"Setelah ditinggalakn pacarku,aku menjadi bosnya... "
Dug!
Sebuah sepatu menendang kaleng hingga terpental jauh.
"Akh kenapa begini sih!".tukasnya.
Penampilannya kacau berantakan sepertinya dia mendapat masalah.
Pada hari yang ketika telah memutuskan pacarnya tiba-tiba ada panggilan yang mana menyatakan ia dipecat.
Hari berantakan.
Dengan kesal ia melangkah menuju appartemen,ia menyegarkan diri dengan mandi.
"Jika begini aku harus bagaimana?".tanyanya bingung menatap langit-langit kamarnya.
"Ah sudahlah,nanti saja aku berpikirnya".
Dengan perlahan ia menutup matanya yang ditutup tangan.
Ting
"Hup".
Suara deting piring dan sendok.
"Aku harus mencari kemana lagi,sudah untung aku bekerja disana hhh".pria menghela napas.
Hingga ia mencari lamaran kerjaan jalur online dan bungkus koran,gorengan.
"Lamaran...".
"Lamaran...".
"Lamaran...".
Bacanya melihat isi lamaran yang tercantum.
Ia mendarat satu,persatu untuk memilih beberapa pekerjaan yang menurutnya cocok.
"Ok,besok kita cari kerja".semangat api yang membara dalam diri.
Pagi menyambut makhluk hidup.
Beberapa orang sudah bersiap menjalankan aktifitas begitu pula seorang pria yang sedang rapi berniat mencari pekerjaan.
"Gedung Cf corporation".gumamnya menatap gedung dan melangkah masuk.
"Baik,Rakha William Saputra".panggil Hrd (Penerima lamaran pekerjaan).
Wilam mengganguk mendengar namanya terpanggil.
"Biar saya cek dulu".ujar sang Hrd.
Wilam mengganguk dan menunggu Hrd.
Setelah membaca laporan pekerjaan Hrd itu mengganguk dan berbincang dengan Wilam(panggilan akrabnya hanya beberapa yang tahu).
"Senang bisa bertemu dengan anda".Hrd yang menjabat tangan Wilam.
Dengan perasaan yang sedih ia keluar dari ruangan itu dan berniat mencari lowongan kerja kembali hingga 1 minggu berlalu ia berdiri di sebuah perusahaan.
"Hhh... setidaknya ini bisa".Wilam yang memberi semangat,dengan langkah pastinya walau ada rasa cemas tertolak ia menguatkan diri.
Tok
Tok
Ketukan suara pintu.
"Masuk".ujar nya dari ruangan.
Klek...
Suara terpintar terbuka.
Deg...
Baru membuka pintu ia dikejutkan dengan orang yang ada didepannya.
Ia memutar tubuhnya dan hendak melenggang pergi namun tertahan."Sini biar aku cek".ujar wanita itu menatap lelaki didepannya.
Dengan perlahan Wilam menatap wanita itu.
"Sini".kata wanita itu.
Wilam mengganguk.Kemudian duduk dikursi deoan wanita itu setelah mempersilahkannya duduk.
Wanita itu mengecek halaman demi halaman.
Perasaan rasa aneh bermunculan di dada seperti tertahan dan susah bernafas,ia memegang dadanya yang terasa sesak.
Ia menetralkan perasaannya dengan menghela napas kecil berulang kali hingga keputusan tiba.
"Aku menerimamu".ujar wanita itu.
Duar...
Bagai petir di siang hari.
Ia terkejut dengan keputusan wanita didepannya.
"Tapi kan-".Wilam bingung harus berkata apa seakan kata-kata terkunci pada kerongkongan.
Wanita itu bingung dengan Wilam.
"Sudah jangan dipikirkan".Wilam.
"Oh iya posisi mu menjadi sekretaris pemilik perusahaan ini".kata wanita itu.
Dirinya terkejut dengan perkataan wanita didepannya yang mengatakan sekretaris,padahal ia tidak berniat mendaftar sebagai sekretaris di perusahaan ini.
"Sekretaris?".tanyanya terkejut.
"Iya ada apa?".tanya wanita itu.
"Aku berniat menerima lamaran sekretaris,niat.ku untuk melamar pekerjaan yang lainnya".kata Wilam.
"Tapi ini lamaran pekerjaan untuk mencari sekretaris,apa kau melihatnya".kata wanita.
"Astaga".Wilam yang baru menyadari kesalahan pada lamaran pekerjaannya karena ia melihat dengan teliti.
Wilam menyadarkan diri pada bangku.
****
"Hati-hati".ujar wanita melambai.
Wilam mengganguk.
"Hhh".hela napas Wilam menatap langit dengan awan.
"Sadarlah,bukan saatnya aku seperti ini,aku pasti bisa humph!".angguk William.
"Baiklah,saatnya mencari energi kembali".Wilam.
Sore tiba Wilam menyiapkan makanan dan mulai memasukan bahan di lemari es dengan rapi.
Ting
"Nah sudah,saatnya makan aaa".
Tring. Tring
Dering ponsel menghentikan aktifitas Wil.
Ia melihat kearah telepon dan terkejut sehingga membuatnya segera mengangkat ponselnya dengan perasaan ragu ia mengangkat panggilan.
"Halo?".sapa seorang gadis.
"Halo".Wilam.
"Ekhm begini besok siapkan hal yang perlu disiapkan".ujarnya.
"Iya besok aku bawa".Wil. yang merasa malas menjawab.
"Baiklah selamat malam".
Tut
"Eh,udah begitu aja?".tanya Wil menatap layar ponsel yang menampakan wallpaper kucing.
Disisi lain seorang wanita berusaha mengatur napasnya hingga lebih baik.
"Hhh".
Srsh
Srsh
Wilam yang mencuci peralatan makan.
Setelah usai ia menyiapkan diri untuk esok.
Sinar matahari menyinar, beberapa makhluk hidup telah disibukan, begitu juga dengan Wil.
"Lantai 56".gumamnya mengingat perkataan seseorang,melihat lantai lift terhenti di 49.
Ting
Deting lift terbuka disebelahnya dengan perlahan ia masuk dan menekan lantai 56,membuat orang didalam lift bingung dan mundur sedikit.
Wilam mengangkat alisnya tak paham.
Ting lantai 56 terbuka ia melangkah kelua,menuju suatu tempat.
Tok
Tok
Tok
"Masuk".kata seorang wanita.
Kriek...
Suara pintu terbuka membuat Wilam terkejut melihat orang dikenal.
"Apa yang kau lakukan disini sini?".tanya Wilam.
"Menurutmu?".tanya wanita itu yang melihat kearah sebuah papan yang terdapat namany(Audie Fransiska Maryam.
Wilam terkejut.
Dan wanita itu mengganguk.
Wilam mundur selangkah hingga terhantuk pintu.
"Ada surat pengunduran diri tidak?".tanya wilam.
Wanita bernama Audie merasa bingung dengan perkataan Wilam.
"Surat pengunduran diri?".tanya Audie.
Wilam mengganguk.
"Aku ingin mengundurkan diri".kata Will membuat Audie terkejut.
"Tidak bisa,kau sudah diterima dan tanda tangan kontrak selama 2 tahun,lagi pula aku susah mencari secretarial, jadi aku tidak mau".kata Audie memalingkan wajahnya.
Wilam terkejut seharusnya ia memperhatikan kontrak lebih mendalam.
Wilam akhirnya hanya mampu pasrah.
Hari Ini iya membantu Audie mantan pacar yang baru saja putus.
"Ini silahkan diperiksa".Wil menyerahkan dokumen pada Audie.
Sepeninggalan Wilam Audie tertawa kecil melihat sikap Wilam.
Ketikan pada keyboard beradu Wil telah menata jadwal untuk Audie.
Tit
Tit
Tit
Suara pinter
Wilam mengibaskan kertas yang baru di print.
"Jadwal hari ini di kafe Hc,what!".Tukas Wil diakhiri dengan keterkejutannya.
Audie tertawa dalam hati setelah keterkejutannya mendengar kafe di mana menjadi tempat pertemuan.Wajah Wil yang terkejut membuatnya tertawa dalam diam.
"Tidak mungkin aku salah baca atau cetak kan?".kata Will membalikan kertas berulang kali mengecek kertas.
Wil kembali pasrah.
12.30.
Di kafe Hc.
"Ini tempat kau memutuskan ku hihi".ujar Audie disertai tawa kecil.
"Diamlah".Wil yang memperingati Audie.
Audie melirik mendengar perkataan Wilam.
"Maaf bos saya salah".tukas Wil dengan senyum membuat Audie puas.
Bertemu serta membahas membutuhkan sekiranya 2 jam.
"Hhh akhirnya selesai".kata Will menyandarkan punggung pada kursi.
"Ayo kita perusahaan".ajak Audie melihat Wil yang menatap keatas.
Wil mengganguk.
Mereka meninggalkan kafe lalu menuju perusahaan.
Beberapa hari menjadi asisten Audie membuat Wilam merasa kalang kabur dari jadwal penuh serta sikap jahillin Audie.
"Hhhh lelah".Audie yang memegang lututnya.