𝗕𝗮𝗴𝗶 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗴𝗮 𝘁𝗮𝗵𝘂, 𝗸𝘂𝗰𝗶𝗻𝗴 𝗶𝘁𝘂 𝗷𝘂𝗴𝗮 𝗯𝗶𝘀𝗮 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝘂𝗻 𝗞𝗲𝗿𝗮𝗷𝗮𝗮𝗻 𝗵𝗮𝗿𝗲𝗺 𝗻𝘆𝗮 𝘀𝗲𝗻𝗱𝗶𝗿𝗶.
"Aaaakh.. lelah aku dengan diri mu REKI ASTUTI " teriak seorang babu yang sedang membersihkan harta karun di pasir sang majikan.
Dan tampak di situ, seekor kucing lucknut dengan tampang watados sedang menjilat tangan nya.
Seekor kucing ini, eeh bukan seekor Majikan ini bernama Reki astuti yang biasa nya di panggil Reki atau tutik.
Lalu Chocolate_cookies (author) hanya terdiam melihat kelakuan makhluk halus ini.
Author juga kesal karena ini kucing suka ngilang mulu, pernah satu kali si kucing ini ngemis bakso sama Tukang somai di pinggir jalan.
Author sekarang ini sedang menyeroki tuaek tuaek yang bau nya sangat membagongkan tersebut.
Walaupun ini sudah seperti harta tahta keluarga, masalahnya si Reki ini NGANAK TEROS.
" Hayo.. mau ke mana kamu, awas ya kamu kaw*n lagi " Kata author menumpahkan segala kekesalan nya ke sang Astuti yang berusaha menyelinap keluar.
Reki hanya menatapku dengan tatapan datar nya, moncong nya yang bentuk segitiga itu tiba tiba memggeram kepada author.
" Woalah gua sumpahin lo Tutik kalau kamu bakalan aku mandiin bentar lagi " Teriak sang author dengan mode yandere.
Akhirnya Reki pergi dari rumah ini dan meninggalkan gelas yang pecah akibat ia senggol tadi saat naik ke jendela.
" Haah.. pasti aku kena marah " kata sang author dengan lesu dan berjalan menghampiri gelas yang pecah itu.
Saat ini Author di tinggal sendirian di rumah, Ayah kerja, Mama kerja, Oyakata sama ke tk.
Jadi sang author itu punya dua babu, satu berbulu dan yang satu kelakuan nya mirip orang utan.
Akhirnya Sang author berjalan ke luar rumah dan menangkap sang kucing sebelum ia pergi.
" Balik kamu, jangan pergi lagi, ayo mandi Tutik kamu itu bau jigong " Kata sang author sambil mengangkat kucing lucknut nya itu.
Author berjalan ke kamar mandi dan hendak menyiram kucing nya.
Tapi sebelum itu terjadi, sang author sudah terkena sial duluan dari sang majikan.
Sang author ini telah di beri bekas kasih sayang di tangan nya sampai berdarah.
" REKI ASTUTI!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! "
Author segera mengejar si kucing yang hendak pergi lewat lubang ventilasi di atas dengan lompat dari lemari ke ventilasi.
Author segera panik dengan hal itu, masalah nya di situ ana LEGO HARTA PUSAKA SANG OYAKATA SAMA.
Aduuh kalau sampai Lego oyakata sama rusak atau hancur akibat tendanhan madun si astuti, pasti author udah kena jurus andalan sang oyakata sama.
Yaitu " Lapor ke Mama "
Author segera menangkap sang kucing sebelum ia lompat ke atas lemari harta pusaka oyakata sama.
" Reki jangan keluar lagi, di sana banyak cowok طlol" kata sang author sambil menikam kucing lucknut nya itu.
Dengan segera sang author mengambil pena, kertas, gunting, pembolong kertas, kertas kecil dengan ukuran 10 cm.
Setelah kertas itu di potong menjadi 10 cm, author membolongi kertas itu dan memasukan tali benang wol ke dalam bolongan kertas tersebut.
Sang author membuat kalung dengan kertas pesan yang berisi kata kata mutiara.
" Tutik طlol awas ya kamu kalau ga pulang"
dan di bawah ada emot jari tengah yang menandakan Fuxx.
Tapi tidak sampai situ saja, hari ini planning author adalah memata-matai sang majikan.
Sebagai babu yang cinta majikan walaupun tidak di gaji, author rela sampai harus kaki nya nginjak Tuaek ayam di halaman.
Dengan penyamaran tingkat 100 , sang author memata-matai sang kucing dari kejauhan.
Author di anggap mencurigakan karena memakai pakaian tebal, topi hitam, kaca mata hitam dan sendal swalo nya.
Author melihat sang majikan sedang duduk di tengah jalan sambil berguling guling di tanah.
" jadi bulu mu kotor gara-gara itu tut " kata sang author dalam hati.
tapi tiba-tiba ada mobil lewat hampir menelindes Reki astuti yang dengan santuy nya dia duduk di tengah jalan.
Author siap siap sembunyi di balik tiang rumah kosong yang ada di samping rumah author.
konon rumah itu berhantu karena tidak ada yang menempati.
Dulu sih ada Om Agus tinggal di situ, eeh entah beberapa saat kemudian om Agus ilang.
Eeh ga ilang, om Agus ke Jogja untuk mengalahkan dragonball.
Sampai di situ author sudah mau nangis lihat kucing nya mau di tabrak.
tapi tidak sesuai ekspetasi, ada sang kucing jantan yang segera merayu kucingku untuk jangan duduk di tengah jalan.
Dan dengan santuy nya sang Astuti itu pergi sambil bermesraan dengan kucing lain.
" Aah.. gua kalah sama kucing, masa gua jomblo mulu.. hiks.. Eeh ga papan yang peting ada husbu , eh tapi kan husbuku udah jadi kiko " sang author berkata dalam hati.
setelah Author sadar kalau itu rumah kosong, author teringat kata kata bude Lastri yang berada di samping rumah kosong itu.
kata nya ada kuntilanak.
setelah itu Author berteriak ketakutan sambil lari terbirit-birit karena ada angin tiba tiba.
" wuah maaf kuntil dewasa, aku ga punya sesajen " kata sang author yang random banget.
Author sadar kalau author kehilangan jejak sang neko nya.
Author segera lari dari tempat nya karena ia ada di tengah tengah dua rumah kosong.
Tapi Author berencana untuk ke belakang rumah kosong itu.
Rumah kosong besar yang dulu nya punya tante Mira.
Di belakang rumah Tante Mira cuma ada tong air, gudang, dan pohon ceri.
Tapi tidak sampai di situ, author harus memanjat tebing selokan agar sampai ke tempat selanjutnya.
Saat author berpegangan ke tembok agar tidak jatuh ke parit, author tidak sengaja memecahkan telur cicak yang berada di sela sela tembok berbatu itu.
" wuaaaah... maaf Bu cecak, gua cuma mau nyari kucing gua " kata Author sambil buru buru minggat.
Dan di situ author menemukan jalan yang sangat membagongkan.
Jalan itu berakhir di samping pawon ( dapur ) mbah galak.
Tapi tetap author lewati sambil membaca Ayat Kursi.
Dan akhirnya Author tembus ke rumah Mantan pacar teman author yang masih kelas 3 SD.
astagah kecil² dah pacaran, putus pun cuma gara gara si cowok ga ikut teman author temenin beli teh kotak di samping mesjid.
Dan sampailah Author di rumah tante Lili, dan di situ banyak kucing berkeliaran.
Salah satu kucing tante Lili adalah suamih dari kucingku.
Tapi habis itu Kucing ku malah melahirkan anak nya ga sehat terus mati.
Nama suamih kucing aku itu Ipin, dia mati di belakang rumah kosong tante Mira karena keracunan.
Author sempat sedih, bahkan menangis dan berdukaria akhirnya ga ada lagi ayng cakar cakar jok motor.
Di situ aku melihat kucingku Reki di yang duduk manis di kelilingi kucing jantan banyak.
Dan saat Reki tahu aku ada di situ Reki langsung kabur dan pulang ke rumah author.
dan sempat sempat nya juga si Reki bawa selingkuhan nya ke rumah.
" Astaga kucing gua membangun kerajaannya harem " kata terakhir author sebelum di salah tante Lili.