Daniela berjalan mendekat saat melihat bayangan sang suami melesat ke arah samping gedung utama kantor nya. Hati-hati ia mendekati mereka ada rasa campur aduk. Deg. Deg. Ia melihat seorang wanita di balik tubuh sang pujaannya. Vanessa Hudgens. Wanita itu adalah partnerku kerja. Bagaimana bisa ? Batinnya bermonolog. "Kapan mereka saling mengenal, aku bahkan belum mengenalkannya pada Kenzo," Gumamnya. Masih bersembunyi dibalik dinding-dinding gedung.
Mata cantik itu tak berkedip menatapnya tajam ke arah mereka yang begitu bernafsu menempel lekat dari lorong itu mereka berjalan pindah ke arah mobilnya dan keduanya serempak masuk hingga akhirnya mobilnya bergoyang di sana.
Daniela menjatuhkan paper bag yang berisikan makan siang. Ia pun berbalik berjalan meninggalkan tempat itu. Walaupun menyeberang jalan namun hanya beberapa menit saja untuk jarak antara kantor nya dan sang suami.
"Bagaimana bisa dia lakukan itu ? Apa rencana mereka ? Hatinya bertanya-tanya atas kejadian tersebut, ia tidak menyadari lampu berubah warna dan... Braakkk. Tubuhnya terpelanting ke udara dan terhempas ke jalanan. Darah segar mengalir dari kepala, matanya menatap ke arah seseorang yang mendekatinya. Kenzo. dengan kemeja yang berantakan menghampirinya. "Sayang." Teriaknya. Wanita itu hanya tersenyum tipis berdiri tak jauh dari tempat nya. "Aku tidak terima. Bisanya dia melakukannya padaku." Batinnya tak lama kedua matanya menutup. "Daniela".
"Daniela. Daniela." Suara-suara memanggilnya. Daniela membuka matanya dia melihat ke arah depannya dengan wajah sendu. Orangtuanya berdiri di depan brankar. "Ayah ibu ?" Panggil Daniela dengan wajah kebingungannya. Tunggu ! Ayah ada disini ? Berarti ini kembali ke th 2010 ? Apa lintas dimensi ? Diingatnya, jika dirinya pernah dirawat dirumah sakit saat ayahnya masih hidup adalah sewaktu dia lulus high school. Karena typus. Yah, waktu ini adalah dia mulai mengenal Kenzo saat pendaftaran universitas. Mereka bertemu dengan bersinggungan secara tak sengaja. Kenzo adalah ketua BEM fakultas ekonomi dan masih seniornya. Kemudian mereka sering bertemu dan kemudian akrab.
"Daniela ada Laras dan Bisma. Mereka.." Belum selesai ibunya berbicara sudah disela putrinya. "Suruh masuk Bu." Potong Daniela.
Tak lama muncul Bisma dan Laras kedua adalah sahabat nya di SMU namun mereka akan berpisah karena mereka melanjutkan ke universitas yang berbeda. Yang dia ingat Laras seorang guru dan Bisma pengusaha sukses di bidang konstruksi, dan saat ia menikah dia masih lajang dan tak memiliki teman wanita. Katanya dia patah hati. Mereka mengobrol ringan dan bersenda gurau. Mereka juga bertukar no. Phonsel. Untuk tetap menjaga hubungan persahabatan walau hanya bertukar SMS.
Waktu berlalu, dia mulai aktivitas sebagai mahasiswi baru dan segala kesibukan. Di ingatannya mulai mengenal Kenzo. Lelaki itu yang mendekatinya terlebih dahulu. Kenzo adalah putra relasi Ayahnya, dan dia juga mengambil alih usaha ayahnya waktu itu. Karenanya ia berusaha mencoba menghindar dari Kenzo. Dan ternyata Vanessa juga satu angkatan dengan Kenzo. Rupanya ini jawaban pertanyaan-pertanyaannya. Rupanya cinta lama bersemi kembali, ia tetap aktif di universitas dan menjalaninya namun ia tetap menjaga jarak. Biarpun banyak sekali kesengajaan mereka bertemu, itu masa lalu. Karena sekarang ini ia berhasil mengelabui dan ia juga akrab dengan Bisma dan Laras. Di masa lalu hubungan mereka renggang, karena itu Laras terkena Kdrt oleh suaminya. Di masa ini ia dapat memberikan pendapat dan mensupport Laras yang banyak menemui kendala dalam karier nya. Dan mereka sesekali hangout bareng. Walaupun beberapa bulan sekali.
Sedangkan Daniela masih dengan usaha-usaha kecilnya, ia juga sesekali belajar bisnis dengan ayahnya disela-sela kegiatan kampusnya. Dulu ia ogah-ogahan untuk belajar namun sekarang ia berusaha untuk belajar dan menekuni dunia bisnis ayahnya. Terkadang ia konsultasi dengan Bisma dan akhirnya ia sudah mendapatkan kepercayaan dari para investor.
"Daniela ? Hai aku .." Sapa seseorang saat ia pulang dari restoran setelah bertemu clientnya.
"Vanessa. Ada yang bisa aku bantu ?" Selanya dengan rasa kesal ditahannya. Ia ingat wanita itu juga mencoba mendekati dia.
"Kamu masih ingat akui ?" Tanyanya dengan terkekeh kecil.
"Tentu. Kamu kan kekasihnya Kenzo, bahkan hingga detik ini masih, ya kan ?" Jawabnya frontal.
Wanita itu terbelalak terkejut bahkan hingga mulutnya terbuka lebar. "Asal tahu saja aku malas berurusan dengan ular seperti kalian. Menjauhlah !" Dia pun berlalu dengan sengaja. menabrak bahu Vanessa saat melewatinya. Wanita itu hanya terdiam.
Sekarang Daniela fokus pada pekerjaannya apalagi semenjak kepergian Ayahnya. Ibunya dia dampingi mengikuti kegiatan sosial di panti-panti agar beliau tidak bersedih berkepanjangan. Ia ingat Kenzo membawa ibunya ke rumah sakit jiwa. Keterlaluan. Jika mengingat kejadian itu.
"Hei.. apa yang kamu lamunkan ?" Daniela tergagab karena dia asyik menatap jalanan dari jendela kafe tidak menyangka Bisma ada di depannya tergelak gemas. Lelaki itu selalu mengusap rambutnya lembut.
"Kamu selalu bikin baper, tau ! Berhentilah melakukan itu !' Salaknya dengan menata anak rambutnya.
"Kalaupun kamu cinta aku, aku dengan senang hati menampung mu istriku." Katanya serak seraya mencium pipinya, dengan santainya duduk di hadapannya. Daniela terbelalak menatap ke arah Bisma.
"Kamu !"
"Yang lagi berkencan, aku pulang dulu ya ? Kan mengganggu !" Celetuk Laras dari belakang punggungnya Bisma.
"No !"
"Yes !" Keduanya menjawab serempak.
"Jadi yang mana jawabannya ?" Laras pura-pura bingung. Daniela menariknya duduk bersamanya.
"Jangan dengarkan Bisma !"
"Tapi aku melihatnya." Laras mecolek pipinya memberi kode.
"Biarkan ! Dia sedang konslet jadi .."
"Akan ku cium bibir kamu beraninya !" Bisma mendelik tidak terima atas ucapannya Daniela. Gadis itu langsung refleks bersembunyi di punggungnya Laras. Tergelak mereka dan akhirnya berbincang-bincang. Hingga keduanya menerima undangan pernikahan Laras. Mereka berpandangan. Kali ini pilihan Laras bukan suaminya yang dahulu. Melainkan sepupunya sendiri dan juga seorang guru. Semoga kamu berbahagia selalu, Gumam Daniela dalam hati.
Bisma selalu ada disisinya Daniela, memberikan win win solusinya mengenai hal-hal bersangkutan perusahaan.
Sesekali ia mengajak Bisma menemani acara-acara resmi untuk menghadiri acara resmi perusahaan dan rekanan. Demikian juga Bisma melakukan hal yang sama.
"Selalu ada di dekat ku dan untuk selamanya." Bisik Bisma saat mendekap tubuhnya Daniela, saat ini mereka sedang berdansa, mereka menghadiri pesta peringatan perusahaan Bisma.
"Apa kamu serius ? Akan bersama dengan aku? Dan hanya aku ?". Tanya Daniela menatap manik hitamnya.
"Aku akan selalu bersama mu dan selalu disisimu. Maukah kamu menikah dengan aku ?" Bisma melepaskan diri dan berjongkok dengan mengacungkan cincin di jari kelingking nya.
Daniela terperangah dan malu dilihat seluruh undangan dan karyawan perusahaan.
"Ya aku bersedia ". Detik itu juga Bisma menyematkan cincin berlian itu dijari manisnya. Tak lama setelah peristiwa itu terjadi mereka melangsungkan pernikahan mereka.