Rasa lelah mendera Olivia Wilde untuk saat ini ia memutuskan untuk diam dan berfikir mata cantik itu menatap ke cermin melihat apa kekurangan di fisiknya, saat ini dia berdiri di depan cermin hanya berbalut handuk kecil yang menutupi area sensitifnya. Kemudian dia memutuskan untuk ke kamar mandi untuk membersihkan jejak sisanya mereka bercinta. Wanita itu berendam di bathtub unik gaya Eropa. Rumah mewah tempat tinggalnya sudah dua tahu ini adalah pemberian Nicholas cage sebagai tanda kesepakatan bersama menjadi kekasihnya. Di tahun lalu hubungan antara mereka begitu intens, dan mereka sering berwisata, traveling. Akhir-akhir ini dia jarang berkunjung dan bahkan dirinya yang harus menemuinya jika dia menelepon, Nicholas cage melarang dia menemui tanpa janjian, Lelaki itu hanya melampiaskan hasrat seksual saja lalu kembali meninggalkan dirinya sendiri. Beberapa hari lalu ia pernah diminta untuk melakukan hubungan seks di halaman rumah ini di mobilnya setelah selesai langsung pergi begitu saja.
"Apakah dia sudah bosan ? Kenapa tak disudahi saja ? Kenapa memperlakukan aku seperti gadis bayarannya saja ? Gumam Olivia Wilde.
Setelah dirasa cukup lama dia membilas tubuhnya di shower dan langsung ke almari memindai pakaian kerjanya dan kemudian berhias, setelah sarapan pagi dia pun berangkat ke butiknya.
Wanita itu memiliki usaha butik dan sudah mempunyai dua kantor cabangnya. Dia belum ingin terikat. pernikahan karena masa lalu orang tua nya. Dia tidak ingin anak-anaknya mengalami nasib seperti dirinya.
Ia sudah menyelesaikan pekerjaan gaun pengantin pesanan customer nya. Dia pun iseng-iseng berselancar di dunia maya. Trending topik seperti menarik perhatian dia. Saat jelas terpampang gambar Nicholas cage maka di klik nya. Semua terlihat gosipnya. Dia akan menikah ? Dia dekat dengan seorang wanita ? Kekasih hati dia seorang Model ? Jadi benar kerenggangan komunikasi mereka adalah pihak ke tiga, atau akulah orang ketiga di antara mereka ? Olivia Wilde memejamkan mata dan dahinya mengernyit. Aku harus bagaimana ? Dulu Nicholas cage meminta dia jangan pernah mengurusi urusan pribadinya dan melarang bertanya tentang apapun. Mereka hanya sekedar menghabiskan waktu bersama saja. Akhhh.. Bodohnya kamu Olivia Wilde, itu sama saja memang kamu hanya wanita simpanan ! Makinya geram sampai tak sadar dia memporak porandakan apa yang ada di atas mejanya.
Ya, Tuhan apa aku sudah gila ? batinnya dengan tergesa-gesa menatanya kembali. Dihelanya nafasnya lalu ia mengambil hand bag dan keluar dari ruang kerjanya. Ia berpesan pada assisten nya kemudian memacu mobilnya dengan kecepatan sedang menuju mall terbesar di kota. Tenanglah Olivia Wilde, cuci mata adalah salah satu cara mencari ketenangan dan melihat trend busana jadi dapat semuanya. Pikirnya.
Mall terbesar dengan menjadi satu dengan hotel dan di root top nya ada kolam renangnya. Boleh juga pikirnya. Mungkin berenang juga merilekskan tubuh dan pikirannya. Tujuan pertama kali masuk ke dalam ruangan dia berganti pakaian kebetulan di bagasi mobil ia menyimpan baju dan bikini pantai.
Sepertinya sepi, o iya ini jam kerja bodohnya aku. Pantas saja si Nicholas membodohi nya, Olivia bermonolog dalam hati hingga tak sadar jika dia menjadi pusat perhatian beberapa pasangan mata di samping kolam ada cafe yang dipisahkan dinding kaca, orang yang ada di kolam renang tidak mengetahuinya jika dapat di lihat dari dalam.
Di cafe itu ada Nicholas cage dan mitranya beserta assisten. Mereka sedang berdiskusi proyek mereka dan kesepakatan, namun pada saat-saat tertentu mereka menjadi tertegun melihatnya Cantiknya body Olivia Wilde dan parasnya yang cantik.
"Wow beautiful. Tanpa make-up dan sexy." Itulah yang ditangkap ditelinga Nicholas.
Dengan santai saja wanita itu bergerak di kolam renang. Ada juga beberapa pengunjung yang lain.
Sesudah beberapa putaran dia pikir akan berjemur saja hanya beberapa menit saja pikirnya. Dia melihat ke meja tempat handuk bathrob yang dia tinggalkan. Melihat notifikasi pesan singkat " Datang ke kamar 325 Sekarang !" Mulutnya menganga lebar terperangah. Dia di sini ? Batinnya. Dia bergegas mengambil barang-barang kemudian menuju ke kamar tersebut tanpa berganti, hanya mengenakan bathrob saja. Kebetulan dia sudah mengetahui liku-likunya karena sudah pernah ke sini. Baru sekali dia menekan bel pintu sudah terbuka, baru satu langkah kaki berjalan tubuhnya nya di hempaskan di dinding oleh tangan kuat Nicholas, Wanita muda itu di himpit dalam posisinya membelakangi Nicholas. Nicholas mengenakan celananya dengan kemeja terbuka karena kancing bajunya sudah ia lepaskan menempel lekat dipunggung Olivia, deru nafasnya tersengal, " Beraninya kamu berpakaian sexy di muka umum ! Apa kamu mencari Lelaki lain ?". Olivia memejamkan mata merasakan amukannya dan juga gundukan besar di pantatnya terasa keras Tangannya bergerak cepat lelaki itu langsung melesat ke intinya setelah merobek bikini pantai nya setelah melepaskan bathrob itu serta membuat dia sedikit membungkuk.
"Auw.. shff.." Pekikan dan desis suaranya Olivia mendapatkan serangan dari Nicholas. Dan iapun segera bergerak cepat dan kasar. Hingga akhirnya mereka melepaskan bersamaan dengan menekankan kuat-kuat. " Terimalah hukuman ini ". Teriaknya pada saat pelepasan. Tubuhnya Olivia Wilde merosot saat Nicholas memisahkannya diri. Namun wanita cantik itu ditarik lengannya dan diseret ke ranjang besar. Lelaki itu membersihkan cairan itu dengan mulut nya dan dia memulai lagi hingga mencapai klimaks beberapa kalinya.
"Apakah hukumannya sudah selesai ?" Tanyanya terbata dan bergetar. Nicholas kemudian bangkit dan bersandar di dinding ranjangnya. "Kurasa " Jawabnya nyengir lebar melihat jejak-jejak kiss mark di tubuh mungil itu. Olivia berusaha turun menuju ke kamar mandi. Namun pergerakannya terhenti karena kakinya seperti jelly. Bruukk.
Nicholas berusaha membantu hendak menggendongnya namun di singkirkan semua itu oleh Olivia Wilde. "Pergilah ! Kau sudah puas kan ! Pergilah ! " Teriaknya nyaring. Matanya berkaca-kaca wanita itu langsung menunduk saat mereka bertatapan. Ada rasa terkejut di matanya Nicholas. Lelaki itu hanya mematung menatap Olivia yang merangkak ke kamar mandi. Bahkan wanita itu tidak menutup pintu. Dia berendam di bathtub air hangat. Wanita itu menangisi nasibnya sendiri. Bodohnya kamu Olivia, batinnya. Dia mana mungkin cinta. Dia sudah ada wanita lain.
Nicholas cage hanya memandang wajah Olivia Wilde dari jauh, ia melihat ekspresi wajah sang kekasih yang bersedih. " Apa yang terjadi ?" Pikirnya berkecamuk. Wanita cantik ini pergi ke tempat umum dengan baju sexy. Biasanya dia hanya berdiam diri di rumah. Kenapa akhir-akhir ini sering keluyuran? Walaupun hanya ke mall saja, namun ia tetap khawatir kecolongan. Apa yang membuatnya bersedih ? Batinnya. Hubungan mereka baik-baik saja kenapa dia sering terlihat murung ?
Nicholas memutuskan untuk menunggu duduk di tepian ranjangnya dengan boxer. Cukup lama dia menungguinya. Bahkan hidangan yang ia pesan sudah menjadi dingin. Dia bermaksud menghampirinya namun muncul Olivia Wilde dengan bathrob. Dia bahkan melewatinya tanpa sepatah kata pun.
"Ayo makan malam. Makanannya sudah dingin. Kamu lama sekali di sana." Katanya lembut. Setelah selesai berpakaian Olivia duduk bersama Nicholas, makan dalam keheningan.
"Kita sudahi saja hubungan intim ini. Aku sudah lelah dan tidak nyaman." Olivia bersuara.
"Kamu sudah mempunyai kekasih ?" Selidik Nicholas. Olivia Wilde hanya menggelengkan kepalanya. "Lantas apa alasannya?" Lanjutnya bertanya kepada Olivia.
"Aku bosan. Aku akan kembali ke apartemen aku. Terimakasih.' Jawabnya.
"Rumah itu milikmu ! Sertifikat ada diruang kerja dan atas namamu ! Dan soal putus, aku tak mau ! Aku suka sekali apa yang ada padamu Olivia Wilde ", Serunya.
"Kita hanya partner. Aku sudah jenuh sebaiknya kita pisah saja." Olivia bangkit dari duduknya namun ditariknya oleh Nicholas.
"Tidak ! Dan tak akan pernah !" Teriaknya Lantang.
"Terserahlah !" Balas Olivia dengan mengibaskan tangannya kesal. Mengambil hand bag nya.
"Aku mencintaimu ! Dan tahun ini kita akan menikah ". Teriak Nicholas sekali lagi.
Olivia tertegun sesaat di depan pintu kamar. "Apa?" wanita itu menoleh menatap lekat Nicholas.
"Aku berencana untuk melakukan hubungan serius hanya dengan kamu. Maaf aku kasar. Aku bukan lelaki yang romantis. Jadi maaf." Lelaki itu menunjukkan kotak kecil ke arah Olivia yang terpana. Wanita itu mendekati Nicholas dan mengambil kotak itu. "Cantiknya" Seru Olivia.
"Kamu mau jadi istriku ?" Tanyanya serak. Spontan ia mengangguk. Nicholas tersenyum tipis melihat ekspresi wajahnya. Imutnya, batinnya.
"Aku pikir kamu sudah bosan. Terus nikahnya sama.." Olivia duduk dengan melihat cincinnya di jari manisnya.
"Hanya gosip. Jangan pernah percaya jika tidak ada bukti !" Bantah Nicholas menatap wanitanya.
"Beneran cinta aku ?" Tanyanya manja duduk dipangkuan nya. Lelaki itu hanya mengangguk dan menciumi wajahnya. Jadi selama ini di khawatir karena sesuatu hal yang tidak jelas, itulah di benaknya. Bagaimana bisa wanita cantik ini berpikir mau mau pergi dariku ? Sampai kapan pun kamu tidak akan pernah kulepas. Cantiknya bukan hanya sekedar muka namun hatinya dan ia wanita yang patuh padaku. Cuma kamu wanitaku, batin Nicholas.