Aku sanum putri ancika, aku dan orangtua ku merantau ke ibukota . Ayah ku bekerja sebagai kuli dan ibuku bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Sore itu aku menunggu ibu dan ayah pulang , tapi bukannya ibu dan ayah yang kulihat malah jenazah mereka yang pulang . Betapa sedih dan hancurnya aku , aku menjadi yatim piatu dan sebatang kara di ibukota ini . Aku hampir tidak sanggup menjalani hidup tapi teman dan tetangga menyemangati ku agar aku tetap kuat .
Setahun berlalu setelah kepergian ayah dan ibu aku memutuskan kerja menjadi cleaning service di rumah sakit . Aku memutuskan sekolahku dan memilih bekerja untuk mencukupi kehidupan aku sendiri. Di rumah sakit aku bekerja ada seorang perawat laki laki yang terlihat tampan , dia bernama Reza hardiyansah.. Reza selalu menegurku , membantu ku , dan aku selalu memberikan nya bekal . Karna rasa perhatian kami itu , kami saling jatuh cinta . Tepat malam itu reza mengungkapkan isi hatinya padaku.
“Sanum , entah dari kapan perasaan ini muncul , yang ku tau , aku selalu cemburu jika kamu dekat dengan laki laki lain . Sanum maukah kamu menjadi pacarku?” Reza menatapku penuh kehangatan dan memegang erat tanganku.
“Tapi za, aku cuma seorang cleaning service, beda jauh dari kamu za” ucapku insicure..
“Sssutttthhhh , aku gak pandang itu num , yang ku tau , aku cinta sama kamu” ungkap reza mencium tanganku .
“Iii-yaa za aku mau” ucapku ..
Kami pun berpelukan melepas kebahagian kami malam itu dan saat malam itu pun aku sah menjadi kekasih seorang reza yang tampan dan banyak disukai suster suster ditempat aku bekerja .
***
6 bulan aku dan reza menjalin hubungan diam diam , karna di tempat aku bekerja tidak diizinkan berpacaran ..
Dari hasil kerja keras , aku mengumpulkan uang untuk mengambil paket C agar aku mendapat ijazah SMA pun terwujud , betapa senangnya aku akhirnya aku bisa tamat SMA juga . Aku juga melanjutkan kuliah sambil bekerja . Aku ingin sukses agar alm.orang tua ku bahagia dan bangga melihat aku .
Reza mendekat kepadaku , berkata pelan didepanku “sanum kamu sudah gajian belum?” Tanya reza berbisik ditelingaku.
“Sudah za , kenapa?” Ucapku .
“Boleh aku pinjam uang kamu ? 500ribu aja num” pinta reza memohon dan menggenggam erat tanganku.
“Tapi za , kalau aku pinjamkan kamu 500ribu , pegangan aku tinggal 100ribu dong . Aku mau bayar sudah bayar kuliah za” ucapku bingung.
“Oh yaudah kalau gitu ntar aku pinjam sama yang lain” ucap reza menundukkan kepalanya.
“Jangan , jangan. Ini kamu pakai aja uang aku za terserah kapan mau dipulangkan” ucapku menyodorkan uang 500ribu ke reza , karna aku gakmau ada orang lain yang membantu pacarku itu .
Hari hari yang aku jalani bersama reza sangatlah istimewa , reza adalah pacar yang romantis dan juga penuh kehangatan. Aku sangat beruntung mendapatkan reza .
“Za, aku takut kamu meninggalkan aku za” ucapku lirih menyenderkan kepala ku di pundak reza.
“Enggak akan sanum sayang , aku sangan mencintaimu” jawab reza mengelus dan mengecup dahiku.
Ku tatap mata reza , aku melihat ada ketulusan didalam matanya . Aku takut ditinggalkan reza karna aku gak mau ditinggal sendiri lagi . Apapun aku lakuin demi reza , demi mempertahankan hubunganku dengan reza .
Suatu saat di rumah sakit tempat aku bekerja ada suster baru bernama yola , suster itu sangat cantik , baik , ramah . Aku sendiri saja sangat suka melihat parasnya .
“Mbak yola suster baru atau pindahan dari rumah sakit lain mbak?” Tanyaku kepada mbak yola .
“Pindahan num , kenapa emangnya?” Ucap mbak yola manis dan tersenyum.
“Gak apa mbak hehe , pengen tau aja” jawabku dan melanjutkan pekerjaanku .
***
Tidak terasa sudah satu tahun aku berpacaran dengan reza , tapi akhir akhir ini mas reza agak berubah menurutku , dan reza juga sangat akrab dengan mbak yola . Aku sangatlah cemburu melihat kedekatan reza dan mbak yola . Kupanggil reza di belakang aku ingin berbicara dengannya .
“Ada apa num?” Ucap reza dingin .
“Kamu kenapa ? Aku cemburu lihat kamu dengan mbak yola za” ucapku sedikit kesal .
“Santai aja num , aku cuma temen sama yola , yola juga lebih asyik daripada kamu” ucap reza yang sangat menyakitkan ku.
“Lebih asik? Tega kami ya za . Apa yang kurang dari aku? Semua aku kasih ke kamu . Gajiku setiap bulan bagi dua sama kamu za , aku rela” ucapku sedih dan menangis.
“Kamu gak iklas? Yaudah biar aku kembalikan” ucap reza berpaling dan pergi.
“Gak zaa, maafin aku” langsung ku peluk reza dari belakang dan meminta maaf .
“Iyaudah jangan gini lagi , inget ya . Aku cuma temen sama yola , kamu pacarku” ucap reza menegaskan dan melepaskan pelukanku takut kelihatan orang orang .
Bodohnya aku , cuma karna cemburu melakukan hal bodoh seperti ini ..
Semenjak kedatangan yola aku dan reza selalu bertengkar , reza yang dulunya penuh cinta kini berubah menjadi dingin . Sampai suatu ketika aku mendapat kabar bahwasannya reza dan yola di pecat dari rumah sakit tempat ku bekerja karna mereka ketahuan sedang melakukan hubungan suami istri di kamar pasien yang kosong. Betapa terkejutnya aku , ternyata mereka main dibelakang ku , dan yang kudengar gak cuma sekali mereka melakukannya , ternyata sudah berkali kali , dan yola sudah hamil 2bulan anaknya reza.
Aku seperti mati , jantungku seperti berhenti berdetak. Cobaan apalagi ini , orang yang paling ku sayang , yang kuberi segalanya untuk dia tega menyakiti aku seperti ini .
Kuberanikan diri mendatangi rumah kos reza , ternyata didalam aada reza dan yola .
“Ada apa?” Ucap reza dingin kepadaku.
“Kenapa tega samaku sepeerti ini za?” Ucapku lirih , air mata tak terbendung meleleh di pipiku .
“Ngaca num , ngaca! Kamu itu cuma cleaning service , sedangkan aku ? Aku perawat . Walaupun aku dikeluarkan dari rumah sakit aku bisa kok melamar kerumah sakit lain . Dan harus kamu tau ya , yola itu lagi hamil anak aku , jadi kamu jangan macam macam. Oh ya satu lagi , aku gak bener bener sayang sama kamu , aku cuma mau duit mu dan perawanmu, setelah ku dapat semua aku lebih milih yola , karna yola lebih segala nya ketimbang kamu num! Udah sekarang kamu pergi jangan ganggu lagi aku sama yola” usir reza dan mendorongku . Betapa sakit bertubi tubi yang dibuat reza samaku , aku pun jalan pulang menangis sedih , gak tau mau cerita kesiapa ayah dan ibu sudah di surga . Tiba tibaaa , tinnnnnnnnn. Suara klakson mobil kuat terdengar di telingaku dan bruaakkkkkkk mobil itu menabrakku dan aku tak ssadarkan “diri .
Setelah aku terbangun , ku lihat aku sedang berada dirumah besar seperti istana , apa aku mimpi? Tapi ku lihat ada seorang pria paruh baya berjalan dengan tongkat sambil berbicara dengan dokter.
“Sudah siuman kamu nak?” Ucap pria tua itu padaku .
“Kkaa-mu siapaa?” Ucapku bingung.
“Saya wisnu haritama , supir saya tadi menabrak kamu , dan dokter ini tadi meriksa kamu” ucap pak wisnu dan dokter pamit pulang .
“Banyak istirahat dulu ya” ucap dokter padaku dan aku mengangguk .
“Rumah kamu dimana nak?” Ucap pak wisnu
“Sss-aya ngontrak pak , dan saya diusir pak karna sudah 6 bulangak bayar kontrakan” ucapku menangis mengingat kepedihan dab deirta yang ku alami.
“Kamu jadi anak saya mau? Kebetulan , anak saya juga usia nya sama seperti mu. Tapi 2 bulan yang lalu anak saya meninggal mengidap kanker” ucap pak wisnu . Saya seperti mimpi menjadi seorang ratu dirumah sebesar istana ini , aku pun menyetujui permintaan pak wisnu .
Setelah aku sudah sembuh total , aku di ajak pak wisnu pergi . Ternyata pak wisnu mengajak aku pergi ke rumah sakit di pinggir desa .
“Sanumm, sekarang kamu yang mengelola rumah sakit ini menggantikan anak saya, kamu direktur dirumah sakit ini” ucap pak wisnu . Aku seperti tidak menyangka nasib baik datang kepadaku setelah banyak kepedihan yang ku alami .
***
2 bulan aku menjabat menjadi direktur dirumah sakit ayah angkatku itu . “Bu sanum ada yang mau interview menjadi perawat disini bu” ucap asistenku.
“Panggil saja suruh menghadap ke saya ya” ucapku sambil menikmati kopi .
Clekkk pintu ruanganku dibuka “bu maaf saya yang mau interview menjadi perawat dirumah sakit ini bu”
Ku balikkan arah betapa terkejutnya aku ternyata itu adalah reza .
“Sanummm?” Ucap reza kaget .
“Ibu sanum!” Ucapku tegas .
“Sanum tolong terima saya num , yola mau melahirkan butuh biaya num” ucap reza memohon.
“Maaf ya , kamu dan saya hanya sebatas atasan dan karyawan gak lebih , tolong hormati. Baiklah kamu saya terima dirumah sakit ini , kerja yang betul , jangan selingkuh . Kasian istrimu dirumah” ucapku pelan .
“Terima kasih bu , terimah kasih . Ucap reza menciumi tanganku.
Perasaanku sama reza sudah hilang tak ada sedikitpun rasa sesal mencintai reza atau dendam yang sudah diperlakukan reza kepadakh . Ku jalani semua dengan iklas dan allah sudah mengganti semua kepedihan ku itu dengan kebahagian.
TAMAT....