Di sebuah desa pinggiran kota, seorang gadis SMA berumur 17 tahun, tinggal dalam keluarga miskin hanya bersama ibunya, ayahnya pergi meninggalkannya sejak dia berumur 2 bulan. Namanya adalah Arina Inayka.
Dirinya juga bekerja paruh waktu untuk membantu ibunya, karena ibunya sendiri juga sakit sakitan.
Suatu ketika, saat itu Inay pulang sekolah, setiap harinya ia berjalan kaki sepulang sekolah untuk menuju ke tempat pekerjaannya, yaitu toko bunga.
Tanpa berganti baju, dirinya langsung kesana, berjalan sendiri dengan riang, namun saat ditengah tengah perjalanan, 2 orang laki laki bertubuh kekar datang menghampirinya, mencekal kedua tangannya.
"Kalian siapa?!!" bentak Inay. "Lepasin!!!" berontaknya.
Tanpa menjawab ucapan Inay, kedua laki laki bertubuh kekar tersebut membawa Inay masuk kedalam mobil pick up.
"Maafkan kami tuan putri, kami harus membawa tuan putri kembali ke kerajaan" ucap salah satu dari 2 orang itu.
"Kerajaan apa?! putri? siapa putri?" tanya Inay kebingungan.
Mereka tak menjawab, tetapi mereka berdua langsung membunuh Inay dengan menyuntikkan racun berbahaya ditubuh Inay.
****
Inay telah meninggal, tetapi jiwanya masih hidup, berada di suatu tempat ajaib yang bahkan mungkin tak ada orang yang tau.
Disana Inay diseret dari gerbang alam menuju ke istana es yang terlihat menyeramkan, banyak awan hitam yang menyelimuti istana tersebut.
Sesampainya di istana, kedua tangannya dipegang oleh 2 orang lelaki bertubuh kekar tadi.
Ia dihadapkan pada seorang wanita muda tetapi wajahnya tampak seram, memakai gaun serba hitam dan mahkota besar melekat dikepalanya.
Wanita tersebut tertawa terbahak bahak melihat Inay yang lemas tak berdaya, "akhirnya putri Kristal sudah kembali!!!" ucapnya lantang sehingga suaranya menggema didalam istana.
"Siapa kamu" ucap Inay sangat lemas, entah mengapa ia merasa sangat lemas, seolah energinya terkuras habis.
"Lihatlah kerajaan ini kristal!!! sekarang kerajaan ini milikku!! huahhahahaha" ucapnya dengan tertawa melengking.
'apa maksud dia? kristal? siapa itu, dan aku dimana?' batin Inay, matanya sungguh berat untuk terbuka.
Selang setelah membatin, ia tergeletak pingsan dilantai.
****
Entah apa yang mereka lakukan saat Inay pingsan, tapi saat Inay membuka matanya, ia berada dalam penjara bawah tanah yang sangat kotor dan panas.
Penjara yang terbuat dari bara api, Inay dimasukkan kedalam penjara tersebut, saat ditengah tengah kebingungannya tiba tiba kepalanya terasa sangat sakit.
Dirinya mengingat kisah kisah masa lalunya.
Didalam ingatannya ia melihat, seorang raja dan ratu yang menangis kehilangan bayinya, mereka berlutut dikaki wanita jahat yang membuatnya dipenjara saat ini.
Tetapi ia tak tau apa maksud dari ingatan itu? potongan ingatan Inay mulai kembali perlahan. tiba tiba seorang kakek yang umurnya sekitar 80 tahunan datang menghampiri Inay yang terduduk lemas dipenjara.
"Kamu adalah bayi yang hilang itu, kamu putri es, bangkitlah putri.... hidupkan orangtuamu lagi, mereka telah membeku di loteng istana, kurunglah Neon ratu jahat itu dalam jimatmu, selamatkan rakyatmu dari siksaan Neon, hanya satu satunya dirimulah harapan mereka" ujarnya, kemudian hilang begitu saja.
Kepala Inay bertambah sakit mendengar ucapan kakek kakek tersebut, kepalanya terus bertambah sakitnya dan ingatannya tiba tiba sudah pulih sepenuhnya.
Ia sudah tau siapa jati dirinya, sang putri es yang menjadi harapan satu satunya rakyat, mata Inay menyala berwarna biru begitu dengan jimat biru yang ia pakai.
Kini ia sudah tau apa kekuatan yang ia miliki, ia menghentakkan kakinya membuat penjara bara api itu membeku menjadi es, lalu ia menghancurkan penjara tersebut dengan mudah, hanya dengan sentuhan tangannya saja penjara itu telah hancur.
Ia berlari mencari keberada Neon, penyihir jahat yang menjadi ratu es kejahatan saat ini, yang menguasai kerajaan es milik keluarga kristal saat ini.
"Dimana Neon!!!!" bentak Inay atau sekarang bisa disebut putri Kristal.
Neon datang dari belakang putri Kristal dengan bertepuk tangan.
"Sekarang ingatanmu sudah kembali putri kristal, jadilah budakku.... aku tidak akan menyakitimu" ucapnya sesantai itu.
Putri kristal menoleh kebelakang, ia menajamkan matanya yang mengeluarkan sinar biru.
"Arghhh" pekik Neon, melihat mata Kristal ia tak bisa melihat karena terlalu silau.
"Budakmu? Cih, kau yang akan ku jadikan budak!!" balas Kristal.
Neon marah, ia menghentakkan tongkatnya kelantai, sehingga membuat Kristal yang hanya berjarak beberapa senti dengannya terpental jauh kebelakang, lagi lagi Neon tertawa.
Tak akan menyerah, Kristal kembali bangkit, ia menjentikkan jarinya dan monster es raksasa tercipta untuk melawan Neon, Neon pun bertarung dengan monster es raksasa itu.
Tetapi lagi lagi Kristal kalah, monster es raksasa itu dapat dihancurkan dengan mudah oleh Neon, tanpa pikir panjang ia pun menyerangnya dengan tangannya sendiri, pertarungan pun dimulai.
Ssshhhhhh
Sling!......
Bruak!.....
Keduanya terlihat kelelahan, namun tak ada yang mau mengalah, Kristal akan terus berjuang demi rakyatnya dan juga orangtuanya. Kepala Kristal kembali sakit, entah darimana datangnya, lagi lagi kakek tua itu datang memberi petunjuk.
"Patahkan tongkat Neon, semua kekuatannya ada disana putri, ambil salah satu permata yang ada ditongkatnya, dan kecoh dia dengan kekuatan sinar matamu, dia akan kalah, dan kurung dia dalam jimatmu" bisiknya, kakek tersebut hanya dapat dilihat oleh Kristal.
Kristal pun kembali bangkit, ia melakukan apa yang diperintahkan kakek tersebut, Kristal mengeluarkan kekuatan mata sinarnya yang terang, bukan hanya terang tetapi sangat sangat terang membuat Neon tersungkur lemah di lantai, matanya sangat perih tak bisa ia buka akibat sinar mata kristal.
Dengan cepat, kristal mengambil tongkat Neon, mengambil salah satu batu permata yang ada ditongkat tersebut lalu mematahkan tongkat tersebut, dan suatu keajaiban terjadi.
Kerajaan yang awalnya gelap ditutupi awan hitam, juga para penjaga kerajaan yang bermata hitam pekat bagai kerasukan kini telah kembali normal, entah bagaimana dengan orangtuanya yang berada di loteng.
Neon telah kembali menjadi seorang pelayan biasa, tak lagi memakai baju serba hitam dan mahkota besar, tanpa pikir panjang lagi Kristal mengurung Neon didalam jimat yang ia pakai itu.
Dan diapun menghampiri orangtuanya yang tak lagi membeku diatas loteng, ia memeluk kedua orangtuanya dengan menangis sesegukan, kini kerajaannya telah terbebas dari penyihir jahat Neon, dan rakyat sangat senang dengan ini semua, dan juga dengan kehadiran putri kristal.
~ TAMAT ~