Aku adalah murid baru di sekolah ini. Suasana yang berbeda dari yang lain, itulah yang kita rasa saat pindah ke tempat lain. Orang tuaku yang yang pekerjaannya selalu pindah pindah, membuat ku terbiasa untuk cepat membiasakan diri di lingkungan baru. Saat pindah kita akan mendapatkan teman baru, lingkungan yang berbeda dan meninggalkan teman yang sudah dekat di kita.
Di saat aku memasuki sekolah dengan Ayah ku banyak murid yang heboh melihat ku, Aku sudah biasa dengan pandangan itu. Itu merupakan hal yang tak biasa lagi baku. Aku tahu pasti aku akan meninggalkan tempat ini lagi.
aku dan guru wali kelas memasuki kelas, dan murid yang tadinya ribut menjadi tenang.
"Pagi anak anak" Ucap guru wali kelas.
"Pagi Pak" sahut para murid.
"Disamping bapak ini adalah anak baru dan dia akan berada di kelas ini. Bapak harap kalian semua membantu dia dalam pengenalan sekolah dan berteman baik dengannya"
"Baik pak"
"Nak kamu duduk di bangku kosong itu ya Nak" Tunjuk bapak itu ke kursi kosong.
"Baik Pak" sambil berjalan menuju kursi kosong.
"Baiklah bapak akan kembali lagi ke kantor guru. Tunggu guru mata pelajaran sekarang dan jangan ribut" Ucap guru wali kelas sambil pergi meninggalkan kelas.
Seperti biasa banyak yang berbisik mengenai ku karena anak baru Dan banyak mata yang tertuju kepada. Jujur saja aku sangat tidak nyaman tapi ya begitulah.
Saat waktu istirahat banyak teman cewek mendekati ku, menanyakan nama dan sebagainya.
"hai, kenalin neren. kalo kamu ?" sambil menjulurkan tangannya.
"Cika" sahut ku.
"hai Cika, mau temenan dengan ku gak" tiba tiba duduk di samping ku.
"oke deh" jawab ku.
"hore, kita harus temanan baik ya. awas loh kalo hilang tiba-tiba" sambi meluk Cika.
"Iyaih, kamu biki orang gemes" membalas pelukan neren.
"Tapi ini tak akan lama" ucap Cika dalam hati.
Tak terasa sudah 1 tahun aku berada di sini. semua sudah hal biasa di aku. Di pagi ini seperti biasa aku akan pergi ke sekolah bersama Ayah. Sesampainya di sekolah aku langsung di peluk oleh neren dari belakang, tentu saja itu mengejutkan ku.
"Cika cayang" tiba tiba muncul dari belakang.
"eh... ayam ayam ayam, kamu mah kagetin orang kerjaan nya. kaya gak ada kerjaan aja lama lama aku jadiin ayam goreng aja lumayan makan satu bulan" Cika yang kaget dengan kedatangan Neren.
"Idih jadi piskopat nih ceritanya" sambil menyebut tangan Cika.
"aw... sakit tau gak sih."
"kamu sih, Cika aku tuh rindu sama kamu ya. kamu mah gak peka, dah tau liburan semester."
"Rindu apa nya kau ha... kamu liburan di rumah aku 2 hari yang lalu malah, pake acara rindu rinduan lagi" menyentil kepala Neren.
"ck yang penting rindu" sahut Neren.
"hadeh anak siapa sih ini pengen ku telen bulat bulat" ucap dalam hati Cika.
"Anak bapak dan emak saya Cika" balas kata hati Chika.
"Eh gila kamu kok bisa dengar"
"Suara hati mu terlalu besar Cika"
" Di iyain aja deh "
Aku dan Neren berjalan menuju ruang kelas kami. kebetulan kami satu tempat duduk semenjak aku pindah ke sini. Neren sangat dekat dengan ku hampir setiap hari kami selalu bermain di rumah ku atau di rumahnya. Sangat menyenangkan bermain bersamanya. Bel menunjukkan waktu masuknya sekolah sudah berbunyi, banyak siswa berlarian ke kelas nya masing masing supaya tidak terlambat dalam mata pelajaran.
Beberapa jam kemudian, bel bertanda untuk istirahat berbunyi. Banyak siswa keluar dari kelas dan berlari menuju kantin sekolah. Termasuk aku dan Neren juga menuju ke kantin sekolah.
" Neren cepatin lari kamu ah... nanti gorengan nya habis tau, aku gak mau kehabisan" ucap Cika sambil menarik Neren.
" Sabar Cika gak bakal habis kok tu gorengan ya kalo memang habis kan banyak jajan lain. ini dah ngos-ngosan tau capek" Cika yang berlari mengikuti Cika.
"kamu mah aku gak mau kehabisan gorengannya, jaring jarang nih Bu kantin mau jual gorengan "
" iya deh, ini kaki bentar lagi patah kok "
Sesampainya di kantin kami langsung membeli jajanan yang ingin kami beli.
" beli ini aja Bu, berapa Bu ?" tanya Chika sama Neren.
" oh iya Nak ini 5.000 kalo ini 4.000 ya nak" jawab ibu kantin.
" ini Bu" sambil memberikan uang.
" perasaan kamu beli jajan yang mecin nya banyak deh, hampir setiap jam istirahat Pati beli jajan mecin yang banyak" ucap Cika ke Neren.
" Terserah aku dong, nanti aku beli eskrim di bilang eskrim terosss nah aku beli jajan gak eskrim juga di komentari toh" sahut Neren.
" Tapi gak mecin teros lah"
"iya deh terserah kamu"
" ini anak di bilangin malah ngelunjak ya"
Dan begitu lah pertemanan kami yang sederhana dan tentunya singkat ini. Kami hanya seorang anak kelas 6 SD yang tak punya kontak atau pun media sosial, tak ada jalur komunikasi selain bertemu langsung.Aku sangat senang dengan tingkah nya yang usil, keras kepala, dan sifat nya yang buat gemes. Ingin rasanya tak perlu meninggalkan teman yang sudah cocok dengan kita dan berteman selamanya. Tetapi itu tidak mungkin buat ku saat ini, sangat sulit untuk mempertahankan pertemanan ini.
2 minggu kemudian Ayah mendadak dapat informasi tentang pekerjaan nya untuk pindah wilayah dalam pekerjaannya. Yap pasti berhubungan dengan pindah lagi, dan meninggalkan semua nya lagi. Keluarga ku yang pindah dengan mendadak dan tidak sempat mengucapkan salam perpisahan dengan Neren. Begitulah yang selalu ku alami dan ini pengalaman ini akan terus berputar-putar dalam pertemanan ku di sekolah. Awal nya aku akan mendapatkan orang atau teman yang baru dan lingkungan baru. Dan diakhiri dengan Kehilangan ~~~~
HAI HAI semua ( ╹▽╹ )
Terimakasih banyak buat yang uda baca cerpen aku dari awal hingga akhir (≧▽≦)
oh iya ini adalah karya ku pertama kali
pasti banyak kekurangan dalam cerpen aku ini
jadi aku harap kalian bisa menilai cerpen buatan ku ini ( ꈍᴗꈍ)
Terimakasih banyak buat kalian semua (. ❛ ᴗ ❛.)