setelah ditinggalkan pacarku, aku menjadi bosnya,...
Ting...
ku lihat layar ponselku.
*Hay...Apa kabar,?"
penasaran akhirnya ku buka masangger yang mengirimiku pesan singkat itu. dan mataku terbelalak melihat photo Profil yang sangat aku kenal namun memuakkan.
Aku hampir melupakan "Mantan Pacar". Ya.... karena aku sibuk dengan Bisnisku di Singapure. berkat kesibukan aku bisa melupakan kejadian itu.
*baik* balasku singkat. toh aku sudah melupakan kejadian itu dan fokus dengan bisnis yang aku rintis beberapa tahun ini.
Ting Ting ting Ting
"Eh. bujubuneng banyak amat," kulihat berentet pesan darinya.
*kamu dimana sayang*
*aku rindu*
*aku dah cari kemana*
*dimana pun aku pasti kesana*
*Please, aku nggak mau putus. aku dah tinggal perempuan itu*
*aku nggak bisa tanpa kamu*
*hampir gila aku*
aakhhhh ku putar bola mataku,.. jengah aku.. tanpa lama-lama ku blokir akunnya daripada nambahin sampah dalam pikiranku. "gila ya masuk RSJ... pergi kelaut aja sana," bathinku kesal..
sudah 2 tahun aku melupakan kejadian itu, dimana aku mengakhiri hubungan dengan laki-laki brengsek plin-plan tak punya pendirian.
"Andre.."
uughhh.... jadi mengingat masa lalu kan... Sial.. bathinku lagi..
****Flashback 2 tahun lalu.****
"Tunggu, Din?"
"cukup dengan apa yang aku lihat hari ini, Ndre!!!! mungkin jika omongan orang lain aku nggak akan percaya, tapi ini didepan mataku, Ndre!!!
"Tapi, Din,.. aku nggak bermaksud,...
Andre terus mencoba menjelaskan entah yang ke berapa kali dia menjelaskan,.. kala itu aku memergokinya sedang bertelpon ria dengan seseorang dgn seorang wanita. sangat mesra. namun dia mengelal itu adiknya. kini aku melihat dia justru sedang bercumbu di restoran yang biasa aku tongkrongi..
"Nggak,.!!. tega kamu, Ndre. ku kira kamu berbeda dari yang lain, dewasa dan pengertian hingga aku membuka hatiku untukmu,.. setelah aku membuka hati begini yang aku terima,.." sedikit bulir bening tak terasa mengalir begitu saja..
"tapi aku sayang sama kamu, Din. aku nggak bisa ninggalin kamu, aku sayang banget sama kamu. dan dia, aku juga nggak bisa ninggalin dia karena,.. sulit di jelaskan, Din,..
"CUKUP!!!!!!! KITA PUTUS,!!! DAN LUPAKAN TENTANG PERNIKAHAN KITA,!!!!! sangat keras aku berteriak tak peduli banyak pengunjung yang bengong melihat keributan yang kami buat saking memuncaknya amarahku saat mendengar dia tak bisa memilih dan bahkan dia dan wanita itu sudah... ahhh menjijikkan,!!!
dengan cepat aku membalikkan badan dan pergi meninggalkan mereka.
"Dina,!!! Tungguuu,!!!
"iihh.. udahlah... kan ada aku disini,." kata wanita itu saat andre ingin mengejarku.
***
lama ku termenung mengingat kejadian hari ini yang begitu membuat hatiku sangat hancur. ibuku benar, Andre bukan laki-laki yang baik. aku yang tertutup mata oleh perhatian dan pendewasaan yang dia miliki hingga aku membuka hati untuknya.
"Din,? kenapa, Nduk??
aku tersentak dan dengar cepat menghapus lelehan air mata yang terus mengalir kala mendengar ibuku memanggil..
"Ndak apa, Bu.. jawabku singkat sambil sedikit memaksakan senyum...
"jangan bohong, Nduk. kamu itu anak ibu. ibu tau kamu lagi sedih. kenapa,? Andre,?
tak kuasa akupun memeluk ibu dan tentu saja buliran air mata terus meleleh. ibu dengan sigap mengelus rambutku yang panjang terurai..
"Bu. laki-laki semua sama ya? kalo Nda posesif ya nggak bisa dipercaya." kembali ku menghapus lelehan bulir bening dipipi.
"ibukan dah bilang. Nduk, nggak usah pacaran. apalagi sama Andre. ibu tau karena dia anaknya Bu Leha. tapi ibu nda bisa melarang asal kamu bisa menjaga batasan."
"apa Dina nda usah nikah aja, Bu. biar bantuin dan jagain ibu aja."
dengan cepat ibu mengangkat kepalaku dari pangkuannya, "Hushh... Nda boleh ngomong kayak gtu, Nduk.!! pamali. masa anak ibu mau jadi perawan tua. dah, jodoh sudah di atur sama Gusti Allah. Nda usah pacar pacaran lagi. fokus masa depan dulu. Nda pantes air mata syurga ini untuk Andre." tukas ibuku sambil menghapus air mata yang masih tersisa dipipi.
"Ya, Bu. takut aja.
"Bu, malam ini aku ke Singapure aja ya tempat Om Praja. mau kerja disana sekalian nenangin diri. kalo disini yang ada Andre datang terus, aku benci lihat muka dia." tentu saja aku tau yang akan Andre lakukan. pastinya nanti dia akan datang mencariku. nggak ketemu dirumah, dia tau juga tempat biasa aku nongkrong.
"Ya udah nda apa. yang penting kamu hepi. ibu tau kamu sudah paham baik dan buruknya," ibu tersenyum sambil kembali mengelus rambutku.
akupun mengangguk sambil tersenyum, " Nggeh, Bu. Makasih ya, Bu," ucapku sambil memeluk ibu. sungungguh tenang jika ada masalah curhat dengan ibuku dan memeluk ibuku..
Dan malamnya pun aku pergi ke Singapure . dan hanya keluarga saja yang tau bahwa aku pergi ke Jakarta malam itu. tentu saja semuanya bisa di ajak kompromi agar tak ada yang memberi tahu dimana aku berada. karena sudah tau pasti Andre akan menyusul malam itu juga.
dan benar saja, setengah jam setelah aku pergi, Andre datang kerumah mencariku. ibu hanya pura-pura tidak tau masalah kami tetap ramah menjawab dan mendengarkan Andre seperti biasanya. begitu lah ibuku, meski dia tidak suka seseorang, namun ibuku tidak pernah menampakkannya. berbeda denganku yang jika sudah di sakiti tidak bisa menyembunyikan kebencian ku. hmmm.. mungkin nurun dari alm. Ayahku..
Andre bertanya pada ibu Kemana aku hanya menjawab bahwa aku ingin ke tempat paman tapi tentu saja ibu nggak ngasih tau ke Singapure. intinya ibu tidak berbohong. haha.... dan Andre belum tahu bahwa aku memiliki paman di Singapure. yang dia tau hanya pamanku yang ada di Jakarta.
"carilah sampe mampus, Brengsek " gumamku setelah mendengar cerita dari ibuku via telepon. tentu saja setelah ibuku mematikan sambungan teleponnya. bisa bisa di ceramahi panjang kali lebar jika terdengar oleh ibuku..
****
***Flashback selesai***
sejak aku sampai ke Singapure, aku bekerja dikantor pamanku hingga saat ini. hingga aku melupakan semuanya.
tentu saja selama sebulan saat aku baru pergi, ibu bahkan teman-temanku mengatakan bahwa Andre terus mencariku. tentu sulit karena semua akses tentangnya ku blokir...
dan cerita dari teman-temanku, Andre seperti orang gila hampir setiap hari menanyakan dan mencariku.. dan selama 1 tahun, sering sekali nomor baru masuk. namun setelah ku mendengar suaranya aku tau bahwa itu adalah Andre, langsung aku blokir. hingga aku menggunakan aplikasi yang bisa mengidentifikasi nomor baru. saat ada nomor baru masuk akan otomatis terblokir jika nomor itu mencurigakan. tentu saja sudah ku daftarkan namanya dalam aplikasi.
aahhh... entahlah terserah.. sekarang aku sudah bahagia. dan sebentar lagi aku akan menikah dengan anak dari sahabat alm. ayahku.
tentu saja bukan kemauanku namun atas kemauan ibuku. untuk jatuh cinta.
entahlah... aku muak.. jalani saja.. toh pilihan alm.ayah dan ibu mungkin jodohku. siapa tahu lambat lain juga akan jatuh cinta sama suami pilihan ibuku....
**note pribadi***
❤️❤️ maaf ya ... baru pertama kali bikin cerpen/Novel. mungkin ada kesalahan dalam tulisan atau ceritanya garing🤭🤭🤭
❤️❤️ mohon kritik dan sarannya ya guys 🥰🥰🥰❤️❤️❤️
❤️Thank's 😇😇😇🙏🙏