Setelah di tinggalkan pacar ku, aku menjadi boss nya... yaah itu memang betul, dunia memang begitu sempit seperti daun kelor.Di mana alur cerita kehidupan ku membuat ku bertemu dengan orang yang sama. Namaku Diana.
Reza, laki laki yang pernah aku cintai tiga tahun yang lalu tepat nya karena sekarang dia sudah menjadi mantan bagi ku.
Reza dan aku menjalin hubungan sekitar satu tahun. Aku dan dia termasuk type pekerja keras, kami bukan keturunan bangsawan. Bahkan kami sempat merintis usaha bareng membuka warung makan kecil kecilan dengan modal patungan.
Berjalan di bulan pertama usaha kami terlihat berkembang hingga sampai bulan ke lima datang, aku masih sangat mengenang kejadian itu. Kejadian yang tak pernah aku lupakan sepanjang hidup ku.
"Sayang apa aku boleh meminjam uang lagi kepada mu", tanya Reza.
" Untuk apa sayang, maaf tolong jangan tersinggung tapi keuangan kita benar benar menipis. Yang kemaren saja belum kamu kembalikan", aku mencoba memberi penjelasan.
"Sudah lah jangan menungkit ngungkit, aku belum bisa balikin. Entar kalo usaha ku berhasil kamu pasti juga akan kebagian enak nya", jawaban Reza yang membuat aku bingung.
" Yang aku butuhin sekarang cuma uang, itu juga untuk modal masa depan kita nanti", belum sempat aku jawab ucapan Reza yang tadi dia sudah menimpalkan ucapan yang lain yang membuat ku benar benar bingung. Tapi kali ini aku beranikan untuk bertanya.
"Sayang, bukan aku tak percaya kepada mu juga bukan ingin mengungkit ngungkit uang yang kamu pakai. Tapi kalau aku boleh tahu, sebener nya kamu buat apa dengan uang itu? dan yang kamu bilang usaha itu usaha apa sayang? aku kan kepengen tahu, siapa tahu aku bisa bantu", aku memberanikan diri untuk bertanya. Karena ini sudah ke tiga kali nya dalam satu bulan ini Reza meminjam uang. Kata nya untuk usaha, tapi entah usaha apa? Tapi bukan nya mendapat kan penjelasan justru Reza marah marah.
"Sudah lah nggak usah banyak tanya, kamu pinjamkan uang lagi pada ku. Kalau usaha ku berhasil aku kembalikan tiga kali lipat", bentak Reza yang membuat jantung ku hampir copot karena suara nya yang keras.
" Kenapa kamu malah membentak ku, aku hanya ingin tahu", jawab ku dengan suara lemah.
"Kamu beneran mau tahu, oke akan aku kasih tahu karena kamu memaksa", jawab Reza masih dengan kemarahan nya. Dan aku pun sangat menunggu penjelasan nya.
" Uang itu mau aku pake buat beli baju dan celana baru" jawab Reza yang benar benar membuat kening ku berkerut,hanya untuk beli baju dan celana Reza sampai segitu nya meminjam uang? benar benar aneh karena Reza yang ku kenal orang nya sederhana.
Belum sempat aku berkata kata Reza meneruskan kalimat nya, "Aku sedang mendekati wanita kaya dan aku ingin memacari nya. Jadi aku harus berpenampilan menarik. Nanti kalau aku beneran jadian sama dia akan aku porotin dia dan kamu pasti juga kebagian. Akan ku kembalikan uang itu tiga kali lipat dan bisa buat tambah modal usaha kita", Deeeeeggh ucapan Reza malam itu yang benar benar membunuh ku. Bahkan sampai sekarang masih selalu aku ingat.
"Kamu sadar dengan apa yang kamu katakan, sungguh tega kamu Reza. Kurang apa aku sama kamu, aku juga nggak pernah minta ini itu sama kamu. tapi ini kah balasan mu? ", sambil terisak tangis aku menjawab kata kata Reza.
" Terserah lah apa yang ingin kamu katakan. Terus terang aku capek Diana. Kita sudah bekerja sangat keras tapi cuma segitu gitu aja hasil nya. Bagaimana kita bisa ngumpulin duit untuk masa depan kita? Aku ngelakuin ini semua juga untuk masa depan kita, karena aku juga ingin membahagia kan kamu. Sebenar nya aku ingin merahasia kan semua dari kamu karena aku nggak ingin nyakitin hati kamu, tapi kamu memaksa untuk ingin tahu", jawaban Reza yang membuat dada ku semakin sesak.
"Aku nggak mau di duakan za, jika kamu memang mencintaiku hilang kan niat mu untuk mendekati wanita itu", pinta ku kepada Reza.
" Maaf Diana, aku harap kamu bisa menerima keputusan ku. Aku akan mendekati wanita tapi aku juga tidak akan meninggalkan mu. Tapi jika kamu tak mau ya sudah, maaf kan aku Diana. Aku lebih memilih wanita itu demi masa depan yang ku impikan", sambil memalingkan wajah Reza mengatakan semua nya lalu meninggalkan ku yang menangis tersedu sedu.
--------
"Ah sudah lah, buat apa aku mengingat nya kembali", gumamku dalam hati.
Hingga terdengar suara ketukan pintu dan menyudahi lamunanku.
Tok.. tok.. tok..
Terdengar ada satu langkah seseorang yang akan masuk ke dalam ruangan, karena saat ini aku sedang mencari karyawan baru di rumah makan ku.
Warung makan kecil kecilan yang dulu aku kelola berubah menjadi sebuah rumah makan yang memiliki sepuluh karyawan, ini semua berkat Reza.
Yaa karena setelah dia pergi meninggalkan ku justru aku bangkit, aku harus bisa menjadi lebih baik lagi dalam segala hal. Secara materi atau pun penampilan.
Dan inilah buah kerja keras ku, sebuah rumah makan di tengah kota metropolitan. Walaupun awalnya untuk memodali semuanya aku dapat dari dana pinjaman bank dan koperasi tapi aku berhasil mengelolanya hingga berkembang sampai sekarang.
Langkah seseorang yang melangkah masuk itu semakin mendekat, dan wajah yang hadir di hadapan ku benar benar membuat ku sangat terkejut. Karena ternyata dia adalah...
"Reza??? "
"Diana??? "
Kami sama sama terkejut,
"Apa yang sedang kamu lakukan di sini, apa kamu juga bekerja di rumah makan ini?", Reza bertanya.
"Aku sedang mencari karyawan untuk bekerja di sini. Di rumah makan ku", aku memberikan jawaban yang membuat Reza lebih terkejut lagi.
"Apa..? Ini rumah makan kamu? bukankah.. " belum sempat Reza melanjutkan kata kata nya terburu aku yang meneruskan nya.
"Bukankah aku cuma punya warung kecil kecilan yang penghasilannya tak seberapa hingga akhirnya kamu pergi meninggalkan ku untuk seorang wanita kaya. Sekarang dimana wanita kayamu sampai sampai kamu harus mencari kerja di sini? " ucapan ku membuat Reza gelagapan.
"Diana maaf kan aku, aku tidak benar benar mencintai nya, karena hanya kamu yang aku cintai dari dulu dan sampai sekarang. Jika kamu mau memaafkan ku aku harap kamu bisa terima aku lagi", rengek Reza terlihat sangat menyesal melihat usaha dan penampilan ku sekarang yang jauh berbeda dari penampilan ku dulu yang kusam.
Karena sekarang aku lebih sering melakukan perawatan dan memakai skin care.
"Oke aku terima kamu sebagai karyawan ku dan aku menjadi boss mu. Tapi kalau urusan cinta, maaf kamu sudah TERLAMBAT!! "...