"Setelah ditinggalkan oleh pacarku, aku menjadi bosnya"
Entah bagaimana ceritanya hal itu terjadi hingga kesedihan dan kepedihan dalam hati itu membuatku bangkit dan membalas dendam pada keadaan yang telah menpah ku.
Aku adalah Almira gadis desa yang suka bekerja keras dalam segala hal, suatu hari aku merasakan rasa sakit yang teramat sangat sakit akibat ulah kekasihku yang selama ini aku percaya.
Ya Gustaf dia adalah kekasihku, dan kami sudah menjalin hubungan selama 5 tahun lamanya, dan itu bukan lah waktu yang lama bagi ku.
Suatu hari tiba - tiba saja gustas mengajak aku ketuban dihari jadi kami yang ke 5 tahun.
"Terima kasih ya mas, mas Gustaf sudah menyempatkan waktu untuk kita berdua merayakan hari spesial bagi kita." ucapku pada kekasihku dengan sangat senang.
"Hem, kamu jangan senang dulu karna ini masih belum apa - apa." jawabnya yang membuat aku merasa bingung.
"Maksud mas Gustaf apa? Apakah masih ada kejutan lagi untuk ku setelah semua yang mas siapkan ini?" tanyaku dengan heran.
"Sayang maaf ya aku datang terlambat."
Detik selanjut aku mendengar seseorang datang denga dandanan yang sangat mewah dan memanggil mas Gustaf dengan sangat mesrah.
"Mas, apa ini maksudnya?" tanyaku dengan tidak sabar dan hati yang berdebar karna menahan sakit.
"Iya kenalkan dia adalah Wati kekasihku dan kami sudah menjalin hubungan sejak 1 tahun lalu, dan kami akan bertunangan bulan depan." jelas kekasihku pada ku dengan sangat lantang dan tanpa rasa bersalah padaku.
"Apa? Kenapa mas Gustaf begitu tega pada ku, dan kenapa mas lakukan ini pada ku setelah semua yang sudah ku lakukan pada mas selama ini?" tanyaku dengan derai air mata membasahi pipiku.
"Maaf, aku menjalin hubungan dengan mu karna aku ingin membalas semua perbuatan dari apa yang dilakukan oleh sepupu mu pada adik ku." jelasnya pada ku dengan sangat kejam.
"Tapi itu bukan aku, lalu kenapa mas melakukannya padaku. Kenapa?!" teriak ku dengan sangat putus asah.
"Maaf, aku tak peduli siapa yang jadi target ku. Bagi ku membuat saudarahnya sudah membuat ku puas." jelanya padaku lagi dan meninggalkan aku terpuruk sendirian.
Selama 6 tahun akhirnya aku mampu bangkit dari rasa putus arah dan juga rasa sedihku, dan dengan meninggalkan kampung halamanku yang telah menjadi tempat ku pijak selama ini untuk mengadu nasib dikota besar.
Melalui usaha dan juga kerja keras yang ku lakukan, dengan menyibukkan diri untuk terus bekerja dan bekerja agar aku bisa lepas dari baya g - bayang kesedihanku, akhirnya aku mampu menjadi diriku yang sekarang.
Aku telah menjadi seorang direktur dari sebuah perusahaan yang membuat namaku menjadi besar dan merubah diriku jadi pribadi yang kuat.
"Bu Almira semua dokument yang harus ibu tanda tangani sudah saya letakkan di atas meja ibu." pemberitahuan dari Ayuni sekretaisku yang sangat rajin.
"Ok, terima kasih ya Yun. Tolong nanti bantu aku dalam menerimaan pegawai baru, mereka sudah masuk tinggal diorientasi saja. Kamu bisakan?" tanyaku pada Ayuni.
"Tentu Bu saya bisa, ibu tak perlu khawatir soal itu." jawabnya membuat aku puas.
Selama 1 bulan para pegawai baru telah mulai bekerja pada bidang mereka masing - masing, dan aku masih belum sempat menyapa mereka karna kesibukannku.
"Sayang, hari ini kamu terlihat sangat sibu melebihi diriku." ucap alga padaku yang siang itu datang menemui aku dikantor.
Dia adalah orang yang memberiku motifasi dan juga dukungan yang sangat luar biasa, hingga membuat ku melupakan rasa sakitku dan terganti dengan rasa bangga serta percaya diri yang kuat.
Alga adalah seseorang yang saat ini sangat aku sayangi dan aku cintai, kekasih sekaligus tunanganku yang sangat berharga bagi ku.
"Ya hari ini akan ada rapat yang membahas kerja sama antara pihak kita." jawabku dengan senyuman.
"Aku bangga pada mu." ucap alga mengecup keningku.
"Ya, dan aku lebih bangga lagi pada mu." jawabku dengan senyuman terbaik ku.
"Baiklah selamat bertemu didapat nanti." ucap alga dan keluar dari ruangan ku.
Aku merasa sangat bersyukur mengenal alga, yang mampu membuatku bangkit dan merubahku menjadi lebih baik.
Siang itu aku mengumpulkan semua para pegawai yang sudah bergabung dengan perusahaan dan berada dibawah kepemimpinan ku.
"Selamat siang semuanya, senang bisa bertemu dengan kalian semua. Maaf selama ini saya masih belum sempat menyapa kalian karna kesibukan saya. Apa kalian senang bekerja di sini?" tanyaku pada para pegawai yang baru direkrut 1 bulan yang lalu.
Aku tak memperhatikan dari beberapa orang yang ternyata sangat memperhatikan diriku dengan sangat seksama.
Ya, orang itu adalah mas Gustaf mantan ku yang telah mengkhianati ku dan meninggalkan aku hanya karna alasan dendamnya pada sepupuku.
Tok tok tok
"Masuk.!" teriak ku dari dalam saat ada orang yang mengetuk ruangan ku.
"Almira.!" panggil seseorang yang bisa ku kenali, dan dugaan ku benar. Dia adalah mas Gustaf mantan ku yang saat ini telah menjadi pegawai ku.
"Maaf, ada yang mau anda sampaikan pada saya atau tanyakan?" jawabku dengan profesional.
"Al ini aku Gustaf, kamu masih ingat kan?" ucapnya mendekati meja kerjaku.
"Tentu saja, mantan yang telah mengkhianati ku dan meninggalkan ku karna alasan yang tak masuk akal." jawab ku dengan santai, karna saat ini sudah tak ada lagi rasa suka ku padanya.
"Tapi maaf, sekarang saya adalah atasan anda, jadi tolong berlakulah sopan." ketus ku pada mas Gustaf.
"Maafkan aku Almira, aku masih sangat mencintaimu dan aku menyesali perbuatan ku pada mu." jelasnya pada ku.
"Maaf, semua sudah berlalu dan kita sudah punya kehidupan masing - masing. Aku sudah memaafkan perbuatan mas Gustaf padaku, karna jika hari itu tak datang maka aku mungkin tak akan bisa mencapai kesuksesan ku saat ini." jelaku dengan hati yang lega tanpa beban sedikit pun.
"Aku sungguh sangat berterima kasih pada mu mas, karna berkat mu aku jadi tau. Balas dendam yang terbaik itu seperti apa."
"Mas gustaf bisa melihat ku sekarang? Inilah balas dendam ku, aku tak perlu menyakiti orang lain yang tak bersalah."
"Terima kasih kamu telah menunjukkan jalan untuk ku menjadi sukses."
Aku menjelaskan panjang lebar dengan sangat baik tanpa ada rasa kesal atau pun sesak seperti saat dia pergi meninggalkan diriku dalam keterpurukan.
Bagiku balas dendam yang paling baik dalam hidup adalah dengan membuat hidup kita sukses dan bahagia melebihi siapa pun.