Hai ini Cira, dia berumur 11 tahun sekarang Cira kelas 5 SD. Cira anak yang baik iya selalu ceria dan suka menggambar. Dia adalah anak pertama dan satu-satunya anak kedua orang tuanya.
Di pagi yang cerah, sinar mentari yang muncul ditambah hembusan angin sejuk menandakan waktu untuk berangkat sekolah telah tiba.
Cira dibangunkan oleh ibunya untuk berangkat ke sekolah.
"Cira, Cira sayang bangun nak waktunya ke sekolah"ucap mama Cira.
Dengan susah payah Cira membuka mata, secara perlahan Cira memaksa membuka matanya dan bangun lalu duduk dari pose tidurnya.
"Iya ma"jawab Cira.
"Sekarang kamu mandi gih, ganti baju terus makan"ucap mama Cira.
"iya aku mandi dulu ya ma"jawab Cira.
"iya, cepetan sana"jawab mama Cira.
Cirapun bangun dari posisi duduknya mengambil handuk dan melangkah menuju kamar mandi dengan raut muka orang yang baru bangun tidur dengan mata sayup-sayupnya.
Sekarang Cira sudah selesai mandi dan sudah mengenakan seragam lengkap. Mama Cira menyisir rambut Cira dan mengikatnya dengan dua ikatan yang dikepang. Setelah selesai mama Cira pergi menuju ruang makan.
"Cira siapkan tas jangan sampai ada yang tertinggal?"ucap mama Cira sambil berjalan menuju ruang makan.
"Iya ma, aku akan siapkan tas"jawab Cira sambil menyiapkan apa yang akan Cira bawa ke sekolah.
Sekarang dia sedang menyiapkan buku dan peralatan sekolah yang lain kemudian memasukkan kedalam tas. Semua barang dan peralatan sekolah yang Cira perlukan sudah selesai dikemas oleh Cira.
"Sudah ma, Cira sudah selesai mengemas tas"kata Cira.
"Ya sudah, sekarang Cira makan dulu"ucap mama.
"Iya ma"jawab Cira.
Di ruang makan sudah ada papanya yang sedang menikmati sarapan dan juga mama Cira yang sedang ikut makan.
"Sini nak makan?, anak papa yang cantik harus makan yang banyak biar sehat"ucap papa Cira.
"iya pa"jawab Cira.
"iya cantik, sini makan?"ucap mama Cira, Cira menjawa dengan anggukan dan tersenyum.
Cira, mama dan papanya menikmati sarapan pagi bersama. Beberapa menit kemudian sarapan yang dimakan cirapun habis, lalu Cira minum. Setelah itu Cira bangun dari kursinya dan berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi kesekolah. Cira bersalaman dan dicium pipinya oleh mama dan papanya. Cirapun pergi berjalan dan melambaikan tangan.
"Da pa, dan ma Cira berangkat dulu"ucap Cira sambil berjalan.
"Da, hati-hati dijalan" ujak papanya sambil berteriak. Cira mengangguk.
Di jalan sudah ada teman Cira yang sudah menunggunya. Cirapun berangkat sekolah bersama teman-temannya.
Sekolah Cira berada di desa lain tapi masih tetangga desa. Dia dan teman temannya harus berjalan cukup lama untuk sampai disekolah.
Sesampainya disekolah Cira bertemu dengan teman yang lainnya dan berjalan bersama menuju ruang kelas.
.........
Setelah selesai pembelajaran sekolah, Cira melaksanakan tugas piketnya Karana hari ini adalah jadwal Cira piket. Teman sedesanya menunggu Cira, tapi Cira menolaknya karena kasihan pada temanya bila harus menunggu sampai Cira selesai piket. Akhirnya teman Cira pulang terlebih dahulu. Setelah selesai piket cirapun pulang ke rumahnya sendirian.
Di perjalanan Cira berjalan seorang diri. Di samping jalan raya yang Cira lewati terdapat ladang dan sawah yang luas, pemandangannya sangat indah.
Saat Cira melewati hamparan ladang yang kosong dan terdapat banyak tanaman alang-alang yang sudah berbunga. Tiba-tiba ada baling-baling kertas yang terbang dan jatuh dihadapannya.
Cirapun mengambil dan berniat mengembalikannya. Diapun mencari pemiliknya di hamparan ladang kosong itu.
"hai ada orang disini"teriak Cira.
Tapi di ladang itu masih saja hening dan tidak ada jawaban dari siapapun. Cirapun masih mencari seseorang yang entah siapa, tapi Cira yakin bahwa disini ada orang yang memiliki baling-baling kertas tersebut.
Dilihatnya Cira ke semua arah, tapi tak ada seorang pun lalu cirapun melangkah lebih jauh ketengah hamparan ladang tersebut.
Terlihatlah seseorang dibalik pohon sedang terduduk berteduh di bawah pohon tersebut. Cirapun meng hampiri nya dan menyapa.
"hai aku Cira, siapa namamu?"tanya Cira pada Anak laki-laki yang usianya hanya terpaut 2 tahun.
Anak tersebut nampak kaget karena sapaan dari Cira, dan lamunan anak itupun terhenti.
"Apa, siapa kamu?"tanya anak itu.
"Namaku Cira. Tadi aku sudah mengenalkan diriku tapi kamu sedang melamun jadi tak dengar. Lalu siapa namamu?tanya Cira balik.
"Namaku Tera, kenapa kamu kesini ada apa ha?"tanya Tera dengan angkuh.
"aku hanya ingin mengembalikan ini pada pemiliknya"jawab Cira dengan kesal.
"apa itu?"tanya Tera lagi.
"baling-baling kertas"jawab Cira.
"Oh itu, iya itu punyaku kalau kamu mau ambil saja"ucap Tera.
"kenapa seperti itu, aku sudah susah payah mencari kamu eh malah, kamu seperti tak menghargai usaha ku" ucap Cira kesal sambil memanyunkan bibirnya.
"Terus aku harus apa?"tanya Tera.
"ya setidaknya kamu mengambil baling-baling kertasnya lalu berterimakasih"ucap Cira kesal.
"iya, iya sini baling-baling ku, terimakasih"ucap Tera sambil mengambil baling-baling dari tangan Cira.
"ih la, kok cuma itu"ucap Cira.
"ya udah, aku kan udah lakuin apa yang kamu mau, sekarang kamu pulang gih"ucap Tera.
"ih ya tidak, setidaknya apa gitu"ucap Cira, Cirapun semakin kesal.
"terus apa lagi yang kamu mau?"tanya Tera. Sambil tertawa kecil melihat sikap Cira.
"ya setidaknya, kamu mengajariku cara membuat baling-baling kertas"ucap Cira sambil tersenyum mengharap.
"iya, iya"jawab Tera.
Itu merupakan awal dari pertemanan mereka berdua. Terapun mau membantu mengajari Cira membuat baling-baling kertas.
Dikeluarkan lah gunting dan buku gambar dari tas yang dibawa Cira. Tera mengajari Cira membuat baling-baling kertas. Terkejut lah Tera melihat gambar-gambar yang indah di buku gambar Cira.
Tera meminta selembar kertas, dan minta digambarkan sebuah naga oleh si Cira. Cira pun mengangguk dan menggambar sebuah naga. Sedangkan Tera membuat baling-baling kertas dan mengatakan langkah-langkah membuat baling-baling tersebut.
Waktu pun terus berjalan, tak terasa jam tangan Cira sudah menunjukkan waktu pukul 3 sore. Cira dan Teripun menghentikan pekerjaan yang sedang dilakukan dan berberes. Setelah selesai berberes Cira dan Tera pun pulang kerumah, tidak disangka ternyata mereka satu desa merekapun pulang bersama.
Di perjalanan mereka bercerita dan bercanda gurau. Kini Cira tau bahwa Tera tinggal satu desa dengan dia dan rumah Tera hanya berjarak tiga rumah dari rumahnya. Cirapun sekarang tau dimana rumah Tera berada. Di perjalanan.
"hei Tera"ucap Cira.
"iya kenapa, Cira?"tanya Tera.
"Trea, kenapa aku tak pernah melihatmu padahal Kitakan satu desa tapi, saat aku sekolah, atau bermain bersama teman-teman di desa aku belum pernah melihat mu" ucap Cira dengan wajah cemas takut Tera tersinggung atau marah.
"aku tak sekolah, aku harus bantu orang tuaku di ladang. Orang tuaku miskin jadi aku tak sekolah, ayahku sudah meninggal, dan kini aku tinggal bersama ibu dan 2 adik yang masih kecil"ucap Tera.
"maaf, aku tak bermaksud membuatmu sedih"ucap Cira dan merasa bersalah.
"tidak apa-apa kok" ucap Tera.
"Aku tak sekolah karena itu juga kemauanku, aku kasihan pada ibuku"ucap Tera.
"oh gitu ya" jawab Cira.
"oh ya kamu tau tidak Teyo anak laki-laki kelas 1 SD, itu adikku tau"ucap Tera.
"oh yang itu aku tau, jadi itu adik kamu?" tanya Cira.
"iya itu adik aku, dan yang satunya masih kecil dia belum sekolah" jawab Tera.
Tiba-tiba hujan turun, dengan tergesa-gesa merekapun berlarian pulang kerumah masing-masing.
"besok jangan lupa, kita selesaikan"ucap Cira sambil berteriak.
"iya"jawab Tera sama kerasnya.
...........
Keesokan harinya di pagi yang indah, saat berangkat sekolah tiba-tiba diperjalanan gerimis. Untung saja Cira selau siaga dia selalu membawa payung ditasnya. Dilihatnya ada anak laki-laki yang tidak memakai payung, dia pun menghampiri dan mengajaknya berjalan bersama.
"Hai dik, sini jalan bersama kakak"Cira memanggil anak kecil itu.
"iya kak, terimakasih".jawab anak itu.
Merekapun berjalan bersama.
Terfikir oleh Cira adik si Tera, Cira pun meliah anak kecil itu. Cira menyadarinya bahwa itu adik Tera.
"Hei, kamu Teyo adik Tera kan" sapa, dan tanya Cira.
"iya aku adik Tera. Kakak, tau kak Tera dari mana?"jawab, dan tanya Teyo.
"oh itu, kakak kemarin bertemu kakak kamu di ladang itu, dia sedang bermain baling-baling kertas"ucap Cira sambil menunjuk ladang kosong yang sedang iya dan adik Tera lalui.
"pantas saja kakak bertemu dia disana, ladang kami memang didekat lahan kosong itu"ucap Teyo.
"oooh jadi begitu" jawab Cira.
"iya kak, kakak tau tidak kalau aku itu setelah pulang sekolah, juga selalu bantuin kakak Tera dan ibu lo"ucap Teyo dengan ekspresi yang sangat meyakinkan.
"wah hebat kamu masih kecil, sudah bisa bantu-bantu orang tua. Memangnya kamu bisa bantu apa?"tanya Cira keheranan.
"iya kak, aku bantu ibu sama kakak habisin nasi, sama lauk hahaha..." jawab Teyo sambil tertawa keras. Cira pun ikut tertawa.
Sepanjang perjalanan mereka berbincang, dan bercanda, tertawa bersama tak terasa mereka sudah sampai di gerbang sekolah.
Dengan cepat Teyo berlari ke kelas. Sampai-sampai Cira dibuat kaget olehnya.
"terimakasih kak"ucap Teyo sambil berlari.
"ya"jawab Cira.
..........
Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, bel pulang sekolah berbunyi, Cirapun mengemas tasnya dan bergegas pulang.
Diperjalanan, Cira tidak pulang melainkan pergi menemui Tera untuk menyelesaikan pekerjaan membuat baling-baling kertas dan menggambar naga di ladang kosong seperti kemarin mereka bertemu.
Merekapun bertemu, sesuai janji mereka bertemu diladang dibawah pohon saat kemarein membuat baling-baling kertas.
"Hai Tera"sapa Cira sambil melambaikan tangan dari kejauhan, dan berjalan menghampiri Tera.
"Hai Cira, kemari"jawab Tera.
"iya"ucap Cira. Mereka sekarang berada dibawah pohon seperti kemarin. kemudian duduk dibawah pohon tersebut.
Cira mengeluarkan barang-barang yang diperlukan, merekapun melanjutkan membuat baling-baling dan gambarnya.
"Tera apakah tugas kamu membantu ibu diladang sudah selesai?"tanya Cira sambil melanjutkan menggambar.
"memangnya kenapa?"tanya balik Tera keCira.
"ya karena kamu ada disini, bukannya kamu bantu ibu kamu diladang, lagian kamu tak pernah terlihat didesa"jawab Cira.
"oh itu, ya karena aku berangkat ke ladang pagi hari tapi, setelah anak sekolah sudah berangkat. Lalu sesampainya di ladang aku bantu ibu diladang sampai tengah hari, setelah selesai aku bebas mau ngapain entah itu pulang lalu tidur, atau barmain"ucap Tera.
"oh jadi gitu"ucap Cira.
"iya"jawab Tera.
"la terus kenapa aku tak pernah melihatmu didesa" tanya Cira.
"ya, mungkin karena aku sering, dan suka bermain disini. Kalu tidak ya aku tidur/bermain dengan adikku dirumah"ucap Tera.
"oh gitu ya" ucap Cira.
Baling-baling kertas dan gambar nagapun selesai dibuat. Tera pun membuat kertas bergambar naga menjadi baling-baling. Merekapun memainkan baling-baling tersebut. Mereka berlari, kejar-kejaran, berbincang dan bercanda tawa bersama.
Kini persahabatan mereka semakin erat, mereka sering sekali bermain bersama diladang kosong itu. Tera juga mengajak adiknya bermain disan bercanda ria bersenang-senang. Begitu juga Cira dia mengajak teman-temannya juga bermain bersama di lahan kosong itu. Kini banyak anak yang datang dan bermain ketempat itu.
Karena tempat itu kosong dan pemiliknya berada diluar kota, kini ladang tersebut dibersihkan oleh anak-anak yang datang dan bermain disana. Ladang yang semula kosong kini menjadi lapangan tempat bermain dimana lapangan itu dinamai lapangan baling-baling karena angin yang sejuk dan lumayan kencang sehingga banyak anak yang bermain baling-baling disana. Setiap sore lapangan itu dipenuhi anak yang bermain sambil membawa baling-baling begitu juga di sekeliling lapangan dipasang baling-baling kertas.
Kini banyak orang datang bukan saja anak-anak tapi juga orang dewasa bahkan orang dari luar desa pun banyakyang ingin melihat puluhan baling-baling berputar, anak-anak yang bermain dan saat sore hari bisa melihat matahari terbenam kebelakang gunung sungguh pemandangan yang indah.
Pemandangan matahari tenggelam bersamaan dengan awan yang berwarna oranye cerah sangat memukau mata yang memandang.
.........
Sekarang Cira akan melaksanakan UKK untuk kenaikan kelas supaya naik kelas 6. Suatu hari, saat di sore yang cerah. Cira dan Tera bermain bersama di lapangan baling-baling.
"Tera, besok aku akan melaksanakan UKK untuk bisa naik kelas ke kelas 6, tolong ya doakan aku semoga dapat nilai bagus?"ucap Cira.
"iya aku doakan semoga kamu nak kelas 6, dan dapat peringkat 1" jawab Tera sambil memandang kearah gunung menanti matahari tenggelam.
"makasi, semoga saja ya aku dapat peringkat 1. Tera ngomong-ngomong sebenarnya kamu berhenti sekolah waktu kelas berapa?"tanya Cira.
"iya semoga saja. Oh itu dulu aku berhenti sekolah waktu kelas 6 SD, karena takut biyaya untuk ujian mahal lagipula mengambil ijazah juga harus bayar bukan"jawab Tera.
"oh gitu ya, Tera kalau aku pikir kamu itu lebih baik sekolahnya diselesaikan nanggungkan tinggal satu langkah lagi" ucap Cira.
"iya si tinggal satu lagi, tapi buat apa cuma ijazah SD tak guna" ucap Tera.
"iya, tapi setidaknya kamu punya ijazah kan menandakan bahwa kamu pernah sekolah" ucap Cira.
"tapi itu tidak bisa untuk melamar kerja kan" jawab Tera.
"walau begitu jika kamu bekerja diseseorang kamu bisa lebih dihargai dari orang yang tidak sekolah" ucap Cira.
"betul juga kata kamu"ucap Tera.
"iya makanya kamu sekarang masuk sekolah lagi aja"ucap Cira.
"lalu bagaimana dengan biyayanya?"tanya Tera.
"kalu itu insyaallah ada aja jalannya kalu kamu ada tekat dan kemauan, lagian dirumah aku lagi butuh pembantu jadi ibu kamu bisa bekerja dirumah aku, bantuin ibuku karena dia sedang hamil besar jadi nanti aku bilang sama orang tuaku"ucap Cira.
"iya nanti aku bilang samai ibu. oh selamat ya kamu akan jadi kakak, dan soal pekerjaannya makasi banyak ya"ucap Tera.
" iya aku akan punya adik makasi, soal pekerjaan itu rejeki. oh ya mataharinya udah tenggelam yuk kita pulang?" ucap Cira sambil berdiri dari duduknya.
"iya"jawab Tera.
...........
Hasil UKK Cirapun kini sudah keluar nila Cira pun sangat bagus dia mendapat peringkat 2 meski dia tidak dapat peringkat 1 dia tetap senang dan bahagia. Ibu Tera kini sudah bekerja dirumah Cira dan terapun melanjutkan sekolahnya bersama Cira. Kini mereka sekolah bersama di sekolah dan kelas yang sama kelas 6 SD.
Hari-hari mereka bermain dan belajar bersama, mereka sangat senang karena memiliki teman dekat yang sama-sama baiknya. Pertemanan merekapun sangat dekat seakan akan adalah kakak dengan adik.