Para penggemar bersorak setelah lagu Mamacita selesai dibawakan, setelah itu Super Junior kembali kebelakang panggung.
Di tengah keramaian penggemar, seorang gadis tengah begitu fokus menatap ke arah panggung, ia begitu gugup menantikan penampilan selanjutnya, dimana penampilan itu adalah penampilan Solo.
Ia datang bersama seorang pria yang memakai Hoodie hitam serta mengenakan masker hitam layaknya seorang mafia. Tidak terlalu mencolok memang hingga tidak banyak yang memperhatikan pria tersebut.
Lighting panggung kembali menyala, denting piano kembali menghampiri telinga penggemar. Ditengah panggung muncul seorang pria dengan setelan jas hitamnya siap untuk memanja penggemar dengan suaranya.
"Itu... Jong Woon Oppa"
Gadis itu bergumam sambil terus menatap ke arah panggung. Pancaran matanya benar-benar mengatakan bahwa pria di atas panggung itu adalah segalanya.
"Cih..."
Pria disampingnya mendesis, ia menatap gadis itu jengah, bagaimana bisa gadis ini menatap Hyung nya dengan pandangan seperti itu tanpa memperdulikan keberadaannya. Setelah itu ia beralih menatap ke arah panggung dengan pandangan dingin yang cukup menusuk.
Entah para penggemar terlalu menikmati euforia konser atau penggemar terlalu sibuk dengan aktifitas fangirl mereka masing-masing. Hingga mereka tidak menyadari, bahwa maknae Super Junior, Cho Kyuhyun. Berada di tengah konser bersama seorang gadis.
Encore SS7 Seoul berjalan tanpa Kyuhyun yang memang baru kembali dari Wajib Militernya, akan sulit untuk mengatur keseluruhan Concert jika dia bergabung diakhir perjalanan tour mereka.
Kyuhyun masih menatap ke arah panggung dengan pandangan yang tidak berubah. Menjelang akhir lagu ia benar-benar tidak tahan lagi. Pria itu menjauhi area panggung begitu saja, menuju ke pintu Exit, dia hanya ingin segera keluar dari tempat memuakan ini.
Gadis yang sejak tadi fokus pada lagu yang dibawakan menyadari bahwa pria disampingnya itu pergi menjauh. Hingga ia segera mengejarnya.
Gadis itu ingin berteriak, tapi ia tidak mungkin meneriakan nama Kyuhyun yang otomatis besoknya bisa saja ia berada diurutan teratas gadis yang paling dicari oleh para ELF. Ouhh ayolahh, Membayangkannya saja sudah membuatnya merinding.
"Yak ! Cho Kyuhyun !"
Shin Ji Hee, gadis itu akhirnya meneriakan nama pria itu setelah dirasanya keadaan di luar gedung ini cukup aman. Tapi Kyuhyun tetap tidak menghentikan langkahnya. Ji Hee mencoba mensejajarkan dirinya dengan langkah Kyuhyun, tapi apa boleh buat kedua kaki pria itu sangat panjang hingga sulit untuk dikejarnya.
"Aku benar-benar tidak bisa mengejarmu, Cho !!!"
Teriak Ji Hee pada Kyuhyun yang terlihat sudah makin jauh darinya.
Kyuhyun menghentikan langkah nya, menghela nafas nya kasar. Kemudian Ia berbalik menghadap gadis itu, Memandang Ji Hee dengan pandangan yang sulit diartikan. Mereka saling berhadapan dengan jarak beberapa meter.
"Kau... Sungguh tidak bisa mengejarku ?"
"Apa ?"
Gadis itu menatap Kyuhyun dengan bingung.
Kyuhyun menghampiri gadis itu, membunuh jarak diantara mereka hingga hanya menyisakan sekat satu langkah.
"Bahkan hanya butuh 12 langkah dari tempatmu berdiri, kau tetap tidak bisa mengejarku ?"
"Apakah harus selalu aku yang menghampiri mu ?"
Kyuhyun bertanya dengan sorot mata yang begitu lelah. Tidak perduli betapapun Kyuhyun menyukai gadis ini, Shin Ji Hee tetap tidak parnah melihat kearahnya.
"Kau tau bahwa aku sangat menyukaimu, melihatmu menatap Yesung hyung seperti itu membuatku marah. Tidak bisakah kau juga menatap kearah ku ?"
"Kyuhyun-ah..."
Ji Hee bingung dengan situasi ini, ia bahkan sulit untuk mengeluarkan kata dari bibirnya. Kenapa Kyuhyun kembali seperti ini ?
"Aku bahkan berdiri sedekat ini denganmu, tidak kah kau ingin memiliki ku ? sama sepertiku yang ingin memiliki mu"
"Kyu..."
Ji Hee, menarik tangan kanan Kyuhyun. Menggemggamnya dengan kedua tanganya, Ia menundukan kepalanya sesaat. Merasakan tangan Kyuhyun yang begitu hangat, sangat hangat. Hingga ia nyaris goyah. Kemudian ia mengangkat kepalanya, menatap pria itu.
"Kita... Adalah teman"
Tatapan Ji Hee padanya, Kyuhyun sangat mengerti. Gadis itu tidak ingin melanjutkan pembicaraan ini.
Tapi kenapa ?
Kyuhyun sama sekali tidak mengerti. Jika Ji Hee tidak menyukainya seharusnya gadis ini sudah menyuruhnya pergi sejak dulu, bukan menahannya seperti ini.
Teman ?
Cihh, Kyuhyun bahkan tidak mempercayai adanya hubungan pertemanan antara pria dan wanita.
Apa gadis ini memang ingin menyiksanya ?
"Aku menyukaimu..."
Kembali. Kata itu, entah sudah keberapa kalinya Kyuhyun lontarkan. Haruskah ia berkata lebih banyak ?
"Aku... Juga"
DEG...
Gadis itu membuka suaranya dengan sedikit bergetar.
"Aku... Juga menyukaimu. Sangat menyukaimu, hingga aku tidak berani untuk memiliki mu lebih dari seorang teman"
Kyuhyun menatap gadis itu dengan tidak percaya. Gadis dihadapannya ini, juga menyukainya ? dia mencari apakah ada kebohongan dimata gadis itu.
Tidak ada ! Kyuhyun tidak menemukannya.
"karena itu, kumohon. Jangan merusaknya Cho... Karena aku benar-benar tidak bisa jika harus kehilanganmu"
Gadis itu menitikan air matanya. Dan Kyuhyun melihat hal itu. Ji Hee merasa seperti membuka kotak rahasia yang telah lama disimpannya dengan begitu rapat, rahasia yang tidak ia ijinkan untuk Kyuhyun melihatnya selama ini.
Hari ini, ia buka kotak itu dihadapan Kyuhyun. Berharap Kyuhyun mau mengerti dan melepaskannya untuk kali ini, rasanya melegakan serta menyakitkan hingga rasanya ia ingin menangis dengan keras.
"Jika aku menginginkan sesuatu yang lebih darimu, dan hal itu tidak berjalan sesuai keinginan, maka hubungan pertemanan ini juga akan hancur. Aku juga akan kehilangan mu sebagai temanku. Tidak kah, ini lebih baik ?"
Kyuhyun benar-benar tidak percaya dengan apa yang didengarnya saat ini.
Jadi gadis ini menjadikan Kyuhyun nyaris gila akan perasaannya, hanya karena hal seperti ini ?
Kyuhyun memejamkan matanya sejenak untuk meredam segala emosi nya. Ia merasakan genggaman Ji Hee yang mengerat pada telapak tangannya. Gadis ini, kenapa selalu menjadi gadis yang rumit.
"Kau.... Memang selalu seegois ini, nona Shin"
"Aku tau"
Ji Hee menundukan kepala nya, menatap tangannya yang masih menggenggam tangan Kyuhyun, hingga akhirnya genggaman itu berbalas. Kyuhyun juga menggenggamnya.
Kyuhyun tersenyum pahit. Kemudian melepas genggam'an itu secara perlahan. Menarik nafas nya, hingga kemudian berbalik memunggungi gadis itu.
Ji Hee menatap punggung itu. Mereka terdiam untuk beberapa saat, membiarkan keheningan menyelimuti mereka. Hingga akhirnya Kyuhyun memecah keheningan.
"Aku benar-benar harus pulang sekarang. Kau bisa menikmati sisa konsernya. Aku akan menjemputmu di rumah besok pagi"
Kemudian Kyuhyun menolehkan sedikit kepalanya kebelakang. Dari sudut matanya, ia dapat melihat gadis itu juga sedang menatap kerah nya.
"Bukan berarti aku setuju denganmu bahwa keadaan ini jauh lebih baik, tapi aku hanya sedang menunggumu mengubah pikiranmu"
Kyuhyun melangkah menjauh setelah mengatakan hal tersebut. Pria itu sunguh butuh waktu sendiri untuk malam ini.
Setelah bayangan Kyuhyun tidak terlihat lagi, Shin Ji Hee Menggenggam erat ujung short dress sederhana yang ia kenakan, menatap kearah perginya Kyuhyun.
"Maafkan aku, Kyu..."
Gadis itu baru benar-benar bisa bernafas lega setelah mendengar Kyuhyun mengatakan akan menjemputnya besok pagi. Melihat punggung Kyuhyun yang terus berjalan menjauhinya tanpa henti 5 menit yang lalu, benar-benar membuat dunianya seperti akan runtuh. Dia tidak bisa membayangkan seandainya Kyuhyun tidak berbalik kembali padanya.