Charlie apalagi menyakitinya, dia tidak segan untuk membunuh orang itu dengan tangannya , sebenarnya bisa dibilang dia sedikit terlibat dengan kehidupan mafia, sehingga menyebabkan Roy menjadi agak sadis.
Charlie pun memanfaatkan Roy yang melindunginya untuk berdrama 🙄
"Rose.. kenapa kamu seperti ini.. Aku sungguh tidak tahu apa-apa... Kenapa kamu menyalahkan ku?.. Kita adalah sahabat bukan??" Ucap Charlie penuh drama dengan sedikit air mata di pipi nya.
Orang-orang segera mengucilkan Rose setelah mendengar ucapan Charlie, mereka tak menyangka bahkan dulunya mereka adalah sahabat.
Setelah puas, Roy membawa Charlie pergi dari pesta itu, dan segera menyetir mobilnya menuju apartemen, keesokan harinya, beredar kabar bahwa Rose bunuh diri diatas gedung tempat pesta kemarin, berita itu cukup menggemparkan bagi semua orang, tetapi bukannya kasihan, Orang-orang malah mengutuk Rose bahkan dalam matinya,...
"Mentalnya lemah sekali, dibully dikit langsung bunuh diri, cih" Ucap Roy yg tidak ada bedanya dengan publik, berbeda dengan Roy, Charlie sedikit tidak menyangka bahwa Rose bunuh diri, tapi apa boleh buat, itu adalah kesalahan nya, dia harus menanggung semua yang dia tanam, dia telah menanam benih kejahatan, maka dia akan menuai keadilan dari seluruh korban yang pernah dia sakiti.
~~~~~~~~~~~~ sᴇʟᴇsᴀɪ ~~~~~~~~~~~~
maaf semuanya, ini pertama kalinya saya membuat cerita sperti ini, mohon maaf jika banyak kekurangan dan critanya kurang menarik, terimakasih atas perhatian nya, love all, ♡