Aku terduduk diam di salah salah satu bangku taman belakang kampusku. Melihat beberapa orang yang lewat bahkan beberapa orang yang berada di sekitarku tengah memperhatikan ku. Aku tahu mereka semua sedang membicarakan ku. Karena setiap mereka lewat di hadapanku, Aku mendengar semua yang mereka katakan. bahkan orang yang sedang berada di sekitar ku saat ini.
"Eh kamu tau gak? gak nyangka ya anak yang paling alim yang pernah kita kenal selama ini ternyata sifatnya buruk begitu."
"Iya. Aku Pun gak nyangka dia bakal buat begitu. Tampak luarnya saja dia berhijab. Jilbab jatuh sampai ke kakinya, baju besar sampai tak nampak bentuk badannya. Ternyata buruk begitu sifatnya."
"Itulah!! buat apa pakai hijab dia kalau perbuatannya buruk begitu. Mending dilepas sajalah. sering ikut kajian tapi, tapi sifatnya. naudzubillahimindzalik."
kata kata seseorang yang sedang berada disamping kanan ku. seketika aku menoleh ke arah mereka dan tersenyum.
"Eh eh kayaknya orang nya tau tuh kita ceritain. Sok pake senyum segala. Wajah cantik, Nama bagus. Tapi sifat buruk siapa yang mau?"
"Dah lah kita pergi aja yok!! Nanti malah kita ketularan sifat dia lagi."
Astaghfirullahal adzim. Yang Aku buat sekarang hanya bisa beristighfar. Mereka walaupun Aku jelaskan pun tak akan pernah mengerti. Bahkan kawan dekatku saja pergi menjauhiku.
'astaghfirullahal adzim, biarlah ini menjadi ujian bagiku untuk lebih mendekatkan diri kepadamu ya Allah' ucapku sambil mengelus dada.
Akhirnya Aku pun berlalu pergi. Meninggalkan mereka semua yang tengah membicarakanku. Aku pergi ke suatu tempat, menemui teman baruku yang baru kujumpai sekitar seminggu yang lalu.
Aku berjalan meninggalkan taman belakang kampus. Menyusuri jalan melewati gang kecil perkampungan, sekitar perjalanan 15 menit akhirnya aku sampai ke tempat yang ingin ku datangi.
Di sebuah ruko ruko yang tampak kosong di dalam perkampungan yang jarang didatangi orang saat sore hari. Aku pun melihat salah satu ruko yang terbuka dan inilah tempat tujuanku kemari.
"Thya!" Panggil ku
"Eh Khansa. Udah datang ya?? Sebentar ya, aku lagi ada tamu nih."
"Ok" sambil mengangkat tangan dan membentuk huruf o pada jariku.
Aku duduk di salah satu meja yang tak jauh dari mereka, melihat temanku yang sedang berbincang dengan tamunya. Aku tak tahu mereka tengah membicarakan apa, yang Aku tahu dari raut wajah Athya tampak tak senang. Sekitar hampir 20 menit aku melihat mereka berbincang, si tamu mulai beranjak pergi meninggalkan Athya.
"Eh Khansa. Lama nunggu ya?? maaf ya. soalnya tadi tamu penting." katanya sambil berjalan menghampiri ku.
"Iya gapapa Thya. Yasudah ayo kita ke masjid. Udah mau masuk waktu Maghrib ini." ajakku sambil beranjak pergi.
Athya pun bergegas berganti pakaian, mengambil tas dan selendang panjang untuk menutupi rambutnya.
Sesampainya kami di masjid, kami lekas mengambil wudhu dan sholat magrib berjamaah. Setelah sholat magrib, kami mendengar kajian dari ustadz. Kajian hari ini berjudul "JANJI ALLAH BAGI HAMBANYA YANG MAU BERUBAH". Aku melihat ke samping yang terdapat Athya disana dia tampak serius mendengarkan.
"Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai mereka mengubah nasibnya. maksud daripada ayat ini adalah dari sebagian ulama. Kalau seorang muslim memohon, merengek, mengadu pada Tuhannya, dan meminta apapun. Sampai dia minta menjadi seorang raja dunia, akan dikabulkan oleh Allah. Asal dia mau mengubah dirinya, dan Allah akan membukakan peluang untuk mencapai apa yang sedang dia minta itu." kata ustadz yang sedang ceramah itu.
Aku menoleh lagi, melihat wajah Athya. Disana Aku melihat Athya menangis mendengar kajian sang ustadz. Aku yang melihatnya juga ikut bersedih.
Sekitar 15 menit. Kajian yang dibawakan ustadz selesai dan masuk waktu isya. Akhirnya kami sholat isya berjamaah.
"Thya? kamu gapapa kan?" tanyaku setelah selesai sholat isya.
"Iya gapapa Khansa. Aku hanya memikirkan kajian yang dibawakan oleh ustadz tadi. Aku merasa seperti manusia yang sangat jijik dan banyak sekali dosa. Apakah Allah mau mengampuni dosaku yang sudah menumpuk ini Khansa?" ucapnya sambil menangis.
"Istighfar Thya. Kamu harus ingat salah satu nama Allah yaitu Al Ghaffar dan Al Ghafur. Allah itu maha pengampun bagi semua hambanya yang ingin berubah, kan sebelumnya udah dijelaskan juga sama ustadz saat kajian tadi." jawabku sambil memeluk Thya.
"Astaghfirullahal adzim. Maafkan aku Khansa karena udah berburuk sangka sama Allah."
"Yasudah ayo ambil Al Qur'an, kita lanjutin mengaji kita yang kemarin."
Athya pun beranjak pergi mengambil Al Qur'an dan membawanya kepadaku. Kami belajar bersama melanjutkan kan bacaan kami kemarin.
Flashback
Athya ini adalah salah satu hamba Allah yang bekerja sebagai pekerja sex komersial atau sering kita sebut dengan PSK. Aku bertemu dengannya dulu juga di depan masjid ini. Dia menangis di depan masjid tetapi tak berani masuk ke masjid. Aku yang melihatnya saat itu pun bertanya.
"Permisi mbak? mbak nya mau kemana ya? ke masjid ya? kenapa tidak masuk saja mbak?"
"Eh eh nggak kok. Saya cuman mau lewat saja mbak. Hehe maaf kalau menghalangi mbaknya berjalan. Saya permisi dulu ya mbak."
Aku yang melihat dia beranjak pergi pun berkata.
"Kalau ada masalah cerita aja mbak. Allah tau apa yang mbak rasakan saat ini. Allah juga tak pernah tidur ataupun makan. Allah adalah dzat yang maha tau mbak. Tetapi jika hambanya datang dan berserah diri kepadanya Allah lebih suka mbak. Setidaknya jika mbak tidak bisa bercerita kepada saya. Mbak bisa bercerita dengan Allah, mbak keluarkan apa yang mbak pendam selama ini. Biar Allah juga tau bahwa hambanya lagi butuh pertolongan nya."
Saat aku berkata begitu, dia pun berhenti dan berbalik menghampiriku.
"Apakah jika saya berdoa, Allah mau mengampuni saya mbak?"
"Insyaallah mbak. Allah maha pengampun. Salah satu sifatnya juga menjelaskan bahwa Allah itu maha pengampun. Allah bahkan mengampuni semua dosa yang manusia lakukan berulang ulang mbak. Asalkan manusia tersebut benar benar mau bertaubat."
"Baiklah mbak saya mengerti. Tapi apa saya boleh minta tolong mbak?"
"Boleh mbak silahkan saja? sebelumnya nama mbak siapa ya?"
"Nama saya Athya. Saya mau minta tolong mbak ajarkan saya sholat dan mengaji mbak? jika mbak gak bisa juga gapapa kok. Saya tidak memaksa."
"Okey deal ya. perkenalkan nama saya Khansa."
****
Akhirnya kami waktu itu masuk ke masjid bersama. Aku mengajari Thya sholat dan mengaji. Dari situlah dia mulai bercerita kalau dia adalah seorang PSK. Dia ingin berubah semenjak dia didiagnosa dokter bahwa dia terkena HIV dan waktunya hanya tersisa sebulan. Dia bercerita bahwa selama hidupnya dihabiskan dengan bekerja di club club malam dan melayani orang yang menginginkan jasanya. Dia ingin sekali pergi meninggalkan pekerjaan kotor tersebut tetapi ada seorang adik yang masih dibiayai sekolahnya. Kemudian dia pasrah dan sampai didiagnosa dokter bahwa dia terkena HIV dia benar benar memutuskan untuk bertaubat.
"Thya?" panggilku
"Iya Khansa?"
"Apa kamu sudah siap untuk meninggalkan semua pekerjaan kotormu itu."
"Insyaallah saya siap Khansa. Oh iya, kamu tadi sore lihat tamu yang berbicara denganku?"
"Iya lihat. Emang nya kenapa?"
"Dia itu pamanku Khansa. Dia lah satu satunya keluarga dekatku selain adikku. Dialah orang yang menjualku untuk bekerja ditempat seperti ini. Jika Aku tidak menurutinya, yang jadi korbannya adikku Khansa. Makanya dia tadi datang, karena dia tau bahwa aku akan meninggalkan pekerjaan kotor ini. Aku bingung harus bagaimana? aku ingin pergi mengambil adikku tapi dia terus menghalangiku." ucapnya sambil mengeluarkan air mata.
"Aku punya ide. Bagaimana kalau kita diam diam pergi ke rumah pamanmu untuk mengambil adikmu."
"Hm. Ide bagus Khansa. Tadi saat pergi mengantarkan dia, aku mendengar pembicaraan nya melalui telepon kalau dia besok akan keluar sekitar jam 1 siang." Jawabnya senang sambil mengusap air matanya.
"Nah yaudah besok kita ketemuan di masjid ini lagi ya jam 1 siang? aku juga mau nunjukin sesuatu ke kamu besok Thya."
"Ok Khansa. Kalau begitu aku pulang dulu ya?"
"Iya hati hati ya Thya." saat aku mulai berbalik badan melangkahkan kaki ku untuk pulang. Thya berteriak.
"Khansaa!!!!"
Seketika Aku menoleh.
"Terimakasih ya telah mau membantu orang sepertiku selama ini? dan terimakasih juga sudah dengan sabar mau mengajariku untuk sholat dan mengaji. Aku tau semenjak kamu berkawan denganku banyak orang yang tak suka denganmu Khansa. Tapi kamu orang yang benar benar sabar, aku salut dengan mu Khansa. Bahkan kawan kawan dekatmu sendiri pun pergi meninggalkan kamu, kamu juga masih sudi menghampiri tempat jijik itu untuk menghampiriku. Aku benar benar berterima kasih padamu Khansa. Semoga Allah selalu membalas kebaikan mu Khansa. Assalamualaikum."
Aku yang mendengar Athya menjelaskan semua itu seketika Aku Pun menangis. Astaghfirullahal adzim. Ya Allah Athya, aku sungguh salut dengan kisah dan perjuangan mu Athya. Kamu wanita muslim sejati Athya. Walaupun begitu banyak cobaan mu, kamu masih bisa berpikir untuk bertaubat dan berdoa kepada Allah. Selain mengajarimu, aku juga banyak belajar darimu Athya. Semoga kamu selalu dalam lindungan Allah.
"waalaikumussalam" aku beranjak pergi setelah melihat Athya yang mulai jauh dari pandangan.
Keesokan harinya kami bertemu di masjid ini dan mulai merencanakan sesuatu untuk mengambil adik nya. Setelah selesai kami bergegas menuju tempat pamannya.
sekitar hampir 1 jam menunggu. Akhirnya rencana kami mengeluarkan adik Thya pun berhasil. Kami segera pergi meninggalkan tempat pamannya dan tempat tinggal Athya sebelumnya. Aku membawanya ke tempat bibiku.
"Ini kita mau kemana Khansa?" tanya nya kebingungan
"Udah nanti kamu juga bakal tau."
"Assalamualaikum bi."
"Wa'alaikumussalam Khansa."
"Oh ini teman yang kamu ceritakan selama ini? ini adiknya yang pernah kamu beritahu ya Khansa?"
"Iya Bi."
"Yaudah silahkan masuk Athya."
"Gini Athya. Khansa sudah cerita semua nya tentang Athya. Bibi tau Athya pasti terkejut. Bibi mau minta tolong ke Athya untuk bisa ikut bekerja dengan bibi di restoran punya bibi. Apakah Athya bersedia? kalau masalah tempat tinggal Athya tidak usah khawatir. Restoran bibi menyediakan mess untuk seluruh karyawannya. Jadi Athya bisa tinggal disana dengan adik Athya."
Athya yang mendengarnya langsung bergelimangan air mata, tak menyangka dan bersujud untuk berterima kasih dengan nikmat yang Allah berikan.
"Insyaallah bi. Insyaallah saya bersedia dan mau bekerja di restoran bibi." jawabnya.
Aku yang mendengarnya ikut bahagia dan senang.
Sekitar 2 Minggu Athya bekerja sebagai pelayan. Di hari ini aku melihatnya sangat kelelahan.
"Kamu kenapa Thya?" aku pergi menghampiri nya
"Tidak. Tidak apa apa Khansa."
"Yasudah kamu istirahat dulu gih? aku juga mau sholat ashar dulu Thya. Kamu udah sholat Thya?"
"Sudah Khansa. Oh iya Khansa maaf sudah merepotkanmu selama ini. Aku boleh minta tolong satu hal lagi gak?"
"Tidak apa apa Thya. Aku ikhlas dan ridho sudah menolongmu. Iya apa itu? katakan saja Thya?"
"Aku ingin kamu menjaga adikku ya Khansa, maaf sekali jika ini merepotkanmu. Tapi ini permintaanku yang terakhir Khansa. Apakah kamu bisa?"
sambil memohon dia memegang tanganku.
"Astaghfirullahal adzim. Kamu kenapa ngomong begitu Thya? kamu sakit ya? apa perlu aku bawa kerumah sakit?"
"Tidak apa apa Khansa. Aku baik baik saja kok dan sekali lagi aku berterimakasih padamu."
Tiba tiba Athya menutup mata dan tangan nya yang menggenggam tanganku tadi pun terjatuh. Aku memanggilnya dan mengecek denyut nadinya. Ternyata….
"Innalillahi wa Inna ilaihi Raji'un. Semoga amal ibadahmu diterima disisi Allah Athya. Kamu satu satunya teman yang membuat mata dan hatiku terbuka Athya. Darimu aku belajar banyak hal, bahwa wanita muslim sesungguhnya bukanlah yang seperti ku. Tetapi kecantikan wanita muslimah yang sesungguhnya adalah orang yang selalu bersyukur dan mau menerima apa adanya. Kamu tak dilahirkan seperti kami, tapi kamu sudah mau berubah dan bertaubat Athya. Aku salut denganmu."
Akhirnya Athya pun dimakamkan disamping makam kedua orang tuanya.
selesai.
cerpen by : Kotak MeIKA
@ikanovita.real